Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG MAGGOT (Hermatia illucens) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER Irwanto, Muhammad Agus; Zakariya, Abu Zaenal; Wibowo, Haris Tri; Nawangsari, Dwi Novrina
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 03 (2024): Mei: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v3i03.1653

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung maggot (Hermatia illucens) dalam pakan terhadap performa produksi ayam broiler (Gallus domesticus) . Bahan yang digunakan adalah 100 ekor ayam broiler. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan perlakuan yang diberikan yaitu (P0) tepung ikan 4%, (P1) tepung ikan 3% + tepung maggot 1% , (P2) tepung ikan 2% + tepung maggot 2%, (P3) tepung ikan 1% + tepung maggot 3%. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Apabila perlakuan berpengaruh nyata maka akan dilanjutkan dengan uji DMRT. Penelitian dilakukan sampai umur 5 minggu. Parameter yang diamati konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung maggot kedalam pakan ayam broiler berpengaruh nyata (P<0,05) dalam memperbaiki diamati konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Penggunaan 3% tepung maggot kedalam pakan dapat memperbaiki konsumsi pakan, pertambahanbobot badan, konversi pakan serta persentase karkas.
Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Penguatan Aspek Komunikasi Usaha Menggunakan Media Sosial Dan E-Commerce (Studi kasus pada kelompok tani di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang) Zulfikhar, Rosa; Hartati, Puji; Wibowo, Haris Tri; Achmad, Ferdian
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v6i2.1284

Abstract

Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Karya Muda, Dusun Pandean Lor, Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang dari 2 Maret hingga 15 Desember 2023. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan produk UMKM. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pemberdayaan Kelompok Tani melalui penguatan aspek komunikasi pemasaran dengan melakukan rebranding produk menggunakan media sosial dan e-commerce, menganalisis pengaruh faktor-faktor seperti usia, pendidikan, pengalaman pengolahan susu, jumlah ternak, dan tingkat penyuluhan terhadap pemberdayaan Kelompok Tani Karya Muda. Metode pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara, dengan variabel yang dianalisis termasuk tingkat pemberdayaan, usia, pendidikan, pengalaman pengolahan susu, jumlah ternak, dan intensitas penyuluhan. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasilnya menunjukkan tingkat pemberdayaan Kelompok Tani Karya Muda berada pada kategori "Tinggi", dengan efektivitas penyuluhan dan perubahan perilaku di kategori "Efektif". Secara keseluruhan, faktor-faktor seperti usia, pendidikan, pengalaman pengolahan susu, jumlah ternak, dan intensitas penyuluhan secara bersama-sama berpengaruh sangat signifikan terhadap tingkat pemberdayaan. Secara spesifik, usia dan pendidikan memiliki pengaruh signifikan, sementara pengalaman melakukan pemasaran produk melalui  media sosial dan e-commerce memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap pemberdayaan. Namun, intensitas penyuluhan tidak signifikan dalam mempengaruhi tingkat pemberdayaan.
Pengaruh Karakteristik Wanita Tani Terhadap Respons Melalui Partisipasi Dalam Pembuatan Keju Mozzarella Susu Kambing Agustina, Rizky Shone; Wibowo, Haris Tri; Nurdayati, Nurdayati
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1444

