Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Packet Loss Pada Wlan 802.11n Qos Mode Basic Service Set Berbasis Adith Priyo Pratama; Erna Sri Sugesti; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WLAN merupakan sebuah perangkat pengiriman data pada jaringan komputer tanpa menggunakan media transmisi kabel (wireless) dimana mobilitas dan fleksibilitas dari perangkat ini sangat baik. WLAN telah distandarisasi oleh IEEE 802.11 dan sudah terdapat beberapa perubahan. Eksperimen ini QoS dari perangkat WLAN 802.11n dengan parameter packet loss yang ingin diketahui menggunakan aplikasi Wireshark. Eksperimen ini ingin membuktikan kinerja perangkat access point Cisco WAP321 Wireless-N. Pengerjaan dilakukan pada daerah tertutup (indoor). Metode yang dilakukan berupa jumlah user yang disebar dengan jarak antara access point kepada user yang berbeda serta pengaturan konfigurasi pada access point tersebut. Parameter uji yang akan dikonfigurasi meliputi transmit power, beacon interval, fragmentation threshold, RTS threshold, AIFS, contention window, dan TXOP limit. Hasil eksperimen ini menunjukan jangkauan AP terbaik berada pada konfigurasi transmit power 100%. Untuk nilai packet loss, konfigurasi beacon interval 100 ms, fragmentation threshold 728 bytes, dan RTS threshold 1024 bytes memeperoleh nilai packet loss yang lebih baik. Sementara pengaruh QoS terhadap performansi, parameter AIFS skema AIFS3, contention window skema CW1, dan TXOP limit skema TL3, memberikan nilai rata-rata terbaik untuk packet loss, throughput, dan RTT delay.Kata Kunci : WLAN, IEEE 802.11n, QoS, Packet Loss, Cisco WAP321 Wireless-N Access Point.
Perancangan Dan Implementasi Sistem Indoor Localization Berbasis Wireless Sensor Network - Zigbee Wildan Yoga Swara; Basuki Rahmat; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam realita implementasi Wireless Sensor Network, mengetahui lokasi sensor menjadi penting untuk mengelola dan menganalisis data-data sensor dalam konteks spasial dan temporal. Penggunaan WSN sudah semakin meningkat diberbagai sektor seperti militer, kesehatan, penanggulangan bencana maupun pemetaan lingkungan[3]. Keterbatasan cakupan area menjadi pertimbangan dalam perancangan dan pengintegrasian WSN untuk cakupan area yang cukup luas dan detil serta tuntutan hasil yang presisi dan tepat. Integrasi antara WSN dengan sistem lokalisasi bisa menjadi solusi berkenaan dengan keterbatasan internet dalam menjangkau suatu area. Pemetaan lokasi seperti pada ruang-ruang bawah tanah, gedung bertingkat dan wilayah yang luas dapat diatasi dengan sistem Indoor Localization. Hasil percobaan Indoor Localization dalam penelitian ini, nilai error lokalisasi paling besar yang didapat yaitu 0,0966 pada pengujian 7 meter sedangkan nilai error paling kecil yang didapat adalah 0,0929 pada pengujian 10 meter. Error koordinat lokalisasi paling besar bernilai 1,3144 meter. Nilai error lokalisasi terbesar terhadap kondisi ruangan yang berbeda-beda sebesar 0,1078 sedangkan yang terkecil 0,0708. Kata kunci : RSSI, WSN, indoor localization dan Xbee.
