Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Optimization Strategy for Organic Rice Business Management SNI (Standar Nasional Indonesia) Upland Project in the Highlands Magelang District Central Java Province Mubarokah, Wida Wahidah; Nurdayati, Nurdayati; Purwono, Edi; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat; Maretta, Hermasani Tya; Setyaji, Teguh
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i2.1130

Abstract

Upaya pengembangan beras organik di dataran tinggi Kabupaten Magelang didukung melalui kegiatan The Development of Integrated Farming System in UPLAND Areas (UPLAND), pada lahan padi seluas 2.000 ha. Kegiatan utama UPLAND project meliputi pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian, pengembangan budidaya padi organik, bantuan alat mesin pertanian, alat transportasi, serta microfinance. Tujuan penelitian adalah menyusun strategi optimasi pengelolaan usaha beras organik berdasar SNI. Pendekatan penelitian bersifat diskriptif exploratory dengan responden 80 orang. Penentuan lokasi penelitian di 3 kawasan percontohan UPLAND di wilayah Kabupaten Magelang dilakukan secara purposive sampling, Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Juli sd. September 2023. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (Exsternal Factor Evaluation), analisis deskriptif general elektrik dilanjutkan SWOT . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas subsistem agribisnis beras organik dari hulu hingga hilir berupa subsistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi,  subsistem usahatani (on farm), subsistem pengolahan dan penyimpanan hasil, subsistem pemasaran dan subsistem jasa penunjang untuk faktor strategis internal dalam kondisi sedang dengan nilai 2.50, sedangkan faktor strategis ekternal dalam kondisi kuat dengan nilai 3.30. Simpulan berdasarkan hasil analisis kondisi IFAS (Internal Factors Analysis Strategy) dan EFAS (External Factors Analysis Strategy) dalam mengembangan padi organik di 3 wilayah dataran tinggi Kabupaten Magelang yang paling ideal dengan Strategi S-O, yakni : 1) Optimalisasi ketersediaan dan teknologi alat/alat/mesin pertanian, usaha jasa peralatan dan mesin pertanian, sarana produksi pertanian, teknologi mitigasi iklim yang ada; 2) Memanfaatkan secara maksimal dukungan mitra kerja/fasilitas hulu dan lembaga pengawas/fasilitasi/swasta/pemerintah yang memberikan perhatian besar.
The Relationship of Internal Factors With The Response of Bukit Madu Farmer Women In Making Ginger-Flavored Milk Candy In Madukoro Village, Magelang Regency Zulfikhar, Rosa; Saputra, Yudhi Eka; Wibowo, Haris Tri; Akbarrizki, Muzizat; Winarno, Kodrat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1191

Abstract

The study was conducted from March 2022 to May 2023 in Madukoro Village, Kajoran District, Magelang Regency with the aim of determining the response of farmer women in making ginger-flavored milk candy and knowing the relationship between internal factors (age, education level, farming experience, number of family members, and income level) with responses in making ginger-flavored milk candy. Sampling of 30 people using saturated sampling technique. Data collection techniques are carried out by means of interviews and observations. The variables observed were age, education level, farming experience, number of family members, and income level and response consisting of aspects of knowledge, attitudes, skills. The data analysis method used was descriptive analysis to determine the response of peasant women, while statistical analysis of spearman rank correlation was used to determine the relationship between the characteristics of peasant women to the response. The results of data analysis showed that the response of peasant women in Madukoro Village in making ginger-flavored milk candy was in the high category. The relationship between age, education level and farming experience with responses of 0.000 (p<0.05), 0.004 (p<0.05), and 0.000 (p<0.5). The age variable was significantly related (P< 0.01) to the response of Bukit Madu peasant women group members in making ginger-flavored goat milk candy. Good responses were dominated by respondents with productive age, high level of education, and long farming experience, the number of family dependents and income level were not related to the response. The effectiveness of counseling indicates that extension activities.
Analisis Kompetensi Petani Millennial dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha (Studi Kemampuan Teknis, Manajerial dan Sosial Petani Millennial di Jawa Tengah) Sudarmanto, Bambang Sudarmanto; Nurdayati, Nurdayati; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat; Makmun, Lutfan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1199

