Muhamad Gina Nugraha
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

OPTIMALISASI EKSPERIMEN KERETA DINAMIKA: “APLIKASI TRACKER VS TICKER TIMER” UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI PADA MATERI GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) Elsa Anggiya Nurinsani; Nia Kurniasih; Nurdini Nurdini; Ating Herawati; Raden Giovanni Ariantara; Fitri Nurul Sholihat; Hana Susanti; Muhamad Gina Nugraha; Kartika Hajar Kirana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.657 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.01.EER.04

Abstract

In the experiments, misconceptions can occur because of lack information or even incorrect information from the experiments performed. One of the experiments that are prone to misconceptions is a non uniform linear motion experiment. Generally, the misconceptions is the mass of objects affect for the acceleration of objects motion on the path of the sloping field. This research was conducted to compare the results of experimental data processing using two methods, that is using ticker timer and tracker application to determine more precise method, so it is expected to reduce the occurrence of misconception. This research was conducted by recording the dynamics of the mobility moves that change its mass using a high resolution camera with 24 frame / sec shooting speed. The data in the form of tape result of ticker timer in analysis using microcal origin software and video recording data were analyzed using tracker application. The result of data analysis shows that data processing using tracker produces more constant acceleration data compared with data from timer ticker band, so with application of tracker can be concluded there is no mass effect to acceleration motion of moving objects on sloping path. Utilization of tracker applications in the dynamics train experiment can be used as an alternative that can be used to reduce misconceptions on the teaching material of non uniform linear motion. Keywords: non uniform linear motion, tracker, misconception.
PROFIL MUATAN LISTRIK DI DEKAT PERMUKAAN BUMI SELAMA GERHANA MATAHARI TOTAL 9 MARET 2016 Duden Saepuzaman; Muhamad Gina Nugraha; Agus Fany Chandra; Nanang Dwi Ardi; Cahyo Puji Asmoro; Asep Sutiadi; Taufik Ramlan; Amsor Amsor; Arman Arman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 5 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.634 KB) | DOI: 10.21009/0305020409

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelidiki tentang profil muatan listrik selama gerhana matahari total 9 Maret 2016 . Pengambilan data dilakukan di pantai terentang pulau bangka. Data variasi muatan diukur dengan menggunakan alat ukur yang dimiliki Pudak Scientific yaitu Charge sensor (0361i) (CMA) (-97..97 nC) order Code : CRG-BTA yang dihubungkan dengan ineterface Euro Lab (ϵ lab). Hasil pengukuran menunjukkan terdapat penambahan jumlah muatan negatif seiring bertambahnya waktu dari jam 06.00-09.00 WIB. Selama terjadi gerhana matahari total mulai kontak 1 sampai kontak 4 (berdasarkan hasil pengukuran alat ukur) ditemukan bahwa ada pengurangan laju pertambahan muatan negatif. Di duga kuat faktor suhu dan intensitas cahaya matahari mempengaruhi jumlah mutan elektron yang terukur. KataKunci: Muatan Listrik, Gerhana matahari total.
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA FISIKA DALAM PERKULIAHAN EKSPERIMEN FISIKA BERBASIS PROBLEM SOLVING Muhamad Gina Nugraha; Kartika Hajar Kirana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 4 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.624 KB)

Abstract

Kegiatan eksperimen sangat penting bagi mahasiswa untuk menumbuhkembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, termasuk diantaranya berpikir kritis. Umumnya kegiatan praktikum dilakukan dengan metode cookbook, mahasiswa hanya mengikuti langkah-langkah eksperimen yang telah diberikan. Kegiatan eksperimen seperti ini kurang melatih keterampilan berpikir kritis mahasiswa terkait fenomena yang sedang diamati. Salah satu pendekatan dalam eksperimen yang diprediksi dapat menumbuhkembangkan keterampilan berpikir kritis ialah eksperimen berbasis pemecahan masalah (problem solving). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam perkuliahan eksperimen fisika berbasis pemecahan masalah, dangan 15 mahasiswa fisika sebagai sample penelitian. Kegiatan eksperimen dilakukan selama satu semester dengan memberikan lembar kerja yang berisi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan pertanyaan-pertanyaan arahan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan semua aspek keterampilan berpikir kritis (versi Ennis) yang diukur yaitu kemampuan deduksi (deduction), induksi (induction), kredibilitas (credibility), observasi (observation) dan asumsi (asumption) mengalami peningkatan. Kata kunci: problem solving, keterampilan berpikir kritis, eksperimen.
IMPLEMENTASI LESSON STUDY : PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MATERI PERPINDAHAN KALOR SECARA KONDUKSI PADA SISWA KELAS 6 SD Duden Saepuzaman; Suparman Suparman; Endi Suhendi; Setya Utari; Muhamad Gina Nugraha
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.516 KB)

