Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN KECACINGAN STH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PENAMBANG PASIR DI CEMPAKA KOTA BANJARBARU Husniar, Siti; Rifqoh, Rifqoh; Elyn, Tini; Anton, Jujuk
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 2 No 1 (2022): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v2i1.1263

Abstract

Latar Belakang: Penambang pasir merupakan profesi pekerjaan yang kaitannya erat dengan tanah dan sangat mudah terkena penyakit infeksi kecacingan. Jika infeksi kecacingan dibiarkan cacing-cacing yang menginfeksi ini memberikan kontribusi besar terhadap kejadian anemia sehingga kadar hemoglobin menjadi turun. Tujuan penelitain ini untuk mengetahui adanya hubungan kecacingan STH (Soil Transmitted Helminth) dengan kadar hemoglobin pada penambang pasir di cempaka kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini yaitu Survey Analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, jumlah populasi sebanyak 21 orang dengan sampel sebanyak 21 sampel dan cara pengambilan menggunakan Teknik Total Sampling. Data kecacingan didapat dari pemeriksaan telur cacing dengan pemeriksaan mikroskopis metode Kato-Katz, sampel yang digunakan yaitu feses segar. Variabel kadar hemoglobin ditentukan dari pemerikasaan darah dengan metode Hematologianalyzer sampel yang digunakan yaitu darah EDTA. Hasil menunjukkan dari 21 responden ditemukan telur Ascaris lumbricoides 28,57% dengan intensitas ringan serta telur hookworm 9,52% dengan intensitas ringan dan Kadar hemoglobin yang normal 76,17%, Kadar Hemoglobin kurang dari normal sebanyak 23,80%. Berdasarkan uji statistik didapatkan (p= 0,364) bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecacingan STH (Soil Transmitted Helminth) dengan kadar hemoglobin pada penambang pasir di cempaka kota Banjarbaru.
HUBUNGAN KEJADIAN KECACINGAN STH DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA PENAMBANG PASIR DI CEMPAKA KOTA BANJARBARU -, Zahratannujhah; Rifqoh, Rifqoh; Muhlisin, Ahmad; Roebiakto, Erfan
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 2 No 2 (2022): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v2i2.1264

Abstract

Latar Belakang: Infeksi kecacingan merupakan salah satu infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di indonesia, salah satunya infeksi kecacingan Soil Transmitted Helminths. Pekerja yang beresiko terinfeksi adalah pekerja yang sehari-hari kontak langsung dengan tanah seperti penambang pasir dengan faktor Sanitasi lingkungan dan personal hygiene yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kejadian kecacingan STH dengan personal hygiene pada penambang pasir di Cempaka kota Banjarbaru. Metode: metode penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional, jumlah populasi dan sampel sebanyak 21 orang menggunakan teknik total sampling. Dengan memberikan kuesioner dan pemeriksaan telur cacing menggunakan metode kato katz. Hasil: Ditemukan sebanyak 14 orang (66,7%) negatif kecacingan STH dan 7 orang (33,3%) positif kecacingan STH, dengan EPG spesies cacing tambang sebanyak (96-192/gr feses) dan EPG Ascaris lumbricoides (24-48/gr feses). Responden dengan personal hygiene kurang baik sebanyak 13 orang (61,9%) dan baik sebanyak 8 orang (38,1%). Responden yang memiliki personal hygiene kurang baik sebanyak 7 orang (33,3%) positif kecacingan STH. Kesimpulan: ada hubungan antara personal hygiene dengan kecacingan STH berdasarkan analisa uji Fisher’s Exact dengan nilai p-value<α (0,018<0,05).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PEMANFAATAN OLAHAN SUKUN UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA DI BANTARAN SUNGAI MARTAPURA Rifqoh, Rifqoh; Jujuk Anton Cahyono; Yayuk Kustiningsih
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v5i1.131

Abstract

Anemia in adolescent girls is an important public health problem with both short- and long-term consequences. The main causes of anemia in this group are inadequate nutritional intake, particularly protein and iron, as well as blood loss during menstruation. This condition not only reduces concentration and productivity but also affects reproductive readiness. If not addressed early, adolescent girls with anemia are at risk of giving birth to infants with low birth weight, undernutrition, and even stunting. This community service program aimed to empower adolescent girls and village cadres through the utilization of local food made from breadfruit (Artocarpus altilis) as an effort to prevent anemia. The implementation methods included: (1) health education on anemia in adolescent girls and the importance of balanced nutrition; (2) training on breadfruit-based food processing, particularly the innovation of breadfruit risoles; (3) establishment of the community group “Pioneers of Anemia-Free Adolescent Girls” as agents of program sustainability; and (4) evaluation of participants’ knowledge using pre-test and post-test instruments.The results showed a 45% increase in participants’ knowledge after the training sessions, along with high enthusiasm during the breadfruit risoles preparation practice. The local food product received positive responses and was considered to have potential as a nutritious food alternative as well as a household business opportunity. The establishment of a community group was also a significant step in ensuring the sustainability of adolescent health education programs. In conclusion, this activity contributes to strengthening the preparedness of adolescent girls as future mothers, thereby supporting the birth of a stunting-free generation through nutrition interventions based on local food potential.