Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Keterpaparan Media Sosial yang Berkonten Pornografi dengan Gaya Berpacaran Oktaviani Cahyaningsih; Indah Sulistyowati; Novita Alfiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1115

Abstract

Mengakses internet di era informasi saat ini sudah menjadi rutinitas kebanyakan masyarakat, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Sejumlah kemudahan akses internet membuat masyarakat dengan mudah mengakses berita, berjejaring sosial media, mengunduh video atau bahkan menuliskan jurnal pribadinya, hal itulah yang menyebabkan remaja mudah mengakses semua informasi termasuk juga informasi yang terkait perilaku seksual. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Keterpaparan Media Sosial yang berkonten Pornografi dengan Perilaku Berpacaran di MAN 1 Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang berorientasi dengan logika induktif, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan jumlah sample 121, dengan uji korelasi Chi-Square. Hubungan Keterpaparan Media Sosial dengan Perilaku Gaya Berpacaran didapatkan p value sebesar 0,000 lebih kecil nilai α = 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ha diterima, sehingga ada hubungan keterpaparan media sosial dengan perilaku gaya berpacaran di MAN 1 Semarang. Remaja yang terpapar media elektronik mempunyai peluang lebih besar untuk berperilaku seksual berisiko berat dibandingkan dengan remaja yang tidak terpapar dengan media elektronik, karena ada rasa keingin tahuan dari remaja untuk mencoba coba apalagi jika ada kesempatan dan peluang tanpa mereka memikirkan dampak dari perbuatan mereka.
Pengaruh Pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi Pria dengan Dukungan terhadap Suami dalam Penggunaan Metode Kontrasepsi Pria pada PUS di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Indah Sulistyowati; Oktaviani Cahyaningsih; Novita Alfiani
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 3 (2018): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.536 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol3.iss1.29

Abstract

Kondisi lingkungan sosial, budaya, masyarakat, dan keluarga yang masih menganggap partisipasi pria belum penting dilakukan, menjadi penyebab rendahnya partisipasi pria. Masalah KB dan kesehatan reproduksi masih dipandang sebagai tanggung jawab perempuan. Pengetahuan dan kesadaran pria dan keluarga mengenai KB masih relatif rendah. Selain itu, ada keterbatasan penerimaan dan aksesabilitas pelayanan kontrasepsi pria. Peningkatan partisipasi pria diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi dan anak, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mencegah dan menanggulangi infeksi saluran reproduksi serta penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Dari data Profil Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan bahwa selama tahun 2014, pemakaian kontrasepsi suntik merupakan yang tertinggi karena sifatnya yang praktis dan juga cepat dalam mendapatkan pelayanannya. Apabila dibandingkan dengan data tahun 2013, kontrasepsi suntik juga masih menduduki peringkat teratas, sedangkan kontrasepsi pria merupakan yang paling sedikit digunakan yaitu kondom dan MOP. Hal ini disebabkan banyak suami masih menganggap bahwa istri saja yang mempunyai kewajiban untuk menggunakan kontrasepsi sebagai upaya pengaturan kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan tentang metode kontrasepsi pria dengan dukungan terhadap suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria pada PUS di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan metode penelitian survei analitik yaitu survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Sampel dalam penelitian ini adalah semua istri pasangan usia subur yang bertempat tinggal di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang sejumlah 30 orang. Pada penelitian ini analisis bivariat dapat diuji menggunakan rumus Chi Square. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil, sebagian besar pengetahuan istri tentang metode kontrasepsi pria adalah kurang, sebagian besar istri tidak mendukung suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria dan tidak ada pengaruh pengetahuan tentang metode kontrasepsi pria dengan dukungan terhadap suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria pada pus di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Masyarakat diharapkan lebih aktif untuk mencari tahu serta mengakses informasi yang benar dan akurat tentang hal - hal yang berkaitan dengan penggunaan metode kontrasepsi pria termasuk efek samping dari penggunaan metode kontrasepsi pria baik kepada tenaga kesehatan, TV, media massa maupun internet.
Implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Household Arrangement Indah Sulistyowati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 3 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.245 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i3.1201

