Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL NON-RUTIN PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DENGAN PENERAPAN METODE PEER TUTORING [EFFORTS IN IMPROVING MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING SKILLS OF NON-ROUTINE PROBLEMS OF ONE-VARIABLE LINEAR EQUATIONS AND INEQUALITIES BY IMPLEMENTING THE PEER TUTORING METHOD] Thamsir, Thalia; Silalahi, Destya Waty; Soesanto, Robert Harry
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.927

Abstract

The purpose of learning mathematics is to obtain life skills through problem solving. Problem solving skills are one of mathematics skills that must be possessed by students. The result of the pre-cycle in this research showed that 83.33% of students had not achieved the minimum predicate “B-” in solving non-routine problems. It proved that students’ abilities in mathematics problem solving in non-routine problems were still low. During the pre-cycle, the researcher also observed some students who were not brave enough yet to ask questions of the teacher directly during the learning process. Besides that, almost all the students still had high individualistic and low awareness. Based on the problems that happened in the class, the researcher offered the peer tutoring method as a solution to improve students’ mathematical problem-solving skills in non-routine problems. The research method used in this research was Classroom Action Research using the Kemmis and McTaggart model. The instruments used in this research were tests, observation sheets, students’ questionnaires, and journal reflections. Based on the data analysis, students’ mathematical problem-solving skills in non-routine problems improved to 29.17% by implementing the peer tutoring method with the steps (1) choosing the tutors, (2) guiding the tutors, (3) students doing the tutoring activity, and (9) evaluating the learning processBAHASA INDONESIA ABSTRAK: Tujuan dari mempelajari matematika ialah untuk memperoleh kecakapan hidup salah satunya melalui pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu standar kemampuan matematika yang harus dimiliki oleh siswa. Hasil tes pra siklus pada penelitian ini menunjukkan sebanyak 83.33% siswa belum mampu mencapai predikat minimal ”˜B-’ dalam menyelesaikan soal non-rutin. Ini membuktikan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada soal non-rutin masih kurang. Selama pra siklus berlangsung, peneliti juga mengamati beberapa siswa belum berani untuk bertanya langsung kepada guru selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, sebagian besar siswa masih memiliki sikap individualis yang tinggi dan juga rasa kepedulian antar siswa masih rendah. Berdasarkan masalah yang terjadi di dalam kelas tersebut maka peneliti menawarkan metode peer tutoring sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada soal non-rutin. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Mc. Taggart. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, lembar observasi, angket siswa dan jurnal refleksi. Berdasarkan analisis data, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada soal non-rutin mengalami peningkatan hingga 29,17% menggunakan metode peer tutoring dengan langkah-langkah penerapan yaitu (1) memilih tutor, (2) membimbing tutor, (3) siswa melakukan kegiatan tutorial, dan (4) mengevaluasi pembelajaran
Peran Guru Kristen dalam Mengembangkan Keterampilan Kolaboratif pada Pembelajaran Abad ke-21 berdasarkan Filsafat Pendidikan Kristen Tarisah, Putri Subur; Silalahi, Destya Waty
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 6 No. 2 (2024): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v6i2.8289

