Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Keluarga Dan Keterampilan Serta Strategi Menurunkan Prevalensi Gizi Kurang Pada Balita Dengan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Syainah, Ermina; Nurhamidi, Nurhamidi; Anwar, Rosihan
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 1 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i1.509

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi atau gizi kurang merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah rata-rata. Malnutrisi disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang dan tidak tepat, kurangnya pengetahuan orang tua tentang nutrisi pada anak. Pengaturan pengelolaan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan ibu hamil kurang energi kronis ini adalah sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait dalam pengelolaan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan ibu hamil kurang energi kronis. Permasalahan gizi perlu mendapatkan perhatian yang serius demi kelangsungan hidup anak balita yang pada akhirnya berpengaruh pula pada kelangsungan hidup bangsa karena gizi berkontribusi besar terhadap peningkatan sumber daya manusia. Desa Lok Baintan memiliki keunggulan spesifik dalam bidang budidaya hasil perikanan, petani, pencari ikan, pedagang hasil pertanian namun belum mampu mengembangkan secara maksimal keunggulan tersebut untuk dijadikan sebagai sumber penghasilan pendapatan. Tujuan: Peningkatan pengetahuan keluarga dan keterampilan serta strategi menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita dengan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal . Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan  dengan pendekatan partisipatif. Metode penyampaian melalui pendekatan adragogi sehingga diharapkan terjadi interaksi yang intensif antara peserta dengan tim  pelaksana, diskusi kelompok fokus, pendidikan dan pelatihan, dan keterampilan. Hasil: Peningkatan pengetahuan, keterampilan memasak, penurunan prevalensi gizi kurang dan peningkatan kemandirian. Simpulan: Program PMT berbasis pangan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita. Pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan semua pemangku kepentingan sangat krusial untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dalam perbaikan gizi.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif, Pengetahuan Gizi, Pendapatan Keluarga, Pola Makan, Dan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Weight Faltering (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Mesa Banjarmasin) Haqueena, Amalia; Nurhamidi, Nurhamidi; Aprianti, Aprianti; Farhat, Yasir
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 10 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i10.360

Abstract

Pemerintah Indonesia menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional. Kejadian stunting dimulai kenaikan berat yang tidak sesuai dengan target, atau "weight faltering". Efek jangka pendek dari weight faltering adalah terganggunya respon imun, terhambatnya pertumbuhan kognitif, fisik, dan psikomotor, masalah perilaku, kesulitan belajar, dan kematian bayi. Wilayah Puskesmas di Kota Banjarmasin yang prevalensi weight faltering nya paling tinggi adalah Puskesmas Sei Mesa sebesar 49,05%, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 37,85%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif, pengetahuan gizi, pendapatan keluarga, pola konsumsi, dan riwayat infeksi terhadap weight faltering pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Mesa Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data merupakan data primer dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 97 orang responden dari total populasi 893 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan sebanyak 45 orang balita (46,4%) mengalami weight faltering, 60 orang balita (6 1,86%) tidak mendapatkan ASI eksklusif, 94 orang ibu balita (96,90%) pengetahuan gizinya baik, 53 orang (54,64%) memiliki pendapatan keluarga rendah, 63 orang balita (64,94%) memiliki pola makan baik, dan 76 orang balita (78,35%) tidak menderita penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir. Kesimpulan ada hubungan antara pemberian ASI, pendapatan keluarga, pola makan, dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian weight faltering. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan kejadian weight faltering. Perlunya peningkatan pengetahuan dan perbaikan pola makan agar kejadian weight faltering dapat dicegah dan ditanggulangi sejak dini. Bagi  peneliti  selanjutnya  hendaknya  dapat  melakukan  penelitian  lanjutan dengan  menambahkan  variabel lainnya
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pola Asuh dan Status Ketahanan Pangan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting Pada Baduta 6-23 Bulan (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Kota Banjarbaru) Jannah, Raudhatul; Nurhamidi, Nurhamidi
Journal of Local Therapy Vol 4 No 1 (2025): Journal of Local Therapy
Publisher : Pusat Unggulan IPTEK Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jlt.v4i1.3722

