Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan Pembersihan Gigi Tiruan pada Pasien di Cimahi Nawawi, Azkya Patria; Isnaeni, Rheni Safira; Supriatna, Andi
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i2.561

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut yang tidak terjaga, termasuk kebersihan gigi tiruan yang digunakan, dapat menyebabkan gangguan pada mukosa penyangga gigi tiruan. Salah satu gangguan yang umum adalah peradangan yang dikenal sebagai stomatitis gigi tiruan. Pengetahuan yang dimiliki oleh pengguna gigi tiruan tentang pemeliharaan kebersihan menjadi faktor penting yang mempengaruhi sikap dan tindakan individu dalam mencapai keberhasilan penggunaan gigi tiruan. Artikel ini menguraikan tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendayagunaan peran mahasiswa Pembelajaran Luar Kelas (PLK). Metode yang dilaksanakan berbentuk penyuluhan kepada pasien Puskesmas Cimahi Tengah tentang pembersihan gigi tiruan. Kegiatan diikuti oleh 12 warga dan berjalan efektif. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk audio visual dan pengisian kuesioner pre dan post-test. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias.
Penyuluhan Kesehatan Gigi Mulut untuk Meningkatkan Pengetahuan Keluarga Pasien Celah Bibir dan Langit-Langit sebagai Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Nasroen, Saskia Lenggogeni; Yuslianti, Euis Reni; Meliawaty, Florence; Ardan, Rachman; Isnaeni, Rheni Safira; Irsyad, Widya; Irfianti, Isti
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v3i1.172

Abstract

Masyarakat yang keluarganya mengalami kondisi bibir sumbing atau celah bibir dan langit-langit mayoritas berasal dari kalangan ekonomi lemah. Kelainan bawaan yang bermanifestasi dari bibir atas ke gusi, dan langit-langit yang tidak sepenuhnya menyatu atau berkembang secara terpisah yang dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Keluarga yang memiliki riwayat dengan celah bibir dan langit-langit penting mengetahui pengetahuan tentang celah bibir dan langit-langit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Unjani untuk membantu masyarakat luar kampus yang tidak terjangkau edukasi dari pelayanan kesehatan dengan intensif. Selain itu dilakukan penelitian dengan metode kuesioner kepada para orang tua penderita di Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit Bandung. Data dianalisis T-test dependent (p<0,05). Hasil menunjukkan terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan dibandingkan dengan sebelum penyuluhan pada keluarga pasien celah bibir dan langit-langit (p=0,00). Dapat disimpulkan bahwa program MBKM yang dilaksanakan dapat berperan pada perubahan pengetahuan keluarga mengenai kesehatan gigi dan mulut pasien dengan riwayat celah bibir dan langit-langit setelah dilakukannya penyuluhan.
Penyuluhan Pengetahuan Gangguan Sendi Rahang Pada Masyarakat di Kota Cimahi Nawawi, Azkya Patria; Isnaeni, Rheni Safira; Arifianti, Isti; Fadillah, Rina Putri Noer; Widyasari, Ratih; Darwis, Rudi; Asri, Ayu; Herryawan, Herryawan; Sidiqa, Atia Nurul
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i2.331

Abstract

Gangguan sendi masih banyak terjadi di Indonesia. Penyebab terjadinya temporomandibular joint (TMJ) bersifat multifaktorial seperti faktor biomekanik, neuromuskuler, biopsikososial, dan biologis. Pengetahuan mengenai gangguan sendi rahang diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan tersebut. Artikel ini menguraikan tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendayagunaan peran mahasiswa Pembelajaran Luar Kelas (PLK). Metode yang dilaksanakan berbentuk penyuluhan kepada warga RW.16 Kecamatan Cimahi Tengah tentang gangguan pada sendi rahang. Kegiatan diikuti oleh 21 warga dan berjalan efektif. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk audio visual dan pengisian kuesioner pretest dan post test. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias.
Pengaruh kehilangan gigi posterior terhadap kualitas hidup pada kelompok usia 45-65 tahunEffect of posterior tooth loss on the quality of life in the 45-65 years old age group Rizkillah, Mochammad Nevry; Isnaeni, Rheni Safira; Fadilah, Rina Putri Noer
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.729 KB) | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i2.22135

