Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Daya Saing Ekonomi Daerah di Kabupaten Tasikmalaya: Pendekatan Kuantitatif Regional Ramadhan, Rifky Wahyu; Aliyuddin, Muhammad; Fadillah, Adil Ridlo; Supriadi, Apip; Surgawati, Iis
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 6, No 2 (2025): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v6i2.17033

Abstract

This study aims to analyse the structure and potential of economic sectors in Tasikmalaya Regency to identify leading sectors that can drive regional development. The method used in this study is a descriptive quantitative approach, with analysis conducted on Tasikmalaya Regency's Gross Regional Domestic Product data by business field based on constant prices (ADHK) from the Central Statistics Agency. The methods used include Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Klassen Typology, and Shift-Share Analysis (SSA). The results of the study show that the agriculture, forestry, and fisheries sectors are still the main base sectors, while the construction, wholesale and retail trade, financial services, and education sectors are prospective base sectors for development. These sectors have a positive competitive share value, indicating a competitive advantage over the reference region. Meanwhile, the manufacturing and health services sectors show potential to develop into new leading sectors. These findings recommend that the Tasikmalaya Regency Government focus its development policies on prospective base sectors to encourage the optimisation of Local Own-Source Revenue (PAD). Strengthening leading sectors is expected to be an effective strategy in creating inclusive, sustainable, and fiscally independent regional economic growth. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan potensi sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya guna mengidentifikasi sektor unggulan yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, analisis dilakukan terhadap data PDRB Kabupaten Tasikmalaya menurut lapangan usaha atas dasar harga konstan (ADHK) dari sumber Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan meliputi Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Tipologi Klassen, dan Shift-Share Analysis (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi sektor basis utama, sedangkan sektor konstruksi, perdagangan besar dan eceran, jasa keuangan, serta pendidikan termasuk sektor basis yang prospektif untuk dikembangkan. Sektor-sektor tersebut memiliki nilai competitive share positif, menandakan keunggulan kompetitif terhadap wilayah acuan. Sementara itu, sektor industri pengolahan dan jasa kesehatan menunjukkan potensi berkembang menjadi sektor unggulan baru. Temuan ini merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memfokuskan kebijakan pembangunan pada sektor-sektor basis prospektif untuk mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penguatan sektor unggulan diharapkan dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan mandiri secara fiskal.
Periodesasi Seni Melayu: Tinjaun Keberlanjutan Elemen Seni dan Budaya Jamil, Syahril; Syarkoni, Syarkoni; Kurniati, Heny; Aliyuddin, Muhammad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16497

Abstract

Penelitian ini mengkaji periodesasi seni Melayu dengan fokus pada keberlanjutan elemen seni dan budaya yang berkembang dari masa ke masa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada dinamika perubahan sosial, politik, dan keagamaan yang memengaruhi transformasi seni Melayu, namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional sebagai identitas budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tahapan periodesasi seni Melayu serta menganalisis bentuk keberlanjutan elemen estetika, simbolik, dan filosofis di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, melalui studi literatur, analisis dokumen, dan interpretasi terhadap karya seni Melayu dalam berbagai periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni Melayu mengalami beberapa fase perkembangan, mulai dari periode tradisional, pengaruh Islam, kolonial, hingga kontemporer, dengan adanya adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai inti seperti religiusitas, kesopanan, dan simbolisme budaya. Keberlanjutan tersebut tercermin dalam motif, bahasa estetika, serta fungsi sosial seni yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa seni Melayu tidak hanya bersifat adaptif, tetapi juga resilien dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap periodesasi ini penting sebagai upaya pelestarian dan penguatan warisan budaya Melayu secara berkelanjutan.