Claim Missing Document
Check
Articles

Performance of Petroleum Car Engines Around The Railway Ah Sulhan Fauzi; Kuni Nadliroh
Procedia of Engineering and Life Science Vol 1 No 1 (2021): Proceedings of the 1st Seminar Nasional Sains 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.483 KB) | DOI: 10.21070/pels.v1i1.850

Abstract

The car accident while passing on the railroad tracks is not new anymore. Several assumptions emerged about the cause of the breakdown of the car. Some say it's because of the magnetic field that arises from the friction between railroad iron and railroad wheels. Various internet sites have discussed the problem of car accidents that often occur at train crossings, but do not include the cause of the accident. Logically, it is true that the friction between two metals will cause something that according to physics is called thermal energy in the form of heat. The heat generated by the friction of the railroad tracks and wheels is certainly not the cause of these accidents. In several previous studies, it was stated that the friction between the wheels and railroad tracks causes changes in the earth's magnetic field. The change in the earth's magnetic field is not yet known whether it affects the performance of a car engine. This research will look for the effect of changes in the earth's magnetic field on the performance of car engines. The engine performance under study is to compare car engine speed between car engine speed data due to changes in the earth's magnetic field with car engine speed data without the influence of changes in the earth's field using the t test method for two paired samples. The results of the data test show that changes in the earth's magnetic field do not affect the performance of a car engine speed.
Analisa Pengaruh Kecepatan Putar Motor DC Terhadap Jarak Lontaran Pelet Pada Mesin Pelontar Pakan Ikan Arief Adimas Prayoga; Ah. Sulhan Fauzi
Infotekmesin Vol 13 No 2 (2022): Infotekmesin: Juli, 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v13i2.1540

Abstract

Freshwater fish is a type of fish that is very popular with the wider community. The problem that often occurs in cultivators is the timing of feeding fish. This study introduces automatic pellet sowing with a DC motor as a pellet ejector. The method used is by identifying research variables. This research was conducted with 3 variations of DC motor rpm rotation with 2 different pellet sizes. The data obtained showed that the farthest ejection distance is 3 mm pellets with a rotational speed of 6000 rpm, while the closest ejection distance is 3 mm pellets with a rotational speed of 1000 rpm, and it is also concluded that the data findings are the estimated time to run out of 3 kg of pellets for each pellet sample with three variations of DC motor rotational speed. Pellets with the fastest time of 1.90 s are pellets with a size of 3 mm with a rotational speed of 6000 rpm, while the longest time is 5.2 s, namely pellets with a size of 1 mm with a rotational speed of 1000 rpm.
Rancang Bangun Alat Pencuci dan Pengering Cacahan Botol Plastik Nadliroh, Kuni; Fauzi, Ah. Sulhan
Jurnal Mesin Nusantara Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v4i2.17097

Abstract

Pada saat ini sampah merupakan masalah utama yang dialami oleh masyarakat dan pemerintah khususnya sampah anorganik berjenis plastik. Saat ini pengolahan limbah plastik Masih banyak dikerjakan secara tradisional oleh para pengusaha daur ulang. Hal ini sangat mempengaruhi pruduktifitas dalam mengolah limbah. Dengan demikian industri daur ulang sampah plastik membutuhkan mesin yang dapat mendukung produktifitas usaha mereka. Seperti mesin pencuci dan pengering cacahan botol plastik yang dapat mencuci sekaligus mengeringkanya. Perencanaan ini bertujuan untuk menghasilkan desain dan gambar kerja konstruksi alat pencuci dan pengering cacahan botol plastik yang kuat, kokoh, dan aman dengan kapasitas 5 kg, daya yang di hasilkan motor sebesar 12,788 Hp, serta poros yang di gunakan adalah besi st 37 dengan panjang poros 70 cm dan torsinya 1200 N/mm. Tegangan puntir pada poros sebesar 38400 N/mm, dengan ukuran pasak 47,1 mm x 15 mm dan ketebalan 10 mm. Sedangkan tabung pencuci dengan diameter tabung 40 cm tebuat dari bahan plat setebal 3 mm dengan kemiringan 20˚, rangaka alat terbuat dari besi hollow 3x3 cm.
Rancang Bangun Rangka Mesin Penetas Telur Kapasitas 100 Butir Telur Mahanani, New Dwi; Fauzi, Ah Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i1.4998

