Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN DENGAN PLAXIS MEMBANDINGKAN 2 METODE AKIBAT KETERBATASAN LAHAN Adhi, Bagas Wahyu; Setiyanto, Beni; Hidayawan, Ahmad; Rizani, Mohammad Debby
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 4, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v4i1.16187

Abstract

In the Cibitung - Cilincing Ramp 3-1 Toll Road development project, where the road alignment is an embankment construction with subgrade conditions that have dominant soil layers with sand and limited land. Then the implementation of subgrade improvement is carried out by comparing 2 methods, namely the first Replace 1.5 m (50 cm Limestone + Geomembrane + 50 cm Granular backfill + Geotextile Non Woven) + Sheet Pile with a length of 15 meters + Retaining Wall and the second Replace 1.5 m (50 cm Limestone + Geomembrane + 50 cm Granular backfill + Geotextile Non Woven) + Retaining Wall with Bore Pile D60 Int. 2 meters + Retaining Wall.The analysis of the two treatments used Plaxis with the results for the 1 year and 10 year consolidation of the two treatments meeting the requirements. The safety factor for the embankment slopes also meets the requirements. The results of the Horizontal Displacement in the first treatment are still very large, namely 6.73 cm, not in accordance with the AASTHO criteria of 3.8 cm and it can be seen from the profile bending moment on the Sheet Pile that the Sheet Pile is not pinched so that for this case the handling suitable is to use the second treatment, namely Replace 1.5 m (50 cm Limestone + Geomembrane + 50 cm Granular backfill + Geotextile Non Woven) + Retaining Wall with Bore Pile D60 Int. 2 meters + Retaining Walls 
Memahami Konsep Pengajuan Lelang Untuk Jasa Konsultan Konstruksi Pada Proses Pengadaan Barang/Jasa Meylida, Dhonna; Hidayawan, Ahmad; Setiyanto, Beni
Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS) Vol 7 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v7i1.6700

Abstract

In the construction sector, the tender process in the procurement of goods and services is carried out to select and appoint companies that will perform the required work. Companies that feel capable may participate in tender offers, and the selected company will carry out the work in accordance with the agreed contract. The procurement of goods and services, also known as tendering, is a government procedure aimed at awarding projects to entrepreneurs. Government procurement is conducted through an e-procurement or electronic tender process, in accordance with Presidential Regulation No. 04 of 2015. This process is intended to minimize direct meetings between the organizing committee and service providers, thereby promoting fair competition. The electronic tender process includes steps such as the announcement of the tender, downloading of selection and qualification documents, clarification of tender documents, submission of bid documents (price, administrative, and technical), submission of qualification documents, evaluation of bids, evaluation of qualification documents and verification of qualifications, delivery of the minutes of tender results, determination of the winner, announcement of the winner, objection period for the tender result, and signing of the contract. This paper uses a literature review method by analyzing several articles, journals, books, and official circulars relevant to the author's objective, which is to understand the procurement process for goods and services in construction consultancy. From the results of the literature review, it is found that there are many steps required to achieve optimal outcomes in the tender process for goods and service providers. Due to various regulatory changes, it is important for providers to study applicable rules, such as the latest Presidential Regulation No. 1 of 2025 regarding budget efficiency in construction. Providers are thus required to prepare pricing that matches the project specifications being tendered, while also staying within existing efficiency limits. This paper is expected to assist small or newly established companies in participating in fair and healthy competition. It is important to consider the company’s capacity to participate in tenders, as well as compliance with current regulations, including proper calculation of the Domestic Component Level (TKDN).
Analisis Metode Perbaikan Pondasi Bendungan Di Tinjau Dari Segi Biaya Dan Waktu (Studi Kasus Bendungan Jragung Kabupaten Semarang) Siswadi, Siswadi; Donny Cahyono, Muhammad Shofwan; Ray, Norman; Hidayawan, Ahmad
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ces.v5i02.1518

Abstract

Pondasi merupakan elemen krusial dalam struktur bendungan karena berperan langsung terhadap stabilitas dan keamanan jangka panjang bendungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode perbaikan pondasi bendungan dari segi efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan, dengan studi kasus pada proyek Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil investigasi geologi, ditemukan bahwa pondasi terdiri dari lapisan kolluvial dengan daya dukung yang rendah dan potensi deformasi tinggi. Dua metode perbaikan dianalisis, yaitu penggantian tanah dengan material batuan berkualitas dan perbaikan permukaan pondasi menggunakan dental beton serta metode Roller Compacted Concrete (RCC). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak GeoStudio (Sigma/W, Slope/W, Seep/W) untuk mengevaluasi deformasi vertikal (settlement), daya dukung tanah, dan stabilitas lereng. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa perbaikan, faktor keamanan pondasi tidak memenuhi syarat (FS = 1,32 < 1,5) dan terjadi penurunan diferensial hingga 20 cm, yang berisiko menyebabkan kebocoran pada zona inti bendungan. Setelah dilakukan perbaikan, kondisi pondasi menunjukkan peningkatan signifikan pada daya dukung dan kestabilan. Analisis biaya dan waktu menunjukkan bahwa metode RCC memberikan efisiensi pelaksanaan lebih tinggi dibandingkan metode dental beton.
Analisis Penentuan Parameter Gempa Untuk Perhitungan Stabilitas Bendungan Hidayawan, Ahmad; Kurniawan, Andri; Adhi, Bagas Wahyu; Setiyanto, Beni; Rahayu, Hayu
Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS) Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v6i1.5529

