Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM TENTANG HAK AHLI WARIS PENGGANTI (MAWALI) DI PENGADILAN AGAMA POLEWALI MANDAR (Studi Putusan no. 206/Pdt/2015/Pa.Pwl) Andi chandra Kurniawan Amrin; Patimah Patimah; Ibnu Izzah
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v3i1.22966

Abstract

AbstrakPokok penelitian ini adalahanalisis yuridis terhadap putusan hakim tentang  hak ahli waris pengganti (mawali) di pengadilan agama polewali mandar  (studi putusan no.206/pdt/2015/pa.pwl). Pokok permasalahan terdiri dari dua sub masalah yaitu: 1) Bagaimana dasar hakim dalam menetapkan mawali di Pengadilan Agama Polewali? 2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap putusan hakim dalam menetapkan mawali di Pengadilan Agama Polewali? Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dasar penetapan hakim dalam memutus perkara ahli waris pengganti tidak lepas pasal 185 Kompilasi Hukum Islam dan sebelum hakim di Pengadilan Agama Polewali memberikan putusan mengenai ahli waris pengganti, terlebih dahulu hakim menetapkan harta sebagai harta bersama, menetapkan bagian ahli waris, lalu setelah itu hakim kemudian menetapkan ahli waris pengganti. Putusan hakim pengadilan agama polewali dalam putusan No. 206/Pdt/2015/Pa.Pwl sudah sesuai dengan ketentuan hukum Islam yang termuat dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 185 ayat 1 yang mengatakan bahwa ahli waris yang meninggal lebih dahulu dari pada si pewaris maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya.Implikasi penelitian ini adalah:  1) KHI sebagai jelmaan hukum Islam itu sendiri, maka dari itu putusan hakim haruslah selalu mengedepankan KHI sebagai pedoman utama dalam memutus perkara, 2) ahli waris pengganti merupakan  masalah kontemporer hukum Islam, sehingga dalam menetapkan hukumnya harus mengedepankan prinsip kemaslahatan bagi semua pihak yang terkait.Kata Kunci: Putusan Hakim, Ahli Waris Pengganti, Kompilasi Hukum Islam AbstractThe subject of this research is a juridical analysis of the judge's decision on the rights of substitute heirs (mawali) in the polewali mandar (study of decision no. 206/pdt/2015/pa. pwl). religious court. The main problem consists of two sub-problems, namely: 1) What is the basis for judges in determining mawali at the Polewali Religious Court? 2) How is Islamic law reviewing the judge's decision in determining mawali at the Polewali Religious Court? The results of this study indicate that the basis for determining the judge in deciding the case of substitute heirs cannot be separated from Article 185 of the Compilation of Islamic Law and before the judge at the Polewali Religious Court gives a decision regarding the replacement heir, the judge first determines the property as joint property, determines the share of the heirs, then after that the judge then determines the successor heirs. The decision of the polewali religious court judge in decision no. 206/Pdt/2015/Pa. Pwl is in accordance with the provisions of Islamic law contained in the Compilation of Islamic Law article 185 paragraph 1 which says that an heir who dies before the heir can be replaced by his son.The implications of this research are: 1) KHI as the incarnation of Islamic law itself, therefore the judge's decision must always prioritize KHI as the main guideline in deciding cases,. 2) the replacement heir is a contemporary problem of Islamic law, so that in determining the law it must prioritize the principle of benefit for all parties concerned.Keywords: Judge's Decision, Substitute Heirs, Compilation of Islamic Law.
PROSES PELAKSANAAN KURSUS CALON PENGANTIN DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TAMALANREA DAN KECAMATAN BIRINGKANAYA Zulkifli Wahab; Supardin Supardin; Patimah Patimah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7122

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pelaksanana Suscatin di KUA Tamalanrea dan KUA Biringkanaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian (field research) kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada pada dua (2) wilayah kecamatan di Kota Makassar yakni KUA Tamalanrea dan KUA Biringkanaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan teologis (syar'i), pendekatan yuridis formal, dan pendekatan sosiologis. Sumber data yakni Kepala Kantor Urusan Agama dan beberapa Pejabat dan Penyuluh Kantor Urusan Agama di Kecamatan Biringkanya dan Kecamatan Tamalanrea serta beberapa resopnden lainnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokuementasi dengan instrumen pedoman observasi dan pedoman wawancara. Data diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan kursus calon pengantin pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya Kota Makassar masih jauh dari target waktu yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 16 jam pelajaran, semetara realisasinya hanya berkisar  kurang lebih 2 jam, sehingga berpengaruh terhadap target materi yang ingin disampaikan. Dengan demikian proses pelaksanaan suscatin pada Kantor Urusan Agama di Kecamatan Tamaranrea dan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar terkesan hanya menjalankan peraturan tetapi mengabaikan apa yang sebenarnya yang menjadi esensi dari pelaksanaan suscatin tersebut. Suscatin atau bimbingan yang diberikan kepada calon pengantin merupakan dasar dari tujuan membangun keluarga yang harmonis.
FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA PERNIKAHAN USIA ANAK DI KABUPATEN PANGKEP Zulfadli Zulfadli; M. Saleh Ridwan; Patimah Patimah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i2.7305

