Claim Missing Document
Check
Articles

From Ritual to Virtual: Enhancing Hindu Religious Education through Digital Literacy Suciartini, Ni Nyoman Ayu; Darmini, Darmini; Payuyasa, I Nyoman
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v22i1.1717

Abstract

This study highlights the ideal ratio between the number of lecturers and students in Islamic Education classes at the Faculty of Economics, Udayana University, Bali. With only one lecturer teaching 200 students, this imbalance is a significant concern, especially amidst worries about the spread of extremism and exclusivism on campus. The research aims to evaluate the learning process, religious moderation attitudes among lecturers and students, and factors influencing religious moderation attitudes among students. Using a qualitative descriptive method and a case study design, data were collected through observation, in-depth interviews, and questionnaires, and analyzed using descriptive analysis techniques. The findings indicate that the ratio of Islamic Education lecturers to students does not meet government standards, despite the implementation of various teaching methods. Nevertheless, attitudes towards religious moderation are generally positive, although there are indications of a lack of moderation among some students. Internal and external factors were identified as influencing factors on religious moderation attitudes. These findings emphasize the need for ongoing efforts to improve the quality of Islamic Education learning through enhancing lecturer competencies and implementing programs to strengthen religious moderation in higher education, aiming to promote tolerance and reinforce religious moderation among students.
ANALISIS WACANA KRITIS “SEMUA KARENA AHOK” PROGRAM MATA NAJWA METRO TV Ni Nyoman Ayu Suciartini
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.54.267-282

Abstract

Analisis Wacana Kritis selalu menarik untuk dikaji lebih dalam. Kuasa media dan persepsi publik yang membuat penelitian wacana kritis terus tumbuh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis wacana kritis model Van Djik dalam program Mata Najwa episode “Semua karena Ahok”? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis wacana kritis model AWK Van Djik dikonstruksi Najwa Sihab selaku pembawa acara dalam program Mata Najwa “Semua karena Ahok”. Metode yang digunakan yaitu AWK model Van Djik. Teknik analisis datanya menggunakan teknik dokumentasi dan observasi. Teori yang digunakan yaitu analisis wacana kritis model Van Djik, teori media. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Struktur makro yang terdapat dalam wacana yaitu kebijakan Ahok, 1,5 tahun kepemimpinan Ahok, reklamasi Pulau G, penggusuran warga bantaran kali dan waduk, pembangunan rusunawa, melangkah menuju pilkada 2017 lewat jalur independen, kepemimpinan Ahok, (2) Superstruktur, bagian pendahuluan dibuka dengan narasi yang memukau, kemudian pembahasan ditonjolkan lewat fakta-fakta yang tersaji, baik melalui video, maupun wawancara secara langsung kepada warga DKI Jakarta yang ikut menilai 1,5 tahun kepemimpinan Ahok, yang paling ditonjolkan yaitu bagian penutup yang berisikan kritik-kritik untuk gaya kepemimpinan Ahok di masa depan untuk Jakarta yang lebih baik, (3) Dari struktur mikro, analisis semantik, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Najwa kesemuanya berisi analisis segala hal yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan Ahok untuk tetap menjadi pemimpin DKI Jakarta. Dari segi sintaksis, kalimat tanyalah yang mendominasi pernyataan Najwa untuk menggali informasi. Stilistik yang digunakan yaitu gaya bahasa tegas, lugas, apa adanya, dan transparan sesuai dengan semboyan yang diusung Metro Tv. Dari segi retoris, penekanan-penekanan yang dilakukan Najwa yaitu dengan beberapa pilihan kata dan ungkapan yang semakin mendukung pertanyaan.