Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

PENGARUH TERAPI WARNA MERAH DAN SENAM OTAK TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA LANSIA DENGAN DIMENSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SABAI NAN ALUIH DI SICINCIN TAHUN 2015 Yade Kurnia Sari; Evi Susanti; Wel Welni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v8i1.278

Abstract

Lanjut usia yang berusia diatas 60 tahun berisiko terkena penyakit demensia. Demensia merupakan gangguan intelektual yang menghambat fungsi kerja dan sosial seperti perubahan anatomis, fisiologis, dan biokimia pada tubuh, Terapi warna merah, Senam otak merupakan salah satu bentuk terapi non farmakologis yang sangat penting dilakukan dalam rangka peningkatan daya ingat dan konsentrasi, mengurangi ganguan psikologis seperti depresi, ansientas, agitasi, delusi, halusinasi dan insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Warna Merah Dan Senam Otak Terhadap Memori Jangka Pendek Pada Lansia Dengan Dimensia Di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Di Sicincin Tahun 2015. Desain Penelitian ini menggunakan Quasy-eksperimen “Non Equivalent Control Group”. Dengan jumlah sampel 32 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis univariat dengan observasi eksperimental melalui rata-rata dan analisis bivariat dengan uji independent t-test secara komputerisasi. Hasil Penelitian menunjukkan terapi warna merah dan senam otak sama-sama efektif terhadap peningkatan memori jangka pendek dan disarankan penelitian ini dapat memberikan informasi bagi PSTW Sabai Nan Aluih di Sicincin dan bisa diterapkan.
PENGARUH PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI (BPM) PAULINA BUKITTINGGI TAHUN 2014 Yade Kurnia Sari; Arinda Suryani
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v8i2.328

Abstract

Hospitalization is a taste of crisis in children when a child is sick and hospitalized so it must adapt to the hospital environment. Causes of anxiety are influenced by factors of officers, as well as the new environment. Overcoming anxiety in this toddler children, nurses need to provide relaxation therapy that one of them is by using music. Music is a medical therapy where the objective is to improve the physical, emotional, cognitive, and social for people of all ages. The purpose of this study is determining whether there is the effect of music therapy on anxiety levels of children toddler who experienced hospitalization at the hospitals Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi in 2016. This research is a Quantitative research design experimental with pretest-postest way design and sampling method with accidental sampling that 20 people. Collecting data using by questionnaire and data processing is done with a paired T-test statistical test using a computerized system. The results of this research that the average value of differences in levels of anxiety before and after the intervention was 9,40 and p-value 0,0001 < α 0,05 which occurs, decrease levels of anxiety after the intervention
Effect Of Mozart Music Therapy on Ansietas Hemodialisa Patients in DR. Achmad Mochtar Hospital Bukittinggi 2016 Yade Kurnia Sari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v9i1.342

Abstract

Hemodialysis clients who were hospitalized around 43.1% experienced an anxiety condition. This is caused by Client Kidney Failure undergoing hemodialysis, requiring 12-15 hours of dialysis every week, or at least 3-4 hours per therapy. This activity will continue throughout his life. This study aims to determine the effect of Mozart's music therapy on anxiety clients who undergo hemodialysis at Achmad Mochtar Hospital Bukittinggi. The design of this study was Quasi-Experimental pre and Post-test with a total sample of 64 people, 32 people who received Mozart music therapy as many as 32 people as a control group. Using the HARS scale to determine the level of client anxiety. The results showed a significant decrease in anxiety conditions in the intervention group who received Mozart music therapy compared to those who did not receive therapy (P-value <0.05). Mozart music therapy is recommended for hemodialysis clients who experience anxiety in Achmad Mochtar Hospital Bukittinggi.
Hubungan Kejadian Verbal Abuse Orang Tua Terhadap Anak Dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia Pra-Sekolah Di Kelurahan Tarok Dipo Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi Tahun 2014 Yade Yade Kurnia Sari; Yuhendri Yuhendri Putra
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v5i2.227

