Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Usulan Perbaikan Spesifikasi Alat Bantu Di Stasiun Kerja Pengikisan Alat Cap Dengan Menggunakan Metode (rula) Rapid Upper Limb Assessment (studi Kasus Rumah Batik Komar) Yuvie Mutiarasari; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Rumah Batik Komar adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan kain batik. Proses pengikisan alat cap dilakukan dengan cara jongkok selama 30 – 60 menit. Postur kerja jongkok merupakan postur kerja canggung karena terdapat penyimpangan dari postur kerja yang ideal. Postur kerja canggu ng yang dibiarkan secara terus menerus dapat mengakibatkan tingginya risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau kerusakan jaringan pada bagian-bagian otot skeletal. Postur kerja canggung operator di stasiun pengikisan alat cap disebabkan oleh pemakaian meja kerja dan alat kikis operator yang tidak ergonomis. RULA (Rapid Upper Limb Assessment) merupakan metode yang digunakan untuk menilai postur, kekuatan, dan gerakan tubuh bagian atas yang berhubungan dengan aktivitas yang tidak berpindah-pindah tempat. Penilaian postur kerja pengikisan alat cap di rumah batik komar menggunakan metode RULA dikarenakan aktivitas operator mengikis alat cap menggunakan tubuh bagian atas dan tidak berpindah-pindah tempat. Hasil penilaian metode RULA pada operator pengikisan alat cap diambil dari postur kerja operator yang paling berbahaya yaitu didapatkan skor akhir 7 pada bagian kanan dan kiri yang berarti penyelidikan dan perubahan dibutuhkan sesegera mungkin. Postur kerja usulan dengan menggunakan spesifikasi alat bantu usulan menghasilkan skor 3 di kanan dan di kiri yang berarti diperlukan penyelidikan lebih jauh dibutuhkan dan mungkin saja perubahan diperlukan. Disimpulkan bahwa alat bantu usulan dapat mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada operator pengikisan alat cap di Rumah Batik Komar. Kata Kunci : Musculoskeletal Disorders (MSDs), Pengikisan alat cap batik, RULA (Rapid Upper Limb Assessment), Postur Kerja Canggung.
Pengujian Dan Perbaikan Desain Material Handling Equipment Buncis Di Pt. Abofarm Untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja Menggunakan Metode Pengembangan Produk Ulrich Eppinger I Gede Wisuda Pura; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hasil implementasi desain material handling equipment menujukan terdapat beberapa masalah antara lain tingkat keberhasilan operator dalam menggunakan alat 57%, jumlah kesalahan penggunaan alat yang besar, terdapat keluhan operator terkait teknis alat, Hal tersebut menunjukan perlu perbaikan pada desain produk. Pada penelitian ini perbaikan desain menggunakan metode pengembangan produk Ulrich Eppinger. Selanjutnya dilakukan pengujian hasil perbaikan dengan menggunakan usability testing dan fisiologi kerja, sehingga diperoleh perbandingan antara prototype material handling equipement improvement 1 dan prototype material handling equipment improvement 2 berdasarkan aspek usability produk dan ergonomi fisiologi kerja.Hasil penelitian ini adalah prototype material handling equipment yang mudah digunakan, efektif, efisien dan memuaskan pengguna. Berdasarkan analisis usability testing dan fisiologi kerja diperoleh hasil prototype material handling equipment improvement 2 memiliki waktu kerja, tingkat keberhasilan penggunaan alat, jumlah kesalahan penggunaan alat, keluhan pengguna terkait teknis alat yang lebih sedikit dibandingkan prototype material handling equipment improvement 1. Dari hasil usability questionare diperoleh rata-rata tanggapan penguna terhadap aspek learability 4.19, aspek efficiency 4.84, aspek memorability 4.61, aspek error 4.6, aspek satisfaction 5,03 dari skala likert 1-5. Selain itu berdasarkan analisis pengaruh alat terhadap fisiologi kerja operator terdapat penurunan presentaee cardiovascular load kondisi exsisting 32% menjadi 20% pada kondisi menggunakan prototype material handling equipment improvement 2. Kata kunci : alat material handling, metode Ulrich Eppinger, perbaikan dan pengujian produk, usability testing, fisiologi kerja.
