p-Index From 2021 - 2026
6.507
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Mohammad Tauviqirrahman
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI NUMERIK PENGARUH JENIS LEKUKAN DAN JUMLAH LUBANG SUDU PADA PERFORMA AERASI TAMBAK UDANG VANNAMEI MARINE SCIENCE TECHNO PARK - UNDIP Fakhriansyah Fakhriansyah; Muchammad Muchammad; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh jenis lekukan dan jumlah lubang sudu pada performa aerasi tambak udang vaname di Marine Science Techno Park (MSTP) Undip. Menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan software ANSYS Fluent, ditemukan bahwa sudu dengan lekukan 170 derajat dan 16 lubang menghasilkan intensitas turbulensi terbaik 6,78%, meningkatkan pencampuran oksigen yang efektif. Validasi hasil simulasi menunjukkan bahwa metode dan asumsi yang digunakan dapat diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi lekukan dan jumlah lubang sudu pada aerator sangat mempengaruhi performa aerasi, berkontribusi pada pengembangan teknologi aerasi yang efisien untuk budidaya udang vaname di Indonesia.Kata kunci: Dissolved oxygen, intensitas turbulensi, computational fluid dynamics, aerator, udang vanname.
SIMULASI NUMERIK CFD-DEM PADA AGITATED PACKED BED DRYER PADA MATERIAL BERDENSITAS TINGGI Reka Adiyasa Cahyapala; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan merupakan tahapan penting dalam pemanfaatan biomassa kayu karena kadar air yang tinggi dapat menurunkan efisiensi konversi energi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi temperatur inlet terhadap proses pengeringan biomassa kayu dalam sistem agitated packed bed dryer menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamics–Discrete Element Method (CFD–DEM). Simulasi dilakukan dengan variasi temperatur inlet udara panas sebesar 333 K, 343 K, dan 353 K untuk menganalisis dinamika perpindahan panas dan massa pada skala partikel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan temperatur inlet mempercepat penurunan moisture content partikel biomassa akibat meningkatnya driving force termal antara fase fluida dan fase padatan. Laju evaporasi tertinggi terjadi pada tahap awal pengeringan dan menurun seiring berkurangnya kandungan air partikel. Agitasi terbukti meningkatkan homogenitas distribusi temperatur dan kelembapan di dalam unggun, meskipun fluktuasi lokal tetap teramati akibat perubahan porositas dan dinamika kontak antar-partikel. Selain itu, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan bilangan Sherwood menunjukkan peningkatan seiring kenaikan temperatur inlet, namun cenderung mengalami keterbatasan pada kondisi temperatur tertinggi. Studi ini menunjukkan bahwa pendekatan CFD–DEM efektif untuk memahami mekanisme pengeringan biomassa kayu dan dapat digunakan sebagai dasar optimasi kondisi operasi pengeringan.
ANALISIS PENGARUH TATA LETAK FINE-PORE AERATION TUBES TERHADAP PERFORMA AERASI PADA TAMBAK UDANG VANAME MARINE SCIENCE TECHNO PARK – UNDIP Ghinna Nur Akram; Mohammad Tauviqirrahman; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dissolved oxygen (DO) adalah parameter penting dalam kualitas air untuk budidaya udang vaname. Untuk meningkatkan konsentrasi DO di tambak udang, metode aerasi menggunakan aerator jenis fine-pore aeration tubes dapat diterapkan. Alat ini memiliki beberapa keunggulan seperti efisiensi aerasi tinggi, instalasi mudah, dan risiko penyumbatan rendah. Dalam penggunaannya, fine-pore aeration tubes bisa diatur sesuai kebutuhan sehingga tata letak mempengaruhi performa aerasi. Penelitian menggunakan metode computational fluid dynamics (CFD) dilakukan untuk menganalisis distribusi DO, sirkulasi air, dan performa aerasi pada berbagai tata letak aerator yaitu straight-type, ring-type, dan square-type di tambak udang vaname Marine Science Techno Park (MSTP)-Undip. Hasil menunjukkan tata letak straight-type memberikan distribusi DO terbaik dengan penyebaran merata di seluruh kolam. Namun, ketiga tata letak tidak menunjukkan sirkulasi air yang baik karena aliran air hanya terjadi di sekitar gelembung udara yang naik.