Abstract

Verbal abuseatau biasa disebut emotional child abuse adalah tindakan lisan atau perilaku yang menimbulkan konsekuensi emosional yang merugikan. Kekerasan berdampak pada fisik maupun psikologis pada anak dan dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan termasuk perkembangan kognitif anak. Sejak Januari hingga April 2014kasus kekerasan fisik terhadap anak sebanyak 94 kasus, kekerasan emosional sebanyak 12 kasus dan kekerasan seksual sebanyak 459 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian verbal abuse orang tua terhadap anak dengan perkembangan kognitif anak usia Pra-sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tarok Dipo Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang, dengan desain penelitian Cross Sectional, pada bulan Agustus 2014, jumlah sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner dan observasi menggunakan format denver II, data diolah dan dianalisis dengan komputer.Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian kecil ada kejadian verbal abuse orang tua terhadap anak (46,3%), sebagian besar perkembangan kognitif anak usia Pra-sekolah meragukan (38,8%), normal (31,3%) dan dimana P Value > 0,05 adalah P = 0,710. Berdasarkan variabel yang diteliti, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian verbal abuse orang tua dengan perkembangan kognitif anak usia Pra-sekolah. Dengan demikian diharapakan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan perlunya memperhatikan perkembangan kognitif anak usia Pra-sekolah, dan dapat memberikan penyuluhan tentang informasi perkembangan anak sesuai dengan “asah”, “asih”, dan “asuh” tiap tahap perkembangannya dan dapat mewujudkan Bukittinggi menuju kota layak anak.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI POLI KLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2015 Yuhendri Putra; Rinawati Kasrin; Yade Kurnia Sari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.237

Abstract

Hypertension or high blood pressure is an abnormal increase in blood pressure in the arteries continuously over a period. several risk factors that can take into severe hypertension, among other things: stress, obesity, food containing salt, high cholesterol, preserved foods, meat, fruit durian, cigarettes, coffee, family history or genetic and age. Most of it is an indicator of an unhealthy lifestyle. Lifestyle is a pattern of life which describes the overall self interacts with its environment. The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle with hypertension. The sampling technique accidental sampling as many as 95 respondents. The independent variable in this study is a lifestyle, while the dependent variable was the incidence hipertensi Hasil univariate analysis obtained more than half of respondents (51.6%) who have a healthy lifestyle and more than half of respondents (52.6%) who had hypertension. Bivariate analysis results There is significant correlation between lifestyle with hypertension (p = 0.003 and OR = 3.937). So lifestyle is associated with the incidence of hypertension. For it is expected to further research to examine the other variables.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN TERAPI DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE (GFCF) PADA ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) KHUSUS AUTIS AL-IKHLAS BUKITTINGGI TAHUN 2014 Yade Kurnia Sari; Fauzi ashra; Dian Sari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.242

Abstract

Autisme merupakan gangguan pervasive yang mencakup gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan emosi. Data UNESCO pada tahun 2011 mencatat, sekitar 35 juta orang penyandang autisme di dunia. Diperkirakan jumlah penyandang autisme di Indonesia sekitar 2,4 juta orang, dan bertambah sekitar 500 orang penyandang baru tiap tahunnya. Diet GFCF adalah diet yang dilakukan dengan menghilangkan sumber bahan makanan/minuman yang mengandung kasein dan gluten. Penerapan diet GFCF akan memberikan hasil yang maksimal apabila dilakukan sesuai dengan aturannya, secara konsisten, serta dibarengi oleh pengawasan yang ketat serta peran orang tua yang optimal dalam mengurangi gejala yang dialami oleh anak autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua terhadap kepatuhan terapi dalam menerapkan diet GFCF. Desain penelitian adalah Deskriptif Korelasional yang dilakukan mulai bulan Maret sampai September 2014 melalui pengisian kuesioner, jumlah sampel 55 orang tua di Sekolah Luar Biasa (SLB) Khusus Autisme Al-Ikhlas Bukittinggi dengan tekhnik pengambilan sampel Cross Sectional. Hasil penelitian didapatkan hanya sebagian besar 30 orang tua (54,5%) yang berperan optimal, sedangkan 38 orang tua (69,1%) yang tidak patuh dalam menerapkan terapi diet GFCF. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan bermakna yang diperoleh p value=0,013, maka p value < 0,05 jadi terdapat hubungan bermakna antara peran orang tua dengan kepatuhan terapi diet GFCF. Saran pada penelitian ini adalah perlu dikembangkannya penelitian mengenai pengaruh dari peran orang tua terhadap kepatuhan terapi diet GFCF pada perkembangan anak autisme sebagai salah satu intervensi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.