Abstract

The degree of health is one of the most important elements in efforts to increase the Human Development Index (HDI) of the Indonesian nation. In this case, the degree of health is not only determined by health services, but what is more dominant is environmental conditions and the behavior of the community itself. One of the efforts to improve people's behavior in order to support the improvement of health status can be done through the Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) development program. The purpose of this study is to determine the effect of knowledge with the application of clean and healthy living behavior (PHBS) in household settings. This type of research is observational with an analytical survey research method. The population in this study is the household structure in RW 03, Ngijo Village, Gunung Pati District, Semarang City. The sample in this study were all household arrangements in RT 07 RW 03, Ngijo Village, Gunung Pati District, Semarang City, a total of 42 respondents. Data collection by using a questionnaire. Analysis of the relationship between two variables using the Chi-Square test. From the results of the study, it was found that most of the respondents had good knowledge about PHBS, namely 35 people (83.3%) and most of them applied clean and healthy living behavior in household settings, namely 22 household (52.4%). From the results of data analysis using Chi Square statistical test, the value of value = 0.167 > 0.05. it is said that Ha is rejected, which means that there is no influence of knowledge about PHBS on the Application of Clean and Healthy Life Behavior. Suggestions that can be given are the need for guidance and implementation of PHBS materials where this is the key in efforts to improve the quality of public health.
The Effect Of Knowledge About Breast Cancer On Clinical Breast Examination Behavior Indah Sulistyowati; Lucky Restyanti Wahyu Utami
Jurnal SMART Kebidanan Vol 10, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v10i1.752

Abstract

ABSTRACTThe government has made various efforts, including early detection of breast cancer in women aged 30-50 years using the Clinical Breast Examination method. The incidence of breast cancer in Indonesia is 8,625 cases and 82% of them are found to be at an advanced stage. This is due to the reluctance of women to carry out early examinations. The purpose of this study was to determine the effect of knowledge about breast cancer on clinical breast examination behavior in women of childbearing age. The type of research used is quantitative research with an analytic survey research method, namely a survey or research that tries to explore how and why health phenomena occur. The population in this study were Women of Reproductive Age with a total sample of 33 respondents. Data collection using a questionnaire. Analysis of the relationship between the two variables using the Chi-Square test. From the results of the study it was found that most of the respondents had good knowledge about breast cancer, namely as many as 21 people (63.6%) and most of the respondents did not carry out Clinical Breast Examination as many as 18 people (54.5%) with a pvalue = 0.155 > 0.05 . so that there is no influence between Knowledge of Breast Cancer and the Implementation of Clinical Breast Examination in the Ngijo Village, Gunung Pati District, Semarang City. There needs to be an effort to increase knowledge and willingness to carry out Clinical Breast Examination as one of the efforts for Early Detection of Breast Cancer. Keywords: breast cancer; clinical breast examination; early detection                                                                                            ABSTRAK                                             Pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini kanker payudara pada perempuan usia 30-50 tahun dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis. Angka kejadian kanker payudara di Indonesia sebanyak 8.625 kasus dan ditemukan 82% diantaranya sudah berada pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan keengganan perempuan untuk melakukan pemeriksaan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan tentang kanker payudara terhadap perilaku pemeriksaan payudara klinis pada wanita usia subur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei analitik yaitu survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan terjadi. Populasi dalam penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sejumlah 33 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis hubungan antara dua variabel menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang kanker payudara yaitu sebanyak 21 orang (63,6%) dan sebagian besar responden tidak melakukan Pemeriksaan Payudara Klinis sebanyak 18 orang (54,5%) dengan pvalue = 0,155 > 0,05. sehingga tidak ada pengaruh antara Pengetahuan tentang Kanker Payudara dengan Pelaksanaan Pemeriksaan Payudara Klinis di Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan kemauan untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Klinis sebagai salah satu upaya Deteksi Dini Kanker Payudara. Kata kunci: kanker payudara;pemeriksaan payudara klinis; deteksi dini
Early Detection of Gadget Addiction in Teenagers Using Magnetic Resonance Spectroscopy with the Single Voxel Novia Putri Tsania; Indah Sulistyowati; Brian Ilham Pranandya
Journal of Applied Health Management and Technology Vol 5, No 3 (2023): July 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v5i3.10030