Abstract

Pendahuluan: Kehilangan gigi merupakan keadaan terlepasnya gigi dari soketnya. Kehilangan gigi sering kali terjadi pada seseorang yang mulai memasuki kelompok usia lansia. Seseorang yang memiliki kehilangan gigi terutama gigi posterior akan menyebabkan terganggunya fungsi mastikasi yang membuat seseorang merasa sulit dalam menkonsumsi makanan. Kehilangan gigi dapat secara langsung dapat berdampak pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehilangan gigi posterior terhadap kualitas hidup pada kelompok usia 45-65 tahun di Puskesmas wilayah Kota Cimahi. Metode: Jenis penelitian analitik yang bersifat cross-sectional. Penentuan lokasi sampel menggunakan cluster random sampling. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling pada pasien usia 45-65 tahun dengan kehilangan ≥3 gigi, sehingga diperoleh minimal sampel yaitu 77 orang. Penentuan kualitas hidup dengan menggunakan kuisioner OHIP-14, kemudian uji analisis dengan menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil: Analisis dengan uji korelasi Pearson didapatkan nilai r yaitu -0,625 dengan nilai p-value≤0,05 yang berarti terdapat hubungan kuat antara kualitas hidup dengan kehilangan gigi, semakin tinggi kehilangan gigi maka kualitas hidup akan semakin menurun. Simpulan: Terdapat pengaruh kehilangan gigi terhadap kualitas hidup pada pasien usia 45-65 tahun di Puskesmas wilayah Kota Cimahi.Kata kunci: Kehilangan gigi, kualitas hidup, OHIP-14ABSTRACTIntroduction: Tooth loss is the condition of the tooth being detached from its socket. Tooth loss often occurs in someone who enters the elderly period. Someone who suffers tooth loss, especially in the posterior teeth will disrupt the mastication function, which makes a person feel difficult in consuming food. Tooth loss can directly affect the quality of life. This study was aimed to determine the effect of posterior tooth loss on the quality of life in the 45-65 years old age group at the Community Health Center of the City of Cimahi. Methods: This study was an analytical study with a cross-sectional design. Determination of sample locations was using random cluster sampling. Determination of the sample was using purposive sampling in patients aged 45-65 years old with teeth loss of ≥ 3 teeth so that a minimum sample of 77 people was obtained. Determination of the quality of life was using the OHIP-14 questionnaire, then analysed using a Pearson correlation analysis. Results: Analysis with the Pearson correlation test obtained the r-value of -0.625 with a p-value of ≤ 0.05 which means there was a strong relationship between the quality of life and tooth loss, the higher the tooth loss amount, the higher the quality of life will decrease. Conclusion: There is an effect of tooth loss on the quality of life in patients aged 45-65 years old at the Community Health Center of the City of Cimahi.Keywords: Tooth loss, quality of life, OHIP-14
Kebersihan gigi tiruan lepasan pada kelompok usia 45-65 tahunRemovable denture cleanliness in the 45-65 years age group Ratnasari, Desi; Isnaeni, Rheni Safira; Fadilah, Rina Putri Noer
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.339 KB) | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i2.23573

Abstract

Pendahuluan: Gigi tiruan lepasan adalah sebuah jenis restorasi yang dapat memperbaiki fungsi stomatognatik yang terganggu akibat kehilangan gigi. Pemakaian gigi tiruan dapat mengembalikan fungsi mastikasi, memulihkan fungsi bicara, memperbaiki estetika dan memelihara atau mempertahankan kesehatan jaringan mulut yang masih ada sehingga mencegah kerusakan berlanjut. Kebersihan gigi tiruan lepasan yang kurang terjaga dapat meningkatkan akumulasi plak yang dapat menyebabkan berbagai masalah pada rongga mulut sehingga mempengaruhi kesehatan rongga mulut secara umum. Kebersihan gigi tiruan dapat dinilai dengan menggunakan indeks, salah satunya adalah denture cleanliness index (DCI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebersihan gigi tiruan lepasan pada kelompok usia 45-65 tahun di Kota Cimahi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada 3 Puskesmas di Kota Cimahi. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan cluster random sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi sehingga didapatkan sampel sebanyak 69 orang. Penentuan kebersihan gigi tiruan menggunakan denture cleanliness index (DCI). Hasil: Kebersihan gigi tiruan lepasan dalam kategori sedang yaitu sebanyak 51 orang (74%), kategori buruk sebanyak 15 orang (22%) dan kategori bersih sebanyak 3 orang (4%). Simpulan: Kebersihan gigi tiruan lepasan pada kelompok usia 45-65 tahun di Kota Cimahi didapatkan kategori terbanyak adalah kategori sedang diikuti dengan kategori buruk dan paling sedikit adalah kategori bersih.Kata kunci: Denture cleanliness index (DCI), gigi tiruan lepasan, kebersihan gigi tiruan. ABSTRACTIntroduction: Removable denture is the type of restoration that can improve the stomatognathic function that is disrupted due to tooth loss. The use of dentures able to restore the masticatory function, restore the speech function, improve aesthetics and maintain the health of the remaining oral tissues to prevent continued damage. Poorly maintained removable denture cleanliness could increase plaque accumulation which can cause various problems in the oral cavity that affect general oral health. Denture cleanliness can be assessed using an index, one of which is the denture cleanliness index (DCI). This study was aimed to determine the cleanliness of removable dentures in the age group 45-65 years in Cimahi City. Methods: This research was a descriptive study conducted at 3 Community Health Centre (Puskesmas) in the City of Cimahi. Determination of the sample in this study using random cluster sampling following the inclusion criteria to obtain a sample of 69 people. Determination of denture cleanliness using denture cleanliness index (DCI). Results: Removable denture cleanliness mostly found in the medium category (51 people (74%)), poor category in 15 people (22%), and clean category in 3 people (4%). Conclusion: Removable denture cleanliness in the 45-65 years age group in Cimahi found mostly in the medium category followed by the poor category and found the least in the clean category.Keywords: Denture cleanliness index (DCI), removable denture, denture cleanliness.