Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Effect of Bamboo Dacing Learning Model to Improve Mathematics Learning Outcomes Dede Apriani; Eva Julianti; Laili Habibah Pasaribu
Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 7 No. 1 (2025): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/voj.v7i1.1148

Abstract

This study aims to determine the learning outcomes of mathematics in class VIII MTS Ponpes Darus Sholihin before and after using the Bamboo Dancing learning model. This research was a quasi-experiment involving two classes, each with 25 students. Data were collected through observation and tests. The results showed that the control class had an average pretest score of 67.72, while the experimental class, after treatment, had a posttest average of 85.76. Statistical analysis (sig = 0.000 < 0.05) confirmed a significant effect, meaning the Bamboo Dancing model improved learning outcomes. This model enhances engagement, understanding, and social skills, making it effective in mathematics learning.
Training Model of Pencak Silat Gymnastics Skills for Children aged 13-16 Years Resty Nausanty; Eva Julianti P; Widiastuti, Widiastuti; Oman U. Subandi; Fahmy Fachrezzy
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 8 No 4 (2024): December
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v8i4.36303

Abstract

The background of this research is the lack of children's activity in carrying out basic pencak silat techniques. The aim of this research is to produce products and determine the effectiveness of basic Pencak Silat technique training through the Pencak Silat Gymnastics skills training model for children aged 13-16 years. This research uses the ADDIE research and development model research method. This research was conducted at the Sasana Terate Jaya Club Indonesian Pencak Silat Padepokan with research subjects being children aged 13-16 years, in March - June 2024. The results of this research using a paired sample T test showed that the tcount was 22.708 with a significance value (Sig. 2-tailed) is 0.000 < 0.05. which means there is a significant difference between before and after being given the pencak silat training model treatment. So it can be concluded that the pencak silat gymnastics training model for children aged 13-16 years is effective and can be used in training to improve basic pencak silat movement skills. 
Pengaruh pembelajaran pendidikan jasmani menggunakan model TGFU terhadap disiplin diri siswa MTS Al-Musyawarah, Lembang Shela Ginanjar; Eva Julianti
Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI)
Publisher : Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54284/jopi.v3i2.359

Abstract

Penelitian ini mengungkap pengaruh model TGFU terhadap displin diri siswa di MTS Al-Musyawarah, Lembang. Penelitian ini adalah penelitian Eksperimen dengan desain Quasi-Eksperimen. Populasi dalam  penelitian  ini  adalah  siswa MTS Al-Musyawarah, Lembang yang berjumlah 312 siswa yang terdiri dari 13 kelas. Teknik pengambilan sampel adalah   dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa kelas 7 A yang belajar dengan model TGFU dan 7 C yang belajar dengan model konvensional. Instrumen yang digunakan adalah Self-Discipline Questionaire dari NEO-PI yang memiliki reliabilitas 0.85. Teknik Analisis data menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan nilai F 25.534 dan sig. 0.000. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani yang terencana dan terprogram dengan baik menggunakan model TGFU, memberikan hasil yang lebih signifikan terhadap peningkatan disiplin diri siswa di MTS Al-Musyawarah, Lembang.
The Effect of Bamboo Dacing Learning Model to Improve Mathematics Learning Outcomes Dede Apriani; Eva Julianti; Laili Habibah Pasaribu
Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 7 No. 1 (2025): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/voj.v7i1.1148

Abstract

This study aims to determine the learning outcomes of mathematics in class VIII MTS Ponpes Darus Sholihin before and after using the Bamboo Dancing learning model. This research was a quasi-experiment involving two classes, each with 25 students. Data were collected through observation and tests. The results showed that the control class had an average pretest score of 67.72, while the experimental class, after treatment, had a posttest average of 85.76. Statistical analysis (sig = 0.000 < 0.05) confirmed a significant effect, meaning the Bamboo Dancing model improved learning outcomes. This model enhances engagement, understanding, and social skills, making it effective in mathematics learning.
Minat Siswa Untuk Mengikuti Ektrakurikuler Hoki Di SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 1 Pejagoan Bintan Salis Mubarok; Eva Julianti P; Eka Fitri Novita Sari
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v3i2.9239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor ekstrinsik yang memengaruhi minat peserta ekstrakurikuler hoki di SMAN 1 Pejagoan. Topik penelitian ini dipilih karena pentingnya memahami faktor-faktor yang dapat memotivasi siswa untuk tertarik dan berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler hoki. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada peserta ekstrakurikuler hoki di SMAN 1 Pejagoan. Sampel pada penelitian ini melibatkan 69 sampel. Instrumen minat digunakan dan disebarkan melalui google form sebanyak 24 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor ekstrinsik yang signifikan mempengaruhi minat peserta dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hoki. Faktor-faktor tersebut meliputi dukungan dan motivasi dari guru dan pelatih, fasilitas yang memadai, dukungan orang tua, dan pengaruh lingkungan. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya faktor-faktor ekstrinsik dalam mempengaruhi minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Dalam konteks ini, sekolah dapat meningkatkan dukungan dan fasilitas yang diberikan kepada peserta ekstrakurikuler hoki, serta melibatkan guru, pelatih, orang tua, dan lingkungan dalam membentuk minat yang positif dan berkelanjutan dalam kegiatan ini. Implikasi temuan ini dapat digunakan oleh sekolah dan pihak terkait dalam merancang strategi yang efektif untuk meningkatkan minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler, khususnya hoki di SMAN 1 Pejagoan.