Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

PENERAPAN TEKNIK SHIBORI MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI KULIT BUAH JELAWE (TERMINALIA BELLIRICA Tiurina, Devi Selviana; Hendrawan, Aldi; Rosandini, Morinta
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas manusia terus berkembang untuk menciptakan nilai estetika yang baik pada teksil, salah satu yang menjadi pilihan yaitu teknik shibori. Sebagian besar pewarnaan teknik shibori menggunakan pewarna Indigo. Namun pewarna alami di Indonesia telah dikenal dan dipakai sejak lama dengan banyak jenis, seperti soga yang potensial. Salah satu pewarna alami soga adalah kulit buah jelawe (Terminalia Bellirica) yang dapat diekstraksi untuk menghasilkan tanin atau zat pewarna. Kulit buah jelawe memiliki kestabilan warna yang kuat dan memiliki tingkat keberhasilan warna yang baik pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi pewarna alami kulit buah jelawe dengan penggabungan jenis mordan untuk menghasilkan warna yang beragam dan mengaplikasikan susunan komposisi motif teknik shibori yang lebih bervariatif dan menarik pada lembaran kain. Kegiatan dalam penelitian ini berfokus pada metode eksperimentatif yang dilakukan berdasarkan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi literatur untuk mendapatkan data mengenai penerapan teknik shibori, pewarnaan, dan penggunaan mordan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa lembaran kain dengan motif teknik shibori yang terinspirasi dari keindahan alam. Kata kunci: teknik shibori, pewarna alam, kulit buah jelawe.
PENERAPAN TEKNIK SHIBORI MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI KULIT BUAH MANGGIS KERING Pramesti, Ghina; Hendrawan, Aldi
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik shibori memasuki industri fashion Indonesia dan mengalami perkembangan yang sangat pesat karena banyak digemari oleh masyarakat, inovasi terus dilakukan guna menghasilkan pengembangan pada segi warna, teknik, dan material. Banyaknya variasi pada teknik shibori menghasilkan bentuk visual yang beragam pada setiap motifnya. Penelitian ini memiliki tujuan menemukan peluang pengembangan variasi motif melalui teknik shibori guna menghasilkan motif yang lebih bervariatif dengan pewarna alami bubuk kulit buah manggis kering berdasarkan hasil warna yang lebih tampak serta penggunaan jenis mordannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Berdasarkan hasil pewarnaan ekstraksi bubuk kulit buah manggis kering memiliki hasil warna yang lebih terlihat jika dibandingkan dalam keadaan kering utuh. Penelitian ini menggunakan mordan atau fiksasi tunjung dan kapur sirih, karena menghasilkan warna yang tampak dan pekat. Penerapan teknik shibori yang dilakukan yakni mengembangkan variasi motif teknik kanoko dengan menggunakan toples kosmetik sebagai alat bantu dan didapatkan visual yang menghasilkan bentuk bulat presisi pada keseluruhan bagian motif serta memberikan hasil warna putih bersih pada motif yang tercetak. Dapat disimpulkan, bahwa pengembangan variasi motif shibori menggunakan pewarna alami bubuk kulit buah manggis kering dapat menghasilkan warna dan visual motif yang baru pada lembaran kain. Kata kunci: kulit buah manggis kering, teknik shibori, variasi motif
PENGOLAHAN PEWARNA ALAMI INDIGO STROBILANTHES CUSIA DENGAN TEKNIK BLOCK PRINTING PADA TEKSTIL Fadlillah, Muthya Rizka; Hendrawan, Aldi; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarna alami indigo adalah jenis pewarna yang berbentuk pasta dan bubuk yang sering digunakan dalam pembuatan batik melalui teknik pencelupan dengan memanfaatkan pasta indigo yang memiliki keunggulan berupa kepekatan warna biru dan kestabilan warna yang sangat baik pada serat kain. Menurut pengamatan dari para ahli, ada potensi besar untuk mengembangkan penggunaan pasta indigo dengan mengaplikasikannya dalam teknik surface, seperti block printing. Pada umumnya, dalam industri fashion, block printing dilakukan menggunakan pewarna sintetis. Oleh karena itu, ada kesempatan untuk menghadirkan inovasi baru dengan memanfaatkan pasta indigo dalam teknik block printing. Peluang ini dapat diwujudkan dengan mengaplikasikan pasta pewarna alami indigo dengan aktifator hydrosulfite pada teknik block printing, menggunakan alat cetak berupa wooden block. Teknik ini dapat menghasilkan berbagai motif yang organis pada lembaran tekstil. Untuk merealisasikan inovasi ini, dilakukan dengan pengamatan mendalam mengenai penggunaan pewarna indigo dan teknik block printing serta dilakukan pengkajian terhadap aplikasi pasta indigo dengan wooden block di atas lembaran tekstil, untuk menciptakan hasil yang optimal dan efektif. Pengaplikasian pasta indigo strobilanthes ini diterapkan dengan plat wooden block berbentuk flora fauna yang dicetak di atas kain alami dan sebuah produk busana sebagai pembuktian bahwa kain ini dapat diterapkan sebagai produk fashion. Kata kunci: pewarna alami, indigo strobilanthes cusia, dan block printing.