Abstract

Penetasan alami yang masih menggunakan indukan ayam dirasa kurang bagus dikarenakan telurnya terancam pecah, dimakan hewan lain seperti tikus dan ular. Maka dirancang mesin penetas telur sehingga dapat memberikan keamanan terhadap telur yang ditetaskan. Mesin penetas telur dirancangkan dengan kapasitas 100 butir telur sehingga dapat menetaskan telur dengan jumlah yang banyak secara bersamaan, material yang dipilih dalam perancangan mesin ini menggunakan besi hollow 40 mm x 40 mm tebal 1 mm untuk rangka dan plat galvanis tebal 0,8 mm untuk penutup rangkanya agar dapat tahan terhadap pemangsa telur dan keawetan mesin. Kemudian untuk mengetahui kekuatan rangka menggunakan software autodesk inventor dengan 2 variabel material 30 mm x 30 mm dan 40 mm x 40 mm dengan ketebalan 1 mm yang diberikan pembebanan 20 kg. Hasil yang didapat setelah pengujian rangka berupa data von mises stress, displacement, dan safety factor. Material 30 mm x 30 mm mendapatkan hasil von mises stress 19,87 Mpa, displacement 0,0395 mm, dan safety factor 10,42 ul. Sedangkan material 40 mm x 40 mm mendapatkan hasil von mises stress 3,821 Mpa, displacement 0,01285 mm dan safety factor 15 ul.
Perancangan Penggerak Dan Transmisi Mesin Pembuat Selai Kacang Hijau Berkapasitas 15 Kg/45 Menit Abiyyurozan, Muna; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i1.5001

Abstract

Bakpia merupakan makanan khas kota Yogyakarta yang sangat digemari para wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut, Bakpia merupakan makanan yang terbuat dari kacang hijau dengan gula dan dibungkus dengan adonan tepung lalu dipanggang, Dalam pembuatannya masih banyak UMKM yang menggunakan cara tradisional atau manual. Dari permasalahan tersebut dibuatlah alat pembuat selai kacang hijau dengan menggunakan motor listrik berkekuatan 0,5 hp, sebuah gearbox dengan rasio 1:10, dengan sistem transmisi pulley berdiameter 75 mm pada motor listrik dan 200 mm pada gearbox, serta sprocket dengan jumlah 20 gigi pada gearbox dan jumlah 34 gigi pada as pengaduk.
Rancang Bangun Tabung dan Pengaduk Pada Mesin Pembuat Selai Kacang Hijau Berkapasitas 15 Kg/45 Menit Anwar, Mohamad Lukhman; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i1.5003

Abstract

Proses produksi selai kacang hijau pada umumnya masih menggunakan cara manual. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dalam pembuatan selai kacang hijau yaitu merancang mesin pembuat selai kacang hijau agar proses produksinya menjadi lebih cepat dan tidak memerlukan banyak tenaga sehingga dapat mengurangi biaya operasional proses pembuatan bakpia. Dalam merancang mesin pembuat selai kacang hijau ini dilakukan obeservasi, menentukan ukuran dan desain, dan melakukan fabrikasi tabung dan pengaduk. Tabung pengaduk selai kacang hijau merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai tempat bahan selai akan diaduk. Bahan yang digunakan untuk pembuatan tabung pengaduk adalah plat stainless steel dengan ketebalan 1,4 mm. Pisau pengaduk yang digunakan pada mesin ini merupakan hasil modifikasi yang terdiri dari plat stainless steel berjumlah 2 buah yang berbentuk persegi panjang, dipasangkan secara miring dengan sudut kemiringan 15 ̊ dan dilas pada pipa stainless steel berdiameter 25 mm.
Rancang Bangun Mesin Pemecah Bibit Cabai Faizin, Ahmad Nur; Fauzi, Ah Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.5005

