Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Internalization of State Defense Values to Darussalam Modern Islamic Boarding School Student in West Bandung Renaldo Benarrivo; Dadan Kurnia; Iing Nurdin; P.Y.M. Wibowo Ndaruhadi; Lukman Munawar Fauzi; Angga Nurdin Rachmat; Arlan Siddha
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.414 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.2040

Abstract

This community service aims to internalize the values of state defense to the students of the Darussalam Modern Islamic Boarding School, West Bandung. It is carried out in three phases of activities, namely education and socialization, implementation and strengthening as well as intensive assistance from August to October 2021. The observations results of activities indicate a change in attitude which refers to the implementation of state defense values in daily activities as santri in an inclusive manner. This can be seen from the increasing understanding of the average students before the activity and also the reobservation carried out after the activity. Internalization of the state defense values is intended to provide religious understanding and nationalism and patriotism that can support each other in social life. The values of state defense that are highlighted in this activity include love for the homeland, awareness of the nation and state, loyalty to Pancasila as the state ideology, being willing to sacrifice for the nation and state, as well as the initial ability to defend the state. The internalization of these values is carried out by taking into account the background of the participants as a student. The combination of religious understanding which is supported by the values of nationalism and patriotism will be a good character for the students
SINERGI PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERTAHANAN MILITER DAN NIRMILITER DALAM MENGHADAPI KEDARURATAN NUKLIR Lilik Mugiharto; Asdini Pratama Putra; Intan Fibriansah Wirastama; Dadan Kurnia; Masduki Masduki
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6406

Abstract

Indonesia berpotensi terjadi kedaruratan nuklir sehingga perlu disiapkan sumber daya dari militer dan nirmiliter. Permasalahan penelitian tentang strategi pemanfaatan sumber daya Kizinubika, Bapeten, dan DPFK Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam menghadapi kedaruratan nuklir. Tujuan penelitian menganalisis strategi pemanfaatan sumber daya Kizinubika dengan Bapeten dan DPFK BRIN dalam menghadapi kedaruratan nuklir. Penelitian menggunakan metode kuasi kualitatif. Data dianalisis secara kualitatif didukung data kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh nilai skor Internal Strategic Factor Analisis Summary 3,22 dari faktor kekuatan 2,26 dan kelemahan 0,96. Nilai skor External Strategic Factor Analysis Summary 2,89 dari faktor peluang 1,82 dan ancaman 1,07. Hasil analisis Strengths Weakness Opportunities and Threats (SWOT) diperoleh strategi berupa Strenghts - Oppurtunities berupa: Menggunakan fasilitas dan peralatan Kizinubika dalam latihan bersama guna menyiapkan sumber daya meningkatkan dukungan prioritas Bapeten dan DPFK BRIN; Meningkatkan peran Kizinubika dengan menyiapkan SDM dan peralatan melalui kegiatan latihan guna mempertahankan dan meningkatkan dukungan dari Bapeten dan DPFK BRIN sebagai first responder; Mengoptimalkan latihan terprogram dengan melibatkan SDM dan peralatan guna memelihara dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia; dan Mengoptimalkan lokasi strategis Kizinubika melalu kegiatan pelatihan dengan memanfaatkan dukungan anggaran pelatihan sehingga Kizinubika cepat dan tepat guna meningkatkan dukungan dari Bapeten dan DPFK BRIN.
STRATEGI PENINGKATAN LATIHAN BERSAMA DI ANTARA TNI-AD DAN TENTARA SINGAPURA DALAM RANGKA MENGHADAPI OPERASI MULTI-DOMAIN Tan Yiwen; Arvie Prima Kusuma Sumedi; Immanuel Roy P. Simbolon; Dadan Kurnia; Masduki Masduki
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6472