Aplikasi Untuk Akses Pintu Kamar Apartemen Menggunakan Qr Code Berbasis Android Azella Nanda Yudri; Iwan Iwut Tritoasmoro; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perangkat keamanan berbasis teknologi sudah banyak diciptakan oleh banyak perusahaan, namun harga perangkatnya masih terbilang mahal. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan teknologi QR Code. Dengan keunggulan yang dimiliki QR Code saat ini dapat dimanfaatkan sebagai media akses pembuka pintu di apartemen. Disisi lain untuk menurunkan biaya peningkatan sistem keamanan menjadi lebih murah dapat memanfaatkan platform berbarsis Android sebagai QR Code reader. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat aplikasi untuk akses pintu kamar apartemen menggunakan QR Code berbasis Android dengan nama My Door. Pada penelitian ini terdapat tiga metode pengujian yang dilakukan diantaranya pengujian fungsionalitas (sub-sistem), pengujian performansi QR di lapangan dan pengujian Mean Opinion Scores (MOS). Aplikasi ini memiliki delay dari QR Code ke servo rata-rata 3,68 detik dan delay sebesar 1,35 detik dari push button ke servo. Secara keseluruhan aplikasi sudah layak digunakan pada apartemen dan sesuai tujuan yaitu dapat membuat aplikasi Android untuk membuka akses pintu kamar apartemen dengan memanfaatkan QR Code sebagai media untuk membuka akses pintu tiap kamar apartemen melalui Android. Kata kunci : Keamanan, QR Code, Android Abstract Technology-based security tools have been created by many companies, however the price of the device is still relatively expensive. These problems can be overcome with QR Code technology. With the advantages of current QR Code has can be used as a medium for accessing door openers in apartments. On the other hand, to reduce the cost of increasing security systems to be cheaper, can use the Android-based platform as a QR Code reader. Therefore, in this study an application was made to access the door of apartment room using the Android-based QR Code, the application name is My Door. In this study there are three testing methods that are conducted including functionality test (sub-system), QR performance test on the field and testing the Mean Opinion Scores (MOS). This application has a delay from the QR Code to the servo on average 3,68 seconds and a 1,35 seconds delay from the push button to the servo. Overall, the application is suitable for use in the apartment and according to the purpose of being able to create an Android application to open the access apartment room door by utilizing the QR Code as a media to open the door access for each apartment room through Android.Key : Security, QR Code, Android. Keywords: Security, QR Code, Android.
Aplikasi Pembelian Produk Menggunakan Qr Code Berbasis Android Ahmad Mudhoffar Rabbani; Iwan Iwut Tritoasmoro; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di indonesia, e-commerce sudah mulai tren digunakan semenjak tahun 2014. Beberapa pionir dalam teknologi e-commerce di indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak, dll telah mempermudah masyarakat dalam membeli kebutuhan apapun. Namun saat ini e-commerce belum stabil di mata masyarakat karena memerlukan prosedur yang panjang bagi user untuk melakukan transaksi. Dari sisi penjual juga mengharapkan e-commerce memiliki pemasaran yang baik untuk produknya. Oleh sebab itu teknologi QR-Code berbasis Android dapat dimanfaatkan melalui aplikasi SnapPay sebagai metode pemesanan online yang mempercepat user dalam membeli produk dan pemasaran yang tepat dengan menggabungkan antara pemasaran konvensional dan ¬e-commerce. Aplikasi SnapPay dirancang menggunakan Android Studio berbasis QR-Code. Pada aplikasi SnapPay, QR Code unik pada produk tersebut menyimpan informasi berupa nama, harga, dan detail produk. User dapat menggunakan QR-Code melalui fungsi scan pada aplikasi sebagai akses untuk membeli produk. User dapat melakukan transaksi dengan saldo pada aplikasi, dapat