Perancangan Alat Bantu Ergonomis Proses Pengemasan Buku Di Pt. Karya Kita Dengan Framework Mechanical Design Wiwit Mulyaningsih; Muhammad Iqbal; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Karya Kita merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan yang berada di Soekarno-Hatta Bandung. Pada percetakan buku PT. Karya Kita memiliki 6 workstation dalam pelaksanaan tahap proses produksi. Untuk workstation pengemasan terdapat 5 orang operator dimana aktivitas di workstation tersebut masih dilakukan secara manual yang melibatkan operator membungkuk untuk memasukkan buku kedalam kardus. Sehingga hal tersebut menimbulkan risiko pada aktivitas pengemasan buku, hal ini dapat dilihat dengan metode RULA. Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) merupakan metode cepat penilaian postur tubuh bagian atas [1]. Input metode ini adalah postur (telapak tangan, lengan atas, lengan bawah, punggung, dan leher), beban yang diangkat, tenaga yang dipakai (statis/dinamis), dan jumlah pekerjaan. Skor RULA yang didapat berdasarkan postur kerja operator proses pengemasan di PT. Karya Kita cukup tinggi yaitu 7 untuk aktivitas mengangkat buku, memidahkan buku dan memasukkan buku kedalam kardus. Skor rula yang bernilai 7 artinya kondisi ini berbahaya maka pemeriksaan dan perubahan diperlukan dengan segera (saat itu juga) [2]. Ketiga aktivitas yang ada di proses pengemasan dapat menimbulkan risiko MSDs yang dirasakan oleh operator. Musculuoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan otot, saraf, tendon, ligamen, sendi, tulang rawan dan cakram tulang belakang [3]. Berdasarkan permasalahan diatas, penulis merancang alat bantu pada proses pengemasan buku untuk mengurangi risiko MSDs dengan menggunakan Framework Mechanical Design dan tools yang digunakan mengadopsi dari UlrichEppinger. Hasil yang didapat dari tahapan Framework Mechanical Design berupa spesifikasi dari rancangan alat bantu yang akan dibuat. Alat bantu didesain dengan mempertimbangkan postur kerja operator yang diharapkan dapat mengurangi risiko MSDs yang dirasakan oleh operator. Kata kunci : Framework Mechanical Design, Spesifikasi Teknis, Ulrich-Eppinger, RULA, Rapid Upper Limb Assessment
Design Of Work Method In Order To Decreaseillness Rate Caused By Muscle And Nerve Dueto Unproper Work Method Using Ocra Index Ininstallation Department Pos Install Woodenlh And Routing Wiring In Pt. Xyz Muhammad Nusem Hudiantoko; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Health is an important form of human capital. It can enhance worker’s productivity by increasing their physical capacities, such as strength and endurance, as well as their mental capacities, such as cognitive functioning and reasoning ability. Such in Vehicle logistics division, there is still 16% of total disease in PT XYZ are caused by nerve and muscle. By divide it into departement category, the most common disease is in Installation Operation which contributed 60%, it means that from the 16% disease caused by nerve and muscle 60% of infected operator are work in Installation Operation. In Installation Department operation there are five lines that have responsibility to install the available or given car. From the five lines, the most common is in line 2 which contribute 25%. Then identify each job in line 2 is the next step, and the most common is in Pos 2D which responsibility to install the wooden LH and routing. Then, the exisitng condition is assess by OCRA Index which evaluate four main collective risk factors based on their respective duration, which are repetitiveness, force, awkward posture and movements, and lack of proper recovery periods. Then, from the given result of assessment will be used as parameter to give an improvement which in term of an improvement work method. By improving the work system, the gap that has been categorized in OCRA Index has been fixed. In other words the OCRA Index for improvement condition is lower than the existing one. Means that the improvement process are sucessfully decreased the risk of illness from 2,449 to 1,054 by the OCRA Index assessment process. Key words: OCRA Index, Wooden LH, Nerve and Muscle, Routing, Repetitiveness, Awkward posture
Perancangan Media Pembelajaran Berupa E-Learning Solidworks Untuk Modul Molding Dengan Menggunakan Metode Model Addie Sebagai Alat Bantu Ajar Di Keprofesian Pde Telkom University Alam Fathurochman; Rino Andias A.; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keprofesian PDE (Product Design and Ergonomic) Universitas Telkom merupakan keprofesian yang memiliki konsentrasi keahlian pada desain produk. Dalam hal untuk menunjang konsentrasi keahlian tersebut, kompetensi yang menjadi fokus utama keprofesian ini adalah kompetensi menggunakan software SolidWorks yang merupakan perangkat lunak untuk digunakan dalam merancang desain produk. Namun, dalam kondisi eksisting anggota keprofesian memiliki keterbatasan dalam memenuhi kompetensi penguasaan software SolidWorks sehingga membutuhkan media pembelajaran yang efektif dan efisien. Media pembelajaran yang memiliki tingkat efektif dan keefesienan saat ini berupa e-learning. Pada saat ini kebutuhan akan produk berbahan material plastik semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penguasaan terhadap modul molding menjadi kebutuhan dalam memenuhi kompetensi software desain produk. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode desain instruksional ADDIE. Diawali dengan tahap analisis untuk analisa kebutuhan metode pembelajaran, analisa hardware dan software, serta analisa kebutuhan user yang merupakan mahasiswa Keprofesian PDE Universitas Telkom. Selanjutnya tahap desain e- learning dengan mengacu pada manual book SolidWorks Mold Tools , CSWPA-Mold Tools dan storyboard. Tahap terakhir pada penelitian ini adalah development yaitu perancangan teknis aplikasi dengan menggunakan softwre Adobe Flash. Pada fase akhir penelitian dilakukan evaluation dengan menguji aplikasi e-learning kepada mahasiswa dengan menggunakan metode pilot test dan user acceptance test. Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi e-learning SOLIDLEARN modul Mold Tools berbasis Adobe Flash. materi pembelajaran melalui media elektronik termasuk intranet, internet, audio/video tape, TV interaktif, CD ROM, dan Computer Based Training (Gilbert & Jones, 2001). Banyak keuntungan ketika proses belajar mengajar dilakukan dengan e-learning. Beberapa keuntungannya adalah dapat mengurangi waktu kegiatan belajar mengajar, meminimasi biaya akomodasi, meminimasi biaya pendidikan secara komprehensif, dapat meliputi wilayah geografis dengan lebih luas dan juga menjadi sarana pelatihan subjek belajar untuk lebih mandiri dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Disamping itu e-learning juga memberikan banyak kesempatan penelitian bagi dosen, bersama dengan tantangan terus untuk mendokumentasikan beasiswa. Inovasi dalam e-learning teknologi mengarah ke sebuah revolusi di bidang pendidikan, yang memungkinkan belajar menjadi individual (pembelajaran adaptif), meningkatkan interaksi peserta didik dengan orang lain (pembelajaran kolaboratif), dan mengubah peran pengajar (Ruiz, et al., 2006). Kemudian, dalam survey yang dilakukan oleh Tim Unwin(2007) untuk melihat pengaruh e-learning pada proses pembelajaran di Afrika. Dan hasilnya sebagian besar responden(68%) menyatakan bahwa e-learning dapat memberikan peningkatan nilai pada proses pembelajaran, seperti yang terdapat pada Gambar 1. The Value of E-LearningKesimpulan yang didapat dari penelitian adalah terciptanya 80 alat bantu ajar yang memiliki pengaruh terhadap peningkatan pemahaman modul Mold Tools oleh pengguna 60 aplikasi e-learning SOLIDLEARN. 40 Kata kunci: Keprofesian PDE, Model ADDIE, E-Learning, CSWPA-Mold Tools, SolidWorks
Perancangan Media Pembelajaran Berupa E-Learning Solidworks Untuk Modul Part Assembly Dengan Menggunakan Metode Model Addie Sebagai Alat Bantu Ajar Yang Efektif Di Keprofesian Pde Telkom University Arief Yudha Indraswara; Rino Andias A.; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keprofesian   Product   Design   and   Ergonomic adalah suatu kelompok keahlian di Fakultas Rekayasa Industri. Keprofesian PDE memiliki fokus yang salah satunya adalah kompentensi untuk menggunakan software SOLIDWORKS. Penelitian ini mengusulkan untuk merancang suatu alat bantu ajar software SOLIDWORKS berupa e-learning. E-Learning terbukti berdampak positif dan dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode instructional design dengan model ADDIE. Penelitian dimulai pada tahap Analysis dengan mengumpulkan user requirements dari mahasiswa keprofesian   PDE   Universitas   Telkom.   Lalu,   penelitian dilanjutkan  ke  tahap  Design  pada  model  ADDIE. Pembuatan konten e-learning yang berdasar kepada CSWP khusus    modul    Assembly    modeling    dan    perancangan storyboard dilakukan pada tahap ini. Setelah itu, penelitian dilanjutkan ke tahap Developmen dengan merancang aplikasi flash. Hasil akhir dari penelitian adalah alat bantu ajar e-learning SOLIDLEARN modul Part Assembly yang berbentuk   aplikasi   flash.   Uji   coba   dilakukan   kepada mahasiswa yang terpilih melalui metode pilot test dan user acceptance test pada tahap evaluasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terwujudnya rancangan media pembelajaran      efektif      berupa      e-learning      software SOLIDWORKS untuk modul Part Assembly dengan metode ADDIE yang dapat menunjang pembelajaran di keprofesian PDE Telkom University.Kata kunci—Keprofesian PDE, Model ADDIE, E-Learning, SOLIDWORKS, CSWP 
Evaluation Of Manual Patient Handling Activityto Reduce Musculoskeletal Disorders Withmovement And Assisstance On Hospital Patient(study Case R.s Muhammadiyah Bandung) Amanda Puspita Permata Sari; Rino Andias Anugraha; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Handling activities tend to raise a risk of musculoskeletal disorders or MSDs when it implement with wrong method. One of handling activities which have a high risk of MSDs is nursing activity. This study aims to assess the risk of MSDs among nurses in different wards on Muhammadiyah hospital by means of MAPO (Movement and Assistance of Hospital Patient) method. The study was conducted in 13 sections of Muhammadiyah subspecialty hospital including 111 wards. Exposed nursing staff (N=30) were asked to report MSDs experiences in the past one year. The results indicated that 3 units are on the red category, 6 units are on the yellow category, and 4 units come on green category. Lifting factor indicates the high level of patient handling activity. However minor factor aids showed very bad results. We can conclude this activity raises the risk of MSDs for nurses. The other factors such environmental about 27%, training factor 35% and also wheelchair factor 43% need to meet the best requirement to perform the proper handling activity on every ward. It is therefore necessary to implement an ergonomic program in order to modify the observed baneful condition as soon as possible.. Kata kunci : manual handling, patient handling, MAPO Index, movement and assistance of hospital patient, musculoskeletal disorders
Uji Tingkat Keausan Blade Pada Mesin Hammer Mill Menggunakan Metoda Finite Element Methods (fem) Dengan Pengembangan Konsep Aditya Novinda Hendrawan; Agus Kusnayat; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi pakan ternak dengan menggunakan mesin hammer mill. Salah satu bagian paling penting untuk memperkecil ukuran atau butiran halus pakan ternak pada mesin hammer mill yaitu pada bagian blade hammer. Kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan oleh blade dapat menurun jika terjadi keausan. Perancangan pada penelitian ini menggunakan metode Finite Element Methods untuk mengetahui nilai stress, strain, dan deformasi blade hammer dan particle size yang dihasilkan. Hal tersebut dapat diperbaiki dengan kualitas blade hammer yang baik dari segi bentuk, material dan partikel yang digunakan oleh blade hammer. Blade Hammer mill pada konsep 1 menjadi konsep terbaik dilihat dari nilai stress dan strain yang dihasilkan. Kata Kunci- Blade hammer, Hammer mill, keausan, Finite Element Methods, Stress dan Strain. Abstract CV. XYZ is a company that produces animal feed using a hammer mill machine. One of the most important parts to reduce the size or fine grain of animal feed on a hammer mill machine is the blade hammer. The production quality and quantity produced by the blade may deteriorate in case of wear. The design in this study uses a Finite Element Methods to determine the value of stress, strain, and deformation of the hammer blade and the resulting particle size. This can be improved by good blade hammer quality in terms of shape, material and particles used by the blade hammer. The blade hammer mill in concept 1 is the best concept seen from the value of stress and strain generated. Keywords- Blade hammer, Hammer mill, wear, Finite element Methods, Stress and Strain.
