Penelitian ini menganalisis penerapan pengendalian internal kas dan perannya dalam mendukung efektivitas pengelolaan kas pada PT PMS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan manajer keuangan sebagai informan kunci dan didukung checklist dokumen yang mencakup struktur organisasi, SOP, batas otorisasi, bukti penerimaan dan pengeluaran kas, jurnal kas, rekening koran, rekonsiliasi bank, berita acara kas opname, pembatasan akses, bukti review, jurnal koreksi, dan dokumen tindak lanjut. Analisis mengacu pada lima komponen COSO. Hasil menunjukkan bahwa penerimaan dari penagihan piutang dan penjualan tunai didokumentasikan melalui BKM, dicatat dalam jurnal penerimaan, disetorkan ke bank, dan dilaporkan. Pengeluaran kas melalui pemeriksaan dokumen, otorisasi, transfer bank, BKK, dan pencatatan jurnal. Rekonsiliasi dan kas opname digunakan untuk mendeteksi serta mengoreksi selisih. Namun, informan kunci terlibat dalam fungsi menerima, menyimpan, mencatat, mengotorisasi, dan memeriksa kas sehingga menunjukkan konsentrasi fungsi yang tidak kompatibel. Penilaian risiko juga masih bertumpu pada rekonsiliasi dan belum dibuktikan melalui daftar risiko terdokumentasi. Dengan demikian, pengelolaan kas secara umum telah dikendalikan, tetapi pemisahan tugas, dokumentasi penilaian risiko, dan pemantauan independen masih perlu diperkuat.