Abstract

21st century learning that is influenced by technology is expected to be able to equip and facilitate students with 6C skills, one of which is collaboration skills. Collaboration skills possessed by students provide many benefits in the learning process. In fact, there is evidence in the field proving that students have low collaboration skills caused by many factors, one of which is the role of the Christian teacher. Christian teachers as individuals who realize that they have been redeemed and become servants of God have an important role in helping students to meet educational demands that are influenced by the times, such as developing collaboration skills. The purpose of writing this paper is to describe the role of Christian teachers in developing collaboration skills in the midst of 21st Century Education using the literature review method. The results of this research are that collaboration skills are an important component in carrying out the Great Commission and the Law of Love established by God, especially as the image and likeness of a Trinitarian God, so that the role of Christian teachers is needed in developing students' collaboration skills. The conclusion of the study is that teachers can act as guides and facilitators by providing correct understanding and facilitating students in developing collaboration skills. The suggestion that can be given is that Christian teachers must be able to develop students' collaboration skills by being active in the learning process and taing into account the needs of students and trying to facilitate them.BAHASA INDONESIA ABSTRACTPembelajaran abad 21 yang dipengaruhi oleh teknologi diharapkan mampu membekali dan memfasilitasi mahasiswa dengan keterampilan 6C, salah satunya adalah keterampilan kolaborasi. Kemampuan kolaborasi yang dimiliki oleh siswa memberikan banyak manfaat dalam proses pembelajaran. Kenyataannya, terdapat fakta di lapangan yang membuktikan bahwa siswa memiliki keterampilan kolaborasi yang rendah yang disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah peran guru Kristen. Guru Kristen sebagai pribadi yang menyadari bahwa dirinya telah ditebus dan menjadi hamba Tuhan memiliki peran penting dalam menolong siswa untuk memenuhi tuntutan pendidikan yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman, salah satunya adalah mengembangkan keterampilan kolaborasi. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru Kristen dalam mengembangkan keterampilan kolaborasi di tengah-tengah Pendidikan Abad 21 dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah keterampilan kolaborasi merupakan komponen penting dalam menjalankan Amanat Agung dan Hukum Kasih yang ditetapkan oleh Allah, terutama sebagai gambar dan rupa Allah Tritunggal, sehingga peran guru Kristen sangat dibutuhkan dalam mengembangkan keterampilan kolaborasi siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru dapat berperan sebagai pembimbing dan fasilitator dengan memberikan pemahaman yang benar dan memfasilitasi siswa dalam mengembangkan keterampilan kolaborasi. Saran yang dapat diberikan adalah guru-guru Kristen harus dapat mengembangkan kemampuan kolaborasi siswa dengan cara aktif dalam proses pembelajaran dan memperhatikan kebutuhan siswa serta berusaha memfasilitasi mereka.
EDUKASI KREATIVITAS PRAKTIKUM DENGAN MENGGUNAKAN PERALATAN SEDERHANA DI SEKOLAH LENTERA HARAPAN GUNUNG MORIA, TANGERANG Irawati, Wahyu; Silalahi, Destya Waty; Maha, Paldevina Br; Daely, Andara Frida Sheilaliany; Margaretha, Cecilia; Giri, Mutiara Yaemeliza Venderry
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1829

Abstract

Lentera Harapan School (SLH) Gunung Moria is located at Jalan Boulevard M.H. Thamrin No. 11 00, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. The number of students at SLH Gunung Moria is 152 people, consisting of junior high and high school students who are children from the interior of Papua. Based on the problems found, the partners need to improve skills in carrying out simple practical activities without using laboratory equipment. Community Service (PkM) activities are carried out to provide scientific education to SLH Gunung Moria students about creative practical work on developing natural laboratory equipment in the surrounding area. The methods used are lectures and demonstrations. PkM activities are carried out in three stages, namely preparation of tools and materials, implementation, and evaluation. Demonstration of simple practical work that is arranged without using laboratory equipment, namely practical work: (1) cigarette smoke test, (2) Ingenhousz photosynthesis experiment, (3) anaerobic respiration, and (4) water filter. The results of this PkM show a positive impact in the implementation of simple practical work at SLH Gunung Moria. At the end of the demonstration, students were given the opportunity to try practicing the practicum so as to improve their skills and understanding of scientific practicums using simple tools. It is hoped that this education will increase the creativity of SLH Gunung Moria students to carry out simple practicums by exploring natural resources in Papua without using laboratory equipment that may not be available in their area.
PENINGKATAN KETERAMPILAN LITERASI SISWA KELAS 3-4 SD DI DESA TANJUNG BURUNG TANGERANG BANTEN sitompul, Lastiar Roselyna; Sari, Ganda; Silalahi, Destya waty
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.10229