PENGGUNAAN SOLIDWORKS FLOW SIMULATION DALAM ANALISIS PENGARUH KELENGKUNGAN BILAH PADA TURBIN ANGIN SAVONIUS DI INDONESIA Septian Dwi Nugroho; Mohammad Tauviqirrahman; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi listrik Indonesia terus meningkat, mencapai 1.173 kWh pada 2022, dan diperkirakan naik 13,9% pada 2023. Saat ini, 85,9% kebutuhan listrik masih bergantung pada energi tidak terbarukan, sementara energi terbarukan hanya 14,1% [6]. Potensi energi terbarukan mencapai 3.686 GW, namun pemanfaatannya masih rendah, termasuk energi bayu yang hanya memanfaatkan 0,15 GW dari potensi 155 GW [5]. Kecepatan angin yang rendah menghambat pembangunan PLTB skala besar, tetapi turbin Savonius menjadi alternatif yang cocok untuk kondisi ini.Penelitian ini menggunakan program Computer Fluid Dynamic (CFD) SolidWorks Flow Simulation untuk menganalisis performa tiga bentuk bilah turbin Savonius—classical, swirling, dan golden ratio—dalam kecepatan angin rendah. Hasil menunjukkan bahwa bilah golden ratio menghasilkan daya tertinggi pada kecepatan angin rendah (1,5–4,1 m/s), sedangkan bilah classical lebih optimal pada kecepatan angin tinggi (>4,1 m/s). Coefficient of Power (Cp) dan Coefficient of Torque (Ct) bilah golden ratio menurun setelah tip speed ratio (λ) 0,7, sedangkan bilah classical terus meningkat. Secara keseluruhan, bilah golden ratio efektif pada kecepatan angina rendah, dan bilah classical sesuai untuk kecepatan angina tinggi. Penelitian ini mendukung penerapan SolidWorks dalam analisis CFD untuk turbin Savonius dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
STUDI NUMERIK PENGARUH VARIASI JUMLAH PITCH TWISTED TAPE PADA PHOTOVOLTAIC-THERMAL Afrio Yandra Arvabugi; Nazaruddin Sinaga; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja panel Photovoltaic-Thermal (PV-T) dengan mengintegrasikan lapisan Phase Change Material (PCM) dan pengaturan aliran fluida menggunakan twisted tape. Sistem yang dimodelkan adalah panel PV-T dengan dimensi 530 mm x 350 mm, dilengkapi lapisan PCM di bawah panel serta pipa-pipa yang mengalirkan fluida untuk menangkap panas sisa dari panel. Di dalam pipa, digunakan twisted tape dengan variasi jumlah rotasi untuk meningkatkan perpindahan panas melalui peningkatan turbulensi aliran fluida.Jumlah pitch divariasikan pada 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35 dan 40,. Sistem twisted tape dan aliran fluida dalam pipa menunjukkan pola yang berulang secara periodik, sehingga digunakan kondisi batas periodik dalam simulasi untuk memodelkan aliran hanya pada satu segmen pipa. Dengan pendekatan ini, pola aliran di sepanjang pipa diasumsikan berulang, memungkinkan penghematan sumber daya komputasi sambil mempertahankan keakuratan hasil perpindahan panas dan distribusi temperatur.Simulasi dilakukan menggunakan Ansys Fluent dengan model turbulensi RNG k-ε, pengaturan solidification & melting untuk memodelkan perubahan fasa pada PCM, serta iradiasi matahari sebesar 1000 W/m². Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan PCM dan twisted tape mampu meningkatkan efisiensi termal sistem PV-T secara signifikan.
PERANCANGAN PRODUK BOTTLE CAP UNTUK MEMBERIKAN KEMUDAHAN DALAM MEMBUKA SEGEL Fahreza Arfan Zaeni; Rusnaldy Rusnaldy; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada perancangan tutup botol untuk botol air mineral dengan tujuan memberikan kemudahan dalam membuka tutup botol jenis screw cap terutama untuk perempuan. Metode Finite Element Method (FEM) digunakan untuk  menganalisis struktur geometri joint sections atau tamper evident seal ketika diberikan momen torsi. Penelitian ini  melibatkan tahap pengujian torsi tutup botol, desain, dan simulasi. Desain dan  simulasi mempertimbangkan berbagai parameter seperti bahan dan bentuk tutup botol terutama pada joint sections untuk memastikan efektivitas dan kemudahan dalam membuka tutup botol. Setelah pengujian torsi pada sampel tutup botol dengan yang diperjualbelikan di pasaran, dilakukan tahap permodelan dan simulasi non – linear statis. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam pengembangan  desain tutup botol untuk diterapkan pada produksi botol air mineral dengan tujuan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan konsumen produk. Selain itu, penelitian ini juga dapat  menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam perancangan tutup botol  pada botol air mineral pada bidang teknik mesin dan disiplin ilmu lainnya.
