Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : UG Journal

PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENYALURAN KREDIT TANPA AGUNAN YANG DISALURKAN PT BANK MANDIRI, Tbk Mulyani, Fitri
UG Journal Vol 15, No 6 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank merupakan lembaga intermediasi yang menampung dana masyarakat, menyalurkannya dalam bentuk kredit. Sebagai pemberi kredit, bank wajib menetapkan kebijakan kredit agar terpelihara keseimbangan antara keinginan memperoleh keuntungan, terjamin lunasnya semua kredit. Prinsip kehati-hatian diperlukan dalam penyaluran kredit. Saat ini beberapa bank berani memberikan kredit tanpa agunan. KTA merupakan jenis kredit yang dikembangkan dengan tidak melibatkan barang jaminan dalam bentuk fisik. Pemberian KTA yang tidak hati-hati dapat mempengaruhi kelangsungan hidup pebankan di masa datang. Bank Mandiri sebagai salah satu bank pemerintah mengeluarkan Kredit Bebas Agunan Mandiri yang merupakan kredit individual tanpa agunan. Pemberian KTA mengandung risiko yang besar tetapi Bank Mandiri menerapkan prinsip kehati-hatian sebagai upaya meminimalisasi risiko terjadinya kredit macet. Upaya meminimalisasi risiko diantaranya : (1) Perencanaan produk, (2) Analisis yang tepat terhadap calon debitur berpedoman pada prinsip perkreditan, (3) Melakukan verifikasi data, (4) Jangka waktu pinjaman lebih pendek, (5) Meningkatkan tingkat suku bunga, (6) Membatasi kucuran kredit sesuai dengan penghasilan debitur, (7) Perlindungan Asuransi Jiwa. Dari hasil penelitin dan pembahasan disimpulkan bahwa kriteria penilaian KTA pada prinsipnya sama dengan penilaian untuk pemberian kredit dengan agunan. Perbedaannya terletak pada unsur agunan.
PENGELOLAAN RISIKO DALAM PENYALURAN KREDIT DI MASA PANDEMI PT BANK MANDIRI, TBK Mulyani, Fitri
UG Journal Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penilaian dari sisi ketahanan, profitabilitas, dan likuiditas perbankan dalam menghadapi krisis pandemic, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai situasi ekonomi.saat ini cukup begitu kondusif. Jika dilihat dari penyaluran kredit atau pembiayaan, kredit perbankan mulai berkembang positif. Perkembangan ini terjadi sekitar tahun 2021, namun masih belum terlalu kuat. Dengan situasi seperti iniperbankan harus lebih mencermati restrukturisasi yang sedang dan akan dihadapinya.Berdasarkan hal ini penulis ingin mengetahui bagaimana cara pengelolaan resiko dalam penyaluran kredit di masa pandemi pada Bank Mandiri. Metode penelitian untuk penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan observasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa Bank Mandiri memiliki tiga teknik utama untuk mencapai hal pengendalian risiko kredit tersebut. Langkah pertama adalah mengurangi risiko kredit bagi debitur yang sedang direstrukturisasi. Hal ini tentu sangat memerlukankemampuan untuk menentukan bagian mana yang dapat diselamatkan, bagian mana yang perlu direformasi, dan bagian mana yang membutuhkan lebih banyak bantuan. Kedua, dengan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama beberapa tahun sebelumnya untuk menerapkan taktik pertumbuhan perusahaan yang sedikit tajam. Hal ini juga memerlukan analisis data untuk menentukan industri mana yang cukup tangguh dan dinilai telah pulih, serta bank mana yang berkembang secara bijaksana dan berkelanjutan di masa yang akan datang. Langkah ketiga adalah dengan mempercepat pengembangan digital banking, hal ini sangat berguna sekali untuk membangun model bisnis baru dalam dunia perbankan di indonesia.