melakukan top-up, dan melihat riwayat pemesanan. Aplikasi SnapPay dapat berjalan dengan lancar pada platform Android. Aplikasi memiliki delay waktu untuk mengakses produk sebesar 1,6 detik dan secara pengukuran subjektif terhadap parameter performance, antarmuka, dan kesediaan konsumen dalam menggunakan aplikasi sudah siap untuk digunakan sebagai fitur tambahan pada QR Code, aplikasi sudah sangat mudah untuk digunakan user dan aplikasi sudah menarik dan user-friendly. Kata kunci : QR Code, Android, E-Commerce ______________________________________________________________________________________ Abstract In Indonesia, e-commerce has begun to trend in 2014. Some of the pioneers in e-commerce technology in Indonesia are Tokopedia, Bukalapak, etc. It has made it easier for people to buy any need online. But now e-commerce is not stable in the eyes of the public because it requires a long procedure for users to make transactions. In terms of sellers also expect e-commerce to have some marketing way for their products. Therefore, Android-based QR-Code technology can be used. Through the SnapPay application, user could easily manage ordering product and also seller could get marketing promotions between conventional marketing to the e-commerce. The SnapPay application is designed using Android Studio. In SnapPay application, the unique QR Code on the product stores information of names, prices, and product details. Users can use the QR-Code through the scan function on the application as access to buy products. Users can make transactions with balances on the application, top-up, and also view the order list. The SnapPay application can run functionally on the Android platform. The application has a delay time to access the product of 1.6 seconds. The application has a good score within the assestment for the parameters of performance, interfaces, and user interest in using the application. Thus, the SnapPay application ready to deploy as additional feature for e-commerce.Keywords: QR Code, Android, ECommerce
Analisis Performansi Teknologi Tv White Space Untuk Layanan Video Surveillance Pada Kebutuhan Public Protection And Disaster Relief (ppdr) Masriza Kurniawan; Ahmad Tri Hanuranto; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan sehari hari banyak kejadian terjadi, termasuk kejadian yang sebenarnya tidak diharapkan terjadi, seperti bencana maupun kecelakaan. Public Protection and Disaster Relief (PPDR) adalah sistem yang dirancang untuk dapat mengurangi, menanggapi, maupun mengatasi dampak kejadian tersebut. Pada area publik yang mengalami suatu kejadian haruslah sangat cepat direspon dan diatasi, oleh karena itu sistem PPDR di beberapa lokasi dibutuhkan kamera pengawasan untuk layanan video surveillance agar kejadian yang terpantau dapat ditanggapi secara cepat maupun untuk mengatasi beberapa kasus tertentu seperti identifikasi pelaku kejahatan di area public. Layanan video surveillance merupakan layanan yang termasuk dalam kategori prioritas tertinggi dalam aplikasi layanan PPDR, layanan video surveillance juga layanan yang membutuhkan konektivitas broadband dengan kebutuhan kecepatan transmisi minimum 384 Kbps. TVWS (TV White Space) merupakan teknologi jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi TV Analog yang “kosong” dikarenakan migrasi dari penggunaan TV analog ke TV digital pada pita 470Mhz-740Mhz untuk digunakan sebagai media transmisi data dengan data rate hingga 13.5Mbps di bandwith kanal 5MHz dan bahkan hingga 54Mbps di bandwidth kanal 20MHz dan dapat digunakan sebagai alternatif infrastruktur untuk layanan video surveillance pada aplikasi PPDR. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan penggunaan kanal frekuensi 46 (674 MHz) dengan konfigurasi 5 MHz memberikan hasil perfomansi terbaik untuk layanan video surveillance pada PPDR dengan nilai interarrival delay 3,89 ms dan nilai PLR 0.41% serta throughput tertinggi hingga 6,33 Mbps dari beberapa skenario yang dilakukan dibanding penggunaan kanal frekuensi lain dimana beberapa hasil menunjukan tidak dapat digunakan sama sekali. Kata Kunci: PPDR, Video Surveillance, TV White Space, White Space Device Abstract In everyday life many events occur, including events that are actually not expected to occur, such as disasters or accidents. Public Protection and Disaster Relief (PPDR) is a system designed to reduce, respond to, and overcome the impact of the incident. In a public area that experiences an event, it must be responded very quickly and overcome, therefore the PPDR system in several locations is required for surveillance cameras for video surveillance services so that the observed events can be responded to quickly and to address certain cases such as identification of criminals in the public area. Video surveillance services are services that are included in the highest priority category in PPDR service applications, video surveillance services are also services that require broadband connectivity with a minimum transmission speed of 384 Kbps. TVWS (TV White Space) is a wireless network technology that uses analog TV frequencies that are "empty" due to the migration from analog TV to digital TV in the 470Mhz-740Mhz band to be used as data transmission media with data rates up to 13.5Mbps in 5MHz channel bandwidth and even up to 54Mbps in 20MHz channel bandwidth and can be used as an alternative infrastructure for video surveillance services in PPDR applications. Based on the tests that have been carried out, the use of 46 frequency channels (674 MHz) with a 5 MHz configuration gives the best performance results for video surveillance services in PPDR with a delay interarrival value of 3.89 ms and PLR value of 0.41% and the highest throughput of 6.33 Mbps a number of scenarios are performed compared to the use of other frequency channels where some results show that they cannot be used at all. Keywords: PPDR, Video Surveillance, TV White Space, White Space Device
Perancangan Dan Implementasi Sistem Keamanan Parkir Dengan Fingerprint Pada Parkiran Telkom University Muhammad Rizki Utomo; Nyoman Karna; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio Frequency Identification (RFID) adalah suatu sistem penandaan yang menggunakan gelombang radio. Salah satu kegunaan RFID adalah pada sistem keamanan di gerbang parkir dengan mendeteksi KTM(Kartu Tanda Mahasiswa) .Penelitian ini mengusulkan implementasi sistem keamanan gerbang parkir dengan menggunakan fingerprint. Implementasi sistem ini dilakukan dengan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak, serta menggunakan komponen - komponen elektronika. Sistem ini bekerja dengan scanner sidik jari yang akan memindaikan sidik jari dari pengemudi yang nantinya akan disimpan didalam mikrokontroler Arduino Uno. Informasi yang disimpan ini akan dikirimkan ke database. Dari database terpusat tersebut akan ditampilkan beberapa indikator kinerja dalam bentuk evaluasi manajemen. Nantinya data sidik jari itu akan dicocokan kembali ketika pengemudi akan keluar dari area parkir. Jika tidak sesuai maka sistem akan memberikan pesan peringatan. Hasilnya menunjukan bahwa dengan menggunakan FPM10A kecepatan untuk mengidentifikasi adalah 0,98 -2,09 sekon dan keakuratan di tiap fingerprint sensor adalah sebesar 96 % Kata Kunci: Fingerprint, Arduino, database Abstract Radio Frequency Identification (RFID) is a system that uses radio waves. One of the uses of RFID is the security system at the parking gate by detecting Student Identity Card. This study proposes the implementation of a parking gate security system using fingerprint. The implementation of this system is done by using hardware and software, and using electronic components. This system works with a fingerprint scanner that will scan the fingerprint of the driver which will be stored in the Arduino Uno microcontroller. This stored information will be sent to the database. From the centralized database several performance indicators will be displayed in the form of management evaluations. Later the fingerprint data will be matched again when the driver will exit the parking area. If it does not match, the system will give a warning message. The results show that using FPM10A the speed to identify is 0.98-2.02 seconds and the accuracy of each fingerprint sensor is 96%. Keywords: Fingerprint, Arduino, database