Abstract

This research‟s purposes are to describe the implementation of Contextual learning in heat conduction concept. Based on class teacher, several student still confuse to describe the heat conduction procces if the learning heat conduction just given to the student, not given the real world phenomen ini the class. Ini research, the implementation of lesson study following steps, plan, doo and see. Teacher‟s and college discus to prepare the all matter for implementation of lesson study : contextual learning. The results of this study show that: a) the level of implementation of lesson study steps in The Teaching Practise in SDPN Setiabudi is very suitable to the monitoring stan-dard, level Plan, Do, and Se; b) The lesson study implementation can improve the activities of student in learning, so the student can improve the konowlegde and skill Keyword: Lesson Study, kontextual Learning, heat conduction.
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERYINQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL SISWA Muhamad Gina Nugraha; Kartika Hajar Kirana; Duden Saepuzaman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.802 KB)

Abstract

Hasil studi pendahuluan menemukan proses pembelajaran fisika pada populasi penelitian didominasi dengan metode ceramah. Dalam metode ini pembelajaran berlangsung satu arah dan lebih menekankan penyampaian materi pembelajaran, akibatnya kompetensi yang dimiliki siswa kurang terlatih, salah satunya kompotensi berpikir rasional. Model pembelajaran discovery-inquiry yang lebih menekankan pencarian pengetahuan secara aktif dapat dijadikan salah satu alternatif untuk melatihkan dan meningkatkan keterampilan berpikir rasional (KBR) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efektifitas model pembelajaran discovery-inquiry terhadap keterampilan berpikir rasional siswa serta tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Desain penelitian yang digunakan adalah one group time series design dengan sampel penelitian satu kelas siswa-siswi di salah satu SMA Negeri kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran discovery-inquiry cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir rasional siswa dengan rata-rata nilai gain normal (N-gain) 0,57, dan analisis angket menunjukkan 97% siswa menyenangi pembelajaran discovery-inquiry. Siswa termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Kata kunci : pembelajaran discovery-inquiry, keterampilan berpikir rasional.
Karakterisasi Mineral Magnetik Sedimen Sungai Citarum Hilir Melalui Analisa Sifat Magnetik, Mineralogi serta Morfologi Magnetik Kartika Hajar Kirana; Mechdi Ghazali; Luh Ayu Eka Safitri Septiana; Dini Fitriani; Eleonora Agustine; Silvia Jannatul Fajar; Muhamad Gina Nugraha
POSITRON Vol 10, No 2 (2020): Vol. 10 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.096 KB) | DOI: 10.26418/positron.v10i2.42143

Abstract

Sungai Citarum merupakan sungai utama yang ada di Provinsi Jawa Barat yang sangat penting bagi kehidupan sosial dan ekonomi. Di bagian hilir, Sungai Citarum ini banyak melewati daerah pemukiman padat penduduk, daerah industri, dan bahkan pesawahan. Oleh karena itu, perlu kajian mengenai kondisi Sungai Citarum salah satunya dengan mengidentifikasi parameter electrical conductivity (EC), total dissolve solid (TDS), pH dan suhu serta karakteristik mineral magnetik pada sedimen melalui analisis sifat magnetik, mineralogi dan morfologi magnetiknya. Pengukuran parameter EC, TDS, pH dan suhu dilakukan secara in situ pada sampel air Sungai Citarum, pengukuran sifat magnetik dilakukan pada sampel sedimen yang telah dipreprasi, sedangkan pengukuran mineralogi dan morfologi dilakukan pada sampel sedimen yang telah diekstraksi. Sifat magnetik sedimen diketahui dari nilai suseptibilitas magnetik dual frekuensi yang diukur menggunakan Bartington Magnetik Susceptibilitymeter, sedangkan mineralogi dan morfologi magnetik diketahui berdasarkan hasil pengukuran scanning electron microscope–energy disperdsive x-ray (SEM-EDS) dan x-ray diffractometer (XRD). Hasil pengukuran secara in situ pada sampel air menunjukkan bahwa rentang nilai EC, TDS, pH dan suhu berturut-turut adalah (200–4120) mS/cm, (100–2060) ppt, 7,34–9,22, dan (26,8–32,6) oC. Sedangkan, hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa sampel sedimen Sungai Citarum bagian hilir memiliki nilai suseptibilitas magnetik frekuensi rendah (cLF) dengan rentang (65,00–173,80) x 10-8 m3/kg, sedangkan rentang nilai suseptibilitas magnetik frekuensi tinggi (cHF) adalah (64,90–165,70) x 10-8 m3/kg. Dari kedua pengukuran cLF dan cHF diperoleh rentang nilai cFD (%) sebesar 0,15–4,66. Selanjutnya, hasil analisis morfologi dari citra SEM-EDS dan analisis mineralogi berdasarkan pengukuran XRD menunjukkan dominasi jenis mineral magnetik pada sampel sedimen adalah magnetit. Mineral magnetit ini memiliki morfologi berbentuk oktahedral sebagai representasi mineral magnetik alami dan ada pula yang berbentuk spherule sebagai representasi mineral magnetik karena adanya proses oksidasi akibat kehadiran material antropogenik pada sedimen Sungai Citarum bagian hilir.
REKONSTRUKSI RANCANGAN PEMBELAJARAN SAINS MELALUI ANALISIS KESULITAN LITERASI SAINS SISWA SMP PADA TOPIK SIFAT DAN PERUBAHAN ZAT Dian Zakaria Sidiq; Setiya Utari; Muhamad Gina Nugraha
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.582 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13732

