Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMANFAATAN DANA DESA UNTUK KESEHATAN DI DESA DARUNGAN KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI: UTILIUTILIZATION OF VILLAGE FUNDS FOR HEALTH IN DARUNGAN VILLAGE, PARE DISTRICT, KEDIRI DISTRICT Luluk Susiloningtyas; Cahyono, Aris Dwi; Hamdani Zeho, Fannidya
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.217

Abstract

Abstrak Prioritas pemanfaatan dana desa yang ditetapkan dalam Permendes PDTT No. 13 Tahun 2023 tentang Petunjuk operasional atas fokus penggunaan Dana Desa 2024 menunjukkan adanya prioritas pemanfaatan dana desa, khususnya dibidang kesehatan         salah satunya adalah program pencegahan dan penurunan stunting skala Desa. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pemanfaatan dana desa untuk kesehatan di Desa Darungan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, khususnya mengetahui pemanfaatan dana desa untuk pencegahan dan penurunan stunting. Fokus penggunaan Dana Desa untuk pencegahan dan penurunan stunting skala desa melalui intervensi spesifik, intervensi sensitive, tata kelola pelaksanaan percepatan pencegahan dan penurunan stunting sesuai kebutuhan dan kewenangan Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan dana Desa untuk kesehatan di Desa Darungan Kecamatan    Pare  Kabupaten Kediri. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  dan  metode  kualitatif.  Lokasi  penelitian  berada  di  Desa  Darungan,  Kecamatan  Pare Kabupaten  Kediri di laksanakan pada  bulan  Juli  2023 – Agustus  2023.  Peneliti menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan pendekatan interaktif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Objek penelitian adalah perangkat desa di Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil kajian menunjukkan  bahwa ,Desa Darungan telah menganggarkan dana desa untuk kesehatan pada tahun 2022, yaitu pada pencegahan dan penurunan stunting di desa. Namun, masih terdapat beberapa kegiatan yang masuk dalam prioritas penggunaan dana desa, hanya          saja adanya regulasi yang berganti menjadi penyebab perubahan realisasi kegiatan lain yang sudah dianggarkan oleh pemerintah desa karena   harus diubah untuk menyesuaikan dengan regulasi yang baru. Faktor pendukung di Desa Darungan pemerintah desa berkooperatif dan berkomunikasi efektif dalam meregulasikan pemanfaatan dana desa sehingga pelaporan pertanggung jawaban dapat dilaporkan dengan waktu yang telah ditentukan. Faktor yang perlu ditingkatkan antara lain pemberdayaan masyarakat dalam partisipasi  masyarakat dalam kegiatan desa. Oleh karena itu pemerintah desa perlu meningkatkan pemberdayaan masyarakat terutama partisipasi masyarakat, meningkatkan sikap mental pemerintah desa yang transparan, akuntabel dalam memanfaatkan dana desa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan dana desa dengan kegiatan pelatihan dan melalui lebih banyak keterlibatan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Darungan lebih optimal. Abstrak Priority utilization of village funds is stipulated in PDTT Ministerial Decree No. 13 of 2023 concerning Operational Instructions for Focus on the Use of Village Funds in 2024, shows that there is a priority on the use of village funds, especially in the health sector, one of which is the village-scale stunting prevention and reduction program. The aim of this research is to find out the use of village funds for health in Darungan Village, Pare District, Kediri Regency, in particular to find out the use of village funds for preventing and reducing stunting. Focus on using Village Funds to prevent and reduce stunting on a village scale through  specific  interventions,  sensitive interventions, governance for accelerated implementation of prevention and reduction of stunting according to the needs and authority of the Village. This research aims to identify the use of village funds for health in Darungan Village, Pare District, Kediri Regency. This research uses a qualitative approach and methods. The research location was in Darungan Village, Pare District, Kediri Regency and was carried out in July 2023 - August 2023. Researchers used purposive sampling. Research data collection was carried out using an interactive approach with data collection methods in the form of structured interviews, documentation and observation. The research object is village officials in Darungan Village, Pare District, Kediri Regency, East Java Province. Data analysis techniques through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity uses source triangulation and method triangulation techniques. The results of the study show that Darungan Village has budgeted village funds for health in 2022, namely for preventing and reducing stunting in the village. However, there are still several activities that are included in the priority use of village funds, it's just that changing regulations has caused changes in the realization of other activities that have been budgeted by the village government because they have to be changed to adapt to the new regulations. Supporting factors in Darungan Village are that the village government is cooperative and communicates effectively in regulating the use of village funds so that accountability reports can be reported within the specified time. Factors that need to be improved include community empowerment in community participation in village activities. Therefore, the village government needs to increase community empowerment, especially community participation, improve the village government's mental attitude which is transparent, accountable in utilizing village funds, increasing the level of community health through the use of village funds with training activities and through more involvement in community empowerment so that it can improve the level of community health. in Darungan Village is more optimal
PENGARUH EFEK SAMPING TERHADAP PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Anas Tamsuri; Zauhani Kusnul; Aris Dwi Cahyono
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v16i1.358