PENGOLAHAN PEWARNA ALAMI TEGERAN MENJADI PASTA UNTUK TEKNIK BLOCK PRINTING Putri, Wafa Nabila; Hendrawan, Aldi; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren penggunaan pewarna alami saat ini semakin banyak diminati, seperti ditunjukkan oleh banyaknya brand lokal yang mengadopsi konsep ini dengan gaya kontemporer. Namun, pewarna tegeran masih jarang digunakan oleh brand lokal. Pewarna tegeran menawarkan alternatif menarik karena telah dibudidayakan dengan baik dan mampu menghasilkan warna yang stabil. Selain itu, dari penelitian sebelumnya tegeran telah teruji menghasilkan warna yang pekat dengan teknik perendaman. Maka dari itu, pewarna tegeran memiliki potensi besar untuk memperkaya variasi pewarna alami yang tersedia. Metode ekstraksi pewarna alami biasanya dalam bentuk larutan untuk teknik perendaman seperti batik atau celup ikat. Di Indonesia, penggunaan pewarna alami sebagai tinta atau pasta untuk teknik block printing masih jarang ditemui. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk pengembangan cairan pewarna alami tegeran menjadi bentuk pasta yang dapat diaplikasikan pada teknik block printing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif termasuk studi literatur, observasi, wawancara, serta eksperimen. Penelitian ini menghasilkan lembaran kain dan busana sebagai contoh penerapan pada produk fesyen, dengan pengolahan motif menggunakan pewarna pasta alami tegeran dalam teknik block printing. Hasil tersebut menunjukan kefektifan dalam pengolahan motif. Selain itu, peneliti mengembangkan metode baru yang memberikan panduan untuk aplikasi pewarna pasta alami pada tekstil dengan teknik block printing, serta membuka peluang untuk inovasi lebih lanjut dalam pengolahan pewarnaan tekstil alami. Kata kunci: pewarna alami tegeran, pasta, block printing
PENGOLAHAN PEWARNA ALAMI TINGI MENJADI PASTA UNTUK TEKNIK BLOCK PRINTING Pelealu, Euglea Andrea; Hendrawan, Aldi; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarna alami saat ini menjadi tren dalam pewarnaan busana kontemporer. Pewarna soga tingi merupakan salah satu jenis pewarna alami yang sering digunakan karena kepekatan dan stabilitas warnanya yang sangat baik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pewarna soga tingi efektif dalam teknik sablon, dimana soga tingi menghasilkan warna yang konsisten setelah proses fiksasi dengan berbagai mordan. Namun, saat ini pewarna alami umumnya lebih sering digunakan dalam bentuk cairan untuk teknik celup daripada dalam bentuk pasta untuk teknik block printing. Hal ini menunjukkan adanya peluang yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mengolah pewarna alami menjadi pasta untuk teknik tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan proses pengolahan pewarna alami soga tingi menjadi pasta yang dapat digunakan dalam teknik block printing. Metode penelitian yang akan diterapkan meliputi observasi langsung, studi literatur, wawancara dengan ahli di bidang terkait, dan eksplorasi pengolahan pewarna menjadi pasta. Hasil akhir penelitian ini berupa lembaran kain dan busana sebagai contoh penerapan teknik block printing dengan pasta alami pada produk fesyen. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan dan inovasi pengolahan pewarna alami, serta membuka peluang baru dalam pengaplikasian motif pada kain. Kata kunci : pewarna alami tingi, pasta, block printing
APLIKASI PEWARNA ALAMI INDIGO DENGAN TEKNIK CELUP DAN BLOCK PRINTING MENGGUNAKAN MEDIA ALTERNATIF PELEPAH PISANG PADA TEKSTIL Maharani, Raditha; Hendrawan, Aldi; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kesadaran terhadap pewarna alami dalam sub sektor fesyenmendorong penggunaan pewarna indigo dari Indigofera tinctoria. Namun, aplikasi pewarnaalami indigo saat ini terbatas pada teknik celup, sementara potensi pelepah pisang sebagaimedia alternatif block printing belum dioptimalkan meskipun memiliki nilai khas danketersediaan yang berlimpah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi aplikasipewarna