Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Efisiensi Penggunaan Input Produksi pada Usahatani Jagung di Kabupaten Mamuju Pakanyamong, Ambo Abd. Kadir; Hartina, Hartina; Tussadia, Halimah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i1.1912

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penggunaan input produksi luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi jagung serta mengetahui tingkat penggunaan input produksi usahatani jagung di Kabupaten Mamuju. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2023 bertempat di Kabupaten Mamuju. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan software SPSS 23 Hasil penelitian yaitu variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja, berpengaruh secara simultan atau nyata. Hasil analisis efisiensi harga (alokatif) menunjukan bahwa dari variabel luas lahan, pupuk, pestisida dan tenaga kerja menunjukan bahwa efisiensi harga k < 1 sehingga perlu dikurangi agar mencapai kondisi efisien. Sedangkan variabel benih dengan nilai k > 1 dengan demikian variabel yang digunakan responden petani jagung dinyatakan belum efisien, sehingga perlu ditambah untuk mencapai produksi yang maksimal.
ANALISIS KORELASI LUAS LAHAN DAN PENGGUNAAN BENIH TERHADAP CAPAIAN PRODUKSI JAGUNG DI KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Tussadia, Halimah; Pakanyamong, Ambo Abd. Kadir; Hartina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Vol. 5 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN (JIMFP)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52045/jimfp.v5i3.1281

Abstract

Corn production is one of the strategic commodities in the agricultural sector that plays an important role in supporting food security and increasing farmers’ income. The level of corn production is influenced by various production factors, including land area and seed usage. This study aims to analyze the relationship between corn production, land area, and seed usage in Dolo District, Sigi Regency. The research was conducted in 2025 involving 80 corn farmers selected purposively as respondents. The data used consisted of primary and secondary data collected through surveys, field observations, and structured interviews using questionnaires. The analytical method applied was Pearson correlation analysis to determine the strength and direction of the relationship among variables, which were further interpreted based on their level of statistical significance. The results indicate that land area has a positive and significant relationship with corn production, meaning that the larger the cultivated land, the higher the production obtained. Likewise, the appropriate use of seeds in accordance with technical recommendations and land requirements also shows a positive and significant relationship with increased production. These findings suggest that optimizing land utilization and using proper, high-quality seeds have strong potential to enhance corn productivity and overall production sustainably in Dolo District Sigi Regency.
Farm Income Analysis of Shallot Farmers in Dulang, Enrekang, South Sulawesi Indriani; Halimah Tussadia; Abdul Halim
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 6 No. 02 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v6i02.29602

Abstract

Shallot, recognized primarily as a spice vegetable, serves a pivotal role within the realm of vegetables. This study, undertaken in Dulang, Malua, Enrekang, South Sulawesi, Indonesia, a prominent hub for shallot production in the Enrekang Regency, involved 90 respondents comprising shallot farmers. The principal objective of this research is to ascertain the income generated by these farmers. Employing a survey method, the study gathered data through direct interviews with shallot farmers, selected through a simple random sampling approach. The findings revealed that the average yield from shallot cultivation ranged between IDR 40,000,000 and IDR 50,000,000 per harvest. This outcome suggests the economic viability of shallot production in Dulang, Malua, Enrekang, South Sulawesi, Indonesia.
Pengolahan Jantung Pisang Menjadi Abon Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian di Desa Bebanga Kabupaten Mamuju Nurhawa, Sri; Tussadia, Halimah; Rahma, Dewi; Wahyunisa, Wahyunisa; Reski, Reski
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21610

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan jantung pisang menjadi produk abon di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan jantung pisang dan mengajarkannya kepada kelompok tani sebagai alternatif peningkatan perekonomian daerah. Jantung pisang yang umumnya hanya diolah menjadi sayur atau bahkan terbuang, memiliki potensi nilai ekonomi lebih tinggi jika diolah menjadi produk abon. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 3 Agustus 2024 dengan melibatkan kelompok tani Simbar Allo yang beranggotakan 15 orang. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif melalui kuesioner dan wawancara langsung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan abon jantung pisang, pelatihan pengemasan, dan pelatihan pemasaran. Analisis data menggunakan teknik SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari program ini. Hasil pengabdian menunjukkan respon positif dari masyarakat. Pada pelatihan pengolahan abon, 47% peserta telah mengetahui cara pengolahan, 33% masih dalam tahap belajar, dan 20% belum mengetahui karena kendala waktu dan kesibukan. Untuk pelatihan pengemasan, 53% peserta memahami teknik pengemasan, 20% masih belajar, dan 27% belum mengetahui. Sementara pada pelatihan pemasaran, 34% peserta menguasai teknik pemasaran online, 13% masih belajar, dan 53% belum mengetahui karena kendala fasilitas seperti handphone dan kuota internet. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama program ini adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah dan pasar yang masih terbuka luas. Kelemahannya terletak pada kurang familiaritas masyarakat dengan produk abon jantung pisang. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah meningkatnya kesadaran konsumen akan makanan sehat dan dukungan pemerintah untuk produk lokal. Ancaman utama adalah keengganan masyarakat untuk mencoba produk baru dan kemandirian pada hasil pertanian lokal yang dapat mempengaruhi perubahan iklim. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi intensifikasi edukasi kepada masyarakat, inovasi produk, pemasaran berbasis nilai tambah kesehatan, dan pembangunan sistem pasokan bahan baku yang lebih terdiversifikasi.