Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus (DM) di Desa Kubah Sentang Kecamatan Pantai Labu Salsabila Ainul Muna Lubis; Tiara Novia Fajar Aminah; Sashi Pangestuty; Rahmi Atika; Sandi Pranata Sembiring; Zuhrina Aidha
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.2968

Abstract

Analyze the risk factors associated with the incidence of Diabetes Mellitus in the village of Kubah Sentang, Pantai Labu subdistrict. This type of research is quantitative descriptive with a cross sectional research design. The sample in this study were all respondents who were diagnosed with Diabetes Mellitus. Consists of a case sample of 30 people. The factors associated with the incidence of diabetes mellitus are gender, education and hypertension with the incidence of Diabetes Mellitus in residents in the village of Kubah Sentang, Pantai Labu District. The factors that are not related to the incidence of diabetes mellitus are smoking and obesity which have no association with the incidence of DM in the village of Dome Sentang. Occupational status and physical relationships are factors that can affect the risk of diabetes mellitus in Kubah Sentang Village, Pantai Labu District. Physical activity such as exercise is an important part of health in terms of disease prevention. Exercise habits do not greatly affect the decrease in blood sugar but can increase glucose oxidation which can reduce insulin in people with diabetes mellitus. Good exercise will be useful in regulating blood glucose levels in people with diabetes mellitus which will affect the control of blood sugar levels.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PERILAKU PHBS DALAM TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA SAINTIS Nisa Mahfirah Lubis; Zuhrina Aidha; Nur'ainun Berutu
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.239 KB) | DOI: 10.55606/innovation.v1i1.790

Abstract

In order for the health and development of her family to be successful, a mother needs to have knowledge about clean and healthy living habits at home. PHBS was used by 53.9% of households in 2011, 56.5% in 2012, and 55.0% in 2013. This success is still far from what is needed. This study aims to find out how much housewives in Saintis village know PHBS behavior. A sample of 100 respondents was used in this research quantitative methodology. Based on the findings, 61% of respondents had sufficient knowledge, 22% had sufficient knowledge, and 17% had insufficient knowledge. As many as 42% of respondents showed good behavior, 49% showed moderate behavior, and 9% showed bad behavior. In Saintis village, most housewives already know about PHBS and behave accordingly, but some parents still don't understand or think too much about PHBS.
GAMBARAN PERILAKU HIDUP SEHAT DAN BERSIH INDIKATOR RUMAH TANGGA DI KELURAHAN BAGAN DELI Zuhrina Aidha; Anna Tasya Putri; Abdinda Lorensyifa; Rini Deby Astria Lubis; Serahayati br. Hasibuan; Suci Rahmadani lingga; Vany silvia Sabillah; Syarifah A’ini
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.038 KB) | DOI: 10.55606/innovation.v1i1.801

Abstract

Faktor utama yang harus diperhatikan oleh keluarga adalah kesehatan. Oleh karena itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran PHBS rumah tangga di Bagan Deli. Penelitian ini menggunakan survei silang dengan metodologi kualitatif. Sebanyak 65 ibu rumah tangga berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai responden. Menurut temuan studi tersebut, rumah tangga Bagan Deli kurang mempraktekkan hidup bersih dan sehat; mayoritas rumah tangga di sana masih kekurangan jamban dan tempat pembuangan sampah, dan banyak orang merokok, sering berolahraga, dan mengkonsumsi sayuran. dan buah masih kurang. Rata-rata keluarga hanya menerapkan 4 dari 10 indikator perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan rumah tangga menurut Dinas Kesehatan Sumut. Indikator yang termasuk dalam kategori baik adalah: tempat persalinan, pemberian ASI, imunisasi di posyandu dan pemenuhan air bersih. Sedangkan kategori lainnya berada pada kategori kurang baik.
EVALUASI PROGRAM ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG BULAN Zuhrina Aidha; Nuraisyah Wulandari Panjaitan; Dwi Melisa Putri; Astrid Novitri Ramadhani Hasibuan; Wulan Andika; Faiza Adinda; Anggi Tri Octavelia; Restu Amalia Mazid; Yulia Adinda Nasution; Wanda Aulia Oktapianti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i4.4391

