Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN POTENSI IBU RUMAH TANGGA UNTUK MENGHASILKAN PRODUK SABUN CUCI PADAT DARI MINYAK JELANTAH DI KELURAHAN JAYAMUKTI Erina Rulianti; Anita Suri; Putri Anggun Sari; Titin Sunaryati; Awalina Barokah
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa April 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v4i01.2282

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan lebih dari tiga kali proses pemanasan dapat membahayakan bagi kesehatan manusia jika digunakan lagi, namun jika di buang secara langsung dapat mencemari lingkungan, seperti penyumbatan pipa saluran pembuangan air, pencemaran air bersih, pencemaran sungai dan pencemaran tanah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan memotivasi dan membekali kemampuan warga khususnya ibu rumah tangga dalam mengolah limbah minyak goreng yang sebelumnya merupakan limbah cair yang dapat mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian ini meliputi lima tahapan yaitu perencanaan, koordinasi, sosialisasi, pendampingan pembuatan produk sabun cuci dan evaluasi kegiatan. Tim pengabdi dari Universitas Pelita Bangsa bersama dengan peserta PkM telah melakukan pengolahan minyak goreng bekas menjadi sabun cuci padat sebagai produk yang ramah lingkungan dan upaya menyelamatkan lingkungan dari buangan limbah minyak goreng bekas. Hasil evaluasi kegiatan PkM diperoleh dari masukan beberapa peserta PkM yaitu perlu dilakukan uji coba pembuatan sabun padat dalam skala yang lebih besar seperti pemanfaatan limbah minyak goreng bekas pada komunitas rukun tetangga atau rukun warga, sehingga dapat dijadikan kegiatan produktif bagi ibu rumah tangga yang ingin mengembangkan usaha atau memproduksi sabun cuci padat untuk digunakan secara mandiri. Produk sabun padat yang digunakan lebih aman karena tidak ada penambahan berbagai macam bahan kimia.
Determination of Beta-carrot Levels of Campolay Fruit (Pouteria campechiana) by Method HPLC Yusuf Irfan; Andini Putri Riandani; Anita Suri; Mutiah Aulia Amali
Syntax Idea 3450-3458
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besides its sensory characteristics, campolay fruit has the potential to be functional food. The yellow color of campolay fruit indicates the presence of carotenoids. One highly beneficial group of carotenoids is beta-carotene, which is abundantly available in agricultural products and makes this compound one of the most advantageous components in the prevention and treatment of various types of eye diseases. HPLC, which stands for High-Performance Liquid Chromatography, is a chemical analysis technique used to separate, identify, and measure the components in a solution mixture. The beta-carotene testing process in campolay fruit is conducted using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) equipment with a visible light detector at a wavelength of 446 nm. From the HPLC analysis, the regression equation obtained is y = 366032x - 6388. From the standard beta-carotene solution, a linear relationship between absorbance and concentration was obtained with a correlation coefficient (r) of 0.9996. The peak area of the campolay fruit extract was obtained. The sample concentration is calculated by comparing the peak area of the sample with the peak area of the standard beta-carotene, resulting in the beta-carotene concentration of the campolay fruit extract using the high-performance liquid chromatography method. Based on the beta-carotene concentration of the campolay fruit obtained from this study, it can be concluded that the beta-carotene concentration of the campolay fruit is 0.15 mg/L
Sosialisasi dan Edukasi Label Kemasan Pangan Produk Olahan Pangan di SMK Islam Darruhrohman, Sukawangi, Kab. Bekasi Anita Suri; Supriyanto Supriyanto; Hasyrani Windyatri; Putri Nabila Adinda Adriansyah; Sholahuddin Ganesha
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1240