alami indigo melalui kombinasi teknik celup dan block printing menggunakan mediaalternatif pelepah pisang pada tekstil. Metode penelitian menggunakan pendekataneksplorasi melalui studi literatur, wawancara mendalam, observasi, dan eksplorasi aplikasiteknik. Hasil penelitian menunjukkan larutan indigo konsentrasi 200% (6 gram indigo bubuk,10 gram soda Ash, 10 gram hydrosulfite, 100 ml air panas) menjadi formula optimal untukblock printing dengan definisi motif jelas. Eksplorasi pelepah pisang menghasilkankarakteristik unik dengan ruas dan rongga khas struktur pelepah berupa potonganmemanjang menghasilkan bentuk geometris, sedangkan potongan melintang menghasilkanbentuk organis. Penelitian berhasil menghasilkan berbagai motif melalui kombinasi teknikcelup dan block printing yang membentuk komposisi visual ekspresif dan unik, menghadirkanmotif bernilai kontemporer melalui teknik konvensional. Manfaat penelitian inimembuktikan efektivitas pemanfaatan pewarna alami indigo dalam dua teknik penerapan,mengoptimalkan potensi pelepah pisang sebagai media alternatif block printing, danmemperkuat konsep visual berbasis sumber daya alam dengan nilai estetika khas.Kata kunci: Indigofera tinctoria, teknik celup, block printing, dan pelepah pisang.
EKSPLORASI KOMBINASI PEWARNA ALAMI SECANG DAN TINGI DALAM PENERAPAN TEKNIK CAP PELEPAH PISANG Azizah, Hasna Nur; Hendrawan, Aldi; Putri, Shella Wardhani
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna alam semakin diminati sebagai alternatif pewarna sintetis yangdapat mencemari lingkungan. Salah satu jenis pewarna alam adalah secang, penghasil zatwarna merah. Namun, ketahanan warna secang mudah luntur setelah fiksasi dan pencucian,sehingga diperlukan metode yang tepat untuk meningkatkan kestabilannya. Pewarna secangterdapat dalam motif ecoprint, bagian teknik printing atau cap yang kian beragam. Penelitiansebelumnya, eksplorasi pengecapan menggunakan pelepah pisang dengan pewarna alamindigofera, tetapi penelitian ini belum mengeksplorasi pewarna secang yang umum digunakandalam industri tekstil. Penelitian ini bertujuan menggali potensi kombinasi pewarna alamisecang dan tingi dalam teknik cap media pelepah pisang dengan metode penelitian kualitatifdan eksperimen terhadap kombinasi pewarna, variasi mordan, serta prosedur penerapanpengecapan. Hasil eksplorasi menunjukkan teknik cap pelepah pisang dengan kombinasipewarna alami secang dan tingi menghasilkan bentuk geometris dengan kestabilan warnamerah cerah. Luaran penelitian berupa lembaran kain dari penerapan rancangan eksplorasiyang diharapkan dapat memberikan alternatif ramah lingkungan bagi perajin tekstil sertadigunakan untuk mengembangkan produk fesyen berkelanjutan.Kata kunci: Pelepah Pisang, Pewarna Alami Secang, Teknik Cap
OPTIMALISASI TEKNIK ECOPRINT DYED BLANKET DI UMKM BAGJA Qinthara, Delfira Zahra; Hendrawan, Aldi; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagja merupakan salah satu UMKM yang menerapkan teknik ecoprint sebagai metodeproduksinya, dan menjadi urgensi pada penelitian ini yang bertujuan untuk mengembangkanteknik ecoprint dyed blanket dalam menghasilkan warna alami yang merata, dan menerapkanprinsip desain pada lembaran kain di UMKM Bagja. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah kualitatif, yang mencakup studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Proseseksplorasi dimulai dengan memahami proses teknik ecoprint dyed blanket, lalu mencari jenismordan dan tambahan bahan pada pewarna secang yang dapat menghasilkan warna denganoptimal, dilanjutkan dengan menerapkan prinsip desain pada komposisi motif yang dihasilkan.Hasil eksplorasi menujukkan bahwa metode pre-mordanting menggunakan larutan tawas, sodaash, sodium asetat, dan symplocos dengan pewarna secang + tingi dapat menghasilkan warnayang pekat dan merata. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalammengembangkan potensi pada UMKM Bagja.Kata Kunci: Ecoprint dyed blanket, Mordanting, Pewarna Alami, Prinsip Desain, UMKM Bagja.
