Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan Peran Keluarga Dalam Memotivasi Pasien Pasca Stroke Dengan Kepatuhan Penderita Mengikuti Rehabilitasi Di Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2014 Sobirin, Cecep; Husna, Elfira; Sulistyawan, Andika
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.241

Abstract

Stroke penyebab kecacatan nomor satu di dunia, cepat lambatnya proses kesembuhan pasien stroke dari kecacatan dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien mengikuti rehabilitasi. Berdasarkan survei awal dari 10 orang pasien, 4 orang menyatakan tidak patuh disebabkan karena keluarga sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk menemani, 4 orang lagi tidak patuh karena keluarga tidak pernah memberi dorongan dan semangat, dan 2 orang lagi patuh karena keluarga selalu mengingati dan menemani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke dengan kepatuhan penderita mengikuti rehabilitasi di Unit Rehabilitasi Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi 2014. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2014 di Unit Rehabilitasi RSSN Bukittinggi. Data yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan observasi kehadiran responden. Responden pada penelitian ini adalah Penderita dan keluarga penderita pasca stroke yang datang menemani klien yang melaksanakan rehabilitasi ke Unit Rehabilitasi Medik RSSN dengan menggunakan teknik pengambilan sample accidental sampling, didapatkan sampel sebanyak 50 orang dan diuji dengan chi Square. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa proporsi responden dengan peran keluarga kurang baik, lebih besar ditemukan pada tidak patuh melakukan rehabillitasi 23 (79,2%) responden dibandingkan patuh melakukan rehabilitasi 6 (20,7%) responden dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke dengan kepatuhan rehabilitasi (pvalue=0,000 , OR=16,292). Dapat disimpulkan peran keluarga dalam memotivasi pasien pasca stroke kurang baik dan kepatuhan pasien pasca stroke melakukan rehabilitasi tidak patuh. Diharapkan kepada keluarga untuk dapat memberikan motivasi untuk sembuh sehingga penderita pasca stroke patuh mengikuti rehabilitasi.
Perbedaan Tingkat Insomnia Pada Lansia Sebelum Dan Sesudah Senam Lansia Di PSTW Kasih Sayang Ibu Tahun 2015 Husna, Elfira; Susanti, Evi; Putra, Yuhendri; Junios, Junios
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.248

Abstract

Insomnia merupakan ketidakmampuan memperoleh secara cukup kualitas dan kuantitas tidur. Berdasarkan data di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang ibu Batusangkar lansia berjumlah 70 orang,saat melakukan wawancara pada 7 orang lansia di Panti Tresna Werdha Kasih Sayag ibu didapatkan 4 0rang yang mengalami gangguan tidur (insomnia).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Tingkat Insomnia Pada Lansia Sebelum Dan Sesudah Senam Lansia Di PSTW Kasih Sayang Ibu Tahun 2015. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu dengan pendekatan one group pretest posttest, populasi 70 lansia dan sampel 16 responden teknik purposive sampling, tempat di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar diuji paired T-test Pengolahan data dilakukan dengan bantuan komputerisasi. Hasil penelitian ini didapatkan nilai rat-rata tingkat insomnia pada lansia sebelum diberikan senam lansia adalah 4,94 dan rata-rata tingkat insomnia pada lansia sesudah diberikan senam lansia adalah 0,94. Secara Statistik didapatkan bahwa tingkat insomnia sebelum dan sesudah diberikan senam lansia dengan p value 0,000. Disimpulkan bahwa ada perbedaan antara tingkat insomnia sebelum dan sesudah diberikan senam lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2015. Selain itu disarankan bagi petugas panti bisa melakukan senam lansia tersebut pada pagi hari atau sore hari selama 30 menit untuk mengurangi insomnia pada lansia.
PENGARUH STRES TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MATUR, KABUPATEN AGAM Yimmi Syavardie, Yimmi Syavardie; Elfira Husna, Elfira Husna
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i2.264

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah masalah yang sangat besar dan serius. Hipertensi adalah gangguan medis di mana situasi ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan gaya hidup sehat. Faktor lingkungan yang terkait dengan tekanan darah tinggi antara lain stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Matur. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 91 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling dimana teknik pengambilan sampel secara kebetulan bertemu dengan peneliti yang berobat di Puskesmas Matur. Penelitian ini dilakukan dari bulan dari Oktober sampai Desember 2014. Data yang dianalisis adalah stres dan hipertensi. Dari analisis 91 responden ditemukan bahwa responden yang mengalami stres sebanyak 77 orang, 14 lainnya tidak stres. 49 penderita hipertensi berat, hipertensi sedang sebanyak 28, 14 orang dengan hipertensi ringan. Sedangkan hasil analisis Chi Square, diperoleh nilai p = 0,029
Analysis Of Factors Related To The Stroke In Patients With Stroke In Ward C 1st Floor And 2nd Floor In The Rssn Bukittinggi 2016 Wati, Nani Repita; Husna, Elfira
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v9i2.366

