Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Yuniarto, Eko
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 2 (2017): September 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.65 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i2.63

Abstract

Tujuan penelitian yang didapatkan yaitu, pengembagan instrumen penilaian motivasi belajar mahasiswa pendidikan matematika pada matakuliah fisika dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Instrumen yang dikembangkan berupa kuosioner dengan lima skala Likert. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP-Unidha yang menempuh matakuliah Fisika dasar. Dari hasil peneltian dapat diketahui  bahwa sebanyak 13,33% mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi mendapatkan nilai A, sebanyak 26,67% mahasiswa mendapatkan nilai A-, sebanyak 36,67% mendapatkan nilai B+, sebanyak 23,33% mahasiswa mendapatkan nilai B, dan tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah B. Sedangkan untuk mahasiswa dengan motivasi sedang, tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai A, sebanyak 20% mahasiswa mendapatkan nilai A-, sebanyak 20% mahasiswa mendapatkan niai B+, sebanyak 60% mahasiswa mendapatkan nilai B, dan tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah nilai B. Instrumen yang dikembangkan ini efektif dan dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa Universitas Wisnuwardhana.Kata Kunci: instrumen penilaian, motivasi belajar, pendidikan matematika
PENGEMBANGAN LKS BERDASARKAN MASALAH KONTEKSTUAL PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR Kornelis Jaha Loli; Nia Wahyu Damayanti; Eko Yuniarto
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 6, No 1 (2018): VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2018
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.041 KB) | DOI: 10.23971/eds.v6i1.897

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian terhadap kesulitan yang dihadapi oleh guru matematika dan siswa di tingkat SMP, pemahaman yang rendah dari siswa tentang operasi hitung bentuk aljabar dikarenakan siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan pengetahuan tersebut dimanfaatkan dalam kehidupan nyata. Penggunaan perangkat pembelajaran yang berdasarkan masalah kontekstual akan sangat membantu siswa. Metode pengembangan yang digunakan adalah Research  and Developmepment dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengembangan ini dimaksudkan untuk mengetahui kevalidan (yang dihasilkan dari hasil validasi) dan keefektifan (yang dihasilkan dari hasil angket dan nilai siswa). Dari hasil penelitian dapat dikatakan valid karena diperoleh hasil validasi oleh ahli materi dan ahli desain pembelajaran yaitu 87,05%, dan efektif karena angket siswa sebesar 85,93%, dan nilai tes evaluasi dari 8 siswa telah mencapai nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu 70.
Development of Mathematics Learning Tools In The New Normal Era for MTs Students to Practice Critical Thinking Eko Yuniarto; Nia Wahyu Damayanti; Umul Khayati
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 3 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jelmar.v3i1.78

Abstract

The purpose of this research is that learning in Indonesia continues. The Covid-19 pandemic in Indonesia has made learning carried out online. Therefore, Learning Tool Development is also carried out online by utilizing E-Learning. The e-Learning used is zoom, quizizz, and google classroom. With online learning, it is hoped that students will remain enthusiastic in carrying out learning, even though there are many obstacles experienced by students during this online learning. Learning tools provided online are expected to train students' critical thinking in ways or strategies to solve mathematical problems or problems. By designing learning tools that are attractive, creative, and efficient so that students do not get bored during online learning, and can use smartphones positively and wisely. Learning kits consist of lesson plans, quizizz-based worksheets, and YouTube audio-visual materials. The purpose of this research is for learning to continue even in the new normal era due to the Covid-19 pandemic, by utilizing technology and information media such as E-learning.
SCAFFOLDING UNTUK SISWA YANG MENGALAMI KESULITAN PADA MATERI FUNGSI Lukas Loghe Tanggu; Nia Wahyu Damayanti; Eko Yuniarto; Bambang Winarto
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 13 No 1 (2023): Bulan Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v13i1.3084