Abstract

Kompetensi petani millennial meliputi kompetensi teknis, manajerial dan sosial memiliki peran strategis dalam keberlanjutan usaha. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran umum wilayah penelitian dan karakteristik responden penelitian; 2) menganalisis dan menyusun rekomendasi peningkatan kompetensi petani millennial dalam mendukung keberlanjutan usaha dari aspek kemampuan teknis, manajerial dan sosial. Penelitian mengunakan metode/ prosedur survei dengan pendekatan kuantitatif, didukung data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikan 0,02 (nilai signifikansi <0,05). Hasil analisis penelitian, kompetensi petani millennial (X1) mencakup: kompetensi teknis, manajerial, sosial dalam kategori sedang (2.77). Keberlanjutan usaha (Z) meliputi keberlanjutan ekonomi (profit), sosial (people), lingkungan (planet) masuk kategori sedang sebesar (2.91) atau quite sustainable. Rekomendasi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dapat dengan menerapkan prinsip sinergitas kompetensi yang baik untuk keberlanjutan usaha berbasis people, profit, dan plane dalam perencanaan hingga pelaksanaan usaha tani. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis berupa: peningkatan kemampuan pemilihan komoditas berorientasi jangka panjang, kemampuan inovasi usaha/ budidaya dengan penerapan smart farming, peningkatan kemampuan pasca panen dan pemasaran. Peningkatan kompetensi manajerial berupa: kemampuan merencanakan usaha, mengelola sumberdaya dan usaha, mengelola jejaring kemitraan, mengelola konflik, mengelola modal usaha. Kemampuan sosial berupa: kemampuan mengembangkan pendidikan dan latihan, mengembangkan organisasi, mengembangkan kelompok, mengembangkan kerjasama sosial/ corporate social responsibility (CSR).
Persepsi Peternak pada Budidaya Maggot (Larva) Black Soldier Fly Untuk Pakan Itik Petelur di Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Akbarrizki, Muzizat; Suharti, Suharti; Ayu Shearen, Ratu Shima; Zulfikhar, Rosa; Andanawari, Suci
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak (umur peternak, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak) Pada Budidaya Maggot (Larva) Black Soldier Fly Untuk Pakan Ternak Itik Petelur. Penelitian dilaksanakan pada pada Maret - Mei 2023 di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak itik di Desa Deyangan, Variabel penelitian terdiri dari variabel independent (bebas) berupa karakteristik peternak atau faktor internal yang mempengaruhi persepsi seperti umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak. variabel dependent (terikat) yaitu persepsi peternak. Desain penelitian yang digunakan adalah One Shot Case Study. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu sebanyak 30 peternak. Pengumpulan data dengan pengisian kuisioner melalui teknik wawancara, observasi dan pencatatan. Teknik analisis data secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak itik pada budidaya maggot (larva) black soldier fly untuk pakan itik petelur berada pada kategori Setuju dengan rata-rata 53,33% . Secara simultan budidaya maggot (larva) black soldier fly berpengaruh sangat nyata 0,000 (P<0,01). Secara parsial umur (0,010) berpengaruh nyata (P<0,05), tingkat pendidikan (0,00) berpengaruh sangat nyata (P<0,01), sedangkan pengalaman beternak (0,359) tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap persepsi peternak pada budidaya maggot untuk pakan itik petelur.
Gambaran Kasus Paramphistomiasis Pada Sapi Bali (Bos sondaicus) Berdasarkan Data Hasil Pemeriksaan Post Mortem Pada Hewan Kurban Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat
AgriMalS Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i2.1957

Abstract

Paramphistomiasis is one of the important parasitic diseases that affect ruminant animals. This disease is caused by infection with flatworms (trematodes) of the genus Paramphistomum. These worms can cause disturbances in the digestive tract of livestock, which can ultimately reduce the productivity of the livestock being raised and even lead to the death of the animals. The objective of this study was to determine the prevalence of Paramphistomiasis in cattle slaughtered during the Idul Adha holiday in Manokwari Regency, West Papua Province, through post-mortem examination or examination conducted after the slaughtering process was completed. This study is a survey study. The study population consists of cattle slaughtered during the Idul Adha holiday in Manokwari Regency, West Papua Province. Sampling was conducted using non-probability sampling techniques, with 202 samples collected using purposive sampling methods. The results of the study indicate that 71 samples out of the total number of sacrificial animals slaughtered during Eid al-Adha tested positive for infection with Paramphistomum sp, with a prevalence rate of 35%, as evidenced by the detection of Paramphistomum sp worms following slaughter and rumen organ dissection. Based on the results and discussion, it can be concluded that the incidence of paramphistomiasis in Manokwari Regency is relatively high. This is likely due to inadequate management practices and the continued use of a semi-intensive management system.
Sheep Breeders’ Response to the Use of Papaya Seed Meal as a Natural Anthelmintic in Sriwedari Village Muntilan Subdistrict Magelang Regency Akbarrizki, Muzizat; Louise, Muhammad; Akimi, Akimi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.4559