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Pernikahan Usia Anak di Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Adapun sumber data penelitian ini bersumber dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penelitian ini tergolong penelitian dengan jenis data kualitatif yaitu dengan mengelola data primer yang bersumber dari beberapa Kantor urusan Agama  Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab terjadinya pernikahan usia Anak di Kabupaten Pangkep tidak terlepas dari beberapa hal berikut ini yaitu faktor ekonomi faktor ini paling banyak ditemui di lokasi penelitian selain dari faktor ekonomi ada beberapa faktor seperti faktor pendidikan yang rendah ini sangat berpengaruh pada kasus Pernikahan Usia Anak kemudian faktor dorongan orang tua dalam hal ini perjodohan dan faktor diskriminasi gender ini cenderung melemahkan kaum perempuan sehingga perempuan hanya dijadikan pemuas nafsu seksual semata dan dianggap pelayan bagi kaum laki-laki saja, serta faktor adat istiadat faktor ini yang berkembang dimasyarakat akan pengaruh paham leluhur yang mangharuskan anaknya menikah ketika sudah ada tiga pemudah datang melamar maka yang ketiga harus diterimah karena takut tidak akan adalagi yang datang dan ini memang terbukti bahwa ketika sudah cukup tiga laki-laki datang melamar maka sulit ada laki-laki yang keempat untuk datang melamar lagi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING, DAN ORGANIZING) OLEH GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPTIF KELAS VII SMP NEGERI 2 PERCUT SEI TUAN TAHUN PEMBELAJARAN 2018/2019 Patimah Patimah; Azhar Umar
Asas: Jurnal Sastra Vol 8, No 1 (2019): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.436 KB) | DOI: 10.24114/ajs.v8i1.13122

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui sekaligus mendeskripsikan penerapan model pembelajaran CORE (connecting, organizing, reflecting, dan extending) oleh guru dalam pembelajaran menulis teks deskriptif kelas VII SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan. Subjek penelitian ini adalah satu orang guru bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan dan dan siswa kelas VII-6 berjumlah 27 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah metode Deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dilakukan  dengan cara observasi partisipasi pasif (nonpartisipan) karena peneliti memang hadir di tempat kegiatan penelitian atau orang yang diamati, tetapi peneliti tidak terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Di lihat dari pelaksanaan model pembelajaran Core selama proses pembelajaran, diperoleh hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CORE (connecting, organizing, reflecting, dan extending) yang dilaksanakan guru dalam pembelajaran menulis teks deskriptif di kelas VII SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan mendapat nilai 75 dan guru termasuk ke dalam kategori baik dalam menerapkan model pembelajaran di sekolah.Kata kunci: Model Core, Pembelajaran, Menulis Teks Deskriptif.
INTEGRASI PENDIDIKAN MORAL DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK PADA JENJANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Patimah Patimah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.003 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v1i2.743

Abstract

Fase perkembangan anak pada usia dini merupakan fase awal individu mengembangkan potensi  yang dianugerahkan. Tuhan kepada manusia. Secara umum  pendidikan prasekolah dimaksudkan untuk menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai kehidupan. Disamping itu program  pendidikan prasekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan,  minat dan perkembangan anak. Bidang pendidikan anak usia dini, terdapat dua pendekatan mendasar yang digunakan, yaitu  pendekatan perilaku dan pendekatan perkembangan.Program kelas yang berpusat pada anak merupakan pendekatan pembelajaran  yang berorientasi perkembangan yang berusaha mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak secara optimal. Pendekatan  kelas yang berpusat pada anak didasarkan atas keyakinan bahwa anak akan tumbuh dan belajar dengan baik jika merekadilibatkan secara alamiah dalam proses belajar.Program  kelas yang berpusat pada anak mendukung peran serta keluarga dalam berbagai cara. Meskipun metodenya berbeda-beda namun para guru dan pengelola pendidikan harus tetap mendukung keluarga untuk terlibat secara aktif dalam semua aspek program. Pada prinsipnya, segala upaya untuk memfasilitasi seluruh aspek perkembangan anak secara optimal dapat tercipta melalui kesungguhan pihak-pihak yang terlibat dalam program pendidikan tersebut. Kesetaraan serta rasa tanggung jawab yang besar dari masing-masing pihak akan membantu pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan. Kata Kunci : Pengembangan Potensi Anak Usia Dini, Pendekatan Kelas,  Potensi Anak
Development Of Caulis Extract (Tinospora Crispa (L.) Hook. F. & Thomson As Plasmodium In Preparations Tablets Patimah Patimah; Junie Suriawati; Siti Rahayu Rahmawati
SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): SANITAS Volume 9 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36525/sanitas.2018.2

