Herryawan Herryawan, Herryawan
Departemen Periodonsia Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh penambahan serat bambu apus (gigantochloa apus) sebagai bahan penguat resin komposit (Penelitian ditinjau berdasarkan kekuatan fleksural splinting periodontal) Supriatna, Andi; Herryawan, Herryawan; Adriansyah, Muhammad Aksa
Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2025): Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cocreation.v4i1.1525

Abstract

Kegoyangan gigi merupakan penyakit pada jaringan periodontal yang dapat mempengaruhi fungsi, estetik dan kenyamanan pada pasien. Hal tersebut dapat diatasi dengan berbagai perawatan salah satunya penggunaan splinting periodontal, suatu jenis perawatan untuk menstabilkan atau mengencangkan gigi- gigi yang goyang akibat penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bambu apus terhadap kekuatan fleksural splinting periodontal. Penelitian ini merupakan Penelitian eksperimental analitik dengan menggunakan metode true experimental dengan post test only control design. Objek penelitian ini adalah sampel resin komposit flowable dengan jumlah 9 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok. Hasil uji One Way Anova menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan (p<0,05) antara kekuatan resin komposit yang ditambah bahan penguat serat bambu apus dan resin komposit tanpa tambahan serat bambu apus. Uji Kruskal-Wallis menunjukan terdapat pengaruh bermakna (p<0,05) antara kelompok resin komposit tanpa tambahan serat, ditambah serat 1 helai, dan ditambah serat 2 helai. Terdapat pengaruh penambahan bahan penguat serat bambu apus terhadap kekuatan fleksural splinting periodontal resin komposit, dengan kekuatan fleksural paling tinggi dihasilkan pada penambahan 2 helai serat bambu apus.
Penyuluhan Pengetahuan Gangguan Sendi Rahang Pada Masyarakat di Kota Cimahi Nawawi, Azkya Patria; Isnaeni, Rheni Safira; Arifianti, Isti; Fadillah, Rina Putri Noer; Widyasari, Ratih; Darwis, Rudi; Asri, Ayu; Herryawan, Herryawan; Sidiqa, Atia Nurul
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i2.331

Abstract

Gangguan sendi masih banyak terjadi di Indonesia. Penyebab terjadinya temporomandibular joint (TMJ) bersifat multifaktorial seperti faktor biomekanik, neuromuskuler, biopsikososial, dan biologis. Pengetahuan mengenai gangguan sendi rahang diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan tersebut. Artikel ini menguraikan tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendayagunaan peran mahasiswa Pembelajaran Luar Kelas (PLK). Metode yang dilaksanakan berbentuk penyuluhan kepada warga RW.16 Kecamatan Cimahi Tengah tentang gangguan pada sendi rahang. Kegiatan diikuti oleh 21 warga dan berjalan efektif. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk audio visual dan pengisian kuesioner pretest dan post test. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias.
Gambaran Kekuatan Otot Genggam Masyarakat Kota Cimahi dengan Menggunakan HandGrip Djohan, Frita Ferlita S; Herryawan, Herryawan; Ulayya, Najla; Alie, Ike Rahmawaty
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.14

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel T CD4 yang dapat berujung pada Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Di Indonesia, prevalensi HIV di kalangan remaja menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dengan 431 kasus tercatat di Jawa Barat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang HIV/AIDS melalui pendidikan kesehatan di Pondok Pesantren AL-IHYA Lembang dengan melibatkan 21 santriwati dalam kegiatan pendidikan kesehatan ini. Metode yang dilakukan ialah edukatif dengan melakukan pre-post test, pemaparan materi dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dari hasil pre-test yang menunjukkan pengetahuan awal santriwati masih rendah dengan hanya 23.8% peserta memiliki pengetahuan baik tentang HIV/AIDS, meningkat menjadi 76,2% pasca edukasi. Hal ini  menunjukkan efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode edukatif dapat meningkatkan pengetahuan santriwati terhadap HIV/AIDS. Dengan meningkatnya pengetahuan, diharapkan santriwati dapat lebih berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Kegiatan ini menekankan pentingnya edukasi mengenai HIV/AIDS di kalangan remaja, untuk mengurangi stigma terhadap ODHA dan meningkatkan kesadaran pencegahan HIV/AIDS.
Efektivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun gambir (Uncaria gambir.roxb) dalam menurunkan jumlah sel inflamasi pada tikus Wistar yang mengalami gingivitis: eksperimental laboratoris Yuslianti, Euis Reni; Herryawan, Herryawan; Koswara, Teja; Pragita, Tria
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 36, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v36i1.53293