ANALISIS PENGARUH MATERIAL PADA KOMPONEN ACETUBULAR CUP TERHADAP DUAL MOBILITY HIP JOINT PROSTHESIS DENGAN PERTIMBANGAN GAIT CYCLE DENGAN METODE FINITE ELEMENT METHOD (FEM) Frans Richard Binsar; Mohammad Tauviqirrahman; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan material pada komponen acetabular cup memiliki peranan krusial dalam menentukan performa mekanis dan umur pakai dari prostesis sendi panggul tipe dual mobility. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi material acetabular cup terhadap distribusi tegangan dan deformasi selama fase gait cycle menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) melalui perangkat lunak ANSYS 2023 R2. Simulasi dilakukan secara statik pada enam fase gait cycle (0%, 20%, 35%, 50%, 65%, dan 100%) terhadap lima jenis material: SS 316L, Titanium, CoCr, 30 CF/PEEK, dan UHMWPE. Hasil simulasi menunjukkan bahwa material CoCr menghasilkan tegangan Von-Mises tertinggi sebesar 28 MPa pada fase 35% gait cycle dan tegangan Tresca maksimum sebesar 16,5 MPa pada fase 60%. Sebaliknya, UHMWPE menunjukkan tegangan Von-Mises dan Tresca terendah, yaitu 4,3 MPa dan 3,1 MPa, mencerminkan sifat elastis namun berpotensi aus dalam jangka panjang. Deformasi terbesar dicatat pada material Titanium sebesar 0,105 mm, sedangkan 30 CF/PEEK dan UHMWPE menunjukkan deformasi paling rendah masing-masing sebesar 0,032 mm dan 0,028 mm. Material 30 CF/PEEK menampilkan respons mekanis paling seimbang, dengan tegangan Von-Mises dan Tresca maksimum 12,4 MPa dan deformasi yang minimal, sehingga berpotensi menjadi pilihan unggulan untuk aplikasi acetabular cup. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan material yang tepat dalam desain implan, khususnya untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan struktur, ketahanan deformasi, dan performa terhadap keausan dalam kondisi pembebanan fisiologis.
ANALISIS PERFORMA AERODINAMIKA PADA PESAWAT TERBANG AMFIBI SHORT TAKE-OFF LANDING BERMESIN GANDA Bobby Ezra Maulana Sadikin; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi udara sangat penting untuk mengakses pulau-pulau kecil yang terpisah dari 5 pulau besar di Indonesia. Pesawat terbang merupakan moda transportasi utama di Indonesia karena merupakan cara paling efisien untuk menghubungkan ribuan pulau di negara ini. Pesawat regional amfibi merupakan jenis pesawat yang melayani rute penerbangan pendek hingga menengah dengan kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di air. Hal ini merupakan keunggulan pesawat amfibi dibandingkan dengan pesawat terbang biasa yang memerlukan bandara untuk beroperasi, terlebih dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Salah satu aspek penting dalam aerodinamika pesawat amfibi adalah sudut stall. Sudut stall adalah sudut serang maksimum di mana sayap pesawat dapat menghasilkan lift sebelum aliran udara di atas sayap menjadi turbulen dan mengakibatkan kehilangan lift secara drastis. Memahami dan mengoptimalkan sudut stall sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja pesawat, terutama selama fase kritis seperti lepas landas dan pendaratan. Metode pengujian pesawat amfibi di terowongan angin menawarkan sejumlah keuntungan signifikan dibandingkan dengan metode lainnya seperti simulasi komputer atau uji coba lapangan. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sangat terkendali dan dapat direproduksi, memungkinkan analisis yang akurat terhadap berbagai aspek aerodinamika pesawat. Melalui penelitain ini dapat diketahui bahwa stall angle pada pesawat cenderung lebih kecil pada kecepatan tinggi dan lebih besar pada kecepatan rendah. Feomena tersebut disebabkan oleh karena Pada kecepatan tinggi, pesawat membutuhkan sudut serang yang lebih kecil untuk mempertahankan lift, sementara pada kecepatan rendah, pesawat memerlukan sudut serang yang lebih besar untuk menghasilkan lift yang cukup dan mencegah stall yang dibuktikan melalui penurunan stall angle dari sudut 16.36° pada kecepatan 45 m/s menjadi 15,87° pada kecepatan 55 m/s.