Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN PUBLIK DESA DI ERA DIGITAL 4.O (Studi Kasus Pemerintah Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung) Bayu Septiansyah; Widuri Wulandari; Wawan Gunawan; Atik Rochaeni
Jurnal Academia Praja Vol 6 No 2 (2023): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v6i2.1734

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat dalam usaha mengefektifkan layanan kepada masyarakat harus dilakukan sampai pada tingkat Desa. Teknologi informasi yang tercanggih sekalipun tidak ada yang mengoperasikan, maka akibatnya sistem informasi tidak berjalan maksimal. Penelitian dengan pendekatan metode kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Ciburial di Kabupaten Bandung. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik di era digital 4.0 di Desa Ciburial berupaya dilakukan semaksimal mungkin walaupun belum mampu berdampak ke masyarakat secara signifikan dan masih mengalami beberapa hambatan, salah satunya yaitu belum integrasinya data. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dengan aparat desa sehingga menghasilkan sistem yang terintegrasi satu sama lainnya. Sistem yang sekarang dapat menjadi dasar untuk pengembangan sesuai dengan perubahan peraturan dari peraturan yang lama menjadi baru.
KAPASITAS PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA CIMANGGU KECAMATAN NGAMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT Agustina Setiawan; Widuri Wulandari; Siti Munawaroh
Jurnal Academia Praja Vol 7 No 1 (2024): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v7i1.1814

Abstract

Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kapasitas pemerintah desa dalam pengembangan desa wisata di Desa Cimanggu Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Desa Cimanggu memiliki potensi wisata salah satunya sumber air panas. Namun potensi wisata ini belum dikembangkan dengan maksimal. Pemerintah Desa belum mampu melakukan pengembangan desa wisata sendiri. Belum banyak yang mengetahui objek wisata yang ada di Desa Cimanggu. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian dilakukan kurang lebih selama 5 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas Pemerintah Desa Cimanggu dalam pengembangan desa wisata belum berjalan optimal. Hal ini dilihat dari adanya komitmen bersama antara Pemerintah Desa dengan masyarakat melalui dibentuknya Pokdarwis; Kepemimpinan dari Kepala Desa Cimanggu sudah baik; Reformasi Peraturan di Pemerintah Desa Cimanggu yang berkaitan dengan desa wisata belum ada; Reformasi Kelembagaan yaitu dengan dibentuknya Pokdarwis; Kekuatan adanya keterlibatan masyarakat Desa Cimanggu dalam pengembangan objek wisata sedangkan untuk kelemahan perlu adanya keseriusan bersama antara Pokdarwis, Pemerintah Desa Cimanggu dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Cimanggu khususnya dalam hal promosi dan pendanaan. Kata Kunci: Kapasitas, Pemerintah, Desa Wisata
ANALISIS KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI Sufri Nuryamin; Widuri Wulandari
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 2 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i2.1161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Itjend Kemendes PDTT) pada Masa Pandemi Covid-19. Ada perubahan sistem kerja di lingkungan pemerintah akibat adanya pandemic Covid-19. Instansi pemerintah yang biasa bekerja di kantor, karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua kantor diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Hal ini baru pertama sekali diterapkan di instansi pemerintah. Itjen Kemendes PDTT merupakan bagian yang melakukan pengawasan, pemantauan, evaluasi kinerja dan keuangan di lingkungan Kemendes PDTT. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan aplikasi NVivo 12. Teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja ASN di Itjen Kemendes PDTT pada masa pandemic Covid-19, berjalan dengan baik. Hal ini dilihat dari 1) Keterampilan kerja ASN Kemendes PDTT meningkat selama WFH; 2) Kerja sama tetap berjalan secara online; 3) Pemanfaatan waktu lebih fleksible ketika WFH; 4) Sarana dan prasarana belum sepenuhnya didukung untuk WFH; 5) dan terakhir adapatasi dengan lingkungan ASN sangat menyesuaikan dengan situasi pandemic dan WFH. Kata Kunci: Kinerja, Aparatur Sipil Negara, Pemerintahan
PELATIHAN MANAJEMEN PARIWISATA UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI WISATA MELALUI DIGITALISASI DESA DI DESA SUMBERWETAN KECAMATAN JATITUJUH KABUPATEN MAJALENGKA Agustina Setiawan; Noer Apptika Fujilestari; Titin Rohayatin; Dadan Kurnia; Dicky Febriansyah; Atik Rochaeni; Yamardi; Widuri Wulandari; Siti Munawaroh; Arlan Siddha; Dahly Sukma; Lukman Munawar; Risyah Aprimayanti; Bayu Septiansyah; Harky Ristala; Waluyo Zulfikar; Bunga Aprilia
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18401

Abstract

Kondisi alam Desa Sumberwetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka memiliki potensi yang cukup menarik di wilayah Jawa Barat karena merupakan salah satu wisata budaya. Namun potensi wisata tersebut masih memerlukan pengelolaan dan promosi yang lebih optimal terutama bagi beberapa desa atau kecamatan yang objek wisatanya belum ada pengembangan dari pemerintah maupun swasta. Kondisi ini dikukung oleh potensi ekonomi berbasis lokal menunjang daya tarik tumbuhnya wisata desa. Namun demikian pengelolaan wisata dan promosi belum ditangani secara professional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan (1) Untuk memberikan pemahaman kepada pemerintah desa, pengelola objek wisata, kelompok sadar wisata dan karang taruna berkaitan dengan manajemen pariwisata untuk meningkatkan potensi wisata melalui digitalisasi desa di Desa Sumberwetan (2) Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi para pelaku usaha jasa usaha wisata di Desa Sumberwetan dengan meningkatkan manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, pendekatan kelompok, pendekatan individual, metode ceramah, metode diskusi/FGD. Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dan hasil pre test dan post tes setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan manajerial Pariwisata dalam menyusun rencana kegiatan jangka pendek, termasuk rencara promosi dengan bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk edukasi wisata. Pegiat ekonomi kreatif telah memahami strategi pemasaran kolaborasi dan penjualan online.