Claim Missing Document
Check
Articles

Urgensi Pendidikan Toleransi dalam Wajah Pembelajaran sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Ni Nyoman Ayu Suciartini
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.166 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v3i1.88

Abstract

Indonesia is experiencing social unrest because of the emergence of the behavior of racism and intolerance. Mass media social also become the most fertile ground the outbreak of the issue of the behavior of intolerance. Clear impact affect the condition of Indonesia today. All involved in the world of education is necessarily aware that the behavior of intolerance cannot happen. education must respect differences and spread the value of good character through education tolerance in the middle of the condition of multiculturalism become characteristic of Indonesia. The importance of good tolerance education in schools or in universities must be paid attention to education is lost gradually declines but. The world of education must be free of purely from the practice of intolerance. Education is the place grow any differences and foster mutual respect among the differences. Teachers or educators as the spearhead education has a special role in inculcating tolerance in the world of education will become an example to all it broadcasts.
The Value of Tolerance in the Narrative of the Civil Comic Kampung Sukaraya as a Media of Religious Moderation Ni Nyoman Ayu Suciartini
Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v29i1.27867

Abstract

PurposeThe purpose of this study is to analyze the values of religious tolerance in comic narratives that can be used as a medium of religious moderation. MethodThis study uses a semiotic analysis method with a qualitative approach. Semiotic research is a method for analyzing and assigning meanings to the symbols of messages or texts. Results/FindingsThis study presents findings that from signs, images, and symbols combined with intrinsic elements in the form of plot, atmosphere, characterizations, and messages contained in these civil comic stories that present values of tolerance, mutual respect, helping others despite different beliefs and views, carry out religious obligations without harming humanity. ConclusionThe conclusion in this study is that the context of the story that is built in this comic is very closely related to real life in society, for example, regarding wisdom in dealing with hoax news, helping residents even though they have different beliefs or beliefs, respecting other people's opinions, not excluding a certain religion or teaching so that the idea that one religion is better than another, all the contexts discussed in the comic narration are presented to provide an understanding to the public about the importance of having a sense of tolerance to be able to accept every difference as a necessity and be able to live harmoniously side by side with all these differences.
POTRET PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM MEME DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI BAHAN LITERASI AGAMA Ni nyoman ayu suciartini; Ni Luh PT Putriyani Dewi; Kadek Jaya Wiguna
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 9 No 01 (2023)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v9i01.2010

Abstract

The Educational Value of Tolerance in Meme as a Media of Religious Literacy. This Currently, memes are being used as a means to voice social criticism, especially on issues that are being discussed by netizens on social media. This includes memes used as an interpretation of the meaning of religious tolerance in Indonesia. The formulation of the problem in this study is how is the portrait of religious tolerance education in memes on social media? The method used in this study is a qualitative research method with the use of semiotic studies. The elements of semiotics studied in this study are signs (images, shapes, shapes and colors), objects (meanings) and interpreters (attitudes and thought patterns of meme creators. The results of this study conclude that of the 5 memes studied, religious tolerance is in the form of creation). memes on social media are represented by the selection of characters with their respective characteristics, with different clothes as symbols or certain religious identities, differences in religious holidays that fall on the same day, different calls or greetings, are signs made by creators to give the meaning of religious tolerance education is in his meme. This viral meme which contains values of tolerance education is also effectively used as a medium or material in religious literacy.
NARASI KIDUNG “TURUN TIRTA” SEBAGAI MEDIA LITERASI PEMULIAAN AIR Ni Nyoman Ayu Suciartini; Ida Ayu Diah Larasanthi
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bagi masyarakat Hindu di Bali bukan hanya tentang persoalan hidup, melepas dahaga, mencuci baju, membersihkan fisik, melainkan air adalah segala-galanya. Segala upacara di Bali, mulai dari kelahiran sampai kematian itu sendiri, semuanya berawal dan bermuasal dengan air. Begitu umat Hindu di Bali memuliakan air yang terus hidup dari generasi satu hingga generasi lainnya. Memuliakan air adalah keharusan bagi masyarakat Hindu di Bali, khususnya pada generasi muda. Dibutuhkan media literasi terkait pemuliaan air yang efektif dan konteksnya dalam mengenalkan dan memahami pemuliaan air ini. Salah satunya yaitu dengan sentuhan sastra, khususnya kidung “Turun Tirta”. Narasi kidung “Turun Tirta” ini memberi implikasi kepada umat atau masyarakat yang melantunkannya dan juga mendengarnya untuk dapat merasakan fungsi air bagi masyarakat Hindu di Bali. Air bukan hanya sebatas air, melainkan lebih dari itu, air bagi masyarakat di Bali fungsinya sangat kompleks. Air suci atau tirta bahkan bisa dikatakan sebgaai suatu hal yang vital kehadirannya di Bali.
VERBAL BULLYING DALAM MEDIA SOSIAL Ni Nyoman Ayu Suciartini; Ni Luh Putu Unix Sumartini
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.6.2.152-171