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pemberian scaffolding terhadap siswa yang mengalami kesulitan pada materi fungsi. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII sebanyak 3 orang siswa, untuk memberikan scaffolding (bantuan) terhadap siswa yang mengalami kesulitan. Teknik Pengumpulan Data; 1) Observasi, 2) Wawancara dengan siswa, 3) Tes Dan Dokumentasi, 4) Scaffolding. Hasil penelitian menunjukan atau terindikasi siswa yang mengalami kesulitan pada materi fungsi dan melakukan proses scaffolding (bantuan) terhadap 2 butir soal pada materi fungsi yang dikerjakan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu berdasarkan proses pemberian scaffolding pada pembelajaran matematika pada materi fungsi kepada siswa yang terindikasi mengalami kesulitan berdasarkan hasil tes awal. Pemberian scaffolding dilakukan dengan beberapa tahap-tahap untuk mengurangi kesulitan siswa dalam mengerjakan soal. Scaffolding yang diberikan pada level 2 ada tiga tahap yaitu tahap explaining, reviewing and restructuring. Pada tahap explaining, scaffolding yang diberikan berupa penjelasan konsep materi fungsi, apa yang diketahui dalam soal serta langkah-langkah penyelesaian. Tahap reviewing, scaffolding yang diberikan berupa meyuruh siswa membaca ulang soal atau memeriksa kembali soal dan melakukan tanya jawab serta melakukan pengecekan hasil pekerjaan siawa. Adapun tahap restructuring, scaffolding yang diberikan kepada siswa berupa mengarahkan siswa ketika melakukan kesalahan dalam menentukan apa yang diketahui dari soal dan ketika melakukan langkah penyelesaian pada materi fungsi.
Entrepreneurship Assistance and Basic Financial Bookkeeping for Small to Medium Industries UD. Omah Nurjanah Ayu Agus Tya Ningsih; Ratnawati; Yayuk Ngesti Rahayu; M. Taufiq Noor Rokhman; Eko Yuniarto
Asian Journal of Community Services Vol. 2 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajcs.v2i10.6353

Abstract

This community service program aims to educate business actors in UD IKM. Omah Nurhanah Malang which operates in the cracker processed food industry. The main problems often faced by business actors include the lack of awareness of keeping business financial records due to a lack of knowledge about financial bookkeeping, resulting in a business financial system that cannot differentiate between business profits and personal cash and decreased motivation when faced with business problems, resulting in has an impact on the low level of carrying out new innovations. The method used is entrepreneurial motivation training and simple financial bookkeeping. The result of this service is that business actors understand how to do good entrepreneurship through financial recording, as well as increasing business motivation.
Problem-based scaffolding for prospective mathematics teachers in graph theory course Wulandari, Yunita Oktavia; Khasanah, Fitria; Yuniarto, Eko
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ijtmer.v6i3.253

Abstract

This study aimed to give a scaffolding process to improve the preservice teachers' ability in graph theory class. The present study implemented scaffolding techniques by administering graph theory questions. Four scaffoldings are used: (1) questioning, (2) prompting, (3) cueing, and (4) direct explanation. The choice of this problem can be observed through students' comprehension of graph theory. This research indicates that problem-based scaffolding can benefit students with challenges understanding graph theory. The students exhibit enthusiasm as they explore the interconnection between road systems, predatory and isomer, employing graph theory.
Penguatan Strategi Pemasaran Digital Produk Home Decoration Pada UMKM Corrie Galery Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Yuliana, Rachma; Rokhmawati, Dian; Yuniarto, Eko
Jurnal ABM Mengabdi Vol 11 No 2 (2024): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v11i2.1491