Abstract

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dapat dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi sejak dini. Strategi sosialisasi peningkatan pemberian ASI (PP-ASI) eksklusif di Kota besar di Indonesia masih kurang. Masalah utama rendahnya pemberian ASI di Indonesia adalah faktor sosial budaya, kurangnya pengetahuan akan pentingnya asi serta gencarnya promosi susu formula. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui studi kasus yang bersifat deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan informan yang dipilih secara target, yaitu informan yang memiliki pemahaman yang dalam terkait pelaksanaan ASI Eksklusif. Berdasarkan hasil capaian kerja program gizi di wilayah kerja Puskesmas Padang Bulan kota Medan tahun 2024, pada evaluasi I yaitu bulan Januari, Februari, Maret kegiatan program puskesmas sebanyak 16 (10,9%) dan pada evaluasi II yaitu April, Mei, Juni sebanyak 12 (8,2%). Pada tahun 2023, puskesmas Padang Bulan telah melaksanakan program ASI Eksklusif dengan capaian 21%. Hal ini tentunya tidak dapat mencapai SPM dari Kemenkes yang dimana target dari SPM Puskesmas Padang Bulan sama seperti SPM Kemenkes.
Efektivitas Media Poster dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia Zuhrina Aidha; Fairuz Zahra; Nabila Selfiana; Nadia Shalsabila; Lilis Karlina Boangmanalu; Siti Narisya; Yulia Rahmadani
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i2.536

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup serius di Indonesia. Rendahnya kesadaran akan pentingnya asupan zat gizi, terutama zat besi, menjadi salah satu faktor penyebab utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media poster dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilakukan di Desa Tuntungan, Kecamatan Pancur Batu. Informan terdiri dari dua remaja putri yang telah terdiagnosis anemia dalam enam bulan terakhir. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media poster mampu menyampaikan informasi secara jelas dan menarik perhatian remaja. Poster dinilai mampu memperkuat pemahaman mengenai gejala, penyebab, dan upaya pencegahan anemia. Sebagian besar responden mengaku lebih memahami pentingnya gizi seimbang setelah melihat poster. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media poster efektif digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan, terutama bila dipasang di tempat yang sering dilalui remaja. Penggunaan poster secara berkelanjutan berpotensi meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya pencegahan anemia melalui perubahan perilaku sehat.
Implementation of the Dengue Fever Eradication Health Promotion Program at the Simalingkar Community Health Center, Medan Tuntungan District Luthfiah Khumaira; Zuhrina Aidha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3032

Abstract

Health development in Indonesia currently faces dual challenges due to changing epidemiological patterns. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that remains a public health challenge, including in Medan Tuntungan District, one of the areas with high DHF cases in Medan City. The Simalingkar Community Health Center faces various obstacles in its efforts to eradicate DHF. The health promotion program implemented includes 3M Plus counseling, Mosquito Nest Eradication (PSN) activities through mutual cooperation, and distribution of larvicide as the main strategy for DHF control. This study aims to analyze the implementation of the health promotion program and identify obstacles to its implementation. The approach used was a qualitative case study design. Data were obtained through interviews, observations, and documentation with 15 informants, consisting of the head of the health center, the P2DBD coordinator, health promotion officers, neighborhood heads, PKK mothers, and the community. The results show that program implementation has been ongoing but is not optimal. 3M Plus counseling is still incidental and not routine. PSN is carried out periodically but with minimal education. Distribution of larvicide is not equitable. Key challenges include unclear program standards, limited resources, and low community participation. The program also focuses more on emergency response than promotion and prevention. Communication between implementers is quite good, but direct engagement with the community still needs improvement. Program implementation needs to be strengthened in terms of planning, resources, citizen participation, and cross-sector support.
Etika Berbusana Mahasiswa Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Zuhrina Aidha; Alya Fadilla; Leoni Safitri Harianja; Luthfiah Alisa; Nadrah Na’imi; Niswa Nurdilla; Siska Melinda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i6.1716

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan penerapan etika berbusana mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UINSU Medan, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan desain studi kasus dan pendekatan action research, lima mahasiswa FKM UINSU dipilih sebagai partisipan melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan sesi edukasi personal pada Mei hingga Juni 2025. Data dianalisis menggunakan metode analisis tematik Braun dan Clarke (2006). Hasil menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki pemahaman umum mengenai kode etik berbusana kampus dan syariat Islam , penerapannya masih belum konsisten. Faktor ketidakpatuhan meliputi kenyamanan, keterbatasan pakaian, pengaruh tren dan lingkungan pertemanan, serta kurangnya pengawasan dan penegakan aturan. Beberapa mahasiswa menunjukkan adaptasi positif ke arah berbusana yang lebih sopan selama kuliah. Studi ini menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap etika berbusana dipengaruhi oleh internalisasi nilai, kontrol sosial, dan adaptasi terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukatif, penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, dan pembinaan karakter yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan konsistensi mahasiswa dalam menerapkan etika berbusana di lingkungan FKM UINSU
Analisis Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) Pada Pekerja Pengupasan Singkong Di UD. Kreasi Lutvi Ade Irma Seftyani Lubis; Sofyan Alri Ansyah Tanjung; Raspiyahni; Maisyah Ardila; Rendy Prasetyo Sitorus Pane; Akmal Fiqhi Ranu Mahendra; Zuhrina Aidha
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.684

