Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Tinjauan yuridis penguatan eksistensi usaha lokal terhadap toko modern di Kabupaten Ponorogo Muhammad Achwan; Suyani
YUSTISIA MERDEKA : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL YUSTISIA MERDEKA
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/yume.v6i1.39

Abstract

Perkembangan pasar modern yang semakin pesat akan mempengaruhi perkembangan usaha lokal. Oleh sebab itu perlu sebuah regulasi untuk melindungi eksistensi usaha lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pasar modern terhadap eksistensi usaha lokal (UKM, UMKM, koperasi dan pasar tradisional) dan terciptanya acuan lahirnya sebuah regulasi (PERDA) kabupaten Ponorogo yang pro pelaku usaha lokal (UKM, UMKM, koperasi dan pasar tradisional), Penelitian dilaksanakan di wilayah kabupaten Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Penarikan sampling dilakukan melalui teknik purposive sampling atau penentuan sampel secara sengaja dengan pertimbangan bahwa informan tersebut sangat ahli atau memahami permasalahan yang diteliti dengan tepat. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif. Tinjauan yuridis dilakukan dengan menganalisa produk yuridis saat ini, implementasinya dilapangan dan alternatif produk hukum kedepan
Faktor yang mempengaruhi perilaku kenakalan remaja akibat perceraian keluarga TKI di kabupaten Ponorogo suyani; Muhammad Achwan
YUSTISIA MERDEKA : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL YUSTISIA MERDEKA
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/yume.v6i1.40

Abstract

Ponorogo memiliki  tingkat perceraian yang tinggi,  yang disebabkan faktor yang dominan adalah  TKI. Di sisi lain  tingkat kenakalan remaja  juga semakin meningkat. Kedua fenomina ini memiliki keterkaitan tetapi belum didukung data yang representative. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat korelasi kedua permasalahan tersebut  dan  faktor yang mempengaruhi fenomena ini terjadi di masyarakat Ponorogo. Metode penelitiaan yang digunakan adalah survey terhadap responden yang memiliki latar belakang keluarga yang bercerai  baik dari pihak orang tua, anak dan orang yang terkait dengan kedua pihak tersebut.   Selain itu juga  menggumpulkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Pengadilan Agama kabupaten Ponorogo. Analisis yang digunakan adalah analisis deskripstif  dan kuantitatif . Hasil penelitian didapatkan bahwa kenakalan remaja yang banyak dilakukan adalah pelanggaran lalu lintas. Faktor yang mempengaruhi kenakalam remaja adalah teknologi informasi
PENDAMPINGAN MITIGASI RISIKO EKONOMI KELOMPOK PETANI PORANG DI DESA MRAYAN KECAMATAN NGRAYUN PONOROGO Imam Fauzan; Tutik Heriana; Suyani Suyani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v2i1.1008

Abstract

The people of Mrayan village, Ngrayun sub-district, are mostly farmers where the Ngrayun people have triumphed with their cloves, and for now and the previous few years they have been empowered with people's porang and pine resin. People began to pay attention to this plant after knowing the exorbitant price. Here Porang is often dubbed the Golden Earth of Ngrayun. The service team from Unmer Ponorogo is directly targeting risk mitigation because this has a big impact on the financial sustainability of porang farmers, the risk of loss if not handled properly can certainly have an impact on the economic life of the individual porang farmers. In this activity the team used the PAR (Participatory Action Research) method. In this case, the service team acts as a companion and facilitator who must understand the characteristics and needs of the community. On the other side of the beneficiaries, namely the community, there is encouragement from partners who add enthusiasm and a completely new thought for them is an injection of energy that makes them more confident, growing and progressing. The potential of the existing community with additional knowledge from the academic community to better keep up with the times with technological information that continues to develop, both regarding the porang plant or the science that supports the success of its business to become more advanced. You can also get additional information about other people's experiences, other regions as well as the development of porang plants nationally.
Peralihan Hak Milik Atas Tanah karena Pewarisan di Kantor Pertanahan Suyani, Suyani; Suryadi, Suryadi; Suparlin, Suparlin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.297 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1358