Abstract

Corrie Gallery makes various products made from fabric and thread as well as soap-based products, such as wall decorations that have value or are called "Valuable Products", that is, apart from being wall decorations, these decorations also have a fragrant scent which is complemented by the aroma of therapeutic oil to make it smell good. room. Corrie Gallery has been established for the last 5 years under the leadership of Mr. Andhik Dharmabakti is the owner of the UMKM Home Decoration and Fashion Corrie Gallery in the Handicraft business sector which is located at the Sawojajar Permai Shop Block A No 30, Sawojajar Village, Kedungkandang District, Malang City. This product from Corrie Gallery is made in such a way with a variety of designs and a combination of materials so that it becomes a product that has artistic value and selling power. Apart from Home Decoration Products, Corrie is also trying to develop Fashion Products, namely Women's batik clothes which are elegantly designed and have been displayed in several Fashion Show activities. The problem that has been agreed upon lies in digital marketing and product marketing that is less than optimal so that people do not recognize the products produced even though there are many kinds of products that are needed by the public. And marketing digitalization, namely studying digital marketing through social media, mass media and other supporting technologies. Get to know the market and audience to get to know more about the diversity of products produced. Using social media to build Brand Awareness so that Corrie Gallery can be known by the public both on social media and offline customers who come directly to the gallery. The approach method for this community service activity is educational, namely an interactive discussion followed by a question and answer session as a means of transferring knowledge to empower participants. The results achieved are of course a wider market because of this service activity, Corrie Gallery, sales automatically increase, they are better known to the public, they can develop products that are more popular with the consumer market.
Analisis Motivasi Belajar Siswa SMA/Sederajat dalam Pembelajaran Kimia Secara Daring di Masa Pandemik Purwanto, Kriesna Kharisma; Zuliatin, Qonik; Yuniarto, Eko; Gazali, Zulkarnain; Wijayadi, Andri Wahyu
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 15 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v15i2.2847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang motivasi belajar siswa SMA/Sederajat dalam pembelajaran daring serta aspek-aspek yang mempengaruhinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner terbuka dan tertutup dalam bentuk Google Form. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa memiliki rasa kemauan dan kesadaran yang tinggi untuk belajar dan menyelesaikan tugas selama pembelajaran daring, (2) tingkat motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring berada pada kategori tinggi, serta (3) aspek-aspek dominan yang memengaruhi tingkat motivasi belajar siswa adalah semangat belajar dan desain lingkungan belajar.
ANALISIS KETERBATASAN MEDIA PEMBELAJARAN: TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Yuniarto, Eko; Widayanti, Febi Dwi; Rahayuningsih, Sri; Rahmani, Atika Zulfa; Setya, Clarissa Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7508

Abstract

This research is motivated by the crucial role of instructional media in supporting contextual learning. However, many elementary schools in Malang City still face limitations in media resources. Initial observations found that the use of teaching modules without adequate illustrations makes it difficult for students to understand abstract concepts of geometric shapes. The focus of this research is to analyze these media limitations and identify effective solutions to improve student understanding. This research used a qualitative approach with a case study design, involving students, teachers, and the principal. Data were collected through interviews, observations, document studies, and questionnaires, which were then analyzed using thematic analysis. The results confirmed that the limitations of visual media make it difficult for students to differentiate, illustrate, and draw geometric shapes. The main finding is that the implementation of creative and technological solutions, such as the use of posters, animated videos, the creation of geometric shape miniatures, and GeoGebra software, proved effective in improving student understanding, creativity, and engagement. It is concluded that technological adaptation and a variety of instructional media are crucial for overcoming the limitations of contextual learning of abstract material and developing 21st-century skills. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran media pembelajaran dalam mendukung pembelajaran kontekstual, namun kenyataannya banyak sekolah dasar di Kota Malang masih menghadapi keterbatasan media. Observasi awal menemukan bahwa penggunaan modul ajar tanpa ilustrasi memadai menyebabkan siswa kesulitan memahami konsep abstrak bangun ruang. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis keterbatasan media tersebut dan mengidentifikasi solusi efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa, guru, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa keterbatasan media visual menyebabkan siswa kesulitan membedakan, mengilustrasikan, dan menggambar bangun ruang. Temuan utama adalah bahwa penerapan solusi kreatif dan teknologi, seperti penggunaan poster, video animasi, pembuatan miniatur bangun ruang, dan perangkat lunak Geogebra, terbukti efektif meningkatkan pemahaman, kreativitas, dan keaktifan siswa. Disimpulkan bahwa adaptasi teknologi dan variasi media pembelajaran sangat penting untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran kontekstual materi abstrak dan mengembangkan keterampilan abad ke-21.