Abstract

Anemia is one of the most common health problems in Indonesia, especially iron deficiency anemia. One of the efforts to prevent and treat anemia is by providing Iron Supplements. However, giving iron supplement has side effects for some people. The purpose of this study was to determine whether there was an influence of side effects on the decision to continue taking iron supplement in adolescent girls. This research method was cross-sectional. The study population was all high school students at school X in Kediri Regency, a total of 365 people. The research sample was 186 respondents. The sampling technique was simple random sampling. Data collection was carried out using a questionnaire, and data analysis was carried out using the Mantel Hanzel Common Odds Ratio Estimate. The results of data processing showed that 18.82% respondents experienced side effects such as nausea, vomiting, diarrhea, constipation and dizziness. Of the number of respondent who experienced side effects, 67.65% decided to continue taking iron supplement and 32.35% decided not to take iron supplement. The results of the statistical test showed that the group with moderate side effects had a risk of stopping taking iron supplement 8.25 times greater than those with mild side effects. The statistical test also showed that the group with complex side effects had a risk of stopping taking iron supplement 2.5 times greater than those with side effects that were only one symptom. The results of the test showed that the results could not be generalized to a larger population. From this study, it is recommended to perform research with a larger sample size.
Pendampingan Analisis Implementasi Ketepatan Identifikasi Pasien dalam Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Puskesmas Kunjang Kabupaten Kediri Fannidya Hamdani Zeho; Suryono; Luluk Susiloningtyas; Aris Dwi Cahyono; Arik Sofan Tohir; Agista Lutvi Nuradiva
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.21148

Abstract

Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Salah satu standar penting dalam keselamatan pasien adalah ketepatan identifikasi pasien. Implementasi ketepatan identifikasi pasien sering terkendala oleh kebiasaan petugas kesehatan yang kurang teliti, terutama ketika mereka merasa lelah atau terlalu mengandalkan rutinitas, dengan ketepatan identifikasi pasien akan mengurangi terjadinya resiko keselamatan pasien. Tujuan Penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis implementasi ketepatan identifikasi pasien dan mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam penerapan sasaran keselamatan pasien di Puskesmas Kunjang. Pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan Pegawai loket, tim keselamatan pasien, perawat, kepala puskesmas dan pasien dalam pelaksanaan identifikasi pasien di Puskesmas Kunjang sudah sesuai standar. Metode: Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi/Pelatihan dengan Demonstrasi langsung bagaimana cara menggunakan power point dengan alat bantu seperangkat media komputer/laptop. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan Februari - Mei 2025 di Puskesmas Kunjang kabupaten Kediri. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan identifikasi pasien di Puskesmas Kunjang sudah berjalan tetapi belum memenuhi standar. Kesimpulan: Komunikasi dengan pasien yang belum berjalan dengan baik, pasien yang tidak membawa kartu identitas, pemahaman petugas Kesehatan yang masih kurang terhadap SOP, Kurangnya ketelitian pada petugas, Beberapa saran yang direkomendasikan dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan ketelitian petugas dalam identifikasi pasien dengan pelatihan dan evaluasi, Sosialisasikan kebijakan dan prosedur identifikasi pasien kepada seluruh petugas kesehatan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN LULUSAN DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN UNTUK BEKERJA PADA UNIT GAWAT DARURAT Anas Tamsuri; Aris Dwi Cahyono; Suryono
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.847