Abstract

Dams have an important role in controlling floods and providing water supply for infrastructure and community needs. The construction of the Pidekso Dam, as part of government efforts, requires research to determine earthquake parameters to ensure the safety of its structure. Pidekso Dam, located in the downstream Bengawan Solo river, is prone to earthquakes because it is adjacent to areas where earthquakes often occur. This study aims to determine the parameters of the earthquake coefficient Operating Basis Earthquakeee (OBE) and MaximumaDesignaEarthquakee (MDE) based on the 2017 earthquake map of Indonesia. Analysis was conducted to assess the risk of dam collapse due to earthquakes. Based on the dam risk class criteria, Pidekso Dam has a high risk class with a total weight of 30. For OBE earthquake analysis, the earthquake coefficient used ranges from 0.1 to 0.15 g, with a probability of being exceeded by 2% in 100 years. As for MDE earthquakes, the earthquake coefficient ranges from 0.5 to 0.6 g, with a repeat period T = 5000 years.
PENGARUH VARIASI CAMPURAN LIMBAH POPOK BAYI DAN FLY ASH UNTUK PEMBUATAN BATA RINGAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Altazaqi Putra Nufarahman, Jauza; wahyu adhi, Bagas; Hidayawan, Ahmad
Journal of Research and Technology Studies Vol 4 No 2 (2025): Journal of Research and Technology Studies (JRTS)
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah limbah popok bayi dan fly ash yang terus meningkat dianggap sebagai permasalahan lingkungan yang perlu segera diatasi. Popok bayi yang sulit terurai dan fly ash sebagai limbah sisa pembakaran batubara selama ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini, memanfaatkan kedua limbah tersebut sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bata ringan. Pengujian ini menggunakan metode eksperimen, dengan variasi campuran 0%, 1%, 2%, dan 3%. Dari hasil pengujian, peningkatan kuat tekan didapatkan sebesar 3,17 MPa pada campuran 1% limbah popok bayi dan fly ash. Sementara itu, hasil yang lebih tinggi diperoleh dengan penambahan popok bayi yang mengandung gel, yaitu kuat tekan mencapai 9 MPa pada campuran 1% dengan pengujian 7 hari dan 13,74 MPa pada campuran 2% dengan pengujian 28 hari. Sementara itu, kuat lentur tertinggi sebesar 2,6 MPa diperoleh pada variasi campuran 3% Limbah Popok Bayi dan Fly Ash pada pengujian 28 hari. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah yang selama ini dibuang begitu saja ternyata dapat dimanfaatkan sebagai material bangunan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan untuk mengoptimalkan komposisi campuran.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN SERBUK BATA MERAH DAN LIMBAH PLASTIK PADA ASPAL AC-WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Eko Nugroho, Oktavianto; Hidayawan, Ahmad; Meylida, Dhona; Setiyanto, Beni
Journal of Research and Technology Studies Vol 4 No 2 (2025): Journal of Research and Technology Studies (JRTS)
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya limbah plastik yang sulit terurai dan serbuk bata merah adalah partikel kecil yang dapat terangkat ke udara dan menyebabkan polusi, terutama di area tempat produksi atau saat bangunan dibongkar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi penambahan serbuk bata merah dan limbah plastik terhadap karakteristik Marshall. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan variasi serbuk bata merah 1%, 3%, 4% dan limbah plastik 2%, 3%, 7%. Pembuatan sampel dilakukan dengan mencampurkan agregat kasar, agregat halus, aspal penetrasi 60/70, serbuk bata merah, dan limbah plastik. Uji kuat tekan dilakukan terhadap benda uji berbentuk silinder pada usia 1 hari. Hasil menunjukkan bahwa penambahan serbuk bata merah dan limbah plastik 1%, 2% menghasilkan kuat tekan 384 kg/mm, sedangkan serbuk bata merah 3%, limbah plastik 3% menghasilkan kuat tekan 303,2 kg/mm, dan serbuk bata merah 4%, dan limbah plastik 7% menghasilkan kuat tekan 258,3 kg/mm. Penelitian ini membuktikan bahwa serbuk bata merah dan limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai material inovasi yang ramah lingkugan.
ANALISA KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN BAHAN TAMBAHAN LIMBAH ABU SEKAM DAN PUNTUNG ROKOK Muhromi, Zudiana; wahyu adhi, Bagas; Setiyanto, Beni; Hidayawan, Ahmad
Journal of Research and Technology Studies Vol 4 No 2 (2025): Journal of Research and Technology Studies (JRTS)
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aktivitas manusia dan kemajuan industri secara tidak langsung menghasilkan limbah yang jika tidak ditangani dengan baik akan menumpuk dan mencemari lingkungan. Di sisi lain, konstruksi beton memerlukan inovasi untuk menghasilkan material yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan abu sekam dan puntung rokok sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beton pouros, guna menilai pengaruhnya terhadap kuat tekan beton. Pengujian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium menggunakan cetakan silinder dan balok, dengan variasi penambahan limbah sebesar 3%, 5%, dan 8%. Parameter utama yang diuji meliputi nilai kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu sekam mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kekuatan tekan beton pada komposisi tertentu, sementara penggunaan puntung rokok sebagai campuran cenderung menurunkan kekuatan tekan. Dari data yang diperoleh, komposisi optimum terdapat pada penambahan abu sekam sebesar 3%. Studi ini membuktikan bahwa limbah abu sekam berpotensi sebagai substitusi sebagian bahan penyusun beton pouros yang berpori dan ramah lingkungan.