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive due to malnutrition for a long time so that children are shorter than normal children their age. Stunting is not only caused by one factor but by many factors. The prevalence of stunting at the Landasan Ulin Health Center continued to increase from 2018 (16.0%), 2019 (21.89%) and 2020 (22.26%). Objective: To determine the relationship between maternal knowledge, parenting and household food security status with the incidence of stunting in children aged 6-23 months in the working area of the Landasan Ulin Health Center, Banjarbaru City. Methods: This type of research is an observational analytic study with a Cohort Retrospective design. The population of this study was all children aged 6-23 months in the working area of ??the Landasan Ulin Health Center and a sample of 92 children using the purposive sampling technique. Results: The knowledge of the mothers of children under two years was in the less category (47.8%), the parenting pattern for the children was in the sufficient category (39.1%), the household food security status was mostly classified as food insecure (42.4%) and the children who experienced stunting were less (40.2%) . Conclusions: There is a relationship between mother's knowledge, parenting, and household food security status with the incidence of stunting in children aged 6-23 months in the working area of ??the Landasan Ulin Health Center.
Family Food Availability Income and Consumption Patterns Cause Wasting in Toddlers in Martapura Timur District Abdurrachim, Rijanti; Nurhamidi, Nurhamidi; Hariati, Niken Widiastuti; Anwar, Rosihan; Emelia, Herizka Rizti
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 2 (2025): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i2.1176

Abstract

Asting, a condition characterized by low body weight in toddlers, has a prevalence of 28.94% in Martapura Timur District. This study aimed to explore the relationship between income, food availability, and consumption patterns as factors contributing to wasting among toddlers aged 12-59 months. Using a Cross-Sectional design, data were collected from 45 purposively sampled toddlers through questionnaires, food availability forms, and food frequency forms. Spearman Rank correlation (α=0.05) was employed for data analysis. Findings revealed that most mothers were under 20 or over 35 years old, with junior high school education and predominantly unemployed. Male toddlers were slightly more prevalent, with 82.2% classified as wasting and 17.8% in severe wasting. Low family income (below the minimum wage) was common (71.1%), and food availability ranged from insufficient to barely sufficient. Consumption patterns were largely suboptimal (64.4%), with staple food intake (<150 g/day) limited to rice and corn, animal protein (50 g/day) from eggs only, plant protein (<40 g/day) primarily from tofu, and minimum vegetable consumption (30 g/week of pumpkin, 1-3 times weekly). Statistical analysis indicated significant relationships between family income (p=0.048, r=0.296), food availability (p=0.048, r=0.296), and consumption patterns (ρ=0.002, r=0.455) with wasting. The strongest relationship was found in food availability. Efforts are being made to increase awareness through health centers, encouraging mothers to utilize home yards for food production, enhancing food availability, and improving children's diets. Addressing these factors can help reduce the prevalence of wasting and promote better nutrition in toddlers.
Family Food Availability Income and Consumption Patterns Causes of Toddler Wasting in East Martapura District Abdurrachim, Rijanti; Nurhamidi, Nurhamidi; Hariati, Niken Widiastuti; Anwar, Rosihan; Emelia, Herizka Rizti
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v3i2.560

Abstract

Asting, a condition characterized by low body weight in toddlers, has a prevalence of 28.94% in Martapura Timur District. This study aimed to explore the relationship between income, food availability, and consumption patterns as factors contributing to wasting among toddlers aged 12-59 months. Using a Cross-Sectional design, data were collected from 45 purposively sampled toddlers through questionnaires, food availability forms, and food frequency forms. Spearman Rank correlation (α=0.05) was employed for data analysis. Findings revealed that most mothers were under 20 or over 35 years old, with junior high school education and predominantly unemployed. Male toddlers were slightly more prevalent, with 82.2% classified as wasting and 17.8% in severe wasting. Low family income (below the minimum wage) was common (71.1%), and food availability ranged from insufficient to barely sufficient. Consumption patterns were largely suboptimal (64.4%), with staple food intake (<150 g/day) limited to rice and corn, animal protein (50 g/day) from eggs only, plant protein (<40 g/day) primarily from tofu, and minimum vegetable consumption (30 g/week of pumpkin, 1-3 times weekly). Statistical analysis indicated significant relationships between family income (p=0.048, r=0.296), food availability (p=0.048, r=0.296), and consumption patterns (ρ=0.002, r=0.455) with wasting. The strongest relationship was found in food availability. Efforts are being made to increase awareness through health centers, encouraging mothers to utilize home yards for food production, enhancing food availability, and improving children's diets. Addressing these factors can help reduce the prevalence of wasting and promote better nutrition in toddlers.