Abstract

Gadget addiction is one of the negative effects of excessive gadget use. Currently, there are many studies investigating internet addiction using a neuroimaging approach using diagnostic modalities. One of the modalities that can be used is Magnetic Resonance Imaging (MRI). One of the developments in MRI is the Magnetic Resonance Spectroscopy Imaging or MRS examination. MRS is a radiological examination that uses MRS supporting software in the MRI modality which can show correlations of anatomical and physiological metabolic or biochemical information present in the body, both in normal and abnormal conditions. The purpose of this study was to analyze the results of metabolite values in adolescents with suspected gadget addiction to prevent and support therapeutic research using MRS. The method in this study is descriptive qualitative research used to determine the results of metabolite values in adolescents with suspected gadget addiction to prevent and support therapeutic research using MRS with the single voxel. The sample used is teenagers with suspected gadget addiction. The result of the MRS examination can show the value of metabolites in the adolescent's body. The results of the MRS are in the form of graphs of metabolite values. Normal metabolite values will produce Hunter's Angle. The graph of teenagers with suspected gadget addiction does not form a Hunter's Angle. The values of NAA (5,49), Cho (3,63), Cr (3,65) and Glx (1.06) in adolescents with suspected gadget addiction decreased from the normal values of NAA (10-15), Cho (8), Cr (7) and Glx value (5-10).
PEMBERDAYAAN UNIT KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK KAB SEMARANG Novita Alfiani; Oktaviani Cahyaningsih; Indah Sulistyowati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.34

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Informasi dan Layanan Remaja (PILAR) PKBI Jawa Tengah pada tahun 2013 terdapat 64 kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja akibat dari perilaku seksual pra nikah 26 kasus berasal dari kota Semarang. Permasalahan tentang kesehatan reproduksi yang banyak terjadi di kalangan remaja merupakan sebagian kecil dari masalah kesehatan reproduksi secara keseluruhan, dimana masalah kesehatan reproduksi ini adalah termasuk dalam kewenangan bidan.       Oleh karena itu salah satu usaha yang dapat ditempuh adalah dengan membentuk dan mengaktifkan  Unit Kesehatan Sekolah. Dimana Unit Kesehatan Sekolah (UKS) ini memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu siswa untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, dengan melalui berbagai cara diantaranya dengan memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan baik dan benar, sehingga siswa dapat memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.  Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi Remaja, Unit Kesehatan Sekolah ABSTRACT Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood and has not yet reached the stage of mental and social maturity, so they must face conflicting emotional and social pressures. There are so many life events that will occur which will not only determine adult life but also the quality of life of the next generation, thus placing this period as a critical period. Based on data obtained from the Center for Information and Youth Services PKBI Central Java in 2013, there were 64 cases of unwanted pregnancy in adolescents as a result of pre-marital sexual behavior, 26 cases came from the city of Semarang. Problems concerning reproductive health that often occur among adolescents are a small part of the overall reproductive health problem, where this reproductive health problem is under the authority of midwives.       Therefore, one of the efforts that can be taken is to establish and activate a School Health Unit. Where the School Health Unit has a very important role to help students to increase knowledge about adolescent reproductive health, through various ways including providing education about adolescent reproductive health properly and correctly, so that students can get accountable information.  Keywords: Adolescent Reproductive Health, School Health Unit 
PKM PENDAMPINGAN POSYANDU LANSIA DI RW I KELURAHAN TAMBAKHARJO KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG oktaviani cahyaningsih; Indah Sulistyowati; Novita Alfiani
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i2.15