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, 1) bentuk verbal bullying yang mengemuka di media sosial, 2) penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa pada kasus verbal bullying yang mengemuka di media sosial, dan 3) dampak verbal bullying yang mengemuka di media sosial. Dalam mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa  (1) bentuk perilaku verbal bullying yang mengemuka di media sosial dinyatakan dalam bentuk menyindir, menghina, dan mengancam, (2) bentuk penyimpangan verbal bullying ditinjau dari prinsip kesantunan berbahasa menyalahi maksim kebijaksanaan, kesimpatian, pemufakatan (kecocokan), dan penghargaan, (3) Dampak verbal bullying yang mengemuka di media sosial dibedakan menjadi 2 yaitu dampak positif, seperti bisa menjadi motivator positif, keinginan kuat untuk berbenah, berani menghadapi tantangan hidup, namun, dampak negatifnya jauh lebih berat, seperti, kehilangan kepercayan diri, disfungsi sosial, penyalahgunaan masa depan, percobaan bunuh diri, dan menjadi pelaku verbal bullying.  Kata kunci : verbal bullying, prinsip kesantunan berbahasa
PILIHAN DIKSI DALAM KONTESTASI PILPRES 2024 DALAM PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS SEBAGAI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN LITERASI Ni nyoman ayu suciartini; Payuyasa, I Nyoman
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 10 No 01 (2024)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v10i01.3575

Abstract

The diction or terms used in the 2024 presidential election battle are some deliberately coined, while others emerge inadvertently, which can lead to multiple interpretations and meanings. Candidate pairs and, on the other hand, can also decrease electability in the political atmosphere. This study aims to analyze popular diction in the 2024 presidential election, both from social media and the bustling reality in society. This research employs a qualitative descriptive research design with the assistance of data collection methods such as observation, documentation, and literature review. The analytical tool used is Discourse Analysis. The results of this study indicate that the most popular diction often contains meanings that, when dissected using critical discourse analysis, reveal several perspectives related to the significance of the diction. Terms such as "slepet", "samsul", "cawe-cawe", are the most popular diction that influences both social media and the real world. Many posts are inspired by the diction of the 2024 presidential election, which certainly contains certain political meanings. The choice of diction or language by a leader figure greatly determines the process of garnering votes. Recorded in the diction that emerges in the presidential election, this diction can become an advertisement in another form that contributes to increasing electability
LITERASI AGAMA DALAM NARASI RUANG VIRTUAL Suciartini, Ni Nyoman Ayu; Pratama, I Putu Wahyu
Sirok Bastra Vol 11, No 2 (2023): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v11i2.480

