Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, SIKAP PRIBADI DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN BERWIRAUSAHA PADA PELAKU USAHA SENTRA WISATA KULINER RUKO MANYAR INDAH (RMI) SURABAYA Lenya Ramadhani; Awin Mulyati; Ni Made Ida Pratiwi
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2779

Abstract

Ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dan ketersediaan kesempatan kerja formal mendorong semakin banyak orang untuk beralih ke sektor informal, salah satunya melalui kegiatan kewirausahaan di sektor kuliner. Kondisi ini tercermin dalam peningkatan jumlah pekerja informal yang konsisten di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan pergeseran besar angkatan kerja menuju kewirausahaan sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Pemerintah Kota Surabaya menanggapi fenomena ini dengan menyediakan Pusat Wisata Kuliner (SWK) sebagai forum bagi para pelaku usaha kuliner untuk berjualan secara kolektif dan terorganisir. Namun, tingkat pergantian pedagang yang tinggi, persaingan yang ketat, dan keterbatasan kemampuan manajemen bisnis tetap menjadi masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha, khususnya di Pusat Wisata Kuliner Ruko Manyar Indah (RMI) di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pendidikan, Sikap Pribadi, dan Lingkungan Sosial terhadap Pengambilan Keputusan Kewirausahaan di kalangan pelaku usaha di Pusat Wisata Kuliner Ruko Manyar Indah (RMI) di Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan distribusi kuesioner manual langsung kepada seluruh 56 pelaku usaha aktif sebagai responden melalui teknik Non-Probability Sampling. Penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis dengan bantuan SPSS (Statistical Program for Social Sciences) untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pendidikan, Sikap Pribadi, dan Lingkungan Sosial memengaruhi Keputusan Kewirausahaan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengelola pusat, pelaku bisnis, dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran untuk mendorong keberlanjutan bisnis dan pertumbuhan ekonomi lokal dengan memperkuat ekosistem kewirausahaan.
PENGARUH VEGAN LABELING DAN BRAND IMAGE TERHADAP PURCHASE INTENTION PRODUK KOSMETIK ESQA PADA KONSUMEN GEN Z DI SURABAYA Aqila Shafa Zatalini; Ayun Maduwinarti; Awin Mulyati
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Labeling Vegan dan Citra Merek terhadap Niat Beli produk kosmetik ESQA di kalangan konsumen Generasi Z di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausal asosiatif, di mana data dikumpulkan dari 96 responden melalui distribusi kuesioner online via Google Forms menggunakan teknik pengambilan sampel non-probabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26, meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis parsial (uji-t), pengujian simultan (uji-F), dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Labeling Vegan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Beli, dengan nilai t sebesar 2,740 dan nilai signifikansi 0,007, membuktikan bahwa sertifikasi etis yang jelas dapat merangsang Niat Beli konsumen. Variabel Citra Merek juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Beli, dengan nilai t sebesar 5,650 dan nilai signifikansi 0,000, menunjukkan bahwa Citra Merek yang positif memainkan peran penting dalam benak konsumen muda. Temuan ini menegaskan bahwa Citra Merek memiliki kontribusi yang lebih dominan dalam mendorong Niat Beli konsumen dibandingkan dengan variabel Pelabelan Vegan. Secara bersamaan melalui uji F, kedua variabel independen terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap Niat Beli konsumen. Oleh karena itu, disarankan agar praktisi bisnis kosmetik ESQA terus memperkuat Citra Merek kecantikan mereka di kalangan konsumen muda dan mengoptimalkan penyampaian informasi pelabelan produk yang kredibel. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pelaku bisnis dalam meningkatkan efektivitas strategi Pemasaran Hijau untuk meningkatkan Niat Beli Generasi Z di daerah perkotaan dengan memanfaatkan kekuatan Citra Merek dan label produk etis sebagai alat utama untuk memengaruhi preferensi konsumen.
PENGARUH RISK TAKING, LOCUS OF CONTROL DAN FAMILY ENVIRONMENT TERHADAP ENTREPRENEUR INTENTION MAHASISWA ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Linda Puspita; Awin Mulyati; Ni Made Ida Pratiwi
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2789