Abstract

Brotowali (Tinospora crispa (L.) Hook. f. Thomson is a wild plant & in the Woods, fields or planted page near the fence, and the usual planted as medicinal plants. The entire plant (roots, stems, and leaves) has a bitter taste that can be used as a traditional medicine as Plasmodium. This research aims to make the tablet dosage of Caulis extract with gelatin Binder and polivenilpirolidon materials that meet the requirements of the physical quality of a tablet that is acceptable. Prior to the manufacture of tablets do extract raw materials testing which includes the determination of the levels of ash, determination of microbial impurities, testing the determination of aflatoxin levels of impurities, the determination of the levels of pesticide residues, the determination of the level of heavy metal impurities. Caulis extract tablet manufacture is made with two formula with each different binding materials, namely formula I used gelatin formula II 5% and 5% use polivinilpirolidon. The methods used in the manufacture of Caulis extract tablets using a wet granulation method. Granul tested his physical properties obtained covering moist, flow properties, compressibility granule. Tablets obtained physical quality test performed which include uniformity of weight, hardness, size uniformity, compressibility, and the crushed tablets. The data obtained were analyzed statistically using SPSS 15.0 for windows program namely testing T-Test with a 5% confidence. The results showed that the two formula tablets with the uniformity of weight, hardness, size uniformity, compressibility, and the time crushed tablet that meets the requirements of the physical quality of a good tablet. The conclusions of this research are extracted Caulis tablet can be created that meets the requirements of physical quality test tablet.
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP ISBAT NIKAH ANAK DIBAWAH UMUR Nurmayasari Nurmayasari; Patimah Patimah; Rahmatiah HL
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 2 Nomor 3 April 2021
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v3i1.21877

Abstract

 AbstrakPokok permasalahan pada penelitian ini ialah bagaimana Analisis Yuridis Putusan Hakim terhadap Isbat Nikah anak dibawah umur (Studi Putusan 0140/Pdt.P/PA/Pkj.). Jenis penellitian ini tergolong dalam Kualitatif deskriptif yaitu merupakan jenis  penelitian lapangan (File research) dengan menggunakan metode pendekatan normatif dan empiris. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah buku terkait judul, internet, dan karya ilmiah yang terkait dengan judul. Selain itu, metode observasi, wawancara dan studi dokumen juga digunakan dalam mengumpulkan sumber data. Kemudian instrument penelitian terdiri dari putusan hakim, pedoman wawancara, handphone dan alat tulis. Lalu teknik pengelolahan yang digunakan adalah identifikasi data, editing dan coding. Dan metode analisis data dilakukan dengan penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Isbat nikah dapat dilakukan terhadap perkawinan yang dilaksanakan secara sah menurut Agama dan kepercayaan masing-masing para pihak. Dalam hal ini, pengadilan Agama Pangkajene tidak melegalkan perkara Isbat nikah, baik perkara isbat nikah terhadap anak dibawah umur ataupun bukan. hanya saja ada pengecualian untuk mengabulkan permohonan tersebut dengan mengutamakan asas kemaslahatan. Implikasi dari penelitian ini adalah : 1.) pemerintah harus memberikan regulasi yang sangat ketat agar tidak ada lagi yang terjadi pernikahan anak dibawah umur sehingga tidak ada yang dapat dirugikan bagi masyarakat atau pemerintah. 2.) mengedukasi masyarakat tentang hukum perkawinan dan juga penerapannya merupakan salah satu langkah untuk memangkas penyelundupan hukum di Indonesia.Kata Kunci: Isbat Nikah, Perkawinan Anak dibawah umur, Putusan.AbstractThe problems of the research is how the Juridical Analysis of the Judge's Decision on the Marriage Isbat of minors (Study of Decision 0140/Pdt.P/PA/Pkj.). The type of research is classified as descriptive qualitative like of field research (file research) with the research approach used two approach are a normative and empirical approach. The data sources of this research are books related to the title, the internet, and scientific works related to the title. Furthermore, the data collection methods used were observation, interviews and document studies. Then the research instrument consists of the judge's decision, interview guidelines, cellphones and stationery. Then the management techniques used are data identification, editing and coding. And the data analysis method is done by data reduction, data presentation and conclusion drawing. The conclution of this research is that the Isbat of marriage can be carried out on marriages that are carried out legally according to the religion and beliefs of each party. In this case, the Pangkajene Religious Court did not legalize the Isbat marriage case, whether the marriage isbat case against minors or not. it's just that there are exceptions to grant the request by prioritizing the benefit principle. The implications of this research are: 1.) The government must to give regulations so that no more child marriages occur so that no one can be harmed for the community or the government. 2.) make socialization from government to educating the public about marriage law and its implementation is one of the steps to reduce legal smuggling in Indonesia.Keywords: Decision, Marrige Ratification, The Cild Marrige.
Pemberdayaan Calon Alumni D-III Anafarma Melalui Usaha Pembuatan Bawang Hitam untuk Meningkatkan Pendapatan Patimah Patimah; Dodi Irwandi; Joko Sulistiyo; Arni Widyastuti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 4 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i4.11176