Abstract

Mesin Pemecah Bibit Cabai adalah mesin yang dirancang untuk memisahkan biji cabai dengan mengunakan gilingan daging size 22 yang dirancang bagian pisau dan saringan, penggerak utama menggunakan motor listrik (dinamo mesin cuci) dengan daya 180 watt. Dalam rancang bangun mesin pemecah bibit cabai terfokuskan pada kebutuhan industri rumah tangga dan tidak memakan tempat terlalu banyak. Mesin pemecah bibit cabai ini mampu melakukan pengilingan dengan kapasitas 1 kg/menit. Dengan alat ini diharapkan kebutuhan cabai terpenuhi dikalangan petani. Prinsip kerja mesin pemisah bibit cabai adalah Langkah pertama yaitu mengalirkan air secara kecil pada corong bodi mesin, setelah air mengalir menyalakan penggerak utama dengan cara menekan tombol on pada saklar, selanjutnya yaitu memasukkan cabai pada corong bodi mesin dengan memasukkan secara sedikit demi sedikit, yang kemudian digiling oleh skruw dan pisau yang berputar sehingga menghasilkan kulit sama bijinya terpisah melalui saringan, hasil dari keduanya itu ditampung dengan satu wadah yang sudah disiapkan, untuk menghasilkan biji yang kualitas, kulit dengan biji dipisahkan secara manual
Analisa Kekuatan Rangka Mesin Pemarut Dan Pemeras Jahe Kapasitas 1kg/Menit Gatot Nanda S; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.5007

Abstract

Penelitian simulasi dilakukan pada rangka mesin pemarut dan pemeras jahe menggunakan Software Autodesk Inventor untuk mencari nilai Von Mises Stress, Displacement, dan Safety Factor. Penelitian ini menggunakan besi siku 4x4 dengan tebal 2 mm, 3 mm, 4 mm. Pada hasil simulasi rangka Menggunakan Stress Analysis dengan pembebanan 20 kg diperoleh maksimum Von Mises Stress pada besi siku 4x4 sebesar 254,9 Mpa, 216,9 Mpa, 89,04 Mpa. Nilai Displacement pada rangka bodi pada material besi siku 4x4 diperoleh nilai 1,585 mm, 1,198 mm, 0,7658 mm. Nilai Safety Factor pada rangka besi siku 4x4 diperoleh nilai minimum 0,81 ul, 0,95 ul, 2,32 ul. berdasarkan simulasi Stress Analysis tersebut diambil kesimpulan bahwa besi siku 4x4 dengan tebal 4 mm aman digunakan.
Rancang Bangun Sistem Kelistrikan Pada Mesin Penetas Telur Semi Otomatis Kapasitas 100 Butir Telur Firmansyah, Faris Prasetya; Fauzi, Ah Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i1.5008

Abstract

Dalam industri peternakan, kemajuan teknologi memiliki peran kunci dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas terutama dalam proses penetasan telur. Pada umumnya, peternak rumahan masih menggunakan mesin penetas telur yang tidak otomatis. Untuk meningkatkan efisiensi dan hasil penetasan, muncul ide untuk mengembangkan sistem kelistrikan semi otomatis pada mesin penetas telur kapasitas 100 butir telur. Tujuan dari perancangan ini yaitu mengetahui sistem kelistrikan pada mesin penetas telur, mengetahui kebutuhan daya serta mengetahui perpindahan panas. Hasil rangkaian kelistrikan semua komponen bekerja sesuai dengan yang diharapkan. suhu efektif penetasan telur ayam kampung yaitu berada pada suhu 37 °C sampai 38 °C, kelembapan di angka 40 sampai 60 %. Kelistrikan mesin penetas telur ini membutuhkan daya listrik 56,2 watt, Energi listrik 1,3488 KWh. Perpindahan panas pada mesin penetas telur pada suhu 37 °C yaitu 642,7 watt per meter persegi kelvin dan pada suhu 38 °C yaitu 651,1 W/m² K.
Perancangan Alat Pemeras Jahe Kapasitas 1kg/Menit Zakaria, Dimas Ardhiyansyah; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.5016

Abstract

Jahe merupakan tanaman rempah berupa tumbuhan rumpun berbatang semu yang memiliki aroma khas. Sejak pandemic covid-19 upaya peningkatan daya tahan tubuh agar dapat bertahan terhadap serangan virus salah satunya mengkonsumsi minuman wedang jahe. Masarakat berinovasi dalam minuman jahe dibuat menjadi bubuk. Dalam prosesnya masih menggunakan pemerasan Secara manual dengan diperas menggunakan tangan. Sehingga guna memperxepat hasil produki menggunakan mesin pemeras berjenis ulir berkapasitas 1kg/menit dengan tenaga motor listrik sebagai penggerak. Dalam perancangan tersebut dihasilkan alat pemeras jahe dengan waktu pemerasan 3menit untuk 1kg jahe.