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi untuk meningkatkan Latihan Bersama antara TNI-AD dan Tentara Singapura guna memperkuat interoperabilitas dan kemampuan operasional dalam menghadapi operasi multi-domain (MDO). Dalam peperangan modern yang bersifat multi-domain, multi-nasional, dan multi-geografi, kolaborasi yang efektif di berbagai ranah sangat penting. Studi ini menyoroti pentingnya peLatihan Bersama dan pendidikan strategis untuk menghadapi tantangan ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data diperoleh melalui wawancara dan sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Latihan Bersama seperti Latma GARUDA SHIELD dan SAFKAR INDOPURA telah dilakukan, fokusnya belum mencakup elemen-elemen penting dari operasi multi-domain. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan pelatihan bertahap “Crawl-Walk-Run” yang memungkinkan peningkatan kompleksitas secara bertahap guna mencapai tingkat interoperabilitas yang lebih tinggi. Integrasi teknologi canggih seperti AI, Big Data, dan simulasi Live-Virtual-Constructive (LVC) juga dinilai penting untuk memperkuat evaluasi dan pengambilan keputusan operasional secara real-time. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kemitraan internasional, inovasi teknologi, dan latihan eksperimental untuk mengembangkan taktik baru dalam peperangan modern. Meskipun terdapat tantangan dalam hal perbedaan doktrin dan logistik, perencanaan jangka panjang dan Latihan Bersama yang sistematis dapat mengatasi hambatan ini. Kesimpulannya, kolaborasi yang berkelanjutan dan adopsi teknologi mutakhir dalam pelatihan akan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan operasional kedua angkatan dalam menghadapi operasi multi-domain.
Implementasi Kebijakan Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) di Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Silviana Dewi; Atik Rochaeni; Dadan Kurnia
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober: Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v21i2.2077

Abstract

One of the efforts by the Bandung City Government to alleviate poverty is through the Regional Innovation and Empowerment Development Program (PIPPK). This program aims to promote equitable development in neighborhood units (RW), PKK groups, Karang Taruna, and Community Empowerment Institutions. In practice, the budget absorption in Arcamanik District has reached 85.02% overall. Preliminary observations indicate that the implementation of PIPPK in Arcamanik District is not yet optimal. The aim of this research is to analyze the implementation of PIPPK policies, the challenges faced, and the efforts made by Arcamanik District. The study uses Thomas B. Smith's policy implementation theory, which includes: 1) Legal Framework; 2) Implementing Organization; 3) Target Groups; and 4) Environmental Factors. The research employs a descriptive qualitative design suitable for the issues to be discussed, as well as the local context in which the study is conducted. Data collection is carried out through interviews, document analysis, and observations, all of which are recorded in field notes. The implementation of the Regional Innovation and Empowerment Development Program (PIPPK) in Arcamanik District faces significant challenges in legal understanding, organizational coordination, target group identification, and environmental conditions. The Arcamanik District Government has taken steps such as training, socialization, and improving coordination to address these challenges. However, ongoing evaluation and monitoring are necessary to ensure the program's maximum benefit and achievement of its goals.
Policy Analysis of the Jabar Saber Hoaks Program in Addressing the Spread of Hoaxes in West Java Hidayat, Hidayat; Wawan Gunawan; Dadan Kurnia; Zaenal Abidin AS
International Journal Administration, Business & Organization Vol 7 No 1 (2026): IJABO
Publisher : Asosiasi Ahli Administrasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61242/ijabo.26.742

Abstract

The rapid advancement of digital technology has become a vehicle for the spread of hoaxes, negatively impacting the lives of the digital community in Indonesia, particularly in West Java. On the other hand, public awareness regarding how to distinguish hoaxes remains low; this situation is further exacerbated by the emergence of AI technology, making it extremely difficult for the public to determine whether a piece of news is a hoax or not. To address the spread of hoaxes, the West Java Provincial Government issued a policy through West Java Governor’s Decree No. 700.05/Kep.1261-Diskominfo/2018 regarding the establishment of the Jabar Saber Hoaks program. This program aims to protect the public from the negative impacts caused by hoaxes. This study aims to analyze the policies of the Jabar Saber Hoaks program. Using a literature review approach, the findings indicate that the Jabar Saber Hoaks program’s policies have not been implemented optimally in protecting the public from the negative impacts of hoaxes. One reason for this is that Jabar Saber Hoaks only verifies information of questionable accuracy circulating in digital media, while community empowerment programs aimed at improving digital literacy have not been widely implemented. Consequently, many people in West Java have been affected by hoaxes, resulting in both moral and material losses.
ANALISIS KRITIS TERHADAP GERAKAN NASIONAL LITERASI DIGITAL DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE Dadan Kurnia
Jurnal Academia Praja Vol 4 No 1 (2021): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.321