Abstract

Stroke still become a health problem of society, due to the high incidence of morbidity, mortalities, and disability. Stroke attack estimated 25% was recovered from the first stroke in five years. Stroke occurrence because of risk factors an unhealthy lifestyle. The aim of this research was to determine to analyze risk factors (smoking and sports habits, diet and medical check-up obedience) related to the causes of stroke attack. The research of methods was observational analytic with a retrospective approach. The result of this research shows that smoking habits unrelated to stroke occurrence (p-value 1,000). Diet obedience unrelated to stroke occurrence (p-value 0,952). Sport habits unrelated to stroke occurrence (p-value 0,501). Medical check-up obedience was unrelated to stroke occurrence (p-value 0,069). In conclusion, there is not a relationship between smoking habits, diet obedience, sport habits, and medical check-up obedience by the stroke. It is advisable to the institutional hospital can give information to stroke patients the cause of incidence stroke not only one but many factors, and then how to control to avoid stroke attack and recurrent stroke attack.
PENGARUH FAMILY EMPOWERMENT TERHADAP SELF CARE PASIEN STROKE Husna, Elfira; Hidayati, Hidayati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.939

Abstract

Background: Stroke or brain attack is the sudden death of several brain cells and disease with the second leading cause of death worldwide and the third disease that causes disability. The Greatest burden of Stroke Survivors is long-term sequelae or physical disabilities due to neurological disorders. Physical disability causes stroke patients to experience dependence on fulfilling self-care. In the end, this can cause disturbed family function.Aims: This study aims to determine the effect of family empowerment on self-care for stroke patients.Methods: The research design is Quasi-Experimental Pre and Post-test with two groups. the sample in this study is 26 people with stroke and their families as a caregiver, who received Therapy Empowerment for as many as 13 patients, and the control group was as many as 13 patients. The using Instrument is Self Care Indeks Barthel. The data collected is processed using the dependent T-test (paired sample T-test), that is, if the value of the degree of confidence is 95% or ? 0.05.Result: The results showed a significant increase in self-care stroke patients who received Empowerment Therapy compared with a group who did not get therapy (P-value ? 0.05).Conclusion: Empowerment Therapy is recommended to improve Self Care for patient's stroke
Analysis of Factors Associated with Hemodialysis Patient Compliance During the Covid-19 Pandemic Hidayati, Rahma; Demawan, Agus Citra; Husna, Elfira; Susanti, Evi; Putra, Yuhendri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v14i1.940

Abstract

Background: Undergoing hemodialysis during the pandemic has become a polemic for patients with kidney failure. As one of the groups at risk and susceptible to exposure, concerns about being exposed to the virus and the consequences if not undergoing hemodialysis are difficult choices. For each dialysis session, the patient must be in contact with many people in one room for 4-5 hours. In addition, their travel to and from the hospital, also increase the chance of being exposed to Covid-19. The uncertainty and low predictability of COVID-19 have an impact on patient adherence to hemodialysis. Meanwhile, patients who do not perform routine hemodialysis are also at risk for various complications, decreasing quality of life and the threat of death.Aims: the purpose of this research was to identify the factors related to patient compliances with hemodialysis therapy during the pandemic Covid-19.Methods : This research was a descriptive analytic using a cross sectional design. Number of samples involving 97 people was taken by a technique. Data was collected using a questionnaire and analyzed with multivariate statistics.Results: 52.6% of respondents did not comply with the hemodialysis schedule. The factors related to the non-adherence were education level (p = 0.003), anxiety level (p = 0.002), ease of access to health services (p = 0.00) and family support (p = 0.00).Conclusion: This research concluded that ease of access to health services was the main predictor of patient adherence to hemodialysis during the pandemic Covid-19.
HUBUNGAN DUKUNGAN CAREGIVER TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN STROKE Husna, Elfira; Wiranita, Aulia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.950

Abstract

Stroke merupakan penyakit kronis yang mengancam kehidupan dan menyebabkan kecacatan. Keluarga sebagai caregiver memegang peranan penting dalam optimalisasi kesembuhan pasien dan berespon terhadap perubahan  pasien selama fase perjalanan penyakitnya. Dukungan caregiver menjadi faktor penting dalam menunjukkan simpati, membantu pasien agar lebih percaya diri menerima keadaan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan caregiver terhadap Tingkat kecemasan Pasien Stroke Di wilayah Kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi . Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi   penelitian ini sebanyak 58 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner serta di olah dengan komputerisasi. Data bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian  didapatkan 22 (37,9%) responden memiliki dukungan caregiver kurang baik, selanjutnya responden didapatkan 47 (81,0%) mengalami tingkat kecemasan berat. Hasil uji statistik dukungan caregiver dengan tingkat kecemasan pasien stroke diperoleh dari nilai p=0,011 (p<0,05). Didapatkan ada hubungan bermakna antara dukungan caregiver terhadap tingkat kecemasan pasien stroke. Diharapkan kepada keluarga/caregiver dapat memberikan motivasi perhatian dan bantuan untuk mendukung agar kecemasan pada pasien mengalami dapat berkurang.
HUBUNGAN SIKAP DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PELAKSANAAN PHBS Husna, Elfira; Nofita, Roza
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.979