PENGAPLIKASIAN BUNGA PADA PRODUK ECOPRINT DENGAN TEKNIK STEAM DI UMKM BAGJA Hendriyana, Yosiani; Hendrawan, Aldi; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecoprint merupakan teknik pencetakan motif dan warna pigmen yang menggunakan material alam seperti daun, bunga, dan ranting. Salah satu UMKM yang menggunakan teknik ecoprint sebagai teknik utama produksinya yaitu UMKM Bagja. Sebelumnya UMKM Bagja hanya menggunakan berbagai material daun saja. Seiring berjalannya waktu UMKM Bagja ingin mengembangkan produk ecoprint dengan material bunga. Material bunga yang digunakan dalam pembuatan motif ecoprint yaitu Bunga Mawar Merah, Bunga Mawar Pink, Bunga Marigold, Bunga Aster ungu, dan Bunga Jati. Penelitian ini merupakan penelitian problem base dengan tujuan mengembangkan ecoprint dengan material bunga di UMKM Bagja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data pendukung berupa studi literatur, wawancara, observasi dan eksplorasi. Eksplorasi bunga, eksplorasi mordan, dan eksplorasi waktu pengukusan. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu lembaran kain dengan teknik ecoprint steam material bunga di UMKM Bagja. Kata kunci: Bunga Aster Ungu, Bunga Jati, Bunga Marigold, Bunga Mawar, Ecoprint, Teknik Steam, UMKM Bagja
PENGEMBANGAN FORMULASI PEWARNA ALAM KOMBINASI SECANG DENGAN MORDAN SYMPLOCOS UNTUK PEWARNA TEKSTIL Tirtasari, Galuh Istiqomah Kartika; Hendrawan, Aldi; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarna alami menjadi alternatif ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis karenalebih mudah terurai dan tidak beracun. Salah satu pewarna alami yang dapat menghasilkan warnamerah pekat adalah kayu secang (Caesalpinia sappan Linn). Namun, kelemahan utama dari pewarnasecang adalah kestabilan warnanya yang rendah, sehingga mudah luntur setelah pencucian atauterpapar sinar matahari. Untuk meningkatkan ketahanan warna, penelitian sebelumnya telahmenunjukkan bahwa penggunaan symplocos atau daun loba sebagai fiksator dapat memperkuatwarna pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan peningkatan ketahanan warnasecang dengan menggunakan mordan symplocos, menemukan formulasi optimal untuk variasi warnaterbaik, dan mengaplikasikan hasilnya pada lembaran kain dengan menggunakan teknik patchwork.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa studiPustaka, observasi, wawancara dan juga eksplorasi formula dengan tiga metode mordanting. Hasileksperimen menunjukkan bahwa kombinasi secang dan symplocos melalui metode meta-mordanting(Simultan) dapat menghasilkan warna merah marun yang lebih tahan luntur dengan melewati empatkali pencucian. Dengan menambahkan mordan tawas dan tunjung dengan metode pre-mordantingdan post-mordanting, dapat menghasilkan variasi warna yang berbeda.Kata kunci: Pewarna Alam, Kayu secang, Symplocos, Mordan, Pewarna tekstil