Abstract

Muskuloskeletal disordera (MSDs) merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat timbul akibat tidak terselenggaranya upaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik. Pabrik UD. Kreasi Lutvi merupakan salah satu industry yang bergerak di sector usaha informal yang memiliki upaya Kesehatan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja yang masih terbilang rendah. Pabrik UD. Kreasi Lutvi beralamat di Jl. Tunah Mekar no. 258 Tuntungan 2 Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 14 Juli 2024. Terdapat kurang lebih 30 pekerja di Pabrik Ud. Kreasi Lutfi dan peneliti menggunakan 3 orang sebagai informan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini dilakukan ialah untuk mengetahui dan menganalisis Resiko Postur Kerja yang dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal disordera (MSDs) pada pekerja di Pabrik UD. Kreasi Lutvi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pekerja yang mengalami pegal-pegal, baik dipunggung, tangan maupun kaki. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan dengan posisi yang tidak tepat.
Implementation of the Dengue Fever Eradication Health Promotion Program at the Simalingkar Community Health Center, Medan Tuntungan District Luthfiah Khumaira; Zuhrina Aidha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3032

Abstract

Health development in Indonesia currently faces dual challenges due to changing epidemiological patterns. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that remains a public health challenge, including in Medan Tuntungan District, one of the areas with high DHF cases in Medan City. The Simalingkar Community Health Center faces various obstacles in its efforts to eradicate DHF. The health promotion program implemented includes 3M Plus counseling, Mosquito Nest Eradication (PSN) activities through mutual cooperation, and distribution of larvicide as the main strategy for DHF control. This study aims to analyze the implementation of the health promotion program and identify obstacles to its implementation. The approach used was a qualitative case study design. Data were obtained through interviews, observations, and documentation with 15 informants, consisting of the head of the health center, the P2DBD coordinator, health promotion officers, neighborhood heads, PKK mothers, and the community. The results show that program implementation has been ongoing but is not optimal. 3M Plus counseling is still incidental and not routine. PSN is carried out periodically but with minimal education. Distribution of larvicide is not equitable. Key challenges include unclear program standards, limited resources, and low community participation. The program also focuses more on emergency response than promotion and prevention. Communication between implementers is quite good, but direct engagement with the community still needs improvement. Program implementation needs to be strengthened in terms of planning, resources, citizen participation, and cross-sector support.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMA NEGERI 1 AEK KUASAN Rizky Adinda Ridwan; Zuhrina Aidha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i1.27

Abstract

Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu upaya untuk membantu individu menghindari memulai atau mencoba menyalahgunakan narkoba, dengan menjalani cara dan gaya hidup sehat, serta mengubah kondisi kehidupan yang membuat individu mudah terjangkit penyalahgunaan napza. Sekolah merupakan salah satu tempat yang dapat terjadinya peredaran napza. Penyalahgunaan napza pada siswa terjadi diakibatkan beberapa faktor seperti faktor eksternal, faktor internal dan zat kandungannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap siswa dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan napza di SMA Negeri 1Aek Kuasan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunaka desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Aek Kuasan yang berjumlah 561 siswa, sampel diambel dengan menggunakan metode cluster random sampling dimana sampel berjumlah 112 siswa. Data diperoleh dengan membagikan kuesioner dan diisi langsung oleh siswa. Analisis data dilakukuan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukan Pengetahuan siswa tentang Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA baik (94,6%). Sikap siswa tentang Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA positif (51,8%). Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA pada siswa baik (70,5%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan napza (p=0,335). Dan terdapat hubungan signifikan antara sikap siswa dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan napza (p=0,000). Sehubungan dengan penelitian tersebut, penulis mengharapkan kepada Pihak Sekolah agar memperhatikan upaya sarana atau prasarana untuk memberantas NAPZA.