Abstract

ABSTRAKLiterasi sains merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan serta mengaplikasikan sains agar mampu mengambil keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah berdasarkan pertimbangan sains secara efektif dan bertanggung jawab. Literasi sains (scientific literacy) memiliki peranan yang sangat penting bagi setiap individu baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia pekerjaan. Namun, hasil studi yang dilakukan PISA sejak tahun 2000 sampai dengan tahun 2012 menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa Indonesia masuk pada kategori lemah. Kenyataan dilapangan, menunjukkan pula bahwa terkait dengan materi sifat dan perubahan zat, kemampuan literasi sains di salah satu SMP kota Cimahi belum terlatihkan. Rancangan pembelajaran untuk melatihkan literasi sains siswa SMP pada materi karakteristik zat belum sepenuhnya terintegrasi dengan keadaan sekitar lingkungan siswa tinggal, sehingga proses pembelajaran belum sepenuhnya kontekstual. Dari permasalahan yang ditemukan, maka penelitian ini berupaya mengungkapkan profil kemampuan literasi sains siswa kelas VII salah satu SMP di kota Cimahi. Luaran dari penelitian ini adalah dihasilkannya produk berupa rencana pelaksanaan pembelajaran yang lebih menekankan pengembangan kemampuan literasi sains siswa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survei dan penelusuran kemampuan literasi sains melalui soal-soal berbasis literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan proses dan penguasaan untuk merumuskan suatu percobaan masih perlu ditingkatkan. Hanya 19,1% siswa mampu menguasai indikator menjelaskan penerapan dari pengetahuan untuk masyarakat. Persentase sebesar 70,21% dicapai siswa untuk indikator menjelaskan dan mengevaluasi berbagai cara yang digunakan ilmuwan untuk memastikan reliabilitas dan objektivitas keumuman penjelasan. Selain itu, siswa menanggapi positif pembelajaran sains yang selama ini diikuti siswa.Kata Kunci: Literasi Sains, Sifat dan Perubahan Zat, Rekonstruksi Rancangan PembelajaranABSTRACTScientific literacy is ability to understand, use and apply the science to be able to take a decision in resolving a problem based on scientific considerations effectively and responsibly. Scientific literacy (scientific literacy) has a very important role for every individual both in everyday life and in the world of work. However, the results of PISA studies conducted since 2000 up to 2012 showed that the ability of Indonesian students entering science literacy in the weak category. The reality in the school, showed also that related to the material properties and changes of substances, science literacy skills one of middle school in Cimahi city anhabituate. Lesson plan for science literacy middle school students on the material characteristics of the substance has not been fully integrated with the surrounding circumstances of students living environment, so that the learning process is not yet fully contectual. This research seeks to reveal students' science literacy skills profile one of middle school class VII in Cimahi City. Outcomes of this study is the product produced in the form of lesson plan which emphasizes the development of students' science literacy skills. The method used in this research is survey method and tracking capabilities scientific literacy through questions based on scientific literacy. The results showed that ability process and mastery to formulate an experiment still needs to be improved. Only 19.1% of students were able to master the indicator describes the application of knowledge to the public. Percentage of 70.21% achieved by students for indicators describe and evaluate the various ways that scientists use to ensure the reliability and objectivity of the generality of explanation. In addition, students respond positively to the learning of science that has been followed by the students.Keywords: Scientific Literacy, Properties and Change of States of Matter, Reconstruction of Learning DesignDian Zakaria Sidiq, dkk – Rekonstruksi Rancangan Pembelajaran Sains Melalui Analisis kesulitanliterasi sains siswa SMP pada Topik Sifat dan Perubahan Zat
MENGONSTRUKSI RANCANGAN SOAL DOMAIN KOMPETENSI LITERASI SAINTIFIK SISWA SMP KELAS VIII PADA TOPIK GERAK LURUS Adib Rifqi Setiawan; Setiya Utari; Muhamad Gina Nugraha
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.619 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8277