Abstract

Pesan yang tercantum dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) menyatakan pentingnya membaca label pangan namun hal tersebut berbanding terbalik dengan ketertarikan konsumen dalam membaca label pangan memang masih terbilang cukup rendah terutama para remaja. Oleh karena itu salah satu sasaran dalam pengabdian ini adalah siswa-siswi kelas IX, SMK Islam Darurrohman. Sekolah ini dipilih karena letak sekolah yang begitu jauh dari pusat kota, sehingga dikhawatirkan penjualan produk pangan sangat bebas dan produk kadaluwarsa yang dapat mengakibatkan remaja mengalami keracunan makanan. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan ceramah dan praktik secara langsung. Materi yang disampaikan terkait cara membaca label kemasan pangan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI No. 69 Tahun 1999 sedangkan pada kegiatan praktik diberikan beberapa sampel produk olahan pangan dari produk makanan kemasan yang sering beredar di masyarakat. Selama sosialisasi mengenai kemasan produk pangan, para siswa-siswi menunjukkan minat dan antusiasme yang tinggi dalam berinteraksi serta mengajukan pertanyaan mengenai bahan-bahan makanan yang sebaiknya dihindari. Pada akhir kegiatan bukan pengetahuan yang diperoleh, siswa diharapkan dapat menerapkan informasi dari label kemasan dalam pengambilan keputusan saat membeli produk pangan, serta menyebarkan informasi ini kepada sekitar.
Analisis Pengendalian Kualitas Paket Damage Dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) pada Gudang Hub Shopee Express Diky Prasetyo; Gusman Simon; Anita Suri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10587

Abstract

Shopee Express merupakan perusahaan yang memiliki jaringan operasional yang luas dengan berbagai fasilitas hub yang berfungsi sebagai pusat konsolidasi, penyortiran, dan distribusi paket. Tingginya volume paket yang ditangani pada fasilitas hub menyebabkan proses operasional berlangsung secara intensif dan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan kualitas, salah satunya adalah terjadinya kerusakan paket. Permasalahan kerusakan paket yang terjadi pada proses operasional hub perlu dianalisis secara sistematis agar penyebab utama kerusakan dapat diidentifikasi dengan tepat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalampengendalian kualitas proses adalah Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil penelitian SQC yang didapatkan pada diagram pareto, diketahui defect yang paling dominan terjadiadalah jenis damage Packaging rusak dengan 34,74% dan Resi rusak dengan 32,83%. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisisFMEA diketahui bahwa penyebab kecacatan dengan nilaiRPN tertinggi pada packaging rusak adalah faktor metodeyaitu masih banyaknya sistem penumpukan yang tidak sesuai, dengan nilai Severity sebesar 9, nilai Occurance sebesar 8 dan nilai Detection sebesar 4, sehingga didapat nilai RPN sebesar288.Sedangkan nilai RPN tertinggi pada resi rusak terdapatpada faktor metode yaitu belum adanya SOP penempelanresi, dengan nilai Severity sebesar 9, nilai Occurance sebesar 8 dan nilai Detection sebesar 4, sehingga didapat nilai RPN sebesar 288. Rekomendasi perbaikan yang dapat diusulkanyaitu menerapkan standar penumpukan ukuran paket agar dapat meminimalkan kerusakan pada packaging paket dan menerapkan SOP penempelan resi secara konsisten, disertaidengan pelatihan kepada petugas agar proses penempelan residilakukan sesuai standar dan dapat meminimalkan terjadinyakerusakan resi.
Sosialisasi Sertifikasi dan Labelisasi Halal pada UMKM DAPUR J24 di Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi Anita Suri
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpp.v1i1.1591