Abstract

Program studi Diploma 3 Keperawatan Stikes Pamenang telah menetapkan visi keilmuan dalam bidang kedaruratan. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur capaian visi tersebut adalah melalui penilaian atas kesiapan lulusan pendidikan diploma 3 Keperawatan untuk bekerja di unit gawat darurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan lulusan perawat untuk bekerja pada unit gawat darurat. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Variabel independen penelitian motivasi, kesungguhan dan keseriusan, ketrampilan dan kedisiplinan. Variabel dependen penelitian adalah kesiapan bekerja. Populasi penelitian adalah mahasiswa Prodi D-3 Keperawatan Stikes Pamenang yang menghadapi kelulusan pada tahun 2019. Jumlah responden penelitian adalah 46 lulusan dari Stikes Pamenang (total sampling). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner penelitian dalam skala likert 6 point. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapan lulusan perawat pada pendidikan Diploma III Keperawatan Stikes Pamenang pada kategori motivasi, kesiapan dan keseriusan, ketrampilan dan kedisiplinan sebagian besar pada level cukup. Dari hasil penelitian, maka disarankan bagi program studi diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan, warna kurikulum dan atau penguatan motivasi agar lulusan dapat lebih siap untuk bekerja di layanan kegawatdaruratan
PERAN SDMK PADA PENERAPAN APLIKASI SEHAT INDONESIAKU DALAM PENGELOLAAN DATA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR Aris Dwi Cahyono; Luluk Susiloningtyas; Fannidya H. Zeho
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.967

Abstract

Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) merupakan aplikasi yang bertujuan mentransformasikan layanan kesehatan untuk melakukan pecatatan data pasien yang lebih efisien dan terintegrasi dalam data base. Peran SDMK dibutuhkan pada pencatatan dan pelaporan data program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran SDMK pada penerapan aplikasi sehat indonesiaku dalam pengelolaan data deteksi dini penyakit tidak menular. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 40 yang terdiri dari Kader PTM di Puskesmas Badas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan variabel memiliki nilai rata-rata yaitu pada aspek performance (3,9) kategori baik, aspek information (4,14) kategori baik, aspek economics (3,96) kategori baik, aspek control (4,09) kategori baik, aspek efficiency (4,08) kategori baik, dan aspek service (4,14) kategori baik. Dapat disimpulkan untuk penilaian yang dilakukan responden menunjukkan bahwa peran SDMK pada penerapan ASIK dapat dikategorikan baik. Namun perlu adanya perbaikan pada aspek performance terkait sistem yang sering mengalami error. Maka perlu lebih mengoptimalkan pelatihan dan sosialisasi ASIK secara rutin sehingga peran SDMK dalam penerapan ASIK dapat dioptimalkan dan menjadi lebih baik lagi.
Wound Care dan Health Education Pada Masyarakat Kurang Mampu Yang Mengalami Skin Integrity Disorders di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri Aris Dwi Cahyono; Anas Tamsuri; Bambang Wiseno
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.265

Abstract

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma tajam atau tumpul, perubahan suhu, paparan zat kimia, ledakan, sengatan listrik, maupun gigitan hewan. Luka dapat menyebabkan kerusakan fungsi perlindungan kulit akibat hilangnya kontinuitas jaringan epitel dengan atau tanpa kerusakan jaringan lain, seperti otot, tulang, dan saraf. Perawatan luka merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya trauma atau injury pada kulit dan membran mukosa jaringan lain akibat adanya trauma, fraktur, dan luka operasi yang dapat merusak permukaan kulit. Perawatan luka yang optimal berperan penting dalam proses penyembuhan luka agar dapat berlangsung dengan baik. Selain bertujuan untuk mencapai kesembuhan luka, perawatan luka bertujuan untuk memperoleh waktu penyembuhan yang lebih singkat, menghindari gangguan dan masalah yang ditimbulkan oleh luka, yang dapat berujung pada produktivitas kerja dan biaya yang dikeluarkan dalam proses penyembuhan luka. Selain cara perawatan luka, proses penyembuhan luka juga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang antara lain adalah faktor usia, faktor nutrisi, faktor lingkungan dan juga penyakit penyerta. Sehingga tentunya pada masyarakat dengan sosial ekonomi yang lemah hal ini juga berpengaruh tetrutama terkait dengan penanganan perawatan dan faktor nutrisi yang akhirnya juga akan berpengaruh tehadap proses penyembuhan luka. Dengan adanya wound care dan health education pada masyarakat kurang mampu yang mengalami skin integrity disorders ini dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat utamanya masyarakat kurang mampu