Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Kompetensi Petani Millennial dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha (Studi Kemampuan Teknis, Manajerial dan Sosial Petani Millennial di Jawa Tengah) Sudarmanto, Bambang Sudarmanto; Nurdayati, Nurdayati; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat; Makmun, Lutfan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1199

Abstract

Kompetensi petani millennial meliputi kompetensi teknis, manajerial dan sosial memiliki peran strategis dalam keberlanjutan usaha. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran umum wilayah penelitian dan karakteristik responden penelitian; 2) menganalisis dan menyusun rekomendasi peningkatan kompetensi petani millennial dalam mendukung keberlanjutan usaha dari aspek kemampuan teknis, manajerial dan sosial. Penelitian mengunakan metode/ prosedur survei dengan pendekatan kuantitatif, didukung data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikan 0,02 (nilai signifikansi <0,05). Hasil analisis penelitian, kompetensi petani millennial (X1) mencakup: kompetensi teknis, manajerial, sosial dalam kategori sedang (2.77). Keberlanjutan usaha (Z) meliputi keberlanjutan ekonomi (profit), sosial (people), lingkungan (planet) masuk kategori sedang sebesar (2.91) atau quite sustainable. Rekomendasi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dapat dengan menerapkan prinsip sinergitas kompetensi yang baik untuk keberlanjutan usaha berbasis people, profit, dan plane dalam perencanaan hingga pelaksanaan usaha tani. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis berupa: peningkatan kemampuan pemilihan komoditas berorientasi jangka panjang, kemampuan inovasi usaha/ budidaya dengan penerapan smart farming, peningkatan kemampuan pasca panen dan pemasaran. Peningkatan kompetensi manajerial berupa: kemampuan merencanakan usaha, mengelola sumberdaya dan usaha, mengelola jejaring kemitraan, mengelola konflik, mengelola modal usaha. Kemampuan sosial berupa: kemampuan mengembangkan pendidikan dan latihan, mengembangkan organisasi, mengembangkan kelompok, mengembangkan kerjasama sosial/ corporate social responsibility (CSR).
Persepsi Peternak pada Budidaya Maggot (Larva) Black Soldier Fly Untuk Pakan Itik Petelur di Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Akbarrizki, Muzizat; Suharti, Suharti; Ayu Shearen, Ratu Shima; Zulfikhar, Rosa; Andanawari, Suci
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak (umur peternak, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak) Pada Budidaya Maggot (Larva) Black Soldier Fly Untuk Pakan Ternak Itik Petelur. Penelitian dilaksanakan pada pada Maret - Mei 2023 di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak itik di Desa Deyangan, Variabel penelitian terdiri dari variabel independent (bebas) berupa karakteristik peternak atau faktor internal yang mempengaruhi persepsi seperti umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak. variabel dependent (terikat) yaitu persepsi peternak. Desain penelitian yang digunakan adalah One Shot Case Study. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu sebanyak 30 peternak. Pengumpulan data dengan pengisian kuisioner melalui teknik wawancara, observasi dan pencatatan. Teknik analisis data secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak itik pada budidaya maggot (larva) black soldier fly untuk pakan itik petelur berada pada kategori Setuju dengan rata-rata 53,33% . Secara simultan budidaya maggot (larva) black soldier fly berpengaruh sangat nyata 0,000 (P<0,01). Secara parsial umur (0,010) berpengaruh nyata (P<0,05), tingkat pendidikan (0,00) berpengaruh sangat nyata (P<0,01), sedangkan pengalaman beternak (0,359) tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap persepsi peternak pada budidaya maggot untuk pakan itik petelur.
Gambaran Kasus Paramphistomiasis Pada Sapi Bali (Bos sondaicus) Berdasarkan Data Hasil Pemeriksaan Post Mortem Pada Hewan Kurban Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat
AgriMalS Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i2.1957

Abstract

Paramphistomiasis is one of the important parasitic diseases that affect ruminant animals. This disease is caused by infection with flatworms (trematodes) of the genus Paramphistomum. These worms can cause disturbances in the digestive tract of livestock, which can ultimately reduce the productivity of the livestock being raised and even lead to the death of the animals. The objective of this study was to determine the prevalence of Paramphistomiasis in cattle slaughtered during the Idul Adha holiday in Manokwari Regency, West Papua Province, through post-mortem examination or examination conducted after the slaughtering process was completed. This study is a survey study. The study population consists of cattle slaughtered during the Idul Adha holiday in Manokwari Regency, West Papua Province. Sampling was conducted using non-probability sampling techniques, with 202 samples collected using purposive sampling methods. The results of the study indicate that 71 samples out of the total number of sacrificial animals slaughtered during Eid al-Adha tested positive for infection with Paramphistomum sp, with a prevalence rate of 35%, as evidenced by the detection of Paramphistomum sp worms following slaughter and rumen organ dissection. Based on the results and discussion, it can be concluded that the incidence of paramphistomiasis in Manokwari Regency is relatively high. This is likely due to inadequate management practices and the continued use of a semi-intensive management system.
Dosis Pemberian Gonadotropin Releasing Hormone Yang Berbeda Dengan Pgf2α Terhadap Karakteristik Estrus Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Domba Ekor Tipis Betina Priyatun, Rumi; Wibowo, Haris Tri; Andanawari, Suci; Akbarrizki, Muzizat; Rosa Zulfikhar; Wahyuni, Sri; Siswanto, Ferbian Milas; Cahyani, Annisa Putri
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 20 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.20.4.227-231

Abstract

Estrus synchronization is one method to standardize the estrus cycle in thin-tailed sheep. The objective of this study was to evaluate estrus quality and the success of artificial insemination using PGF2α hormone combined with GnRH. Hormones were administered by intramuscular (IM) injection. Sixteen female thin-tailed sheep aged 2–3 years with body weights of 33–35 kg were used. Treatments were divided into four groups with four replications: P0 (PGF2α 1 ml + GnRH 0 ml), P1 (PGF2α 1 ml + GnRH 0.5 ml), P2 (PGF2α 1 ml + GnRH 1 ml), and P3 (PGF2α 1 ml + GnRH 1.5 ml). Estrus observation was conducted visually. Artificial insemination was performed using frozen semen, and pregnancy detection was carried out with the PregnaDrop test kit. Data were analyzed using descriptive statistics and the Kruskal–Wallis test. The results showed that the administration of GnRH and PGF2α significantly affected the success of artificial insemination, with estrus onset differing significantly (P<0.05) and estrus intensity differing highly significantly (P<0.05). The best dose was found in P3 (PGF2α 1 ml + GnRH 1.5 ml).