Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN TERHADAP RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN KEJAJAR Satrio N, Getas Pandowo Bagus; Rahman, Boby
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 4, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman merupakan aktivitas manusia untuk menetap pada suatu wilayah dengan dukungan sarana dan prasarana guna memenuhi kebutuhan hidup. Kecamatan Kejajar di Kabupaten Wonosobo memiliki bentang lahan pegunungan dengan dominasi kelerengan curam sehingga berpotensi tinggi terhadap bencana tanah longsor yang dapat mengancam kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kesesuaian lahan permukiman dengan memperhatikan kerawanan bencana tanah longsor. Metode yang digunakan adalah Multi Criteria Analysis (MCA) dengan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot variabel, serta teknik overlay dalam mengintegrasikan data spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas lahan yang dikategorikan sesuai untuk permukiman sebesar 978,34 hektar, kategori cukup sesuai seluas 1.020,37 hektar, dan kategori tidak sesuai mencapai 5.380,11 hektar. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan tata ruang yang berorientasi pada mitigasi bencana serta pengembangan permukiman yang berkelanjutan di Kecamatan Kejajar.Kata Kunci: Kesesuaian Lahan Permukiman, Risiko Bencana, AHP, SIG
POLA AKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI ALUN- ALUN DEMAK Putri, Safira Pujining; Rahman, Boby
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 4, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-Alun Demak merupakan salah satu ruang terbuka publik di kawasan perkotaan yang memiliki peran penting sebagai ruang bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sosial dan rekreatif. Agar fungsi ruang ini dapat berjalan secara optimal, diperlukan identifikasi dan pengelolaan terhadap beragam jenis aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menngetahui pola pemanfaatan ruang di Alun-Alun Demak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan place-centered mapping untuk mengetahui kecenderungan penggunaan ruang dan pola aktivitas pengunjung, serta analisis kernel density untuk melihat tingkat kepadatan aktivitas dan sebaran ruang dengan pemanfaatan tinggi atau rendah. Observasi dilakukan pada hari kerja, hari libur, dan hari besar, yang mencakup waktu pagi, siang, sore, dan malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas utama adalah aktivitas bersantai, aktivitas pilihan Adalah aktivitas bermain, berolahraga, berwisata, bermain, aktivitas sosial adalah aktivitas kerja bakti dan menunggu anak bermain. Waktu kunjungan dengan keberagamab aktivitas tertinggi terjadi pada sore dan malam hari. Tingginya intensitas pemanfaatan ruang dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas, ketersediaan fasilitas pendukung, serta keberadaan vegetasi yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung.Kata kunci: aktivitas, ruang terbuka publik, place-centered mapping, alun-alun demak.
Pendampingan Perubahan Metode Pendataan Desa : Dari Data Analok Statistik ke Data Spasial Rahman, Boby; Widyasamratri, Hasti; Karmilah, Mila; Nugara, Nugara
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22, No 2 (2022): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.02310

Abstract

Data spasial merupakan bagian dari kebijakan nasional terkait pemetaan yaitu one map one policy. Sebuah kebijakan yang membangun sebuah peta dari tingkat desa hingga nasional. Namun belum semua desa memiliki peta desa spasial, atau masih banyak keterbatasan terkait membangun data spasial di desa. Pengabdian ini berusahan mengisi gap tersebut dengan melakukan pendampingan perubahan metode pendataan desa, yang awalnya baru pada tahap analok statistik, menjadi data spasial keruangan. Dengan pengabdian yang dibagi dalam beberapa sesi, dari pemahaman teoritis tentang data spasial, pelatihan dasar penggambaran peta dan mengisi atribut informasi, pelatihan survey lapangan, dan pelatihan intregasi data lapangan ke database spasial. Dilakukan dengan metode pemaparan interaktif, small group discussion dan praktek langsung. Hasilnya peserta mampu membuat database spasial yang terintregasi dengan hasil survey lapangan. Sehingga kemampuan ini diharapkan dapat menjadi stimulant dalam kemandirian pengembangan data spasial desa, sesuai dengan kebutuhan desa atau kebijakan daerah.
Analisis Kesesuaian Lahan untuk Berbagai Komoditas Pertanian dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan: Kajian Literatur Komparatif Nugroho, Farid Nugroho; Yuliani, Eppy; Rahman, Boby
Jurnal Kajian Ruang Vol 6, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v6i1.36653