Abstract

Tugas Akhir dilaksanakan pada 25 Maret hingga 2 Juni 2024 yang berlokasi di Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik Kelompok Wanita Tani Sekar Arum yang meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak terhadap respons melalui partisipasi dalam pembuatan keju mozzarella susu kambing. Teknik pengambilan sampel sejumlah 30 orang dengan menggunakan sensus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan pengamatan melalui pre test dan post test. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui respons dan analisis statistik yaitu path analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa respon anggota Kelompok Wanita Tani Sekar Arum terhadap pembuatan keju mozzarella susu kambing termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai 1,769, sedangkan partisipasi wanita tani dalam kategori sangat berpartisipasi dengan nilai 2,416. Variabel umur (X1), tingkat pendidikan (X2), pengalaman beternak (X3) berpengaruh sangat signifikan terhadap respons (P<0,01). Variabel umur (X1), tingkat pendidikan (X2), pengalaman beternak (X3) berpengaruh sangat signifikan terhadap respons melalui partisipasi. Artinya partisipasi yang sesuai mampu memediasi umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak terhadap respons. Sehingga partisipasi dapat meningkatkan respons dalam pembuatan keju mozzarella susu kambing.
The Relationship of Internal Factors With The Response of Bukit Madu Farmer Women In Making Ginger-Flavored Milk Candy In Madukoro Village, Magelang Regency Zulfikhar, Rosa; Saputra, Yudhi Eka; Wibowo, Haris Tri; Akbarrizki, Muzizat; Winarno, Kodrat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1191

Abstract

The study was conducted from March 2022 to May 2023 in Madukoro Village, Kajoran District, Magelang Regency with the aim of determining the response of farmer women in making ginger-flavored milk candy and knowing the relationship between internal factors (age, education level, farming experience, number of family members, and income level) with responses in making ginger-flavored milk candy. Sampling of 30 people using saturated sampling technique. Data collection techniques are carried out by means of interviews and observations. The variables observed were age, education level, farming experience, number of family members, and income level and response consisting of aspects of knowledge, attitudes, skills. The data analysis method used was descriptive analysis to determine the response of peasant women, while statistical analysis of spearman rank correlation was used to determine the relationship between the characteristics of peasant women to the response. The results of data analysis showed that the response of peasant women in Madukoro Village in making ginger-flavored milk candy was in the high category. The relationship between age, education level and farming experience with responses of 0.000 (p<0.05), 0.004 (p<0.05), and 0.000 (p<0.5). The age variable was significantly related (P< 0.01) to the response of Bukit Madu peasant women group members in making ginger-flavored goat milk candy. Good responses were dominated by respondents with productive age, high level of education, and long farming experience, the number of family dependents and income level were not related to the response. The effectiveness of counseling indicates that extension activities.
Pemberian Salep Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) sebagai Alternatif Pengobatan Luka Gores pada Domba Lokal Aqvarius, Andrean; Wibowo, Haris Tri; Cahyani, Annisa Putri
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1456

Abstract

Luka gores pada ternak ruminansia kecil, khususnya domba lokal, merupakan permasalahan kesehatan yang sering terjadi akibat faktor lingkungan maupun manajemen pemeliharaan. Penanganan luka umumnya menggunakan antiseptik kimia, namun penggunaannya berpotensi menimbulkan resistensi dan efek samping. Kunyit (Curcuma longa) diketahui memiliki senyawa bioaktif seperti kurkumin, flavonoid, dan tanin yang bersifat antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas salep ekstrak rimpang kunyit terhadap penyembuhan luka gores pada domba lokal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ternak Ruminansia Kecil Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan: P0 (kontrol, iodine), P1 (salep kunyit 4%), P2 (salep kunyit 8%), dan P3 (salep kunyit 12%), masing-masing dengan empat ulangan (16 ekor domba). Data dikumpulkan melalui observasi harian selama 14 hari menggunakan metode scoring (warna luka, keropeng, kelembaban) dan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa pemberian salep ekstrak kunyit berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap percepatan penyembuhan luka, dengan konsentrasi 12% memberikan skor kesembuhan tertinggi. Temuan ini menegaskan potensi kunyit sebagai alternatif terapi herbal yang efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk kesehatan ternak.
Dosis Pemberian Gonadotropin Releasing Hormone Yang Berbeda Dengan Pgf2α Terhadap Karakteristik Estrus Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Domba Ekor Tipis Betina Priyatun, Rumi; Wibowo, Haris Tri; Andanawari, Suci; Akbarrizki, Muzizat; Rosa Zulfikhar; Wahyuni, Sri; Siswanto, Ferbian Milas; Cahyani, Annisa Putri
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 20 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.20.4.227-231