Perancangan Lampu Lalu Lintas Pintar Untuk Smart City Menggunakan Wireless Sensor Network Ardhi Anzala Muhammad; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut Badan Pusat Statistik, peningkatan jumlah alat transportasi darat selalu meningkat setiap tahun, peningkatan ini tentunya menimbulkan masalah baru yaitu kemacetan. Kemacetan adalah masalah utama di kota-kota besar di Indonesia yang sudah terjadi sejak lama di kota – kota besar di Indonesia, terutama di jam pergi dan pulang kantor. Kemacetan sering terjadi dimana saja termasuk di persimpangan jalan ibukota dan sudah menjadi hal yang bisa dilihat hampir setiap hari. Berdasarkan permasalahan diatas penulis membuat alat yang bisa mengatur lampu lalu lintas agar tidak terjadi hal tersebut dengan memanfaatkan sensor ultrasonic yang nantinya sensor ini akan mendeteksi kepadatan kendaraan yang ada di ruas jalan, sensor ultrasonic ini akan mengirimkan data melalui wireless ke NodeMCU yang mejadi otak dari sistem ini setelah itu NodeMCU akan menerima data dimana ruas jalan yang paling padat dan akan memberikan lampu hijau ke ruas jalan yang padat tersebut. Berdasarkan hasil perancangan prototype smart traffic light, sistem dapat memantau setiap jalur dan mengontrol nyala lampu di traffic light. Nilai rata-rata akurasi sensor ultrasonik adalah 99.18% dengan maksimal jarak pembacaan adalah 635 cm dan jarak pembacaan efektif adalah 350 cm. Kemudian, nilai QoS seperti delay dari jaringan yang digunakan menunjukkan bahwa delay dipengaruhi oleh banyaknya node yang aktif, semakin banyak node yang aktif dan terkoneksi dengan Broker maka delay akan meningkat. Oleh karena itu, setelah dilakukan pengujian pada sistem ini didapatkan nilai rata-rata Availability adalah 99.919% dan Reliablity adalah 99.919%. Kata kunci : Traffic Light, Smart Traffic Light, Wireless Sensor Network, Sensor Ultrasonic, NodeMCU. Abstract According to the Central Bureau of Statistics, the increase in the number of land transportation equipment is always increasing every year, this increase certainly raises a new problem, namely congestion. Congestion is a major problem in big cities in Indonesia that have been going on for a long time in big cities in Indonesia, especially in the hours of going to work and going home. Congestion often occurs anywhere including at the capital's crossroads and has become something that can be seen almost every day. Based on the above problems the author makes a tool that can regulate traffic lights so that it does not happen by using an ultrasonic sensor which will detect the density of vehicles on the road, this ultrasonic sensor will transmit data via wireless to NodeMCU which becomes the brain of the system after this, the NodeMCU will receive data where the road is the most congested and will give a green light to the congested road section. Based on the results of the design of the smart traffic light prototype, the system can monitor each path and control the lights on the traffic light. The average accuracy of the ultrasonic sensor is 99.18% with a maximum reading distance of 635 cm and the effective reading distance is 350 cm. Then, the QoS value such as delay from the network used shows that delay is affected by the number of active nodes, the more nodes that are active and connected to the Broker, the delay will increase. Therefore, after testing on this system, the Availability average value is 99.919% and Reliablity is 99.919%. Keywords: Traffic Light, Smart Traffic Light, Wireless Sensor Network, Sensor Ultrasonic, NodeMCU.