Abstract

This research was carried out in Sriwedari Village, Muntilan District, Magelang Regency, from May 10 to June 10, 2025. The purpose of the study was to determine the response of farmers to the use of papaya seed flour as a dewormer in sheep and to analyze the relationship between this response and the characteristics of farmers, including age, education level, and experience in livestock farming. This study used a Pre-test-Post test research design (One Group Pre-test Post-test Design) with a sample of 33 people selected using the purposive sampling method. The respondents' criteria were to have a minimum of seven sheep and more than 2 years of livestock experience. Data collection techniques include interviews, observations, documentation, and recording. Data analysis used descriptive analysis to determine the response of breeders and statistical analysis of Spearman's rank correlation to determine the relationship between respondent characteristics and responses. The variables studied consisted of independent variables, namely the characteristics of the breeder (age, education level, and experience in breeding) and the dependent variable (bound), namely the response of the breeder. The results of the study showed that the response of farmers to the use of papaya seed flour as a dewormer in sheep was in the very high category. The effectiveness of counseling is considered very effective, while the effectiveness of behavior change is categorized as effective. Statistical analysis showed that the variables of age and experience of breeding were not significantly related to the response of the breeders. Meanwhile, the education level variable has a very strong, positive, and significant relationship with farmers' responses.
Dosis Pemberian Gonadotropin Releasing Hormone Yang Berbeda Dengan Pgf2α Terhadap Karakteristik Estrus Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Domba Ekor Tipis Betina Priyatun, Rumi; Wibowo, Haris Tri; Andanawari, Suci; Akbarrizki, Muzizat; Rosa Zulfikhar; Wahyuni, Sri; Siswanto, Ferbian Milas; Cahyani, Annisa Putri
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 20 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.20.4.227-231

Abstract

Estrus synchronization is one method to standardize the estrus cycle in thin-tailed sheep. The objective of this study was to evaluate estrus quality and the success of artificial insemination using PGF2α hormone combined with GnRH. Hormones were administered by intramuscular (IM) injection. Sixteen female thin-tailed sheep aged 2–3 years with body weights of 33–35 kg were used. Treatments were divided into four groups with four replications: P0 (PGF2α 1 ml + GnRH 0 ml), P1 (PGF2α 1 ml + GnRH 0.5 ml), P2 (PGF2α 1 ml + GnRH 1 ml), and P3 (PGF2α 1 ml + GnRH 1.5 ml). Estrus observation was conducted visually. Artificial insemination was performed using frozen semen, and pregnancy detection was carried out with the PregnaDrop test kit. Data were analyzed using descriptive statistics and the Kruskal–Wallis test. The results showed that the administration of GnRH and PGF2α significantly affected the success of artificial insemination, with estrus onset differing significantly (P<0.05) and estrus intensity differing highly significantly (P<0.05). The best dose was found in P3 (PGF2α 1 ml + GnRH 1.5 ml).
Minat Wanita Tani Sekar Melati Terhadap Pembuatan Es Lilin Yoghurt di Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Azzahra, Dewi Sarah; Sunarsih, Sunarsih; Akbarrizki, Muzizat; Mubarokah, Wida Wahidah; Triwibowo, Haris; Makmun, Lutfan; Purwono, Edi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1481

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang pada tanggal April-Juni 2025. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui minat wanitiYani terhadap inovasi es lilin yoghurt susu sapi dengan penambahan perisa stroberi di Desa Kaponan Kecamatan Pakis. Responden yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sejumlah 35 orang dari anggota KWT Sekar Melati, yang diambil dengan menggunakan teknik sampel jenuh . Hasil kajian penyuluhan ini menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Pengukuran perubahan perilaku diambil melalui data pretest sebelum penyuluhan dan diambil data posttest setelah penyuluhan dengan cara anjangsana, wawancara, dan observasi dengan alat bantu kuesioner. Hasil pengkajian terhadap minat inovasi es lilin yoghurt susu sapi dengan penambahan perisa stroberi adalah “Sangat tinggi". Efektivitas penyuluhan berada pada kategori “Sangat Efektif" dengan nilai 90,63% dan efektivitas perubahan perilaku berada pada kategori “Efektif” dengan nilai 64,28%, dengan peningkatan pengetahuan , sikap positif terhadap pengolahan susu, serta keterampilan dalam praktik pembuatan es lilin yoghurt. Inovasi inii diharapkan dapat menjadi solusi altematif dalam meningkatkan nilai tambah produk susu sapi dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Wanita Tani terhadap Pengolahan Kefir Susu Kambing dengan Penambahan Perisa Buah di Desa Mejing Kecamatan Candimulyo Khamid, Muh Nur; Sulistiawati, Nurul Fajar; Kusuma, Yudiani Rina; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat wanita tani serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya terhadap pengolahan kefir susu kambing dengan penambahan perisa buah. Penelitian dilakukan pada kelompok wanita tani (KWT) Dewi Sri dengan jumlah responden sebanyak 35 orang yang diambil secara sensus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pre Test Post Test dan One Shot Case Study. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat wanita tani dalam pengolahan kefir susu kambing berada pada kategori sangat tinggi sebesar 94,2% dan faktor-faktor seperti usia, tingkat pendidikan, pengalaman mengolah susu, dan jumlah ternak secara simultan berpengaruh sangat signifikan (p < 0,01) terhadap minat. Secara parsial, usia, tingkat pendidikan, pengalaman mengolah susu, dan jumlah ternak berpengaruh sangat signifikan (p < 0,01). Efektivitas penyuluhan sebesar 80,2% dengan kategori efektif dan efektivitas perubahan perilaku sebesar 58,2% dengan kategori cukup efektif.