Abstract

 Abstak Pertambahan usia dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular, merupakan faktor utama penyebab penurunan fungsi kognitif yang kelak akan meningkatkan penyakit pada kelompok Lansia. Berbagai upaya kesehatan yang komprehensif harus dilaksanakan  yang  tujuan untuk menurunkan angka kesakitan pada lansia. Di wilayah Kelurahan Tambakharjo Wilayah Kerja Puskesmas Lebdosari terutama diwilayah RW I terdapat berbagai penyakit yang rata-rata diderita oleh para lansia seperti Jantung, Hipertensi, Diabetes Militus, Stroke bahkan ada beberapa diantaranya meninggal mendadak tanpa mengetahui penyakit yang ternyata sudah diderita. Maka perlu dilakukan deteksi dini untuk menyiapkan para lansia terhadap keluhan atau penyakit yang sudah mulai muncul maupun yang belum muncul melalui kegiatan yang bisa dilakukan dan dilaksanakan secara mandiri dimasyarakat melalui kegiatan posyandu lansia.Upaya pembentukan posyandu lansia yaitu terdiri dari pelaksana kegiatan dan pengelola Posyandu. Dalam  merealisasikan pembentukan posyandu lansia diperlukan langka-langkah  yaitu : Ceramah yang terkait dengan konsep dan teori posyandu lansia, Praktek yang terkait dengan peningkatan ketrampilan  kader, Vidio dan Foto untuk menggambarkan kadaan  kesehatan kesehatan lansia, Role Play yaitu latihan bergantian diantara peserta pelatihan, Studi Kasus dan diskusi yang terkait kesehatan lansia, evaluasi untuk memahami pemahaman peserta pelatihan mengenai materi pelatihan, serta Pendampingan pelaksanaan posyandu  lansia.Terbentuknya  kader kesehatan dari masing-masing RT di RW I yang ditunjuk oleh masyarakat dimana kader yang sudah dibentuk akan dapat mengaktifkan kegiatan lansia, terutama dalam melakukan deteksi dini status kesehatan lansia. Terbentuknya kader posyandu lansia dan meningkatnya ketrampilan kader dalam melakukan deteksi kesehatan pada lansia. Harapannya setelah terbentuknya kader posyandu lansia terjadi peningkatan keperdulian dan partipasi dari para masyarakat lansia setiap bulannya pada saat penyelenggaraan kegiatan posyandu lansia. Kata Kunci : Kader, Lansia, Posyandu Lansia Abstract          Age and increase in the prevalence of non-communicable diseases, are the main factors causing a decrease in cognitive function which will increase the disease in the elderly group. Various comprehensive health efforts must be carried out with the aim of reducing morbidity in the elderly. In the Tambakharjo sub-district, the Lebdosari Community Health Center, especially in the RW I area, has a variety of diseases that are mostly suffered by the elderly, such as heart disease, hypertension, diabetes mellitus, stroke, and even some of them died suddenly without knowing the disease that was already suffered. So early detection to prepare the elderly for complaints or diseases that have started to emerge or those that have not yet emerged through activities that can be carried out and carried out independently in the community through the activities of the elderly posyandu.         Efforts to establish an elderly Posyandu, which consists of implementing activities and managers of Posyandu. In realizing the formation of the elderly posyandu required rare steps, namely: Lectures related to the concepts and theories of the elderly posyandu, practices related to improving cadre skills, video and photos to describe the health condition of elderly health, Role Play is alternating training among trainees, Case Studies and discussions related to elderly health, evaluations to understand trainees, understanding of the training material, as well as the assistance of the implementation of the elderly posyandu.         The formation of health cadres from each RT in RW I appointed by the community where cadres that have been formed will be able to activate the activities of the elderly, especially in conducting early detection of the health status of the elderly. The formation of elderly posyandu cadres and the increased cadre skills in conducting health detection in the elderly. It is hoped that after the formation of the elderly Posyandu cadres there will be an increase in the care and participation of the elderly community each month during the holding of the elderly Posyandu activities. Keywords: Cadre, Elderly, Elderly Posyandu
PEMBENTUKAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI (KP-ASI) DI RW I KELURAHAN TAMBAKHARJO KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG Indah Sulistyowati; Oktaviani Cahyaningsih; Novita Alfiani
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i1.19