Analisa Perbandingan Protokol Mqtt Dengan Http Pada Iot Platform Patriot Nindithia Putri Windryani; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi IoT sedang berkembang dengan pesat di era globalisasi saat ini dan memberikan banyak manfaat serta kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan manusia khususnya di bidang teknologi. Untuk menghubungkan berbagai perangkat elektronik, IoT membutuhkan suatu wadah yang disebut IoT Platform. IoT Platform Patriot dari penelitian sebelumnya yang digunakan pada tugas akhir ini masih dalam tahap pengembangan di beberapa aspek. Patriot Platform saat ini hanya support protokol HTTP yang masih memiliki beberapa kekurangan yaitu pemakaian bandwidth yang cukup besar, ukuran paket yang besar sehingga tidak reliable untuk berjalan pada sistem yang memiliki bandwidth rendah atau latency yang tinggi. Berdasarkan kekurangan protokol HTTP tersebut, implementasi protokol MQTT server sangat dibutuhkan untuk menunjang pengembangan IoT Platform. MQTT merupakan protokol komunikasi yang sangat sederhana dan ringan. Protokol MQTT juga didesain untuk alat berkemampuan terbatas, bandwidth yang rendah, latency yang tinggi dan jaringan yang kurang dapat diandalkan. Hasil pengujian QoS dengan parameter delay diperoleh rata-rata delay MQTT QoS 0 sebesar 0,0017s, QoS 1 sebesar 0,0628805s, MQTT QoS 2 sebesar 0,16987s dan HTTP sebesar 0,124591s. Packet loss yang di dapatkan sebesar 0% untuk MQTT QoS 1, QoS 2 dan HTTP sedangkan QoS 0 sebesar 13,3333%, nilai throughput protokol MQTT lebih rendah +/-324,7943 Bytes/s dibandingkan protokol HTTP sehingga protokol MQTT dapat lebih reliable berjalan pada keadaan bandwidth rendah atau latency tinggi dibandingkan protokol HTTP. Kata kunci : MQTT, IOT Platform, IOT, Publish, Subscribe, Broker Abstract The development of the IoT technology is growing rapidly in the current era of globalization and provides many benefits and advances in various aspects of human life, especially in the field of technology. To connect various electronic devices, IoT requires a container called an IoT Platform. The Patriot Platform from previous research used in this final project is still in the development stage in several aspects. Patriot Platform currently only supports HTTP protocol which still has some disadvantages, namely the use of bandwidth is quite large, large packet size so it is not reliable to run on systems that have low bandwidth or high latency. Based on the lack of the HTTP protocol, the implementation of the MQTT server protocol is needed to support the development of IoT Platform. MQTT is a very simple and lightweight communication protocol. The MQTT protocol is also designed for limited-capable devices, low bandwidth, high latency and less reliable networks. The results of QoS testing with delay parameters obtained an average HTTP delay of 0.12340s higher than MQTT QoS 0, lower 0.05390s compared to MQTT QoS 1 and lower 0.227842s compared to MQTT QoS 2, packet loss at 0% for MQTT and HTTP, the MQTT protocol throughput is lower +/- 8.094 Kbit / s compared to the HTTP protocol so the MQTT protocol is more reliable in low bandwidth or high latency compared to the HTTP. Keywords: MQTT, IOT Platform, IOT, Publish, Subscribe, Broker
Rancang Bangun Smart Lighting Dan Monitoring Kondisi Lampu Jalan Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan Lora Dimas Surya Putra; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lampu merupakan hal yang penting untuk penerangan jalan di malam hari. banyaknya kecelakaan lalu lintas bahkan kejahaan seperti pembegalan yang dikarenakan rusaknya penerangan jalan. Tersedianya aplikasi untuk melaporkan lampu jalan yang rusak masih kurang efesien. Pada saat ini juga penggunaan lampu jalan di malam hari sangat banyak mengkonsumsi daya listrik. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan adanya pemantauan kondisi lampu jalan secara realtime dan menggunakan pengaturan intensitas cahaya agar konsumsi daya lebih efisien. Dalam penelitian ini didesain suatu lampu jalan yang berbasis Smart Lighting dan website sebagai monitoring kondisi lampu jalan secara realtime. Cara kerja sistem ini diawali dengan sensor Light Dependent Resistor (LDR) mendeteksi intensitas cahaya untuk menandakan kapan lampu menyala atau tidak, kemudian sensor Microwave akan mendeteksi adanya pergerakan atau tidak pada objek. Selanjutnya data akan diproses oleh arduino dan hasil data tersebut akan dikirimkan melalui LoRa. Data yang diterima berupa konsumsi energi listrik pada lampu yang akan di tampilkan pada Website. Jika lampu tidak mengirimkan data, maka diasumsikan lampu tersebut rusak, saat itu juga akan dikirimkan sebuah notifikasi ke email untuk memudahkan proses monitoring lampu jalan yang rusak. Dengan Sistem ini, Penggunaan Lampu jalan menjadi lebih efisien karena lampu menyala terang 48% dari 12 jam bekerja dan user dengan mudah untuk memonitoring lampu jalan yang rusak secara langsung menggunakan jaringan internet. Kata kunci: LDR, LoRa, Sensor Microwave, Smart Lighting Abstract Lights are important for street lighting at night. The damaged of the street light caused the number of the traffic accidents and the traffic crimes increased. The facilities of applications to report the street light damaged are still inefficient. In the other side, the use of street light at night makes a lot of waste on electric power. To solve this problem, it is necessary to monitor the condition of street lights at a real time and use an effective and efficient light setting to make the power use are efficiently controlled. In this research, the researcher designed and developed a street light with smart lighting and web browser basis to monitor the conditions of the traffic street light at a real time. The system works begins with the Light Dependent Resistor (LDR) that detect the environmental light as an indicator to make the street light on, then the ultrasonic censor and PIR will detect the existence of object movement. Furthermore, the data will be processed by Arduino and the results of the data processed will be sent by using LoRa. Data will be received and displayed on the web browser. The research result revealed that by using this system, the used of the street lights decrease to 48% from 12 works hour and it becomes more efficient compared with before. Another advantage is the user can monitor the damaged of the street lights without a hitch directly by using the internet. Keywords: Smart Lighting, Sensor Ultrasonik, LDR, LoRa.
Implementasi Google Maps Api Pada Iot Platform Untuk Pelacak Suatu Objek Menggunakan Gps Achmad Mustofa Luthfi; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era modern ini tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Global Positioning System (GPS). Dimana untuk mengetahui suatu letak atau posisi dari suatu objek hanya diperlukan GPS, yang mana dari GPS tersebut mengirimkan titik koordinat yang kemudian dari titik koordinat tersebut dapat diketahui lokasinya, dengan memanfaatkan fitur geolokasi tentunya. GPS dapat dimanfaatkan untuk perangkat cerdas Internet of Things (IoT) sehingga dapat digunakan untuk mengetahui tempat suatu objek dengan menggunakan GPS dan mikrokontroler. GPS akan digunakan sebagai penentu lokasi yang akan terintegrasi dengan NodeMCU sebagai processor-nya. Pada penelitian sebelumnya IoT platform masih belum memiliki fitur Google Maps untuk menampilkan lokasi dari objek tersebut, maka dilakukanlah implementasi Google Maps API pada IoT platform tersebut. Pada sistem modul GPS yang aktif akan mengirimkan titik koordinat. Pada IoT platform operator dapat melihat lokasi dari objek dan juga dapat mengetahui informasi yang terdapat pada IoT platform tersebut seperti nilai sensor suhu, temperatur dan lainnya. Hasil dari pengujian alat yang terdiri dari NodeMCU sebagai processor, DHT-11 sebagai sensor suhu, dan modul GPS Neo-6m sebagai penentu lokasi maka didapatkan hasil sebagai berikut. Pembacaan modul GPS Neo-6m memiliki perbedaan ±0,000003 berdasarkan pembacaan titik koordinat pada Google Maps secara langsung, ataupun dengan mobile phone. Hasil delay pada kondisi jaringan baik didapatkan ratarata delay yaitu 0,326 