Abstract

Bawang hitam (black garlic) merupakan hasil pemanasan dari bawang putih sehingga dihasilkan warna hitam, rasanya sedikit manis, bertekstur lemut, gurih, dan terasa kenyal. Sebagai bentuk pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Program Studi Diploma III Analisis Farmasi dan Makanan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan untuk membina calon alumni Prodi D3 Anafarma Poltekkes Kemenkes Jakarta II tentang cara pembuatan dan pemasaran bawang hitam (Black garlic). Manfaat yang dapat diperoleh binaan dari kegiatan ini antara lain dapat membuat bawang hitam (black garlic) dan memasarkannya baik secara online maupun offline. Metode yang digunakan merupakan pelatihan dan pendampingan yang terdiri dari: pelatihan pembuatan bawang hitam dengan menggunakan alat yang sederhana, pelatihan pembuatan label kemasan, pendampingan pembuatan nama produk, dan pelatihan pemasaran produk. Hasil dari kegiatan ini dapat menghasilkan calon wirausahawan baru yaitu alumni telah melakukan pemasaran secara offline sebanyak 9 paket dan secara online sebanyak 3 paket, Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah menciptakan satu tim alumni Prodi D-III Analisis Farmasi dan Makanan menjadi wirausaha baru.
URGENSI BIMBINGAN KELUARGA SAKINAH BAGI KETAHANAN KELUARGA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM Aby Abdillah Ibnu Yahya; Patimah Patimah; Muhammad Fajri
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 2
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v4i2.28925

Abstract

This thesis discusses the urgency of guidance for the sakinah family at the Office of Religious Affairs in terms of Islamic Law at the Office of Religious Affairs, Manggala District. With the main problem, how is the urgency of sakinah family guidance for family resilience in terms of Islamic law and how is the implementation of sakinah family guidance in the Office of Religious Affairs, Manggala District. This type of research is a qualitative research using a normative approach to Islamic law, juridical. The data sources of this study are primary and secondary data sources, then for the data collection methods sourced from primary data in the form of direct interviews and documentation. This research was conducted at the Office of Religious Affairs, Manggala District, with the results of the study that it is mandatory for each KUA to apply Sakinah Family Guidance which aims to make brides and grooms know more about the basics of dealing with and fostering a household so as to minimize divorce rates and domestic violence. The scholars have also agreed that the formation of the law for the benefit of this ummah has created good and avoided evil. and the implementation of this guidance received a positive response from the bimwin participants because they had presented the main materials and had also tried their best in implementing bimwin to the community. Suggestions from the author It is necessary to have awareness and attention from the Government and the community about the importance of implementing sakinah family guidance for family resilience in the community in order to minimize the divorce that occurs.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PROSESI TRADISI UPACARA ADAT MA’BAKU-BAKU PADA MASYARAKAT URU (STUDI KASUS DESA LEDAN KECAMATAN BUNTU BATU KABUPATEN ENREKANG) Arfan Halim; Patimah Patimah; Istiqomah Istiqomah
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v4i3.35490

Abstract

The main problem in this research is how to review Islamic law on the traditional procession of the Ma'Mabku-Baku ceremony in the Uru community (Case Study of Ledan Village, Buntu Batu District, Enrekang Regency). The method used in this study is a descriptive qualitative method, namely in the form of field research. The data sources in this study are traditional leaders in Ledan Village, Buntu Batu District, Enrekang Regency as a community that still practices this custom. The results of this study indicate that the efforts made by traditional leaders and the local community who still carry out this tradition in this case: 1. Procession of the Ma'Baku-Baku Traditional Ceremony which is carried out once every three years for two days and also several rituals are carried out before it is carried out Ma'Baku-baku ceremonial traditions such as Ma'Paria and Ma'pole bubun, 2. Review of Islamic Law Against the Procession of the Ma'Baku-Baku Traditional Ceremony Tradition can be said not to be in conflict with Islamic law, let alone associating partners with Allah. The implication of this research is: for the people who still carry out the traditional Ma'Baku-Baku ceremony so that they continue to carry out this tradition, this tradition must be preserved because it is a legacy of ancient ancestors, but the Ma'Baku-Baku tradition must also be in accordance with Islamic teachings which was under the Prophet Muhammad saw so there is no element of polytheism.