Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMPN 2 RATOLINDO Moh Fajri; Ismunandar Wahyu Kindang; Afrina Januarista
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.28

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah epidemiologi global yang hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karna pola makan yang tidak sesuai, sering Mengkonsumsi makanan yang cepat saji dan tidak sehat serta tidak teraturnya Waktu makan. Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah ada Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMPN 2 Ratolindo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik korelatif menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa di SMPN 2 Ratolindo sebanyak 305 siswa yang terbagi ke dalam kelas 7, 8, dan 9. Teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwaterdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis bivariat pada tabel 4.4 yang menyatakan bahwa dari 75 responden, didapatkan sebagian besar remaja sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan mengalami obesitas, yakni sebanyak 31 responden (41,3%). Berdasarkan hasil analisis Chi Square di dapatkan P Value = 0,001 atau < 0,05 dimana Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Ada Hubungan Antara Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMPN 2 Ratolindo.
Keaktifan Dalam Klub Prolanis Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi Niken Ruth Stefany Pagoray; Ismunandar Wahyu Kindang; Rizkaningsih
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v1i2.221

Abstract

Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan preventif yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS. Dari total 56 peserta prolanis pada bulan April didapatkan 6 orang peserta prolanis hipertensi dan 6 orang peserta diabetes melitus tidak rutin melakukan kunjungan di fasilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan keaktifan dalam klub prolanis terhadap peningkatan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di FKTP dr. Rosalia Palinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien prolanis lansia penderita hipertensi di FKTP dr. Rosalia Palinggi sebanyak 36 orang dan jumlah sampel adalah total populasi yaitu 36 orang yang diteliti pada tanggal 1-30 Juni 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keaktifan dalam klub prolanis dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi dengan nilai p<0,05 (0,002). Kesimpulannya adalah ada hubungan yang bermakna antara keaktifan dalam klub prolanis terhadap peningkatan kualitas hidup lansia penderita hipertensi. Saran bagi FKTP dr. Rosalia Palinggi agar meningkatkan pengetahuan tentang prolanis dan meningkatkan minat lansia untuk aktif dalam prolanis kesehatan tentang pentingnya aktif dalam klub prolanis pada lansia penderita hipertensi. Kata Kunci : Prolanis, kualitas hidup, hipertensi
Hubungan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Pemasangan Infus dengan Kejadian Plebitis di RSUD Anutapura Palu: Penelitian Regita Cahyani Putri; Djuwartini; Ismunandar Wahyu Kindang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5302

Abstract

Plebitis merupakan salah satu bentuk infeksi nosokomial yang kerap terjadi dan dapat menyebabkan peningkatan lama perawatan pasien, bertambahnya biaya pelayanan kesehatan, serta menurunnya kualitas pelayanan di rumah sakit. Salah satu faktor yang berperan penting dalam terjadinya plebitis adalah rendahnya tingkat kepatuhan perawat terhadap standar prosedur operasional dalam pemasangan infus. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan perawat dalam menerapkan standar prosedur operasional pemasangan infus dengan kejadian plebitis di RSUD Anutapura Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 350 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan metode cluster random sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan klaster. Jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 78 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian, dari total 78 responden terdapat 23 perawat (29,5%) yang tidak patuh dalam pelaksanaan standar prosedur operasional pemasangan infus, dan jumlah responden yang mengalami plebitis juga sebanyak 23 orang (29,5%). Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan standar prosedur operasional pemasangan infus dengan kejadian plebitis, dengan nilai p sebesar 0,001. Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan perawat dalam menerapkan standar prosedur operasional pemasangan infus dengan kejadian plebitis di RSUD Anutapura Palu, dengan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin rendah tingkat kepatuhan perawat terhadap pelaksanaan SPO pemasangan infus, maka risiko terjadinya plebitis semakin meningkat. Dengan demikian, penerapan SPO pemasangan infus secara konsisten dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan plebitis
Penyuluhan Pendidikan Pengetahuan Gaya Hidup Merdeka dari Hipertensi (P3LSM) di Desa Beka, Kab. Sigi Sulawesi Tengah Bayu Eka Kurniawan; Ismunandar Wahyu Kindang; Basri; Sringati
ABDI WIDYA NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition in which a person's blood pressure is ≥140 mmHg (systolic) and/or ≥ 90 mmHg (diastolic). Hypertension is called the silent killer because treatment is often too late. Management of hypertension includes non-pharmacological therapy and pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy in the form of lifestyle modification includes dietary patterns, physical activity, smoking bans and alcohol consumption restrictions. This study uses a type of quantitative research using a one-group pre-test post-test design to design a pre-exprimental research. The results of the study showed that before the provision of education, the majority of respondents were in the category of lack of knowledge level, while after the provision of education, the majority of respondents were in the category of good knowledge level.
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMPN 2 Ratolindo Moh Fajri; Ismunandar Wahyu Kindang; Afrina Januarista
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.28

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah epidemiologi global yang hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Hal ini disebabkan karna pola makan yang tidak sesuai, sering Mengkonsumsi makanan yang cepat saji dan tidak sehat serta tidak teraturnya Waktu makan. Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah ada Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMPN 2 Ratolindo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik korelatif menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa di SMPN 2 Ratolindo sebanyak 305 siswa yang terbagi ke dalam kelas 7, 8, dan 9. Teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwaterdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis bivariat pada tabel 4.4 yang menyatakan bahwa dari 75 responden, didapatkan sebagian besar remaja sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan mengalami obesitas, yakni sebanyak 31 responden (41,3%). Berdasarkan hasil analisis Chi Square di dapatkan P Value = 0,001 atau < 0,05 dimana Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 ratolindo. Ada Hubungan Antara Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMPN 2 Ratolindo.
Penyuluhan Pendidikan Pengetahuan Gaya Hidup Merdeka dari Hipertensi (P3LSM) di Desa Beka, Kab. Sigi Sulawesi Tengah Bayu Eka Kurniawan; Ismunandar Wahyu Kindang; Basri; Sringati
ABDI WIDYA NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition in which a person's blood pressure is ≥140 mmHg (systolic) and/or ≥ 90 mmHg (diastolic). Hypertension is called the silent killer because treatment is often too late. Management of hypertension includes non-pharmacological therapy and pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy in the form of lifestyle modification includes dietary patterns, physical activity, smoking bans and alcohol consumption restrictions. This study uses a type of quantitative research using a one-group pre-test post-test design to design a pre-exprimental research. The results of the study showed that before the provision of education, the majority of respondents were in the category of lack of knowledge level, while after the provision of education, the majority of respondents were in the category of good knowledge level.