Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Meja Kerja Pada Proses Pencetakan Kerupuk Menggunakan Metode Quality Function Deployment Pada Umkm Kerupuk Di Kecamatan Ciparay Hermansyah, Muhamad Emil; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo; Iqbal , Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Berdasarkan observasi, postur tubuh operatorterlihat canggung saat pencetakan kerupuk. Postur kerjatersebut berisiko menyebabkan Musculoskeletal Disorder(MSDs). Rapid Upper Limb Assessment (RULA) digunakanuntuk mengidentifikasi risiko postur kerja yang tidakergonomis. Hasil analisis RULA menunjukkan nilai yang tinggiyaitu 7. Berdasarkan observasi, postur tubuh kerja inidisebabkan oleh adanya perlengkapan kerja yang kurangmemadai. Oleh karena itu, investigasi lanjutan diperlukanuntuk membuat meja kerja yang dapat digunakan untuk prosespencetakan kerupuk. Metode Quality Function Deploymentdigunakan untuk merancang produk. Sesuai kebutuhanpengguna pendekatan antropometri digunakan untukmemastikan meja kerja yang dirancang sesuai dengankarakteristik fisik dari operator. Setelah mendapatkan hasilrancangan usulan yang sesuai, penelitan tersebut berhasilmenurunkan nilai RULA dengan nilai kondisi awal 7 menjadi 2yang menunjukkan adanya perbaikan pada aspek ergonomis.Postur kerja yang lebih ergonomis dapat meningkatkankesehatan operator, sehingga risiko cedera otot dan tulangdapat diminimalkan. Hal ini juga berdampak pada peningkatanproduktivitas karena operator dapat bekerja lebih efisien tanpaterganggu oleh rasa sakit atau ketidaknyamanan.Kata Kunci : Kerupuk, Musculoskeletal Disorders (MSDs),Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Quality FunctionDeployment (QFD), Ergonomi.
Analisis Hubungan Gaya Hidup Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Teknik Industri Universitas Telkom Cahyani , Ni Nyoman Prema Mega; Rahayu, Mira; Yekti, Yusuf Nugroho Doyo
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur merupakan proses fisiologis penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Mahasiswa sering mengalami penurunan kualitas tidur akibat gaya hidup yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup dan kualitas tidur mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Telkom. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP II) untuk mengukur gaya hidup. Sampel berjumlah 290 mahasiswa dari angkatan 2021, 2022, dan 2023. Hasil menunjukkan bahwa 93% responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan hanya 7% memiliki kualitas tidur yang baik. Gaya hidup mahasiswa berada pada kategori cukup (45%) dan baik (42%), dengan sebagian kecil di kategori rendah (6%) dan sangat baik (7%). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara gaya hidup dan kualitas tidur dengan nilai korelasi -0,154 dan signifikansi 0,009. Empat komponen gaya hidup yang paling berpengaruh terhadap kualitas tidur adalah tanggung jawab terhadap kesehatan, aktivitas fisik, pertumbuhan spiritual, dan manajemen stres. Semakin baik gaya hidup mahasiswa, semakin baik pula kualitas tidurnya. Kata kunci— gaya hidup, kualitas tidur, mahasiswa, PSQI, HPLP II.