Pengembangan Alat Safety Goggles Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) Bunyamin , Ahmad Fachri; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo; Mufidah , lma
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pekerjaan las merupakan salah satu pekerjaan di industri informal yang banyak dilakukan oleh masyarakatIndonesia. Sehingga operator las sangat membutuhkan safety goggles sebagai alat pelindung mata merekaData BLSmenunjukkan bahwa 1.790 kasus gangguan mata dialamioleh tukang las, sementara sekitar 1.390 kasus lainnyadisebabkan oleh paparan bunga api pengelasan. Adapuntujuan dari penelitian ini yaitu melakukan pengembanganalat safety goggles dalam meningkatkan keamanan dankenyamanan penggunaan safety goggles pada prosespengelasan menggunakan metode Quality FunctionDeployment (QFD), yang bertujuan untuk memenuhikebutuhan operator las sebagai pengguna safety goggles.Operator las merasa puas dengan hasil rancangan usulansafety goggles yang diberikan karena memiliki lensa yangtahan terhadap benturan, tahan terhadap sinar UV, memilikipelindung hidung untuk menjaga sistem pernapasan operatorlas dan penutup lensa yang berfungsi untuk melindungi lensasafety goggles, dan juga usulan safety goggles yang dirancangmenggunakan tali scarpt agar bisa disesuaikan denganukuran kepala operator las. produk yang dirancang telahberhasil memenuhi sebagian besar kebutuhan pengguna danjuga pengguna merasa puas dengan hasil rancangan usulansafety goggles karena dapat membantu keamanan dan jugakenyamanan pengguna pada saat melakukan prosespengelasan tanpa harus khawatir lagi mengenai keluhankeluhan mata yang dialami pada saat menggunakankacamata biasa. Kata kunci - Pekerja Las, Safety Goggles, Quality Function Deployment, Kacamata Biasa
Perancangan Fasilitas Kerja Dengan Pendekatan Ergonomi dan Quality Function Deployment di PD XYZ Arrajab, Kausa Gymnastiar; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo; Caesaron, Dino
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PD. XYZ merupakan perusahaan dagang yangbergerak dibidang pembuatan pallet kayu. Tentu saja produkyang dihasilkan merupakan pallet kayu biasa dan terfumigasi.Untuk mendapatkan kebutuhan untuk merancangan fasilitaskerja nya, metode yang digunakan adalah Quality FunctionDeployment, pengukuran anthropometri dan juga Nordic BodyMaps. QFD digunakan agar dapat mengetahui spesifikasikebutuhan dan juga keinginan konsumen terhadap produkyang dirancang. Pengukuran anthropometri dilakukan untukmengetahui ukuran tubuh dari pekerja serta persentil yangcocok dengan operator. Dari penggunaan metode QFD, dapatdiperoleh atribut yang lebih spesifik, agar dapat mempermudahdalam merancangan meja kerja yang nanti nya akanmemberikan hasil berupa tingkat kesulitan dari perancangan.RULA atau Rapid Upper Limb Assessment digunakan untukmenganalisa postur pada kegiatan operator. Berdasarkan hasilkuisioner Nordic Body Map yang diberikan kepada operator,terdapat keluhan nyeri pada tubuh bagian atas (tangan,pergelangan tangan, lengan, leher dan trunk). Maka dari itu,fasilitas kerja yang akan dirancang merupakan meja kerja yangakan dirancang berdasarkan data primer (wawancara, nordicbody maps dan voice of customer) dan data sekunder(pengukuran anthropometri dan aktivitas kerja) yang telahdiperoleh. Kata kunci— REBA, QFD, Anthropometri, MSDs, NordicBody Maps