Abstract

The paper analyzes the analysis of the National Digital Literacy Movement (GNLD) from the perspective of good governance with qualitative methods. This analysis is motivated by the pros and cons of GNLD. Those who view this movement as good at fighting hoaxes, fake news, fake news or other negative content that are judged by the wider community. Meanwhile, those who assess the assessment, this movement is an attempt by the government to lead public opinion to legitimize and silence voices criticizing government policies. Analysis of the conclusions of GNLD in the perspective of good governance that GNLD is a government effort to provide security services as well as members of the public in surfing in cyberspace.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DEMOKRASI DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Zaenal Abidin AS; Dadan Kurnia
Jurnal Academia Praja Vol 5 No 1 (2022): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v5i1.700

Abstract

Berlakunya Undang-undang No.6 Tahun 2014 Tentang Desa merupakan tonggak penguatan pelaksanaan pemerintahan di tingkat desa, dimana desa sebagai unit pelaksanaan pemerintahan terendah di berikan kekuatan didalam mengurus dan menggali potensi yang di miliki oleh wilayahnya. Desa sebagai wilayah otonom harus dapat mengurus dan melaksanakan pemerintahannya sendiri, mulai dari pemilihan kepala desa sampai kepada pola penggalian potensi wilayah yang di miliki sebagai bagian pelaksanaan kesejahteraan di tingkatan desa. Salah satu upaya untuk membangun kapasitas desa adalah dengan peningkatan kualitas aparatur sumberdaya pemerintahan desanya, yang mana salah satunya kepala desa. Pemilihan kepala desa menjadikan sebuah momentum bagi masyarakat di tingkat desa untuk dapat memilih dan menghadirkan pemimpin yang dapat merefresentasikan keinginan masyarakatnya, sehingga dapat mempercepat proses peningkatan dan pengembangan wilayah pedesaan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa proses penerapan nilai-nilai demokrasi dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak (Pilkades-Serentak) di Kabupaten Bandung Barat dapat dikatakan sudah dapat berjalan dengan baik. Dimana hal ini dapat dilihat dari proses penyelesaian konflik yang di timbulkan dari pelaksanaan pilkades serentak yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun ada hal yang di dapatkan dari hasil observasi peneliti dilapangan, bahwa proses pencalonan kepala desa di beberapa tempat yang mengajukan bakal calon (Balon) dari keluargannya guna memecah suara yang ada dan adanya ego sentrisme (keluarga) yang mana melanjutkan estapet kepemimpinan kepala desa sebelumnya. Secara demokrasi memang tidak masalah, namun dalam proses pendewasaan pemilukades tentu hal ini perlu dikaji dan dihindari demi terwujudnya kualitas pilkades yang baik di kemudian hari. Kata Kunci : Implementasi, Nilai-nilai Demokrasi dan Pemilihan Kepala Desa.
MODEL KOLABORASI PEMERINTAH DALAM PENANGANAN BENCANA ALAM (STUDI KASUS: KOLABORASI PEMERINTAH DAERAH DENGAN KOREM 061/SURYAKENCANA) Faisol Izuddin Karimi; Agus Subagyo; Dadan Kurnia
Jurnal Academia Praja Vol 9 No 1 (2026): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v9i1.5422