Abstract

Dalam UU no 5 Tahun 1960 tentang UUPA mengatur mengenai hak-hak yang dapat dimiliki oleh masyarakat, salah satunya adalah hak milik, dimana hak milik sebagai hak yang turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat beralih karena pewarisan. Untuk mendapatkan kepastian hukum, peralihan hak milik atas tanah dilakukan berdasarkan PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.  Penelitian ini berawal dari permasalahan bahwa adanya rasa enggan masyarakat melakukan pendaftaran tanah karena munculnya isu yang terkait dengan mahal dan lamanya waktu yang dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengutamakan data yang diperolah langsung melalui wawancara di Kantor Pertanahan Ponorogo. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang prosedur peralihan hak milik atas tanah karena pewarisan yang terjadi di Ponorogo.   Dari data diperoleh beberapa hal yang mendukung dan menghambat proses peralihan hak milik atas tanah yang terjadi di Kantor Pertanahan kabupaten Ponorogo, yang berasal dari masyarakat atau Kantor Pertanahan sendiri. Dalam peningkatan pemberian pelayanan dibuka Program PRIORITAS untuk pengurusan peralihan hak milik atas tanah.
Penyuluhan Mencegah Bullying di Lingkungan Sekolah pada Siswa Prihatin, Lilik; Nooryanto, Fista Herry; Suyani, Suyani; Suryadi, Suryadi; Halim, Abdul; Kusumawati, Siska
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.963 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1361

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan edukasi dalam pencegahan bullying serta mempunyai kepedulian sosial terhadap anak-anak khususnya di lingkungan sekolahan. Metode pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan menggunakan metode partisipatif, ceramah dan diskusi. Menurut partisipan penyuluh, khususnya peserta didik disekolah dengan adanya kegiatan ini sangat mengedukasi tentang bagaimana berperilaku baik agar tidak menimbulkan bullying, banyak anak yang merasa mendapat bullying walaupun dalam konteks bergaul entah itu dalam sikap maupun perkataan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adanya peningkatan pemahaman bahwa dalam bergaul harus berperilaku yang baik, tidak mengeluarkan kalimat-kalimat mengejek, menghina fisik orang, merendahkan dan lain sebagainya yang menimbulkan sakit hati seseorang. Selama berlangsungnya kegiatan, siswa sangat antusias dengan penyuluhan ini karena sebagai pedoman motivasi siswa di lingkungan sekolah atau di masyarakat. Mereka menjadi paham dengan perkataan dan perbuatan yang tidak baik adalah salah satu dari sikap atau kategori bullying. Selama ini siswa belum mengikuti atau mendapatkan penyuluhan ini. Mengenai hal tersebut, sehingga kegiatan ini dirasa sangat penting dalam memberi edukasi, berperilaku yang baik, serta memperkokoh mental siswa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini semoga dapat memberikan manfaat bagi siswa dan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan khususnya memberikan “Penyuluhan mencegah bullying di lingkungan sekolah” serta menumbuhkan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dapat dikatakan terlaksana dengan baik dan lancar, yang ditandai dengan adanya peran aktif, diskusi serta tanya jawab dengan audiens selama kegiatan berlangsung.
Konsep Penyediaan Tanah untuk Permukiman dalam Rangka Perlindungan Tanah Pertanian Suryadi, Suryadi; Suyani, Suyani; Kusumawati, Siska
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.913 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1384