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN PENGHALANG DI DALAM HUMIDIFIER TERHADAP ALIRAN FLUIDA BERBASIS ANSYS FLUENT Muhammad Surya Taris Zulwaqar; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humidifier merupakan alat yang digunakan untuk menambah kelembapan udara di suatu ruangan atau sistem. Penambahan membrane pada humidifier dapat menambah efisiensi pengupan dan meminimalkan kondensasi massa uap air. Penelitian ini menganalisis penambahan penghalang pada saluran udara basah untuk mengertahui pengaruh fraksi H2O, temperatur, dan kelembapan relatif pada sisi udara kering dengan menggunakan metode simulasi Ansys Fluent. Penggunaan metode simulasi dipilih karena dapat memperlihatkan fenomena di dalam humidifier. Metode SIMPLE digunakan karena dapat mehasilkan perhitungan yang baik pada aliran turbulen. Terdapat variasi luas pada penghalang dan variasi kecepatan masuk pada sisi udara basah. Hasil analisis menunjukan bahwa dengfan penambahan penghalang pada kecepatan 0 – 2,5 m/s dapat meningkatkan fraksi massa H2O pada sisi udara kering, namun di beberapa variasi pada kecepatan 1 m/s dapat menurunkan fraksi massa H2O pada sisi udara kering. Selain itu penambahan penghalang dapat mempengaruhi temperatur pada kecepatan 1 – 1,5 temperatur rata-rata naik 0,3 % namun pada kecepatan 1,5 – 2,5 m/s temperatur cenderung mendatar setelah itu temperatur naik 0,4 % di setiap variasi geometri. Sedangkan pada variasi R memiliki kelembapan relatif yang paling tinggi yaitu dengan nilai 58,59 %.
ANALISIS KARAKTERISTIK PENGERINGAN PADA DRYING CHAMBER BERTEMPERATUR RENDAH DENGAN KOMBINASI ALIRAN SWIRL DAN CO-CURRENT Farel Akbar Aulia; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh adalah produk perkebunan paling banyak diminati oleh masyarakat luas. Alasan teh diminati karena kandungan di dalamnya, salah satu kandungannya adalah katekin yang berperan sebagai antioksidan alami. Pada zaman ini menuntut produk the yang lebih praktis seperti teh dalam bentuk bubuk. Sistem pengeringan semprot merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembuatan teh menjadi bentuk bubuk, salah satu bagian utama dari sistem pengeringan semprot yaitu ruang pengering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa fraksi massa pada udara di dalam ruang pengering sehingga didapatkan komposisi suhu yang cocok untuk proses pengeringan. CFD (Computational Fluid Dynamics) digunakan dalam penelitian ini yang meliputi proses permodelan geometri, pembentukan meshing, dan pengaturan kondisi batas. Variasi temperatur 60oC, 70oC, dan 80oC untuk mendapatkan komposisi temperatur yang paling optimal dalam proses pengeringan. Dari hasil penelitian distribusi H2O mass fraction di bawah nozzle memiliki nilai yang sangat tinggi karena udara untuk inlet nozzle yang digunakan memiliki kelembaban yang masih sangat tinggi. Sisi bawah keluaran nozzle memiliki nilai H2O(l) mass fraction semakin tinggi yang terjadi karena droplet yang disemportkan dari nozzle mengandung banyak kandungan air, di mana kandungan air ini akan perlahan-lahan lepas dari droplet dan pindah ke udara. Variasi temperatur 80oC memiliki penurunan temperature tertinggi yaitu sebesar 36.474oC sekaligus menjadi variasi dengan intensitas pengeringan tertinggi yaitu sebesar 2.422kg/m3.