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu Strategis pembangunan kesehatan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. PHBS yang dilakukan pada anggota keluarga mulai dari pelayanan hidup bersih secara individu dan juga pelayanan hidup bersih yang dilakukan secara bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan Pola Asuh  Dengan Pelaksanaan PHBS Keluarga di Wilayah kerja Puskesmas Lintau Buo Utara I . Jenis penelitian ini deskriptif kolerasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki  kegiatan dan ditujuk sebagai keluarga PIS-PK. Dengan sampel sebanyak 55 orang responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accedental Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kusioner dengan analisa univariat dan Bivariat mengunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diketahui bahwa lebih separoh responden yaitu sebanyak 31 orang (56,4%) dengan Sikap kategori Positif, sebanyak 24 orang (43,6%) dengan Pola Asuh kategori Demokratif, sebanyak 28 orang (50,9%) dengan Pelaksanaan PHBS keluarga kategori baik. Adanya hubungan antara Sikap dengan Pelaksanaan PHBS keluarga p_value=0,002. Dan Adanya hubungan antara Pola Asuh dengan Prilaku PHBS keluarga p_value=0,000. Kesimpulan terdapatnya hubungan sikap dan pola asuh orang tua terhadap Pelaksanaan PHBS keluarga. Saran diharapkan pihak pelayanan kesehatan untuk memberikan perhatian pelaksanaan prilaku PHBS apakah berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.
Pengalaman Perawat dalam Menerapkan Terapi Complementary Alternative Medicinepada Pasien Stroke di Sumatera Barat: Nurses' Experience in Applying Complementary Alternative Medicine Therapy to Stroke Patients in West Sumatra Stroke Patients in West Sumatra Elfira Husna; Setiawan; Rosina Tarigan
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2016): NJK Volume 12, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v12i1.232

Abstract

Complementary alternative medicine therapy is a medical practice group and health which is considered as part of conventional treatment. Many studies indicate the frequent use of complementary alternative therapy by patients affected by chronic illness. It is used by neurologic disorder patients like stroke, compared with non neurologic disorder like hypnosis, yoga, herbal therapy, and acupunture. In their service to stroke patients, nurses play their role in giving information and education concerning complementary alternative therapy. Indonesian nurses are beginning to use this method in their practices so that many of them participate in training about it. The objective of the research was to explore nurses’ experience in applying complementary alternative medicine in stroke patients in West Sumatera. The research used descriptive phenomenological approach with 14 nurses. The data werw gathered by conducting in-depth interviews, guided interview, and filed records and analyzed by using Collaizzimethode (1978) through seven stages. The study found there were seven themes as follows: increase capability take care of patients, assist cope patient complaint, nurse give information about therapy alternative to patients, nurses give therapy as standard, add finances and relations, feel happiness and satisfaction, and barrier applying alternative therapy. The themes in in this research were new themes in qualitative research related to nurses’ experience in applying complementary alternative therapy in stroke patients.
Efektivitas Video Edukasi Tuberkulosis Berbasis Keperawatan Keluarga Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Pencegahan Keluarga Pasien Yuliaty Kartika 'Ashri; Suyanto Suyanto; Elfira Husna; Fauzi Ashra; Mellia Fransiska; Asrul Fahmi; Satya Anggi Permana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60705

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major global health problem, with Indonesia ranking second among countries with the highest TB burden worldwide. Family members of TB patients are at high risk of infection; however, preventive behaviors remain inadequate, highlighting the need for innovative family nursing education. This study aimed to analyze the effectiveness of a family nursing-based TB educational video in improving knowledge, attitudes, and TB preventive practices among family members of TB patients at Siulak Gedang Primary Health Center. A quasi-experimental study with a two-group pretest–posttest control design was conducted in April 2026. Twenty-eight respondents were recruited using consecutive sampling and assigned to either the intervention group (three-episode TB educational video) or the control group (conventional education). Data were analyzed using paired t-test, independent t-test, and Mann–Whitney test. The intervention group showed significant improvements in knowledge (Δ = +3.43; p < 0.001), attitudes (Δ = +4.36; p = 0.001), and TB preventive practices (Δ = +3.07; p = 0.013). Between-group analysis demonstrated significant differences in knowledge (p < 0.001) and attitudes (p = 0.003), but not in preventive practices (p = 0.225). Family nursing-based TB educational videos effectively improved knowledge and attitudes and have the potential to serve as a technology-based community nursing intervention in primary healthcare settings.