Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Factors influencing work fatigue among gas station operators in Panaikang District Asril, Asril; Syamsul, Muharti; Sudarman, Sumardi; Irwan, Irwan; Aswadi, Aswa
Unihealth Community Research Vol 1 No 2 (2025): March-August
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ucr.v1i2.59446

Abstract

Fatigue is one of the risks leading to decreased worker health, characterized by reduced energy levels when performing tasks or activities. Based on the health data from the 2023 attendance records of gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City, which included a workforce of 35 individuals, 12 employees reported frequent illness every month. For the 2024 attendance records from January to April, 9 workers experienced deteriorating health conditions, with symptoms including body pain, headaches, and stiffness in the shoulders. Of the staff, 22 (62.9%) experienced fatigue, while 13 (37.1%) did not. Research Objective: To identify the factors influencing work fatigue among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Method: This study employs a quantitative research method, specifically an analytical survey design with a cross-sectional study design, to investigate the impact of length of employment, tenure, and energy intake on work fatigue among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Research Results: The study indicates that there is no significant relationship between work fatigue and length of employment (p = 0.686), tenure (p = 0.458), or energy intake (p = 0.508). The findings of the study indicate that there is no substantial correlation between work fatigue and factors such as length of employment, tenure, or energy intake among gas station operators in Panaikang Subdistrict, Makassar City. Based on our findings, it can be inferred that the duration of employment, tenure, energy intake, and work fatigue do not have a significant relationship among gas station operators in Panaikang Subdistrict.
Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Pada Balita Sudarman, Sumardi; Kurniawan, Rama Nur; Wijaya, Ivan; Nensi, Emilia
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1414

Abstract

Penyakit diare menjadi permasalahan utama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan memperkirakan diare yang ditangani sebanyak 146.958 kasus (62,24%), dimana kejadian terbesar di Kota Makassar 19.592 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasiona dengan desain cross sectional study. sampel sebanyak 60 orang diperoleh dengan takenik simple random sampling. pengumpulan data menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pemberian ASI Ekslusif (p value=0,000), kebiasaan CTPS (0,000), penggunaan air bersih (0,000), jamban sehat (0,000) dengan kejadian diare pada balitadi wilayah kerja Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI SAMPAH RUMAH TANGGA Hamsi, Andi Magfirah; Asril, Asril; Sudarman, Sumardi
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v5i2.741

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga menjadi isu yang penting di Kota Makassar, di mana jumlah timbulan sampah terus meningkat dan sebagian besar berasal dari limbah domestik. Salah satu solusi strategis yang dapat dilakukan adalah pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos melalui pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga di RT 02/RW 04 Kelurahan Tamangapa, Kota Makassar dalam mengelola sampah rumah tangga melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos sederhana. Metode kegiatan mencakup tiga tahapan, yaitu penyuluhan mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, workshop praktik langsung pembuatan kompos menggunakan metode ember komposter dan takakura, serta evaluasi untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap teknik pengomposan, identifikasi bahan organik, dan rasio karbon-nitrogen yang tepat. Partisipasi aktif dan antusiasme peserta juga mencerminkan keberhasilan pendekatan edukatif yang digunakan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong penerapan solusi lingkungan yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Pengolahan sampah menjadi kompos terbukti menjadi alternatif ramah lingkungan dan bernilai ekonomis yang dapat diterapkan secara luas.
Pengaruh Peer Group Health Education terhadap Peningkatan Perilaku Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Kota Makassar: The Effect of Peer Group Health Education on Improving Personal Hygiene Behavior of Makassar City Elementary School Students Nur, Nur Hamdani; Sudarman, Sumardi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.475 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1887

Abstract

Penyakit yang berkaitan dengan personal hygiene seperti Diare dan Infeksi Kecacingan terus meningkat setiap tahunnya. Pendidikan kesehatan tentang personal hygiene penting untuk siswa agar mereka mempunyai informasi dan pengetahuan yang benar tentang personal hygiene dan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Peer Group Health Education dalam meningkatkan perilaku personal hygiene siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode analitik Quasi Experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group yang dilakukan di SD Inpres Borong Jambu I, SD Inpres Borong Jambu II, dan SD Inpres Borong Jambu III Kota Makassar dengan populasi seluruh siswa kelas V, dan VI. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 siswa yang diperoleh dengan teknik Proportional Sistematic Random Sampling dengan proporsi tiap kelas dari setiap sekolah yaitu kelas V sebanyak 15, dan Kelas VI sebanyak 15 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner pretest untuk menilai pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene pada kelompok eksperimen pertama, dan kelompok kontrol. Selanjutnya dilakukan intervensi sesuai kelompok masing-masing. Penilaian posttest pada masing-masing kelompok dilakukan satu bulan setelah dilakukannya intervensi untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa mengenai personal hygiene. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan analisis bivariat menggunakan uji Paired T-test dengan bantuan SPSS. Intervensi pendidikan kesehatan dengan metode Peer Group Health Education menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene. Rata-rata skor pengetahuan posttest (M=64,07; SD=7,473) lebih besar dari rata-rata skor pengetahuan pretest (M=47,00; SD=9,610), dan rata-rata skor sikap posttest (M=69,19; SD=5,490) lebih besar dari rata-rata skor sikap pretest (M=61,63; SD=4,260). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value untuk pengetahuan dan sikap masing-masing yaitu 0,000 dan 0,000 (p<0,05). Demikian juga dengan intervensi penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene. Rata-rata skor pengetahuan posttest (M = 57,86; SD = 9,047) lebih besar dari rata-rata skor pengetahuan pretest (M=45,88; SD=5,223), dan rata-rata skor sikap posttest (M=65,31; SD=2,413) lebih besar dari rata-rata skor sikap pretest (M=61,59; SD=7,256). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value masing-masing yaitu 0,000 dan 0,041 (p<0,05). Pendidikan kesehatan dengan metode Peer Group Health Education lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene dibandingkan metode konvensional yaitu penyuluhan dengan metode ceramah.