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Gingivitis merupakan penyakit inflamasi pada gingiva terjadi karena faktor lokal, konsumsi obat, dan malnutrisi. Inflamasi merupakan respons pertahanan tubuh dapat merugikan apabila terjadi berlebihan. Bahan alternatif obat antiinflamasi adalah daun gambir. Daun gambir mengandung katekin, tanin, dan gambirin. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas ekstrak etanol daun gambir sebagai antiinflamasi dilihat dari jumlah sel inflamasi dan mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun gambir dengan dosis 5%, 10%, dan 20% pada tikus jantan galur wistar yang mengalami gingivitis. Metode: Penelitian adalah eksperimental laboratoris menggunakan Post-test randomized control group design sebanyak 40 sampel tikus dibagi menjadi empat kelompok yaitu kontrol negatif (KN), tikus yang mengalami gingivitis diberikan ekstrak etanol daun gambir 5%(Do-1), tikus gingivitis diberikan ekstrak etanol daun gambir 10%(Do-2), dan tikus yang mengalami gingivitis diberikan ekstrak etanol daun gambir 20%(Do-3). Ekstrak bentuk sediaan pasta diberikan topikal di area gingiva gigi anterior rahang bawah tikus pada pagi dan sore hari selama lima hari. Jaringan diambil hari ke-1, ke-3, dan ke-5 setelah perlakuan, diwarnai dengan hematoxylin eosin. Data dianalisis dengan uji ANOVA dan uji Bonferroni (p<0,05). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gambir topikal memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap tikus galur Wistar gingivitis dilihat dari penurunan jumlah sel inflamasi yaitu sel neutrofil, eosinofil, makrofag, limfosit, dań sel mast (P=0,000). Konsentrasi ekstrak 5% tidak menunjukkan perbedaan efektivitas. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif pada konsentrasi 10% dan 20%. Simpulan: Ekstrak etanol daun gambir topikal efektif menurunkan jumlah sel inflamasi tikus Wistar yang mengalami gingivitis. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif adalah 10% dan 20%.KATA KUNCIekstrak etanol daun gambir, gingivitis, sel inflamasiThe effectiveness of ethanol extract of gambir leaves (Uncaria gambir.roxb) as an anti-inflammatory agent in reducing the number of inflammatory cells in Wistar strain gingivitis rats: experimental laboratoryIntroduction:Gingivitis is an inflammatory disease of gingiva that occurs due to local factors, medication consumption, and malnutrition. Inflammation is a body defense response that can be detrimental. An alternative anti-inflammatory drug is gambir leaf which contains catechins, tannins, and gambirin. The purpose of this study was to determine effectiveness of gambir leaf ethanol extract as an anti-inflammatory agent based on inflammatory cells number and to determine anti-inflammatory effect at doses of 5%,10%,and 20% in Wistar gingivitis rats. Methods: The study was an experimental laboratory using a Post-test randomized control group design with a total of 40 rat samples divided into four groups: negative control(NC), gingivitis rats treated with 5% gambir leaf ethanol extract(Do-1), gingivitis rats treated with 10% gambir leaf ethanol extract(Do-2), and gingivitis rats treated with 20% gambir leaf ethanol extract(Do-3). The paste form extract was applied topically to lower anterior teeth gingival area rats in the morning and evening for five days. Tissue samples were taken on days 1, 3, and 5 after treatment and stained with hematoxylin eosin. Data were analyzed using ANOVA and Bonferroni(p<0.05). Result: The study showed that topical ethanol extract of gambir leaves has anti-inflammatory activity against Wistar strain gingivitis rats seen from decrease in inflammatory cells number such as neutrophils, eosinophils, macrophages, lymphocytes, and mast cells(p=0.000). This effect likely due to catechin, tannin, and gambirin presence, which may inhibit arachidonic acid via cyclooxygenase and lipooxygenase pathways. Konsentrasi ekstrak 5% tidak menunjukkan perbedaan efektivitas. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif pada konsentrasi 10% dan 20%. Conclusion: Ekstrak etanol daun gambir topikal efektif menurunkan jumlah sel inflamasi tikus Wistar yang mengalami gingivitis. Konsentrasi ekstrak yang paling efektif adalah 10% dan 20%KEYWORDGambir leaf ethanol extract, gingivitis, inflammatory cell
Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dalam Menghambat Pembentukan Biofilm Staphylococcus Aureus Secara In Vitro Herryawan, Herryawan; Nawawi, Azkya P.; Rindiani, Vadya D.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.65689