Analisis Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Aktivitas Area Pencucian Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi dengan REBA dan NBM Dewa , Amanda Natasya Putri; Yekti , Yusuf Nugroho Doyo; Salma , Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi merupakan lembaga resmi yang menyediakan layanan kesejahteraan sosial bagi lansia untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka secara jasmani, rohani, dan sosial. Salah satu area penting di panti ini adalah area pencucian, tempat lansia melakukan aktivitas seperti wudhu, mencuci peralatan makan, dan mencuci pakaian. Namun, fasilitas pencucian yang tersedia belum memenuhi prinsip ergonomi, yang ditandai dengan keluhan nyeri otot dan meningkatnya risiko cedera akibat postur membungkuk dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh penghuni lansia saat melakukan aktivitas di area pencucian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai risiko berdasarkan postur tubuh, serta Nordic Body Map (NBM) sebagai kuesioner untuk mengidentifikasi keluhan otot berdasarkan persepsi subjektif pengguna. Hasil perhitungan REBA menunjukkan bahwa aktivitas wudhu berada pada tingkat risiko sedang dengan skor 5, sedangkan aktivitas mencuci peralatan makan dan mencuci pakaian menunjukkan tingkat risiko tinggi dengan skor masing-masing 9 dan 10 Hasil dari kuesioner NBM mendukung temuan tersebut, di mana aktivitas mencuci pakaian menunjukkan keluhan tertinggi pada bagian punggung, pinggang, dan bokong, dengan tingkat keluhan mulai dari agak sakit hingga sangat sakit. Temuan ini menegaskan pentingnya perbaikan fasilitas dan prosedur kerja, khususnya pada aktivitas mencuci, guna menciptakan lingkungan yang lebih ergonomis, aman, dan nyaman bagi lansia. Kata kunci: Ergonomi, Lansia, REBA, NBM, MSDs, Area Pencucian.
Perancangan Alat Penyaringan Tahu Dengan Metode Quality Function Deployment (Qfd) Pada Pekerja Umkm Tahu Ibu Lia Syaputri, Annisya; Rahayu, Mira; Doyo Yekti, Yusuf Nugroho
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Tahu merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat Indonesia dan dapat diolah menjadi makanan atau jajanan. Seiring dengan tingginya permintaan tahu, dibutuhkan proses produksi yang dapat mengimbangi permintaan pasar. Oleh sebab itu, objek yang ditelitu merupakan pabrik UMKM tahu yang masih menggunakan metode tradisional. Proses produksinya sudah menggunakan mesin untuk bagian penggilingan kacang kedelai. Namun proses penyaringan masih menggunakan alat bantu sederhana yang bekerja secara manual dengan bantuan operator. Postur tubuh operator saat bekerja termasuk kedalam tingkat kategori 5 dari nilai REBA, hal tersebut menunjukkan perlunya perubahan agar tingkat risiko musculoskeletal disorders (MSDs) dan kecelakaan kerja akibat kelelahan dapat diminimalisasi. Alat bantu penyaringan tahu usulan dibuat dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Penelitian ini menghasilkan penyaringan tahu dengan penyaringan otomatis yang dapat mengeluarkan sari tahu dan ampas tahu dengan sendirinya, dengan demikian alat bantu tersebut dapat mengurangi beban kerja operator dan membantu mereka dalam memperoleh postur yang lebih baik. REBA dari kondisi semula dinilai dari sisi pekerja, dan REBA usulan juga menggunakan sisi kiri pekerja yang menunjukan hasil peningkatan nilai REBA yang membaik yakni sebesar 63%. Nilai tersebut menunjukkan kemungkinan pekerja terkena MSDs semakin kecil.Kata kunci— Peancangan Alat Penyaringan Tahu, Quality Function Deployment, REBA, Musculoskeletal Disorder
Perancangan Tempat Penyimpanan Telepon Genggam Untuk Meningkatkan Keberhasilan Fungsi Alarm Menggunakan Metode Perancangan Dan Pengembangan Ulrich Eppinger Johan Fahal, Raden; Martini, Sri; Doyo Yekti, Yusuf Nugroho