Abstract

Tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan lulusan pendidikan menengah dan tinggi mencerminkan ketidakseimbangan antara ukuran angkatan kerja dan ketersediaan lapangan kerja di Indonesia. Situasi ini menggarisbawahi pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan, khususnya di kalangan mahasiswa—kelompok terdidik yang diharapkan menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. Namun, pada kenyataannya, niat kewirausahaan mahasiswa masih relatif rendah, sebagaimana dibuktikan oleh sedikitnya jumlah mahasiswa yang telah memulai usaha dibandingkan dengan total populasi mahasiswa, termasuk mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pengambilan Risiko, Locus of Control, dan Lingkungan Keluarga terhadap Niat Kewirausahaan mahasiswa Administrasi Bisnis di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan melibatkan penyebaran kuesioner online (Google Forms) kepada responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis, dibantu oleh SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pengambilan Risiko, Locus of Control, dan Lingkungan Keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Kewirausahaan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi lembaga pendidikan dalam merancang program pengembangan kewirausahaan yang lebih tepat sasaran untuk mendorong siswa mengambil inisiatif dalam menciptakan peluang bisnis baru dan berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
ANALISA PENGARUH GREEN PRODUCT, GREEN PRICE DAN GREEN PROMOTION TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI SORGTIME DI KOTA SURABAYA Yuda Dwi Hariyanto; Ute Chairuz M. Nasution; Awin Mulyati
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Product, Green Price, dan Green Promotion terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli produk minuman kopi Sorgtime di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 96 responden yang telah mengenal atau mengonsumsi produk kopi Sorgtime menggunakan teknik pengambilan sampel non-probabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26 melalui pengujian instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji parsial (uji-t), uji simultan (uji-F), dan analisis koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Green Product memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t sebesar 5,232 dan nilai signifikansi 0,000. Variabel Green Price juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t sebesar 5,942 dan nilai signifikansi 0,000. Selanjutnya, variabel Green Promotion memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t sebesar 4,925 dan nilai signifikansi 0,000. Secara bersamaan, ketiga variabel independen tersebut secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian dengan nilai F sebesar 53,585 dan tingkat signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,636 menunjukkan bahwa 63,6% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Green Product, Green Price, dan Green Promotion, sedangkan sisanya 36,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran hijau dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen terhadap produk kopi lokal yang berkelanjutan.
PENGARUH CONTENT MARKETING DAN BRAND AWARENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA BASRENG LUEKOH BY KING ABDI DI SURABAYA SELATAN Nabbila Aulia Mukholidah; Ni Made Ida Pratiwi; Awin Mulyati
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2837

Abstract

Media sosial banyak dimanfaatkan oleh bisnis kuliner sebagai saluran untuk mempromosikan produk dan terhubung dengan konsumen. Melalui platform ini, Basreng Luekoh by King Abdi, sebuah bisnis kuliner yang berlokasi di Surabaya Selatan, menyajikan konten yang menarik sekaligus memperkuat kesadaran mereknya. Ekspansi industri makanan dan minuman, khususnya segmen makanan ringan, telah mendorong pemilik bisnis untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Dalam hal ini, perilaku pembelian dapat dipengaruhi oleh berbagai upaya pemasaran, khususnya yang terkait dengan konten digital dan pengenalan merek. Keputusan Pembelian Konsumen Basreng Luekoh by King Abdi diteliti dengan menganalisis peran Pemasaran Konten dan Kesadaran Merek. Studi ini menggunakan desain kuantitatif dan mengumpulkan data dari 100 individu yang telah membeli produk melalui kuesioner online. Regresi linier berganda kemudian diterapkan untuk menilai pengaruh variabel yang diteliti. Temuan menunjukkan pengaruh signifikan Pemasaran Konten terhadap Keputusan Pembelian. Kesadaran Merek juga ditemukan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Ketika diuji secara simultan, kedua variabel tersebut juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Hasil ini menunjukkan bahwa konsumen lebih cenderung memutuskan untuk membeli ketika konten pemasaran menarik dan kesadaran merek tinggi.
PENGARUH BRAND IMAGE, PAYDAY SALE DAN BUNDLING PRODUCT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINTIFIC DI TIKTOK SHOP PADA MAHASISWA SURABAYA TIMUR Affa Hikmatul Aunillah; Ni Made Ida Pratiwi; Awin Mulyati
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2838