Abstract

Tujuan dari penulisan ini pertama adalah untuk menganalisa adanya konflik norma dengan diberlakukannya Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Lahan Pertanian Berkelanjutan, Undang Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan Petani. Kedua adalah menganalisa konsep penyediaan tanah untuk permukiman dalam rangka perlindungan keberadaan tanah pertanian. Berbagai masalah yang menyangkut dengan tanah selalu timbul silih berganti, apalagi jika dikaitkan dengan pertumbuhan penduduk yang begitu cepat. Benturan kepentingan seringkali terjadi dalam praktik, bahwa suatu lokasi yang sama diminati oleh berbagai pihak pelaku pembangunan. Menjadi sangat krusial apabila, masalah pertanahan dihubungkan dengan penyelenggaraan perumahan maupun permukiman. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian normatif, yaitu penelitian hukum yang menitikberatkan pada kajian peraturan perundang-undangan yang meliputi lapisan keilmuan hukum yang terdiri atas kajian dogmatik hukum, teori hukum, dan filsafat hukum. Kesimpulan tulisan ini bahwa terjadinya konflik norma terhadap pengaturan alih fungsi tanah pertanian dan perlindungan lahan pertanian, serta meluasnya alih fungsi tanah pertanian akhir akhir ini sebenarnya tidak terlepas dari ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan alih fungsi lahan. Disamping itu Konsep penyediaan tanah untuk pembangunan permukiman dalam rangka perlindungan keberadaan tanah pertanian adalah Konsep penyediaan tanah yang berkeadilan, yang berdasar kepastian hukum, dan yang memenuhi azas kemanfaatan.
Proses Pengisian Jabatan Lowongan Perangkat Desa Jetis Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Suyani Suyani; Ferri Fauzi; Andre Setio Wicaksono
RIO LAW JURNAL Vol 4, No 1 (2023): Februari-Juli
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/rlj.v4i1.1061

Abstract

ABSTRAKKepala desa sebagai pimpinanmenjalankan pemerintahan desa bersama-sama dengan perangkat desa. Hubungan keduanya harus harmonis, dapat bekerjasama sebagai satuvtim, sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik kepada warga masyarakatnya. Berawal dari pelaksanaan pemerintahan desa yang tidak sempurna terasa timpang dikarenakan adanya kekosongan di beberapa jabatan di bidang perencanaan, keuangan, kesejahteraan, dan kepala dusun/kamituwo, maka penelitian dilakukan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui proses pengisian lowongan jabatan perangkat desa yang didasarkan pada hukumdanperaturanyangberlaku.Penelitianinimenggunakanpendekatanhukumnormative, sehingga mengutamakan data sekunder dan data primer. Wawancara dengan kepala desa dan pihak yang terkait.dilakukan untuk memperoleh data primer yang dibutuhkan.Penelitian ini menggambarkan proses pengisian lowongan jabatanperangkat desa dalam beberapa tahapan mulaipembentukan panitia, penjaringan, pendaftaran, penyaringan, dan pengangkatan/pelantikan di desa Jetis kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Pelaksanaan pengisian lowongan perangkatperangkat desa kali ini berbeda dengan pelaksanaan pengisian perangkat desa yang sudah pernah dilakukan sebelumnya yaitu Panitia sekarang ini dalam menjalankan tugasnya bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu LPPM Universitas Darussalam Gontor Ponorogo dengan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa tahapa-tahapan yang dilalui dilakukan secara terbuka dan transparan. Dari 28 (duapuluh delapan) Bakal Calon yang mendaftarkan diri, ada 27 (duapuluh tujuh) orang mengikuti penyaringan ujian tulis, dengan hasil 4 (empat) orang diantaranya lolos sebagai perangkat desa. Perangkat desa yang terpilih diharapkan mampu bekerjasama sebagai satu team dengan kepala desa dalam menjalankan pemerintahan desa. Kata kunci:Proses, pengisian,pengangkatan, perangkat desa
Penguatan Desa Model Smart Village Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Mai Puspadyna Bilyastuti; Suyani; Agus Suryanto; Tutik Heriana; Imam Nawawi; Asyifa’u Yuanita
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 4 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i4.3557

Abstract

ABSTRACT The smart village model is one of the E-Government developments at the village level and is understood as an effort to empower, strengthen institutions and improve the welfare of rural communities by utilizing information technology. This service was carried out in Tugu Village, Mlarak District, Ponorogo Regency. The implementation of services at the Tugu Village office uses adequate IT equipment and the internet network is accessible in every hamlet, however in terms of disseminating public information regarding village profiles, village potential and village activities, social media such as YouTube has not been utilized. The results of this service activity are (1) creating a YouTube account and village profile as a means of disseminating information quickly, easily and effectively, (2) Installing online surveillance cameras (CCTV) around the village office and village hall. (3) increasing knowledge, especially PKK Akademia in making interesting videos to upload on social media (YouTube), (4) Increasing knowledge of using online surveillance cameras (CCTV) on smartphones.
PENDAMPINGAN MENINGKATKAN KUALITAS TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI PROGRAM SEKOLAH ORANG TUA HEBAT (SOTH) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA Suyani, Suyani; Heriana, Tutik; Bilyastuti, Mai Puspadyna; Muti'ah, Masna
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2288