Abstract

Literasi di ruang virtual dan media sosial perlu dikembangkan di tengah maraknya narasi-narasi berita bohong maupun konten digital yang kurang mendidik. Pemanfaatan ruang virtual dan media sosial seharusnya diisi dan dikembangkan dengan konten positif, mengedukasi, dan dapat memotivasi generasi muda untuk mengembangkan kebudayaan, ritual, adat istiadat, dan tradisi di dalamnya. Sepanjang apa pun sejarah dan sejauh apa pun peradaban melesat dengan perkembangan teknologi informasi di dalamnya, penanaman nilai toleransi, kerukunan, kecintaan terhadap kebudayaan, dan pendidikan karakter memang wajib dan harus dilakukan sebagai bagian dari roh pendidikan, baik di rumah, sekolah, maupun di masyarakat. Sebab, jika anak-anak atau generasi telah memiliki karakter yang kuat, mereka tidak akan mudah tercerabut dari akarnya. Tantangan era ini tentu berhadapan dengan adanya ruang virtual dan dunia digital yang beragam, lebih menarik, dan lebih menjangkau banyak khalayak. Hal inilah yang seharusnya dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk menjadi media dalam pembelajaran apa pun, termasuk di dalamnya menjadi manusia yang moderat dan toleran demi keutuhan NKRI. Ruang virtual dan media digital perlu dianalisis untuk dapat menjadi media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung hal-hal baik dan positif serta melibatkan generasi muda untuk ikut andil di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai pendidikan karakter dalam ruang virtual dan media digital sebagai media pembelajaran moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan bantuan metode kajian pustaka, wawancara, dan kuesioner. Pisau analisis yang dipakai, yaitu Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ruang virtual dan media digital dengan narasi, bahasa, dan konteks yang mendukung sebuah wacana virtual dan digital dapat berdampak positif untuk mengedepankan konten agama, seni tradisi, dan budaya, memuat nilai-nilai pendidikan karakter, dan menjadi media penguatan perilaku moderat dan toleransi beragama.
RITUAL PEMULIAAN SAMUDRA DI RUANG VIRTUAL SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN LITERASI Suciartini, Ni Nyoman Ayu; Pratama, Putu Wahyu
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan dan literasi budaya dalam ritual pemuliaan laut dan samudra yang dikemas dalam ruang virtual dan digital. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis sebagai kajian dalam analisis data. dapat digunakan sebagai media pendiidkan dan literasi budaya. Salah satu akun YouTube dalam akun Nusa Penida Destinations dalam ruang digital dan virtual mengabadikan atau mendokumentasikan prosesi, tahapan, pemaknaan, dan sejarah yang melatarbelakangi ritual nyepi segara ini diadakan. Banyak warganet mencari referensi terkait ritual ini melalui media digital dan ruang virtual. Masyarakat, tidak saja di Bali, melainkan masyarakat dalam teritorial yang lebih luas dapat memahami prosesi pemuliaan laut dan samudra khususnya yang ada di wilayah Nusa Penida. Dalam narasi di media digital yang disampaikan oleh tokoh agama, tokoh adat, maupun masyarakat sekitar dapat memberikan edukasi dan sosialisasi terkait kearifan lokal yang dimiliki oleh Bali dalam pemuliaan air. Generasi muda menjadi mengetahui dan memaknai bahwa adanya kearifan lokal ini patut didokumentasikan dan dapat dijadikan sebagai sumber atau media pembelajaran terkait makna dan filosofi nyepi segara. Keberadaan dan kecanggihan teknologi dan informasi, jika dimanfaatkan dengan bijak dan positif, mampu menjadi alat yang sangat ampuh untuk menjaga eksistensi kearifan lokal, budaya, seni tradisi bahkan ritual keagamaan yang sarat akan nilai-nilai pendidikan, nilai-nilai kehidupan, dan literasi budaya. Berdasarkan data transformasi ritual pemuliaan air, nyepi segara yang dikemas dalam format digital dan virtual ini tampak bahwa format sajian virtual dan digital ini dikemas lebih kreatif, inovatif, tidak monoton sehingga menjadi sumber belajar, media pembelajaran dan sumber motivasi untuk masyarakat Bali, khususnya dalam pelestarian budaya, seni tradisi, dan ritual itu sendiri. Media virtual dan digital yang mendokumentasikan budaya, ritual, adat tardisi secara utuh dan penuh dapat menjadi sumber belajar, media literasi, dan dapat pula membangun ekonomi kreatif bagi masyarakat desa dan memberdayakan desa sebagai sesuatu yang potensial.
LITERASI BUDAYA MELALUI FILM DOKUMENTER BRAHMAN CEREMONY Putra, I Made Denny Chrisna; Payuyasa, I Nyoman; Putra, Ida Bagus Hari Kayana; Suciartini, Ni Nyoman Ayu
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film dapat merefleksikan sebuah peradaban suatu negara atau bangsa. Melalui karya film, seseorang dapat melihat dengan jelas rangkaian sejarah, budaya, filosofi, fenomena, bahkan gejolak sosial yang pernah terjadi di suatu zaman menuju zaman lainnya. Film terutama film dokumenter juga menjadi media yang kuat untuk dapat menjaga eksistensi kebudayaan. Peran film di era globalisasi ini menjadi suatu kajian yang menarik untuk dapat menghadirkan tontonan yang sekaligus dapat menjadi tuntunan bagi masyarakat. Apalagi jika menilik situasi masyarakat kini yang hidup di antara gelimang arus budaya global yang tentu saja mengancam keudayaan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis nilai-nilai literasi budaya dalam film dokumenter Brahman Ceremony. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur model interaktif Milles dengan tahapan tiga analisis data, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi atau penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah film dokumenter berjudul Brahmana Ceremony ini merupakan film dokumenter yang digarap dengan tipe expository. Tipe ini berupa narasi (voice over) yang memaparkan/menjelaskan serangkaian fakta yang dikombinasikan bersamaan dengan gambar-gambar di film. Literasi budaya yang disajikan di antaranya ritus budaya ngaben yang seorang sulinggih mulai dari awal prosesi hingga akhir.
A, The PADAGINGAN DALAM TEKS DEWA TATWA (Perspektif Teologi Hindu): PADAGINGAN DALAM TEKS DEWA TATWA (Perspektif Teologi Hindu) Wedha, I Wayan Putu Artha; Harsananda, Hari; Suciartini, Ni Nyoman Ayu
Sphatika: Jurnal Teologi Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sphatika.v15i2.4069

Abstract

Hinduism is such a complex religious teaching that has such a wide range of teachings to learn and will continue to grow with time. One that testifies to the rich teachings of Hinduism is the literary work of religious teachings that is the basis for the execution of every ceremony, behavior, and conduct of human life. One of the most published texts is the text of the god tattwa that contains the teaching of the mekiis ceremony, ngusaba nini, establishes a sanggar tawang, and padagingan at palinggih. The palinggih comes in various shapes to suit the purpose of its construction, but not all of the buildings constructed may be listed as the most palinggih. What might be called the most palinggih is the building that has gone through the sacred stage and given by the spirit into the building. The text of the dewa tattwa is a text that refers to earlier texts of widhitattwa and candi narmada tattwa. It explains how important the blending of the most sophisticated building is. Where the aggregate is a symbol of spirit and an incredible entity that provides a positive vibrational. In practice it isa given material element that can serve as a medium for connecting humans to god.Padagingan is itself composed of components that are wholly meaningful as a symbol of realities that will be intertwined. These symbols are incorporated into a single entity which symbolizes so many manifestations of God that all come from one unthinkable. The symbol provides a basis for confidence in the people who hold such beliefs. The padagingan existence of an outside alloy as a means that brings positive vibrations as well as a medium to increase belief and firmness in carrying out religious teaching.