detik, serta didapatkan nilai throughput pengiriman data menggunakan NodeMCU dari pengujian tersebut adalah 140,4 Bytes/s dalam selang waktu 150 detik. Kata kunci : NodeMCU, IoT platform, GPS, Google Maps API Abstract In this modern era, of course already familiar to what is called the Global Positioning System (GPS). Where to find out the location or position of an object GPS is only needed, which of the GPS sends a coordinate point which is then located from the coordinate point, using the geolocation feature of course. GPS can be used for intelligent Internet of Things (IoT) devices so that it can be used to track an object using GPS and a microcontroller. GPS will be used to determine the location that will be integrated with RFID, and NodeMCU as the processor. In previous research IoT platforms still did not have the Google Maps feature to display the location of the object to be tracked, so the implementation of the Google Maps API on IoT platform was carried out. In this system RFID detects cards that have been registered before, then the GPS module will be active when RFID detects the registered card, the GPS module will send coordinates. On IoT platforms operators can see the location of objects and can also find out information from those using objects based on RFID that have been detected before. The results of the testing tool consisting of NodeMCU as a processor, DHT-11 as a temperature sensor, and GPS module Neo-6m as a location determinant, the results are as follows. The reading of the GPS Neo6m module has a difference of ± 0.000003 based on reading coordinates on Google Maps directly, or with a mobile phone. The results of delay on good network conditions obtained an average delay of 0.326 seconds, and the data transmission throughput value obtained using NodeMCU from the test is 140.4 Bytes / s in an interval of 150 seconds. Keywords: NodeMCU, IoT platform, GPS, Google Maps API
Co-Authors Achmad Mustofa Luthfi Ade Nurhayati, Ade Adi Sucipto, Adi Adith Priyo Pratama Aditya Bram Wiratma Aditya Kurniawan Agtusia, Arwidya Tantri Ahdan, Syaiful Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Fauzan Jaya Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Mudhoffar Rabbani Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Aidil Afdan Pananrang Alifiyah Pratiwi P.Wedda AM, Debby Tri Wulandari Amelia Putri Anggadhini Andarwati, Sari Ardhi Anzala Muhammad Ari Satrio Arif Faturrachman Arif Indra Irawan Arifin, Hasan Nur Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azella Nanda Yudri Azwar Hamsir Azzam, Ahmad Thoriq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Brando, Robby Marlon Budi Syihabuddin Chrisna Fiddin Danu Dwi Sanjoyo Devi Fitriani Devyta Asterina Dimas Surya Putra Dimitri Mahayana Dini Adlina Salman DWI ANDI NURMANTRIS Dwima Anggraini Elfarizi, Sayid Huseini Ellia Kristiningrum Erna Sri Sugesti Faishal Yusuf Baqir Fakhri Rahmatullah Faturrachman, Arif Fransisca Elisa Rahardjo Gregorius Pradana Satriawan Hafidudin . Hamidi, Eki Ahmad Zaki Hasnah Faradina Nur Ilham Hurianti Vidyaningtyas Ibnu Asror Ida Wahidah Hamzah Indrarini Irawati Iwan Iwut Tritoasmoro Jupriyadi, Jupriyadi Kharisma Bani Adam Leanna Vidya Yovita M, Fajri Ismail Mario Putra Masriza Kurniawan Maya Rosalia Mochamad Adhi Pratama Muhammad Ary Murti Muhammad Eko Wahyudi Muhammad Rizki Utomo Muhammad Rizky Ramzani Muhammad, Zaid Nabila Nabila Nadya Dwi Aulia Nana Rachmana Syambas Naufal Dzulfiqar Anwar Nindithia Putri Windryani Nurkahfi, Galih Nugraha Nyoman Bogi Aditya Karna Rahmatullah, Fakhri Ratih Loviesta Nurbed Rendy Munadi Reza Nuryati Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rivaldy Arif Pratama Riyo Surya Putra Rizal Erwin Irwansyah Rizqi Surya Utama ROHMAT TULLOH Safitri, Nesya Alvioni Salwa Aulia Farida Y Sayid Huseini Elfarizi Septhian Dwi Putra Prabowo Setia Juli Irzal Ismail Sofia Naning Hertiana Sri Astuti Sri Astuti Sugondo Hadiyoso Tiara Tiara Tody Ariefianto Wibowo Toni Kusnandar Tuntun Aditara Maharta Vikry Fadillah Wasesa, Novan Purba Wildan Yoga Swara Xavier Samuel MFP Yeni Sanovia YULI SUN HARIYANI