Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Land Suitability Study For Oil Palm Plantations On The Politani Samarinda Oil Palm Experimental Garden Land Laode Muh Asdiq Hamsin Ramadan; Kiamah Fathirizki Agsa Kamarati; Erna Rositah; Nurmaranti Alim
JURNAL AGRIMENT Vol. 10 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v10i1.3370

Abstract

In order to achieve optimal production, oil palm plants necessitate adequate conditions that are in balance with the intended growth requirements and the land conditions of the environment in which these plants are grown. This study aims to determine the land suitability classfication and \limiting factors for oil palm plants in the Politani Samarinda oil palm experimental plantation. This study uses a quantitative descriptive methoddology based on in field observations and literature reviews. Data obtained from field observations and literature reviews is classified depending on land characteristics. The data grouping resulted are tabulated and compared with the growth growing requirements for oil palm plants. According to the results of the semi-detailed land suitability analysis for oil palm plants in the Politani Samarinda oil palm experimental plantation. The Politani Samarinda oil palm experimental plantation has limited land suitability (S3) with soil depth as the limiting factor of rooting media (rc).
Sifat Fisik Tanah dan Laju Infiltrasi di Bawah Tegakan Gaharu (Aquilaria malaccensis) dan Ulin (Eusideroxylon zwageri) Laode Muh Asdiq Hamsin Ramadan; Adelia Juli Kardika; Herijanto Thamrin; Agustina Murniyati; Rifki Noor Rosyid; Sakti AL’ Adiat Islami Putra
Jurnal Sains Pertanian Vol. 10 No. 1: February, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v10i1.3566

Abstract

Forest ecosystems play an important role in regulating hydrological processes, particularly through soil physical properties that influence air infiltration and storage. This study aims to analyze and compare soil physical properties and infiltration rates under Aquilaria malaccensis (agarwood) and Eusideroxylon zwageri (ironwood) stands in the Samarinda State Agricultural Polytechnic campus area. Field infiltration measurements were conducted using a double ring infiltrometer, while soil physical properties analysis included soil texture, bulk density, particle density, porosity, air content, and organic carbon analyzed in the laboratory. The results showed that the soil in both stands was dominated by sandy texture. The soil under the agarwood stands had a composition of 85.08% sand, 6.59% silt, and 8.23% clay, while the soil under the ironwood stands consisted of 83.18% sand, 14.26% silt, and 2.56% clay. The soil bulk density under agarwood stands (1.70 g cm³) was higher than that under ironwood stands (1.39 g cm³). Conversely, soil porosity, water content, and organic carbon content were higher in ironwood stands, namely 46.12%, 28.7%, and 2.04%, respectively, compared to agarwood stands, which were 38.41%, 20.96%, and 1.69%, respectively. The constant infiltration rate under agarwood stands reached 12 cm min, while in ironwood stands it reached 18 cm min.
KAJIAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA TOL BALIKPAPANSAMARINDA PASCA KENAIKAN TARIF Muhammad Tahrir; Laode Muh Asdiq Hamsin Ramadan; Awalul Fatiqin; Windu Sukendar
Nusantara Innovation Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70260/nij.v1i2.16

Abstract

Terpilihnya Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara baru Republik indonesia secara tidak langsung memberi dampak terhadap perkembangan berbagai sektor di Provinsi Kalimantan Timur. Kota Samarinda dan Kota Balikpapan sebagai pusat penggerak roda perekonomian di Kalimantan Timur memiliki jalur tol sebagai jaringan jalan alternatif untuk memastikan pergerakan orang, barang dan jasa tidak mengalami berbagai kendala. Jalan Tol sebagai jalur alternatif, sesuai Undang-Undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan disebutkan bahwa pengguna jalan tol dikenakan kewajiban membayar tol yang digunakan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan dan pengembangan jalan tol. Pasal ini menunjukan adanya kewajiban konsumen sebagai pengguna jalan tol untuk membayar tarif tol. Persepsi masyarakat sebagai pengguna jalan yang menjadikan jalan tol sebagai jalan alternatif adalah dengan biaya yang dikeluarkan akan memberikan nilai berupa penghematan dalam biaya operasional kendaraan dan waktu, kenyamanan, keamanan dan fasilitas penunjang. Adanya kebijakan terbaru terkait naiknya tarif Tol Balikpapan-Samarinda mulai tanggal 26 April 2023 tentu berdampak pada meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan oleh para konsumen pengguna jalan tol, untuk mengetahui dampak kenaikan tarif tol terbaru tersebut terhadap tingkat kepuasan masyarakat pengguna jalan Tol Balikpapan-Samarinda maka dilakukan penelitian tentang tingkat kepuasan pengguna tol pasca kebijakan kenaikan tarif terbaru tol Balikpapan-Samarinda.
ANALISIS KETAHANAN PANGAN BERAS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2023-2032 Laode Muh Asdiq Hamsin Ramadan; Nurmaranti Alim; Muhammad Tahrir
Nusantara Innovation Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70260/nij.v1i2.20

Abstract

Konsumsi beras rata-rata penduduk Indonesia mencapai 139,15 kilogram per kapita per tahun. Tingginya konsumsi beras suatu wilayah akan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah populasi pada suatu daerah tersebut. Provinsi Kalimantan Timur menjadikan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari konsumsi beras per kapita masyarakat rata-rata 89,5 kg/tahun. Kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur beras pada tahun 2025 diperkirakan lebih dari 535.000 ton. Kajian ini dilakukan melalui analisis mendalam terhadap berbagai dokumen pembangunan di Kalimantan Timur dan berbagai literatur lain yang relevan. Berbagai kecenderungan ke depan seperti jumlah penduduk, pola konsumsi dan lain-lain dengan perhitungan menggunakan data yang tersedia. Hasil kajian yang diperoleh menunjukkan bahwa Provinsi KALTIM mengalami defisit beras hingga tahun 2032 dengan rata-rata defisit sebesar -528.826,11 ton/tahun. Kebijakan skenario 1 yaitu Intensifikasi lahan sawah dengan asumsi produksi padi meningkat hingga 30%, dapat menurunkan defisit beras yang akan terjadi hingga tahun 2032 sebesar 21%. Kebijakan skenario 2 yaitu Ekstensifikasi lahan sawah dengan mencetak lahan sawah baru 2 kali lipat dari jumlah lahan sawah yang sudah ada, dapat menurunkan defisit beras yang akan terjadi hingga tahun 2032 sebesar 40% Kebijakan skenario 3 yaitu mengurangi konsumsi beras masyarakat KALTIM sebesar 10% per tahun, dapat menurunkan defisit beras * Korespondensi: Muhammad Tahrir E-mail: mtahrir26@gmail.com yang akan terjadi hingga tahun 2032 sebesar 24%. Kebijakan skenario 4 yaitu kombinasi dari ketiga skenario (1, 2, dan 3 ), dapat menurunkan defisit beras yang akan terjadi hingga tahun 2032 sebesar 65%.