Abstract

Beberapa tahun ini isu stunting menjadi permasalahan krusial yang berkaitan dengan proses tumbuh kembang anak. Stunting merupakan pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sempurna, istilah yang sering dilontarkan anak gagal berkembang rata-rata pada usia balita. Tim pengabdi Universitas Merdeka Malang ikut berperan menjadi pendamping dalam kegiatan Program SOHT (Sekolah Orang Tua Hebat), sebagai panitia pelaksana di Desa Jetis Ponorogo. Tujuan diadakannya pendampingan adalah meningkatkan kualitas peran seorang ibu atau orang tua dalam pencegahan stunting di desa sehingga kualitas tumbuh kembang anak menjadi meningkat. Metode pengumpulan data, 1) Metode partisipasi dengan jumlah peserta adalah 18 peserta. Meski terdapat yang ijin tidak masuk, di beberapa pertemuan. 2) Metode pengamatan, 3) Metode wawancara, 4) Metode diskusi, 5) Metode dokumentasi, 6) Pelaksanaan evaluasi dan monitoring. Dari hasil pre test peserta sebelum mengikuti program SOHT dan post test setelah mengikuti program SOHT, pengetahuan peserta mengalami kenaikan sebesar 24,87%, pemahaman mengalami kenaikan sebesar 15,15% dan ketrampilan mengalami kenaikan sebesar 23,22%. Kebaruan dari pengabdian ini adalah pelaksanaan program SOTH di Desa Jetis pertama kali dilakukan, sehingga masih dirasa terdapat kekurangan, namun hal tersebut tidak menjadi masalah, salah satunya kurangnya koordinasi antara kader dan narasumber sehingga kadang terjadi pelaksanaan tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Disimpulkan adanya SOTH secara tidak langsung akan mempengaruhi pola perilaku orang tua dalam mengasuh anak.
PENDAMPINGAN MENINGKATKAN KUALITAS TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI PROGRAM SEKOLAH ORANG TUA HEBAT (SOTH) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA Suyani, Suyani; Heriana, Tutik; Bilyastuti, Mai Puspadyna; Muti'ah, Masna
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2288

Abstract

Beberapa tahun ini isu stunting menjadi permasalahan krusial yang berkaitan dengan proses tumbuh kembang anak. Stunting merupakan pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sempurna, istilah yang sering dilontarkan anak gagal berkembang rata-rata pada usia balita. Tim pengabdi Universitas Merdeka Malang ikut berperan menjadi pendamping dalam kegiatan Program SOHT (Sekolah Orang Tua Hebat), sebagai panitia pelaksana di Desa Jetis Ponorogo. Tujuan diadakannya pendampingan adalah meningkatkan kualitas peran seorang ibu atau orang tua dalam pencegahan stunting di desa sehingga kualitas tumbuh kembang anak menjadi meningkat. Metode pengumpulan data, 1) Metode partisipasi dengan jumlah peserta adalah 18 peserta. Meski terdapat yang ijin tidak masuk, di beberapa pertemuan. 2) Metode pengamatan, 3) Metode wawancara, 4) Metode diskusi, 5) Metode dokumentasi, 6) Pelaksanaan evaluasi dan monitoring. Dari hasil pre test peserta sebelum mengikuti program SOHT dan post test setelah mengikuti program SOHT, pengetahuan peserta mengalami kenaikan sebesar 24,87%, pemahaman mengalami kenaikan sebesar 15,15% dan ketrampilan mengalami kenaikan sebesar 23,22%. Kebaruan dari pengabdian ini adalah pelaksanaan program SOTH di Desa Jetis pertama kali dilakukan, sehingga masih dirasa terdapat kekurangan, namun hal tersebut tidak menjadi masalah, salah satunya kurangnya koordinasi antara kader dan narasumber sehingga kadang terjadi pelaksanaan tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Disimpulkan adanya SOTH secara tidak langsung akan mempengaruhi pola perilaku orang tua dalam mengasuh anak.