Abstract

ABSTRAKSektor pertanian memegang peran strategis dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Namun, ketidaksesuaian antara karakteristik lahan dan komoditas yang dibudidayakan masih menjadi penyebab utama rendahnya produktivitas lahan serta terjadinya degradasi lingkungan di berbagai wilayah. Meskipun analisis kesesuaian lahan telah banyak dilakukan, sebagian besar studi masih bersifat parsial dan belum mensintesis faktor-faktor kunci yang secara komprehensif menentukan tingkat kesesuaian lahan dalam konteks pembangunan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan berbagai studi kesesuaian lahan pertanian guna mengidentifikasi pola faktor penentu, karakteristik pembatas, serta strategi peningkatan kesesuaian lahan dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Metode yang digunakan adalah kajian literatur komparatif terhadap sejumlah penelitian terdahulu yang relevan dengan evaluasi kesesuaian lahan berbasis karakteristik fisik, kimia, topografi, serta aspek sosial-ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor utama yang menentukan tingkat kesesuaian lahan meliputi kondisi iklim (curah hujan dan temperatur), sifat fisik dan kimia tanah, serta kemiringan lereng. Faktor pembatas diklasifikasikan menjadi faktor yang dapat diperbaiki (drainase, retensi hara, unsur hara, dan erosi) dan faktor yang tidak dapat diperbaiki (temperatur dan curah hujan). Perbaikan terhadap faktor pembatas yang bersifat teknis terbukti meningkatkan kelas kesesuaian lahan dari aktual menjadi potensial. Secara konseptual, studi ini menegaskan bahwa analisis kesesuaian lahan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknis evaluasi biofisik, tetapi juga sebagai dasar strategis dalam perencanaan pengembangan wilayah pertanian yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat integrasi antara evaluasi kesesuaian lahan dan kebijakan perencanaan pertanian berbasis daya dukung lingkungan guna meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani.Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Produktivitas Pertanian, Faktor Pembatas, Evaluasi Lahan, Perencanaan WilayahABSTRACTThe agricultural sector plays a strategic role in national economic development and food security. However, the mismatch between land characteristics and cultivated commodities remains a major cause of low land productivity and environmental degradation in many regions. Although numerous land suitability studies have been conducted, most remain fragmented and lack a comprehensive synthesis of key determining factors within the framework of sustainable agricultural development. This study aims to comparatively review previous land suitability assessments to identify dominant determining factors, limiting constraints, and improvement strategies that enhance land productivity. A comparative literature review method was employed by analyzing selected studies focusing on land evaluation based on physical, chemical, topographic, and socio-economic characteristics. The findings indicate that climatic conditions (rainfall and temperature), soil physical and chemical properties, and slope gradient are the primary determinants of land suitability. Limiting factors are classified into improvable factors (drainage, nutrient retention, nutrient availability, and erosion risk) and non-improvable factors (temperature and rainfall). Technical interventions addressing improvable constraints can elevate actual land suitability to potential suitability levels. Conceptually, this study highlights that land suitability analysis should not be viewed merely as a biophysical evaluation tool but as a strategic instrument for sustainable agricultural spatial planning. The findings contribute to strengthening the integration of land evaluation and regional agricultural planning policies to enhance land productivity and farmers’ welfare.Keywords: Land Suitability, Agricultural Productivity, Limiting Factors, Land Evaluation, Spatial Planning