Abstract

This study stems from the complexity of disaster impacts, which necessitates cross-institutional collaboration capable of integrating organisational resources and capacities. The study aims to analyse the model of collaboration between the local government and Korem 061/Suryakancana in the management of natural disasters, as well as to identify the factors that support the effectiveness of this collaboration. This study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews with informants from the local government, the Regional Disaster Management Agency (BPBD), and personnel from Korem 061/Suryakancana, supplemented by field observations and document analysis. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that collaboration between the local government and Korem 061/Suryakancana takes place through structured coordination mechanisms, primarily via disaster coordination forums and emergency response command posts. The local government acts as the main coordinator, whilst the Military Command provides operational support such as the evacuation of victims, the distribution of logistics, and the construction of emergency facilities. These findings underscore the importance of synergy between civilian and military actors in strengthening disaster response capacity at the local level, as well as promoting the strengthening of cross-institutional coordination mechanisms in disaster management.
POLA HUBUNGAN PATRONASE PADA BIROKRASI PEMERINTAHAN KOTA CIMAHI Dadang Sufianto; Agus Subagyo; Dadan Kurnia
Jurnal Caraka Prabu Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Caraka Prabu
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v1i01.49

Abstract

Tujuan pokok penelitian ini adalah memahami apakah pola hubungan patronase pada birokrasi pemerintah daerah dapat diselaraskan dengan pola hubungan birokratis. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian telah dilakukan di Kota Cimahi, Jawa Barat- Indonesia pada tahun 2016. Hasil penelitian adalah bahwa pola hubungan patronase dalam birokrasi pemerintahan Kota Cimahi, dapat diselaraskan dengan pola hubungan birokratis melalui pengembangan karir pegawai.Caranya, walikota tidak melakukan “perloncatan” dalam pengembangan karier kliennya, melainkan dengan “percepatan” agar tidak melanggar aturan kepegawaian. Para birokrat tertentu dipromosikan berdasarkan prosedur kepegawaian dalam waktu yang tidak terlalu lama. Wali kota menggunakan wewenangnya secara etis dan ditunjang oleh sikap partai yang tidak ikut campur. Dengan cara itu, pencapaian kinerja pemerintah Kota Cimahi tidak terganggu. Bertolak dari simpulan tersebut, peneliti mengajukan konsep baru yaitu “pola hubungan patronase pada birokrasi pemerintahan daerah dapat diselaraskan dengan pola hubungan birokratis sepanjang mengenai pengembangan karier birokrat tertentu, jika kepala daerah menggunakan wewenangnya secara etis, tidak mengabaikan aturan kepegawaian, dan tidak ada campur tangan pihak luar.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA TANJUNGSARI KECAMATAN SUKALUYU KABUPATEN CIANJUR Annisa Dwi Lestari; Dadan Kurnia; Agustina Setiawan
Jurnal Caraka Prabu Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Caraka Prabu
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v3i2.354

Abstract

Penelitian ini membahas terkait dengan Implementasi Kebijakan Pemerintah Desa Tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa Di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Desa Tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa, Di Desa. Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Pemerintah Desa Tentang Badan Usaha Milik Desa Di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur dapat dikatakan belum optimal. Hal tersebut dikarenakan antara lain (1) tujuan kebijakan tersebut bahwa BUMDes Desa Tanjungsari belum mampu memberdayakan seluruh masyarakat desa, (2) Pengurus BUMDes yang ada pada saat ini kurang dari segi kuantitas dan kualitas lalu cenderung sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sehingga dalam mengimplementasikan kebijakan Pemerintah Desa tentang pembentukan badan usaha milik desa ini tidak diikuti dengan pengembangan jenis usaha yang baik, (3) Sumberdaya finansial yang tidak bisa mengembangkan seluruh jenis usaha, (4) Karakteristik dari agen pelaksana BUMdes berbeda-beda, (5) adanya sikap ketidaktegasan dan ketidakpatuhan dari para pelaksana kebijakan (6) kurangnya komunikasi antar Organisasi dan Aktivitas Pelaksana (7) lingkungan eksternal yang terdiri dari lingkungan politik, sosial dan ekonomi di desa tanjungsari berjalan dengan kondusif. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, BUMDes