Abstract

ABSTRAK ASI (Air Susu Ibu), tak terbantahkan lagi merupakan makanan bayi yang terbaik. ASI tidak dapat digantikan oleh makanan ataupun minuman manapun, karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Walaupun demikian masih terdapat kendala dalam pemantauan pemberian ASI Ekslusif karena belum ada sistem yang dapat diandalkan. Selama ini pemantauan tingkat pencapaian ASI Ekslusif dilakukan melalui laporan puskesmas yang diperoleh dari hasil wawancara pada waktu kunjungan bayi di Puskesmas. Pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Kota Semarang telah mencapai target Renstra Kota Semarang (65%). Namun demikian pencapaian dalam program ASI Ekslusif ini harus mendapatkan perhatian khusus dan memerlukan pemikiran dalam mencari upaya-upaya terobosan serta tindakan nyata yang harus dilakukan oleh provider di bidang kesehatan dan semua komponen masyarakat dalam rangka penyampaian informasi maupun sosialisasi guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.Oleh karena itu salah satu usaha yang dapat ditempuh yaitu dengan membentuk kelompok pendukung ASI (KP-ASI). Dimana KP-ASI memiliki peran yang penting untuk membantu ibu berhasil dalam proses menyusui, diantaranya memberikan nasihat praktis kepada ibu-ibu hamil dan menyusui tentang perawatan payudara, cara menyusui yang baik dan benar, manfaat ASI dan menyusui secara eksklusif dan nasehat tentang cara mengatasi permasalahan yang ditemui pada waktu menyusui. Selain itu KP-ASI juga berperan dalam memberikan dukungan psikologis kepada ibu menyusui sehingga menimbulkan rasa percaya diri pada ibu. Kata Kunci : ASI, ASI Eksklusif, KP-ASI ABSTRACT ASI (Mother's Milk), undeniably is the best baby food. Breast milk can not be replaced by any food or drink, because breast milk contains the most appropriate, complete and always adjusts to the baby's needs at all times. Nevertheless there are still obstacles in monitoring exclusive breastfeeding because there is no reliable system. So far, monitoring of the level of achievement of exclusive breastfeeding has been carried out through puskesmas reports obtained from interviews during infant visits at the puskesmas. Exclusive breastfeeding for infants 0-6 months in the city of Semarang has achieved the target of the Renstra of the City of Semarang (65%). However, the achievements in the Exclusive ASI program must receive special attention and require thinking in seeking breakthrough efforts and concrete actions that must be taken by providers in the health sector and all components of the community in the context of information delivery and outreach to increase public knowledge and awareness.Therefore, one of the efforts that can be taken is to form a support group for ASI (KP-ASI). Where the KP-ASI has an important role to help mothers succeed in the process of breastfeeding, including providing practical advice to pregnant and breastfeeding mothers about breast care, how to breastfeed properly, the benefits of breastfeeding and exclusive breastfeeding and advice on how to overcome problems encountered during breastfeeding. In addition, the AS-ASI also plays a role in providing psychological support to nursing mothers, thereby creating self-confidence in mothers. Keywords : ASI, Exclusive ASI, KP-ASI
Pemeriksaan Radiologi Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Sulistyowati, Indah; Prayoga, Aryadiva Nugrahaning
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.162

Abstract

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengatakan terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Pemerintah juga telah berupaya untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia dengan cara deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan usia 30-50 tahun. Sebanyak 70 persen pasien yang datang ke dokter sudah berada pada stadium lanjut. Ini antara lain akibat masyarakat masih kurang paham terhadap penyakit kanker ini. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak segera mendapat pertolongan hingga akhirnya meninggal karena terlambatnya mendapat penanganan medis. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kanker perlu dimengerti oleh masyarakat. Dimana penyakit kanker payudara dapat dicegah dengan deteksi dini, karena perlu adanya kesadaran wanita untuk melakukan deteksi dini secara teratur, jika kanker itu ditemukan lebih dini maka angka kesembuhannya tentu akan lebih tinggi. Setelah dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta demontrasi. Dengan tujuan yang diharapkan adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dan meningkatkan kemampuan dan kesadaran anggota kelompok untuk melakukan deteksi dini secara teratur melalui pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dan pemeriksaan payudara klinis (sadanis). Maka didapatkan hasil terdapat peningkatan pengetahuan anggota kelompok tentang kanker payudara dan peningkatan kemampuan dan kesadaran anggota kelompok untuk melakukan upaya deteksi dini kanker payudara dengan sadari dan sadanis.
Pemeriksaan Radiologi sebagai Upaya Skrining dan Deteksi Dini Kanker Paru Sulistyowati, Indah; Rosidah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.840

Abstract

Lung cancer is one of the most common cancers suffered by people in the world, especially those who have a habit of smoking. But unfortunately, many of those who suffer from lung cancer get help too late because they are late or do not realize the symptoms that appear. Because it is too late, the success of the treatment is also low because they ignore the symptoms that appear from the start. The goal to be achieved in this community service activity is to increase knowledge about lung cancer and a healthy lifestyle with CERDIK behavior and increase public awareness and concern to carry out screening and early detection of lung cancer for people at risk. After the community service program was implemented with lecture, discussion and question and answer methods. The results obtained were an increase in knowledge about lung cancer, a healthy lifestyle with CERDIK behavior in partner group members. As well as an increase in the ability and awareness of partner group members in implementing a healthy lifestyle with CERDIK behavior and efforts to screen and detect lung cancer early with radiological examinations.