Abstract

Seiring perkembangan zaman, literasi saintifik dipilih sebagai tujuan utama pendidikan sains. Literasi saintifik dianggap bisa digunakan untuk mempersiapkan generasi saat ini untuk menghadapi saat nanti. Literasi saintifik adalah pemahaman terhadap konsep dan proses sains serta bisa menggunakan pemahaman tersebut dalam keseharian. Sebagai tujuan utama dalam pendidikan sains, literasi saintifik dalam keseharian masyarakat menjadi gambaran keberhasilan pendidikan sains yang dilakukan oleh setiap negara. Namun kemampuan ini belum dilatihkan secara optimal melalui proses pembelajaran sains di Indonesia. Peneliti melakukan konstruksi soal yang bisa digunakan untuk mengukur kemampuan literasi saintifik siswa dalam domain kompetensi pada topik gerak lurus. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif jenis survei dengan jumlah soal 18 butir. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten  Bandung Barat dengan jumlah sampel sebanyak 140 orang siswa kelas VIII menggunakan pengambilan sampel acak. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien reliabilitas (rhh) sebesar 0,73 (kategori tinggi) dengan validitas item, tingkat kesukaran, dan daya pembeda setiap butir soal yang beragam. Hasil yang diperoleh akan dijadikan acuan untuk menganalisis kesulitan literasi saintifik siswa SMP kelas VIII pada topik gerak lurus serta merekonstruksi rencana pembelajaran sains yang melatihkan literasi saintifik. Over the times, scientific literacy have been selected as the main purpose of science education.Scientific literacy is considered to be used to prepare the current generation for life in the future. Scientific literacy is an understanding of the concepts and processes of science and can use that understanding in everyday life. As the main purpose of science education, scientific literacy in everyday society be a description the success of science education undertaken by each country. However, this capability has not been trained optimally through the learning process of science in Indonesia. Researcher conducted a construction matter that can be used to measure the literacy skills of students in the scientific domain competence on the topic of straight motion. This research use descriptive research type of survey with amount question 18 items. The population in this research is a class VIII student in one of the Junior High School in West Bandung regency with a total sample of 140 eighth grade students using random sampling. The result showed reliability coefficient (rhh) by 0.73 (high category) with the validity of the item, level of difficulty, and distinguishing each item on diverse. The results earned will be used as a reference for analyzing the difficulties of scientific literacy class VIII junior high school students on the topic of straight motion and reconstruct the science lesson plan which trains scientific literacy.Keywords:  Construction; Scientific Literacy Profile; Domain Competence
Pengembangan Four-Tier Diagnostic Test untuk Mengidentifikasi Profil Konsepsi Siswa pada Materi Alat-alat Optik Pujia Rawh; Achmad Samsudin; Muhamad Gina Nugraha
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.695 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.22888

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan tes diagnostik dalam bentuk four-tier untuk mengidentifikasi profil konsepsi siswa pada matari alat-alat optik. Mengidentifikasi profil konsepsi siswa tentang alat-alat optik penting dilakukan untuk mendukung siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas.  Metode yang dilakukan pada penelitian adalah menggunakan model 4D (Defining, Designing, Developing, and Disseminating). Sampel yang digunakan adalah 33 siswa dan 29 siswa SMA Negeri di kota Bandung dari dua sekolah yang berbeda. Hasil validasi menunjukkan bahwa semua butir soal dikategorikan valid dan nilai reliabilitasnnya sebesar 0,69. Hasil menunjukkan bahawa four tier diagnostic test yang dikembangkan peneliti dapat digunakan untuk mengidentifikasi profil konsepsi siswa pada konsep alat-alat optik. The research aims to develop an isntrument of four-tier diagnostic test to identify student’s conception in optical instrumets concepts. Student’s conceptions about optical instruments concepts are important to support the student itself for the learning process in classroom. The study is research develop with an aply 4D model (Defining, Designing, Developing, and Disseminating). The sample used 33 students and 29 students of High School in Bandung from two different schools.   The result showed that four-tier diagnostic test is able to identify student’s conception profil of optical instrumets concepts
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan STEM dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa SMP Lulu Iolanessa; Ida Kaniawati; Muhamad Gina Nugraha
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.259 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23452