Abstract

Kemunculan konsep social commerce yang dimanifestasikan secara kuat oleh TikTok Shop, telah merevolusi cara konsumen bertransaksi serta dampak dari digitalisasi ini terlihat sangat kontras pada eskalasi permintaan di sektor industri kecantikan dan perawatan wajah. Merek perawatan kulit Skintific sukses menjadi pemimpin dalam pasar ini dengan menerapkan beragam strategi pemasaran yang komprehensif. Fokus utama dari kajian ini adalah mengeksplorasi preferensi konsumsi mahasiswa di wilayah Surabaya Timur saat bertransaksi di ekosistem TikTok Shop, khususnya untuk produk Skintific. Secara spesifik, investigasi dilakukan untuk mengukur bagaimana determinasi faktor citra merek, momentum promosi payday, serta strategi paket bundling mengintervensi keputusan belanja tersebut, baik secara parsial maupun simultan. Riset kuantitatif ini menetapkan mahasiswa aktif di wilayah Surabaya Timur pengakses TikTok Shop yang telah membeli produk Skintific sebagai unit analisis, dengan teknik penentuan sampel berupa purposive sampling. Data primer yang didapatkan dari kuesioner elektronik dianalisis lewat metodologi regresi linear berganda. Operasionalisasi analisis data tersebut dilakukan melalui lima tahap krusial: uji kualitas instrumen, prasyarat asumsi klasik, pengujian hipotesis secara parsial, pengujian secara bersama-sama, serta kalkulasi nilai koefisien determinasi. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa secara individual, citra merek, momentum diskon payday, dan pengelompokan produk (bundling) memicu eskalasi keputusan pembelian secara signifikan. Di antara ketiganya, preferensi mahasiswa paling condong pada skema bundling produk, sebuah realitas yang didorong oleh motivasi efisiensi biaya dan fungsionalitas produk. Lebih lanjut, pengujian secara bersama-sama menunjukkan sinergi yang signifikan dari ketiga aspek tersebut terhadap perilaku pasar. Melalui estimasi koefisien determinasi, variabilitas keputusan pembelian baru terjawab sebagian oleh model yang diajukan, sementara sisa variansnya merupakan domain dari variabel lain yang belum terakomodasi dalam riset ini.
PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN, KEPERCAYAAN DIRI DAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA GEN Z DI KABUPATEN SIDOARJO Adelia Salsabila; Awin Mulyati; Ayun Maduwinarti
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2840

Abstract

Studi ini mengkaji sejauh mana pengetahuan kewirausahaan, kepercayaan diri, dan motivasi berwirausaha berkontribusi terhadap tumbuhnya minat berwirausaha di kalangan Generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Sidoarjo. Tujuan utama penelitian ini ialah mengidentifikasi ada tidaknya keterkaitan antara ketiga variabel bebas tersebut dengan minat berwirausaha, baik secara terpisah maupun secara bersamaan. Sebanyak 100 responden dari kelompok Gen Z di Kabupaten Sidoarjo dipilih sebagai subjek penelitian. Hasil pengujian hipotesis mengonfirmasi bahwa pengetahuan kewirausahaan, kepercayaan diri, dan motivasi berwirausaha masing-masing maupun secara kolektif memberikan pengaruh nyata terhadap minat berwirausaha. Sebagai tindak lanjut, penulis menyarankan agar Gen Z terus memperbarui dan memperluas wawasan kewirausahaannya guna membangun kesiapan yang lebih matang sebelum terjun ke dunia usaha. Upaya peningkatan tersebut dapat ditempuh melalui berbagai cara, seperti mengikuti pelatihan kewirausahaan, menghadiri seminar bisnis, workshop pemasaran digital, serta aktif bergabung dalam komunitas pengusaha muda.
ANALISIS PENERAPAN STRATEGI DIGITAL MARKETING DAN WORD OF MOUTH PADA USAHA BENGKEL BOBY FU 41 SURABAYA Muhammad Farrel Abhistanada; Ayun Maduwinarti; Awin Mulyati
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2851