Abstract

Desa Tanjung Burung, yang terletak di kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, merupakan daerah pedesaan yang menghadapi tantangan kurangnya literasi anak-anak usia sekolah dasar. Hasil observasi di desa tersebut menunjukkan kemampuan literasi siswa SD desa Tanjung Burung masih rendah, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan, menulis dengan struktur yang baik, serta mengekspresikan ide secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan survei yang melibatkan 120 siswa dari siswa TK sampai siswa kelas 6, diperoleh data 55% siswa belum memiliki kemampuan menyimak dan menulis yang baik. Khusus untuk siswa kelas tiga SD, masih terdapat beberapa siswa yang belum lancar membaca, berdasarkan kondisi tersebut Fakultas Ilmu Pendidikan UPH mengadakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk Bimbingan belajar dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan literasi dasar siswa SD di desa Tanjung Burung sesuai dengan kebutuhan siswa dalam aspek membaca, menulis, berbicara dan menyimak dengan baik. Metode yang digunakan adalah memberikan pendampingan pembelajaran literasi dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah siswa yang mengikuti bimbingan belajar secara kontinu mengalami peningkatan kemampuan literasi dasar dalam aspek membaca, menulis, menyimak dan berbicara.
PENINGKATAN KETERAMPILAN LITERASI SISWA KELAS 3-4 SD DI DESA TANJUNG BURUNG TANGERANG BANTEN Lastiar Roselyna sitompul; Ganda Sari; Destya waty Silalahi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.10229

Abstract

Desa Tanjung Burung, yang terletak di kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, merupakan daerah pedesaan yang menghadapi tantangan kurangnya literasi anak-anak usia sekolah dasar. Hasil observasi di desa tersebut menunjukkan kemampuan literasi siswa SD desa Tanjung Burung masih rendah, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan, menulis dengan struktur yang baik, serta mengekspresikan ide secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan survei yang melibatkan 120 siswa dari siswa TK sampai siswa kelas 6, diperoleh data 55% siswa belum memiliki kemampuan menyimak dan menulis yang baik. Khusus untuk siswa kelas tiga SD, masih terdapat beberapa siswa yang belum lancar membaca, berdasarkan kondisi tersebut Fakultas Ilmu Pendidikan UPH mengadakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk Bimbingan belajar dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan literasi dasar siswa SD di desa Tanjung Burung sesuai dengan kebutuhan siswa dalam aspek membaca, menulis, berbicara dan menyimak dengan baik. Metode yang digunakan adalah memberikan pendampingan pembelajaran literasi dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah siswa yang mengikuti bimbingan belajar secara kontinu mengalami peningkatan kemampuan literasi dasar dalam aspek membaca, menulis, menyimak dan berbicara.
Burkholderia cepacia strain IrV1 multi-resistant to copper and dyes isolated from laboratory wastewater effluent WAHYU IRAWATI; VALENTINE LINDARTO; REINHARD PINONTOAN; TRIWIBOWO YUWONO; FEBRI MANGOMO MANGUNSONG; DESTYA WATY SILALAHI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 23 No. 5 (2022)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d230544

Abstract

Abstract. Irawati W, Lindarto V, Pinontoan R, Yuwono T, Mangunsong FM, Silalahi DW. 2022. Burkholderia cepacia strain IrV1 multi-resistant to copper and dyes isolated from laboratory wastewater effluent. Biodiversitas 23: 2614-2620. Copper and dye multi-resistant bacteria may be cultivated to increase the efficiency of waste bioremediation processes. Multi-resistant bacteria can be isolated from waste containing copper and dyes, including laboratory waste. The aims of this study were to: (i) isolate copper-resistant bacteria from wastewater, (ii) determine the multi-resistance of bacteria against copper and dyes, and (iii) observe the ability of bacteria to remove colors methylene blue, basic fuchsin, and Congo red. Selected bacterial isolates were identified based on the 16S rDNA gene. One highly copper resistant bacterial strain IrV, showed resistance to 7 mM CuSO4, 100 ppm methylene blue, 100 ppm basic fuchsin, and 100 ppm Congo red. Based on the 16S rDNA gene sequence, strain IrV belongs to Burkholderia cepacia with 99.86% similarity. The addition of copper on the medium resulted in colony color changes from light yellow to green indicated Cu binding within the cell. Moreover, a clear zone around the colony was observed, suggesting that the strain is capable of decolorizing methylene blue, Congo red, and basic fuchsin dyes. The results thus demonstrate that bacterial strain IrV is multi-resistant to copper and dyes.