Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Desain Integrasi Rumah Susun dan Fasilitas Pertanian Perkotaan berbasis Self-sufficiency Abhinaya Ramadhikka; Ofita Purwani; Sri Yuliani
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 21, No 2 (2023): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v21i2.72916

Abstract

This paper focuses on the implementation of the concept of self-sufficiency in energy and food into residential buildings by adding agricultural facilities. There is still no specific literature on the application of self-sufficiency in residential buildings with urban agricultural facilities. Current literature. The current literature discusses self-suffiency in general, or the application of one aspect of self-suffiency in buildings, such as energy. In addition, the scale of discussion on large-scale self-sufficiency and not specific to residential buildings with urban agricultural facilities Therefore, this article can be one of the literature that discusses self-sufficiency specifically in residential buildings with urban agricultural facilities and on a microscale. Using theories from Mahdi, Magdalenna and Suharyanto , we formulate how to apply the self-sufficiency concept to the residential building by calculating the food and energy needed by the residents and how to achieve it. This project is a model of how to achieve self-sufficiency in residential buildings
Urban Studies Scholarship in Action dalam ICAS13: Membangun Jejaring Akademisi Muda untuk Kolaborasi Ofita Purwani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104266

Abstract

Artikel ini berfokus pada upaya untuk membangun jaringan akademisi atau peneliti muda di Asia Tenggara yang menekuni studi perkotaan (urban studies). Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan mengenai marginalisasi Asia Tenggara di tengah diskusi akademik mengenai masalah perkotaan, sehingga hanya segelintir akademisi dari kawasan ini yang memperoleh fellowship atau dana hibah dari Urban Studies Foundation — sebuah lembaga yang terkait erat dengan Urban Studies Journal, jurnal terkemuka di bidang studi perkotaan. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, sebuah jaringan akademisi studi perkotaan di Asia Tenggara dibentuk melalui serangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada ajang International Convention of Asian Scholars (ICAS) di Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, pada 28 Juli–1 Agustus 2024. Kegiatan tersebut meliputi diskusi, lokakarya, dan pertemuan informal yang memberikan ruang bagi para peneliti untuk saling bertukar gagasan, menjalin kerja sama, dan mencari peluang untuk melaksanakan penelitian bersama. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan visi, dampak, dan representasi akademisi Asia Tenggara di kancah studi perkotaan, sehingga permasalahan perkotaan di kawasan tersebut lebih dapat diberitakan, dianalisis, dan diberi solusi berdasarkan perspektif dan kepentingan masyarakat setempat.
Identifikasi gap dalam perencanaan klaster wisata berkelanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Ofita Purwani; Tri Yuni Iswati; Bambang Triratma; Yosafat Winarto; Wiwik Setyaningsih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104221

Abstract

Artikel ini berfokus pada identifikasi gap dalam perumusan klaster wisata pada perencanaan wisata keberlanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh isu kurang optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya alam dan manusia dalam usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, sementara pada saat yang sama, adanya status Global Geopark dari UNESCO yang diberikan pada Gunung Sewu memberikan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat setempat dalam bentuk pariwisata. Pembentukan klaster-klaster ini dilakukan dengan melihat potensi-potensi setempat yang ada, lalu digolongkan berdasarkan letak geografis dan tema yang bisa dipakai untuk wisata. Selain itu juga harus mempertimbangkan adanya infrastruktur dan jasa transportasi, produksi, dan keuangan yang ada. Untuk melakukan klasterisasi, kami melakukan inventarisasi dan identifikasi gap terhadap sektor-sektor yang ada di Pracimantoro. Hasil dari identifikasi ini menunjukkan bahwa masih terdapat gap pada sektor transportasi dan akomodasi, yang mana ini harus diperhitungkan dalam merencanakan klaster.