Abstract

Estrus synchronization is one method to standardize the estrus cycle in thin-tailed sheep. The objective of this study was to evaluate estrus quality and the success of artificial insemination using PGF2α hormone combined with GnRH. Hormones were administered by intramuscular (IM) injection. Sixteen female thin-tailed sheep aged 2–3 years with body weights of 33–35 kg were used. Treatments were divided into four groups with four replications: P0 (PGF2α 1 ml + GnRH 0 ml), P1 (PGF2α 1 ml + GnRH 0.5 ml), P2 (PGF2α 1 ml + GnRH 1 ml), and P3 (PGF2α 1 ml + GnRH 1.5 ml). Estrus observation was conducted visually. Artificial insemination was performed using frozen semen, and pregnancy detection was carried out with the PregnaDrop test kit. Data were analyzed using descriptive statistics and the Kruskal–Wallis test. The results showed that the administration of GnRH and PGF2α significantly affected the success of artificial insemination, with estrus onset differing significantly (P<0.05) and estrus intensity differing highly significantly (P<0.05). The best dose was found in P3 (PGF2α 1 ml + GnRH 1.5 ml).
Tingkat Keberdayaan KWT Ngudi Rahayu terhadap Inovasi Pembuatan Garlic Butter Wibowo, Haris Tri; Khamid, Muh Nur
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1487

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Samirono Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang mulai tanggal 10 April sampai 8 Juni 2025. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat keberdayaan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rahayu terhadap inovasi pembuatan garlic butter; (2) menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, peran penyuluh, dan intensitas penyuluhan terhadap tingkat keberdayaan; serta (3) mengetahui efektivitas penyuluhan dan efektivitas perubahan perilaku anggota setelah dilakukan penyuluhan. Tingkat keberdayaan dianalisis melalui empat aspek, yaitu kemampuan mengakses informasi, mengambil keputusan, berusaha, dan menjalin hubungan/kerja sama. Data dikumpulkan dari 40 responden melalui wawancara, kuesioner, dan observasi. Penelitian ini menggunaan dua analisis statistik yaitu deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan anggota KWT berada dalam kategori “Berdaya” dengan persentase sebesar 74,62%. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan variabel pengalaman berusahatani, peran penyuluh, dan intensitas penyuluhan memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap tingkat keberdayaan. Sementara itu, hasil efektivitas penyuluhan menunjukkan peningkatan skor dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebesar 75,22% yang termasuk dalam kategori “Efektif” sedangkan efektivitas perubahan perilaku sebesar 50,86% yang dikategorikan “Cukup Efektif”.
Accelerating Downstream Agribusiness: An Analysis of Factors Driving Millennial Farmers' Interest in Innovative Yogurt Entrepreneurship Khamid, Muh. Nur; makmun, lutfan; Mubarokah, Wida Wahidah; Wibowo, Haris Tri; Permata, Early Nora
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i1.887

Abstract

This study aims to analyze the driving factors of millennial farmers' entrepreneurial interest in the innovative processing of cow's milk into Ambon banana yoghurt in Boyolali Regency. The local dairy farming sector faces challenges in optimising the added value of derivative products due to millennial farmers' limited knowledge. Using a descriptive quantitative approach, the study was conducted in Boyolali Regency, Central Java Province, Indonesia, from April to June 2025, with 33 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and questionnaires, then analyzed using descriptive analysis and multiple linear regression (SPSS). The descriptive analysis showed that millennial farmers' interest was relatively high (83.83%). The regression analysis identified that simultaneously, age, education level, and experience had a very significant effect on entrepreneurial interest (R2=0.713; p<0.01). Partially, education level and experience were the main determinants, while age was not a significant factor. The effectiveness of extension services was considered very effective (81.13%). The study concludes that cognitive factors (education and experience) play a crucial role in fostering interest in innovation-based entrepreneurship among millennial farmers. The study's results recommend a structured extension program to accelerate the downstreaming of agribusiness products. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero Hunger SDG 4: Quality EducationSDG 8: Decent Work and Economic GrowthSDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure