p-Index From 2021 - 2026
6.507
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Mohammad Tauviqirrahman
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR REEL CONVEYOR BELT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Fredrik Alfredo; Rifky Ismail; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reel/ Haspel merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk meggulung tali, kabel dan selang air. Ukuran dan bahan dari haspel biasanya tergantung dari jenis dan panjang benda yang ingin digulung. Contoh, dalam kehidupan sehari-hari, selang air yang digulung menggunakan haspel dengan material plastik, agar tahan karat dan rayap akibat air dari selang. Dalam perkembangan jaman kini reel juga digunakan dalam bidang industri, salah satunya yaitu industri conveyor belt. Reel pada industri conveyor belt digunakan untuk menggulung dan membuka kembali kabel penggerak conveyor (drive cable) pada conveyor belt. Salah satu contoh penggunaan reel dalam industri adalah reel pada industri pertambangan. Spesifikasi reel yang saat ini digunakan berupa tebal plat 30 mm, dengan ukuran setebal itu tentu memerlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian tentang pengaruh penggunaan plat mild steel tebal 30 mm ini terhadap kekuatan reel secara keseluruhan, dan bagaimana pengaruhnya jika plat mild steel ini diubah ke spesifikasi yang lebih rendah, yaitu tebal 10 dan 1,6 mm, untuk tujuan cost reduction. Kajian dilakukan menggunakan simulasi static structural dengan software ANSYS 18.1. Kondisi batas yang diberikan berupa material ASTM A36 dan diberi gaya sebesar 294.000 N pada spindel atau bagian tengah reel. Gaya yang diberikan merupakan berat dari belt yang akan dibawa oleh reel yaitu sebesar 30 ton. Berdasarkan hasil simulasi diketahui bahwa plat dengan tebal 1,6 mm memiliki tegangan maksimum von Mises paling besar bila dibanding dengan tebal plat yang lain, yaitu sebesar 130,4 MPa. Dan tebal plat 1,6 mm memiliki nilai safety factor yang paling kecil yaitu sebesar 1,9. Selain itu dapat diketahui bahwa dengan mengganti plat dari 30 mm menjadi 1,6 mm, sehingga dapat menghemat biaya sebesar Rp.6.409.100 untuk membuat 1 buah reel.
STUDI NUMERIK PENGARUH VARIASI SUDUT SIRIP PIPA PADA PHOTOVOLTAIC-THERMAL Naufal Daffa’ Hanaan Nuhaa; Nazaruddin Sinaga; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi yang terus berkembang akibat pertumbuhan populasi dan industrialisasi mendorong pencarian sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Energi surya, sebagai salah satu solusi terbarukan, menawarkan potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Teknologi fotovoltaik (PV/T) telah berkembang pesat, namun efisiensi konversi energi masih terhambat oleh peningkatan suhu panel surya yang dapat menurunkan kinerjanya. Penelitian ini fokus pada penggunaan Material Berubah Fasa (MBF) untuk mengatasi permasalahan suhu tinggi pada panel surya. MBF dapat menyerap panas laten selama perubahan fase dan menstabilkan suhu panel, meningkatkan efisiensinya. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi pengaruh variasi sudut sirip pipa dalam sistem pendinginan hibrida yang menggabungkan MBF dan pipa pendingin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan MBF jenis palm wax dan menganalisis pengaruh berbagai konfigurasi pipa terhadap temperatur panel surya dan suhu outlet pipa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MBF palm wax dapat menurunkan suhu panel surya hingga 78,77°C. Variasi terbaik untuk menurunkan temperatur panel dan meningkatkan suhu outlet ditemukan pada sudut sirip 80° dengan Reynold 10000.
ANALISIS PERFORMA AERODINAMIKA PESAWAT AMFIBI BERKAPASITAS 19 ORANG DENGAN MENGGUNAKAN LOW SPEED WIND TUNNEL Glayen Rossel; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki keterbatasan dalam hal transportasi. Kapal laut yang sering digunakan untuk penghubung antar pulau dirasa kurang dari segi kecepatan dan fleksibilitas. Pesawat amfibi hadir sebagai alternatif kapal laut yang menawarkan keunggulan dari segi kecepatan dan fleksibilitas sistem. Pengembangan pesawat amfibi tak jauh dari analisis aerodinamika dan analisis kelayakan terbang yang dimilikinya, oleh karena itu, diperlukan adanya pengujian aerodinamika untuk pesawat amfibi. Pengujian menggunakan wind tunnel merupakan langkah analisis untuk mendapatkan data aerodinamika akurat yang mendekati kondisi sebenarnya. Analisis aerodinamika pesawat amfibi berkapasitas 19 penumpang menggunakan wind tunnel regim sub-sonik sirkuit tertutup dengan kecepatan operasional 70m/s memberikan hasil pesawat amfibi berkapasitas 19 orang akan kehilangan gaya angkat atau mengalami stall pada sudut serang 15,81ᵒ dan hasil karakterisasi aerodinamika, geometri pesawat amfibi berkapasitas 19 orang menghasilkan koefisien gaya angkat yang relatif kecil, dan memiliki koefisien gaya angkat pada kondisi stall sebesar 1,9068.
STUDI NUMERIK PENGARUH JUMLAH DAN UKURAN LUBANG SUDU PADA PERFORMA AERASI TAMBAK UDANG VANNAMEI MARINE SCIENCE TECHNO PARK – UNDIP Muhamad Ari Ariayuda; Muchammad Muchammad; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang vaname (L. vannamei) banyak dibudidayakan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan jenis udang yang lain. Pada budidaya udang, oksigen terlarut merupakan faktor penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang sehingga penggunaan aerator khususnya paddlewheel aerator untuk membantu pemenuhan oksigen terlarut merupakan salah satu hal yang krusial. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui variasi jumlah dan ukuran lubang pada sudu yang paling optimal untuk memenuhi kebutuhan oksigen terlarut pada tambak udang. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) pada sebuah sudu dalam domain fluida yang memiliki kecepatan inlet untuk mengetahui nilai intensitas turbulensi yang berbanding lurus dengan pencampuran dissolved oxygen dari udara ke air. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi sudu dengan jumlah lubang 16 dan lubang berukuran 16 mm menghasilkan intensitas turbulensi yang paling baik dibandingkan dengan sudu variasi lain yaitu sebesar 16,8% sehingga dapat mencampur oksigen terlarut dari udara ke air dengan baik. Kesimpulannya, jumlah dan ukuran lubang pada sudu aerator berpengaruh terhadap performa dari paddlewheel aerator dikarenakan tingkat intensitas turbulensi yang menunjukan pencampuran dissolved oxygen terpengaruhi dari jumlah dan ukuran lubang sudu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pengembangan desain paddlewheel aerator sehingga penggunaan aerator dapat mencapai hasil yang optimal.
ANALISIS NUMERIK VARIASI LAPISAN PADA BEJANA TEKAN KOMPOSIT TIPE IV MENGGUNAKAN FEM Fathan Nadhir Rusyandi; Mohammad Tauviqirrahman; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki perilaku struktural bejana tekan komposit Tipe IV di bawah tekanan internal menggunakan analisis elemen hingga (FEA). Model yang digunakan memiliki liner dari polietilena densitas tinggi (HDPE) yang diperkuat dengan lapisan luar komposit polimer yang diperkuat serat karbon. Analisis difokuskan pada pengaruh jumlah lapisan komposit terhadap tegangan lingkar, dan deformasi total. Empat konfigurasi lapisan dievaluasi. Peningkatan jumlah lapisan dari 5 menjadi 20 menyebabkan penurunan tegangan lingkar sebesar 69,9% dan pengurangan deformasi sebesar 66,7%. Hasil ini menyoroti pengaruh signifikan ketebalan laminasi terhadap perilaku tegangan. Optimasi jumlah lapisan dapat secara signifikan meningkatkan keamanan dan efisiensi bejana tekan komposit, khususnya untuk aplikasi penyimpanan hidrogen bertekanan tinggi.
SIMULASI KOMPUTASI BANTALAN Si3N4-ON-Si3N4 PADA TOTAL HIP PROSTHESIS DENGAN VARIASI RADIAL CLEARANCE Kevin Togatorop; Budi Setiyana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah studi sebelumnya mengenai total hip prosthesis telah menitikberatkan pada pengaruh jenis material, penerapan permukaan bertekstur, penggunaan pelapis, serta aspek desain dan geometri komponen. Faktor-faktor tersebut umumnya dianalisis berdasarkan parameter kekuatan, seperti tekanan kontak dan sejenisnya. Meski begitu, kajian yang mengevaluasi kinerja bantalan total hip prosthesis menggunakan parameter kekuatan yang lebih rinci dengan pendekatan dan kriteria berbeda masih terbatas. Penelitian ini menyajikan analisis mekanika kontak yang mencakup tekanan kontak, tegangan von Mises, deformasi, dan tegangan Tresca untuk total hip prosthesis berbahan Si₃N₄-ON-Si₃N₄. Model elemen hingga dua dimensi dikembangkan untuk mendukung proses analisis tersebut. Simulasi numerik dilakukan dengan menerapkan beban fisiologis yang sesuai, seperti yang dialami sendi panggul manusia saat berjalan normal. Dengan memvariasikan ketebalan radial clearance, diperoleh perbedaan nilai parameter mekanika kontak, di mana peningkatan nilai radial clearance menyebabkan peningkatan nilai-nilai dari mekanika kontak tersebut.
ANALISIS KEGAGALAN PADA PISTON HEAD TIPE KPH UNTUK JENIS MOTOR BEBEK Anang Arfan Ramadhan; Sri Nugroho; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian penting dalam blok mesin kendaraan ialah kepala piston, dimana piston dalam mesin berfungsi untuk melakukan pembakaran energi dan membuat kendaraan berjalan. Kerusakan atau kegagalan piston dapat menyebabkan masalah serius dalam performa kendaraan dan keandalan sistem pembakaran di ruang bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik material piston yang mengalami kegagalan beserta mekanisme kegagalan yang terjadi dan penyebab kegagalan dengan fokus pada bahan aluminium alloy 4032. Metode uji yang digunakan pada penelitian yaitu pengamatan visual untuk mengetahui secara garis besar kerusakan yang terjadi, pengujian metalografi untuk memeriksa struktur makro serta mikro dari komponen uji, uji mekanik berupa tes microvickers hardness pada piston yang telah digunakan, uji komposisi kimia dari material, dan anlisis ansys untuk mendukung data pengujian yang sudah dilakukan sebelumnya. Dari penelitian ini di dapatkan bahwa piston yang mengalami kegagalan mengandung alumunium sebesar 84% dan silikon 13%. Sedangkan kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh pemakaian yang berlebihan dan adanya pembesaran ukuran piston yang menyebabkan clearance dinding silinder menyempit sehingga piston mengalami aus.
PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN HEIDELBERG SPEEDMASTER CD 102 TERHADAP PENGURANGAN COST OLI MESIN Muhammad Salman Al Farisi; Ajie Muhamad Hertriyanto; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X  merupakan yang tertua dari beberapa unit perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan pengemasan, didukung dengan unit yang lain seperti pembuatan kertas, konversi, hologram, engineering dan total security system yang terintegrasi. Mesin cetak offset adalah salah satu peralatan utama pada proses produksi PT. X yang memiliki peranan penting dalam mencetak kemasan dalam jumlah yang banyak dan cepat. Sehingga pada mesin cetak offset akan terdapat faktor-faktor yang menyebabkan penurunan performa pada mesin offset, seperti lingkungan mesin yang kotor, setelan rol yang tidak sesuai, kebocoran oli, dan komponen yang aus. Oleh karena itu, pada mesin cetak offset perlu dilakukan preventive maintenance untuk menjaga performa mesin dalam kondisi optimal agar menghasilkan output dengan kualitas yang baik dan lifetime mesin yang maksimal. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan oli yang boros dan untuk mengurangi biaya penggunaan oli dengan metode preventive maintenance. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mesin offset Heidelberg Speedmaster CD 102 dilakukan preventive maintenance dengan cara pengecekan adjusting roll, leakage, oil level, dan noise yang dilakukan setiap hari. Dengan pengecekan tersebut mendapatkan hasil bahwa output yang dihasilkan menjadi lebih terjaga kualitasnya serta lifetime mesin yang meningkat. Peningkatan lifetime mesin ini dapat diketahui dengan adanya hasil semakin menurunnya penggunaan oli mesin dari 1182 liter menjadi 450 liter dan menurunnya biaya yang dikeluarkan untuk perawatan mesin terutama pada oli. Biaya yang dikeluarkan untuk pemakaian oli pada bulan Agustus 2022 – Januari 2023 yaitu mengalami penurunan dari Rp. 82.129.000,- menjadi Rp. 31.275.000,-.
ANALISIS PENGARUH NANOLUBRIKAN TIO2 PADA PELUMASAN THERMOHYDRODYNAMIC TERHADAP PERFORMA TRIBOLOGI THRUST BEARING PERMUKAAN TEKSTUR METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) Hasna’u Saniiyah; Mohammad Tauviqirrahman; Sulistyo Sulistyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi pelumas (ISO VG 46 dan Nanolubrikan TiO2) terhadap fenomena thermohydrodynamic pada thrust bearing yang beroperasi pada kecepatan 6000 RPM yang dilakukan pada kondisi permukaan bantalan bertekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelumas Nanolubrikan TiO2  menghasilkan tekanan maksimum dan daya dukung beban tertinggi, sedangkan kondisi thrust bearing berpelumas ISO VG 46 menghasilkan nilai terendah. Penambahan nanopartikel TiO₂ pada pelumas ISO VG 46 secara konsisten meningkatkan tekanan hidrodinamik dan daya dukung beban pada seluruh kondisi permukaan.
ANALISIS CONTACT STRESS DAN BENDING STRESS PADA SPUR GEAR DALAM KONDISI MISALIGNMENT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Taufiqurrohman Taufiqurrohman; Budi Setiyana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasangan roda gigi secara ideal tidak mengalami misalignment, baik axial maupun angular misalignment. Namun, pemasangan roda gigi dilapangan terkadang terdapat misalignment sehingga bisa berpotensi mengakibatkan kegagalan roda gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui tekanan kontak maksimum dan tegangan kaki maksimum yang terjadi ketika kondisi ideal, axial misalignment, angular misalignment, serta perbandingan tegangan kontak dan tegangan kaki antara kondisi ideal dan kondisi axial maupun angular misalignment. Roda gigi dimodelkan dalam kondisi ideal, axial misalignment sebesar 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm, dan 6 mm, serta angular misalignment sebesar 1°, 2°, 3°, 4°, 5°, dan 6° kemudian dilakukan analisis elemen hingga untuk memperoleh nilai tekanan kontak dan tegangan kaki di bagian gigi – gigi yang berkontak. Nilai tekanan kontak maksimum dan tegangan kaki maksimum semakin besar seiring semakin besarnya misalignment dimana roda gigi beroperasi secara aman ketika kondisi ideal. Selain itu, angular misalignment lebih berpotensi mengakibatkan kegagalan roda gigi daripada axial misalignment.