Abstract

Abstract: Periodontal disease is caused by the accumulation of plaque biofilm; one of the bacteria involved is Staphylococcus aureus. Red betel leaf (Piper crocatum) has potential as a therapeutic agent for various diseases, including oral cavity diseases. This study aimed to determine the effect of administering red betel leaf extract (EDSM) in inhibiting the formation of Staphylococcus aureus bacterial biofilms. This was a laboratory experimental study. The test group consisted of EDSM with concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, while the positive control used 0.2% chlorhexidine/ CHX, and 1% DMSO as a negative control. Red betel leaf extract was prepared using the 96% ethanol maceration method. Inhibition of biofilm formation was measured using the microtiter plate biofilm assay method with a wavelength of 595 nm. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney post hoc test. The results showed significant differences between the six groups. Post hoc test revealed significant differences between DMSO 1% vs CHX, DMSO 1% vs EDSM 50% concentration, DMSO 1% vs EDSM 25% concentration, CHX vs EDSM 100% concentration, CHX vs EDSM 75% concentration, CHX vs EDSM 50% concentration, CHX vs EDSM 25% concentration, and EDSM 75% vs EDSM 25% concentration with p values <0.05. In conclusion, red betel leaf extract is most effective in inhibiting Staphylococcus aureus biofilm formation at a concentration of 25%. Keywords: antibiofilm; red betel leaf extract; Staphylococcus aureus   Abstrak: Penyakit periodontal disebabkan oleh akumulasi biofilm plak; salah satu bakteri yang berperan yaitu Staphylococcus aureus. Daun sirih merah (Piper crocatum) berpotensi sebagai agen terapi berbagai penyakit termasuk penyakit rongga mulut. Penelitian ini bertujuan menentukan efek pemberian ekstrak daun sirih merah (EDSM) dalam menghambat pembentukan biofilm bakteri S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium. Kelompok uji terdiri dari EDSM dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%, sedangkan kontrol positif menggunakan klorheksidin/CHX 0,2%, dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Ekstrak daun sirih merah dibuat menggunakan metode maserasi etanol 96%. Penghambatan pembentukan biofilm diukur menggunakan metode microtiter plate biofilm assay dengan panjang gelombang 595 nm. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan uji post hoc Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna antar enam kelompok. Uji post hoc mengungkapkan perbedaan bermakna antara DMSO 1% vs CHX, DMSO 1% vs EDSM konsentrasi 50%, DMSO 1% vs EDSM konsentrasi 25%, CHX vs EDSM konsentrasi 100%, CHX vs EDSM konsentrasi 75%, CHX vs EDSM konsentrasi 50%, CHX vs EDSM konsentrasi 25%, serta EDSM 75% vs EDSM 25% dengan nilai p<0,05. Simpulan penelitian ini yaitu EDSM paling efektif dalam menghambat pembentukan biofilm Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25%. Kata kunci: antibiofilm; ekstrak daun sirih merah; Staphylococcus aureus