Abstract

ABSTRAK Rangkaian keterampilan abad 21 yang diinginkan telah diidentifikasi melalui berbagai penelitian terdahulu salah satunya ialah kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah adalah upaya seseorang atau kelompok untuk menemukan jawaban suatu persoalan berdasarkan pengetahuannya, pemahaman, kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah melalui pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEM. Penelitian ini bertujan untuk mengukur bagaimana kemampuan pemecahan masalah setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang digabungkan dengan pendekatan STEM. Penelitian ini menggunakan metode pre- experimental dengan desain one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen kemampuan pemecahan masalah berupa soal uraian yang sudah divalidasi oleh ahli dan dilakukan uji instrumen. Instrumen diberikan kepada 27 siswa di salah satu SMP Swasta di Kota Bandung. Berdasarkan analisis instrumen menggunakan analisis N-gain menunjukan bahwa hasil penelitian penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai N-gain 0,62, termasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci: Problem Based Learning, STEM, Kemampuan Pemecahan Masalah  ABSTRACT The desired set of 21st century skills has been identified through various previous studies, one of which is the ability to solve problems. Problem-solving ability is the effort of a person or group to find answers to a problem based on their knowledge, understanding, and previous abilities. One effort to improve problem solving skills is through learning with the Problem Based Learning (PBL) model with the STEM approach. This research is intended to measure how the ability to solve problems after applying the Problem Based Learning (PBL) learning model combined with the STEM approach. This study uses a pre-experimental method with one group pretest-posttest design. The instrument used was an instrument of problem-solving ability in the form of problem descriptions that had been validated by experts. The instrument was given to 27 students in one private junior high school in the city of Bandung. Based on the analysis of instruments using N-gain analysis shows that the results of the study of the application of PBL learning models can improve students' problem solving abilities with an N-gain value of 0.62, included in the medium category. Keywords: Problem Based Learning, STEM, Problem Solving Ability
Co-Authors Achmad Samsudin Achmad Samsudin Adib Rifqi Setiawan Agus Fany Chandra Agus Fany Chandra Wijaya, Agus Fany Chandra Amalia, Shita Ayu Amsor Amsor Anggi Hanif Setyadin Ardi Rizkia Ferahenki Arman Arman Asep Sutiadi Asri Nur Lathifah Ating Herawati Cahyo Puji Asmoro Dian Zakaria Sidiq Dini Fitriani Dini Fitriani, Dini Duden Saepuzaman, Duden Dwi Gusrianti Eka Cahya Prima Eleonora Agustine Elsa Anggiya Nurinsani Endi Suhendi Fahmi Juliansyah Fajar, Silvia Jannatul Fathurrohman, Fahmy Firman Nugraha Fitri Nurul Sholihat Fitri Nurul Sholihat Fitri Nurul Sholihat Fitri Nurul Sholihat Fitri Nurul Sholihat, Fitri Nurul Hana Susanti Hana Susanti Ida Kaniawati Inka Danika Judhistira Aria Utama Judhistira Arya Utama Juniarti, Nita Kartika Hajar Kirana Kartika Hajar Kirana Kartika Hajar Kirana Kartika Hajar Kirana Kartika Hajar Kirana Kartika Hajar Kirana, Kartika Hajar Luh Ayu Eka Safitri Septiana Lulu Iolanessa Mechdi Ghazali Mentari, Vanessa Zian Muhammad Najib Alyasyfi Mulyadi, Yudi Nanang Dwi Ardi Nawawi, Muhamad Rovie Nia Kurniasih Nia Kurniasih Nico Andrianto, Nico Novala, Gesti Cita Nurdini Nurdini Nurdini Nurdini Nuzulira Janeusse Fratiwi Priatna Pratama Rosidi Pujia Rawh Raden Giovanni Raden Giovanni Ariantara Rahmaputri, Maghfira Dwivani Resti Wulansari Rizkita, Nabila Risty Rizky Kurniawan Robby Salam Saeful Karim Santy Awalliyah Setiya Utari Setiya Utari Setiya Utari Setya Utari Suci Ramayanti Suparman Suparman Taufik Ramlan Vina Nurafiah Zaenudinna, Rayna Aulia Zahra Raudi Maulidia Zaleha, Zaleha