Abstract

Pemberdayaan UMKM adalah salah satu upaya strategis dalam mengantisipasi perekonomian masa depan. Pemerintah terus berupaya mendorong Indonesia untuk menjadi produsen produk halal. Dalam UU JPH juga dijelaskan mengenai konsekuensi bagi pelaku usaha yang belum melakukan sertifikasi halal maka produk tersebut harus diberi label keterangan tidak halal meskipun produk tersebut berbahan halal. Dapur J24 adalah salah satu UMKM memproduksi kering tempe dan kentang mustofa. Saat ini Dapur J24 mengalami kesulitan untuk mengembangkan usahanya terutama untuk memasarkan produk pada skala yang lebih luas karena minimnya perizinan yang dimiliki, oleh karena itu solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi dan pendampingan pengajuan sertifikasi halal produk UMKM Dapur J24. Metode yang dilakukan sebagai berikut: 1) Memberikan sosialisasi terkait pentingnya standar produk halal, ketentuan syariat islam terkait JPH (Jaminan Produk Halal) dan Proses Produk Halal (PPH); 2) memberikan informasi terkait pembuatan Manual Sistem Jaminan Halal (SJH); 3) memberikan pendampingan proses pengajuan sertifikasi halal produk. Sosialisasi dilakukan secara online dengan aplikasi google meet, pendampingan dilakukan secara berkala hingga UMKM Dapur J24 mendapatkan sertifikat ID32110000652461022 yang diterbitkan pada 01, Desember 2022 berlaku hingga 01 Desember 2026 dengan produk kentang mustofa dan kering tempe.
Packaging & Labelling Produk UKM Dapur J24 Desa Mangunjaya, Bekasi Anita Suri; Yusuf Irfan; Dhonny Suwazan; Tantry Febrinasari
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpp.v1i2.2496

Abstract

Pemberdayaan UMKM adalah salah satu upaya strategis dalam mengantisipasi perekonomian masa depan. Sebagian besar UKM adalah terdiri dari industri olahan makanan. Salah satu UKM yang mengolah produk panganadalah UKM Dapur J24 yang dipimpin oleh ibu Dian Fitriani. Produk kering tempe dan kentang mustofa. Namun UKM Dapur J24 masih memiliki kendala dalam bidang pemasaran produk kentang dan kering tempe hal ini disebabkan kemasan yang kurang menarik, label yang tidak lengkap oleh karena itu perlu adanya pendampingan terkait pemilihan jenis kemasan dan pembuatan label kemasan yang tepat agar produk kering tempe bisa menjangkau pasar lebih luas. Kegiatan pengabdian akan berlangsung selama 3 bulan, berlokasi di Desa Mangunjaya, Tambun, Bekasi metode diskusi secara langsung dengan owner UKM Dapur J24. Langkah-langkah penelitian antara lain: 1) Analisa produk, 2) dimensi kemasan dan material, 3) visualisasi kemasan. Kemasan yang digunakan adalah jenis ziplock, berat produk 250 gram, dengan keseluruhan dilingkupi oleh label kemasan dengan perpaduan warna orange dan merah sebagai daya tarik bagi konsunen. Keseluruhan isi label kemasan telah memenuhi Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
Sosialisasi dan Pencantuman Informasi Nilai Gizi Pada Produk Stik Mangrove UMKM Kebaya, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi. Anita Suri; Supriyanto Supriyanto; Putri Nabila Adinda Adriansyah; Yusuf Irfan; Dina Harlenci Fina
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpp.v2i1.2666

Abstract

Mangrove merupakan salah satu tanaman yang khas karena tumbuh di daerah pantai serta memiliki banyak manfaat untuk menjaga ekosistem perairan antara laut, pantai dan darat. UKM Kebaya atau Kelompok Bahagia Berkarya merupakan produsen yang mengolah buah mangrove menjadi berbagai produk olahan pangan, terletak di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pencantuman nilai gizi juga merupakan salah satu syarat wajib pada kemasan produk pangan sesuai dengan peraturan BPOM. Kegiatan pengabdian masyarakat telah berlangsung pada 31 Agustus 2023 dan berlokasi di Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, Bekasi. Hasil dari uji kandungan nutrisi dengan menggunakan metode yang berbeda menunjukkan kandungan lemak total, protein, karbohidrat total, gula total dan natrium pada Stik Mangrove secara berurutan adalah 25,60%, 10,77%, 58,54%, 2,36% dan 2530 ppm. Hasil kandungan nutrisi menunjukkan persentase kandungan tertinggi adalah pada karbohidrat yaitu 58,54%. Pencantuman Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan stik mangrove sehingga kemasan dapat memenuhi Pemerintah (PP) No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.