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan strategi Digital Marketing dan Word of Mouth (WOM) pada Usaha Bengkel Boby FU 41 Surabaya dalam mengatasi kelemahan lokasi fisik yang terisolasi di pelosok perkampungan Gunung Anyar Tambak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan ditentukan melalui purposive sampling melibatkan tujuh narasumber dari unsur pemilik, asisten mekanik, konsumen komunitas motor, dan pesaing. Data dikumpulkan lewat wawancara, observasi, serta dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña meliputi kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing melalui multi-platform dengan konten edukasi teknis yang jujur berhasil membangun kredibilitas dan menutupi kelemahan lokasi. Pelayanan nyata yang memuaskan memicu Word of Mouth positif yang menyebar organik melalui elemen Talkers, Topics, Tools, Taking Part, dan Tracking di lingkar komunitas sepeda motor. Sinergi kedua strategi berdampak nyata pada perluasan jangkauan pasar, stabilitas omzet, efisiensi biaya promosi, dan loyalitas pelanggan. Hambatan keterbatasan waktu produksi konten dan antrean fisik diatasi melalui delegasi perekaman gambar kepada asisten mekanik, fitur auto-reply, serta komunikasi interpersonal transparan sejak awal kendaraan masuk.
PENGARUH LIFE SKILL, LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA GENERASI Z DI KECAMATAN MOJOSARI, KABUPATEN MOJOKERTO Raudhatul Amalia; Awin Mulyati; Ute Chairuz Nasution
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2862

Abstract

Kelompok Generasi Z mengantongi potensi laten yang besar untuk tampil sebagai aktor bisnis baru berkat ketangkasan adaptasi mereka terhadap penetrasi teknologi digital. Kendati demikian, fluktuasi minat berwirausaha pada klaster usia ini masih disetir oleh jalinan stimulan internal maupun eksternal. Penelitian ini diinisiasi untuk membedah andil dari variabel Life Skill, iklim Lingkungan Keluarga, dan intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap pembentukan Minat Berwirausaha Generasi Z di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Riset ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan model desain asosiatif kausal. Kuantum sampel ditetapkan sebanyak 96 responden melalui formulasi Rumus Lemeshow yang dijaring memakai teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dikerjakan via instrumen kuesioner, untuk kemudian dikomputasi menggunakan pemodelan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 23. Hasil pengujian empiris membuktikan bahwa secara parsial, variabel Life Skill, Lingkungan Keluarga dan Penggunaan Media Sosial berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha. Secara simultan, integrasi ketiga variabel prediktor tersebut terbukti membawa dampak terhadap Minat Berwirausaha. Di antara seluruh komponen yang diamati, variabel Penggunaan Media Sosial mengukuhkan diri sebagai elemen yang memberikan kontribusi paling dominan dalam merangsang gairah berwirausaha Generasi Z di Kecamatan Mojosari.
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Pelatihan Kerja Kinerja Karayawan PT.Wilmar Nabati Indonesia Unit Gresik Arella Carissa Wahyu Oriana; Awin Mulyati; Diana Juni Mulyati
Jurnal Dinamika Administrasi Bisnis Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Dinamika Administrasi Bisnis
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jdab.v12i1.132946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Wilmar Nabati Indonesia Unit Gresik, Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh karyawan PT. Wilmar Nabati Indonesia Unit Gresik. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi lingkungan kerja yang sudah memadai, seperti pencahayaan, suhu udara, tata warna ruangan, dan tingkat kebisingan, belum menjadi faktor penentu dalam peningkatan kinerja karyawan. Sebaliknya, pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dan frekuensi pelatihan kerja dapat meningkatkan kompetensi serta kinerja karyawan. Selain itu, lingkungan kerja dan pelatihan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi perusahaan untuk lebih memprioritaskan pelaksanaan program pelatihan kerja yang berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kinerja karyawan, tanpa mengabaikan pentingnya menjaga kualitas lingkungan kerja yang kondusif.