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Telepon genggam digunakan oleh pengguna sebagai alat untuk berkomunikasi, selain itu telepon genggam juga memiliki fitur alarm yang berfungsi sebagai pengingat waktu, misalnya untuk membangunkan pengguna dipagi hari. Masalah pada fitur alarm adalah terjadinya kegagalan fungsi yang disebabkan karena letak atau posisi dari telepon genggam yang sembarang dan habisnya daya baterai pada telepon genggam. Tujuan perancangan dan pengembangan produk ini adalah mendukung serta meningkatkan keberhasilan fungsi alarm yang ada pada telepon genggam. Produk ini dirancang untuk telepon genggam menggunakan metode perancangan dan pengembangan produk UlrichEppinger. Setelah rancangan desain jadi, produk akan dibuat purwarupanya untuk dilakukan tahap uji coba guna memeriksa tingkat validitas produk. Hasil rancangan produk ini bernama tempat penyimpanan telepon genggam. Produk ini berbahan dasar sejenis kayu tepatnya multiplek. Penggunaan bahan sejenis kayu (isolator) dipilih untuk menjaga dari sisi keselamatan, karena mengingat produk ini memiliki beberapa komponen elektrik. Peletakan atau penempatan produk disarankan berada di dinding sekitar tempat tidur pengguna agar kinerja produk semakin optimal. Implikasi atau manfaat hasil perancangan produk kali ini yaitu meningkatkan keberhasilan fungsi alarm yang ada pada telepon genggam sebagaimana masalah yang telah dipaparkan sebelumnya.Kata kunci— Telepon genggam, alarm, perancangan, pengembangan produk, Ulrich-Eppinger
Perancangan Mesin Oven Dengan Metode Reverse Engineering Untuk Mengefisienkan Waktu Proses Pengeringan Keripik Kentang Di Pabrik Keripik Kentang Bbc Salim , M Fahmi; Mufidah, Ilma; Yekti , Yusuf Nugroho Doyo
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik Keripik Kentang BBC memiliki 12tahapan dalam pengolahan bahan baku kentang hinggaproduk jadi. Tahap pengeringan memakan waktu lama danmenggunakan dua cara, penjemuran selama 1-2 hari ataumesin oven selama 6 jam, tergantung pada cuaca. Namun,kendala dalam proses penjemuran dan penggunaan mesinoven, seperti postur pekerja yang buruk, kapasitas trayterbatas, dan sirkulasi panas yang tidak merata,mempengaruhi hasil produksi dan kesulitan memenuhipermintaan tinggi. Metode reverse engineering digunakanuntuk merancang mesin oven dengan kapasitas penampungyang lebih besar, ukuran blower yang tepat, bahan bakaralternatif, dan mekanisme input-output yang mudah. Analisisnilai REBA menunjukkan bahwa mesin oven usulanmengurangi risiko musculoskeletal disorder dan meningkatkanefisiensi waktu proses pengeringan sebesar 82.4% berkatkapasitas produksi yang lebih besar. Rancangan ini diharapkandapat membantu mengatasi kendala produksi danmeningkatkan efisiensi serta kesejahteraan pekerja Kata kunci— Keripik Kentang, REBA, Reverse Engineering,Mesin Oven, Musculoskeletal Disorders
Rancangan Perbaikan Kemasan Produk Umkm Rajawali Telur Asap Di Daerah Pati, Jawa Tengah Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Qfd) Thoriq R, Fadillah; Arini, Isnaeni Yuli; Doyo yekti, Yusuf Nugroho
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

telur asin asap identik dengan rasa nya khas dan bentuk nya yang unik. telur mempunya cangkang yang mudahpecah saat terbentur oleh benda keras. Jika tidak dikemasdengan baik akan menyebabkan cangkang telur itu menjadiretak dan pecah. Hal ini yang membuat timbulnya permasalahan bagi pengusaha telur asin asap. Penelitian inibertujuan untuk merancang kemasan telur pada UMKMrajawali telur asin asap yang dapat melindungi produk telurasin asap. Metode yang digunakan adalah Quality FuctionDeployment (QFD). Pengambilan data responden denganmenyebarkan kuesioner kepuasan dan kepentingan tentangrancangan solusi perbaikan kemasan telur asin asap.Kemudian data diolah menggunakan House of Quality (HoQ)untuk menentukan rancangan kemasan telur asin asap. Darihasil perhitungan rancangan kemasan di peroleh hasilrancangan dengan spesifikasi Panjang produk 16.5 cm, lebarproduk 12 cm dan tinggi produk 7 cm dan menggunakanketebalan kemasan 7 mm dan diberikan cekungan agar telurtidak saling berbenturan satu sama lain. Pengimplementasian hasil rancangan kemasan telur asin asap diharapkan dapatmeminimasi adanya keluhan dari pelanggan yang membeli produk UMKM rajawali telur asin asap. Dengan asumsi hasilpenyaringan konsep rancangan kemasan usulan yang memiliki nilai tertinggi 3.78 Kata Kunci - QFD, HOQ, Telur Asin Asap, UMKM, Rancangan kemasan.