Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Kebijakan Maintenance Pada Mesin Komori Ls440 Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus : Pt Abc) Chairun Nisa; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan industri percetakan di Kota Bandung. Aktivitas produksi pada perusahaan menuntut mesin beroperasi dengan baik. Mesin Komori LS440 adalah mesin cetak sheet yang memiliki downtime tertinggi dengan besarnya jumlah produksi yang diterima sehingga mesin tidak bekerja optimal. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan kegiatan maintenance pada mesin Komori. Metode yang digunakan yaitu metode Life Cycle Cost (LCC) untuk mengetahui jumlah maintenance crew dan retirement age yang optimal dari sebuah mesin. Metode lain yang digunakan yaitu metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengetahui kinerja dan tingkat efektifitas mesin. Selanjutnya dilakukan penelitian terhadap faktor six big losses untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan nilai OEE rendah. Berdasarkan metode Life Cycle Cost, nilai total LCC terendah sebesar Rp 3.631.528.201 dengan umur optimal mesin sebelas tahun dan jumlah maintenance crew sebanyak tiga orang dalam satu shift. Untuk perhitungan nilai OEE pada mesin Komori sebesar 85,91%. Nilai tersebut dalam standar yang ditetapkan oleh Japanese Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%. Perusahaan dapat mengantisipasi dari hasil six big losses bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektifitas mesin adalah faktor idling and minor stoppages sebesar 66,45% dari total losses. Kata Kunci – Life Cycle Cost (LCC), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses
Analisis Perancangan Kebijakan Maintenance Pada Ekskavator Kobelco Sk200 Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) Di Po Rajawali Project Ahmad F Abdillah; Judi Alhilman; NURDININTYA ATHARI SUPRATMAN
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rajawali Project merupakan perusahaan penyewaan alat berat yang terletak di Baleendah, Kabupaten Bandung yang menyewakan pelbagai macam alat berat seperti ekskavator, buldoser, truk, dan lain sebagainya. Kobelco SK200 merupakan salah satu ekskavator yang dimiliki oleh Rajawali Project yang mempunyai frekuensi kerusakan paling tinggi dibandingkan dengan alat berat lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, metode yang dapat digunakan adalah metode Life Cycle Cost (LCC) dan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Berdasarkan metode LCC, diperoleh total nilai LCC paling minimum sebesar Rp.250.877.275 dengan umur ekskavator optimal selama 17 tahun dan jumlah maintenance crew optimal sebanyak dua orang. Berdasarkan metode OEE, diperoleh nilai OEE sebesar 85.05% serta faktor losses terbesar yaitu faktor defect losses dan reduced speed dari six big losses sebesar masing-masing 27.3% dari total losses. Kata Kunci – Life Cycle Cost, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses ABSTRACT Rajawali Project is a heavy equipment rental company located in Baleendah, Kabupaten Bandung which rents a various kinds of heavy equipment such as excavators, bulldozers, trucks, etc. Kobelco SK200 excavator is one of the excavators owned by Rajawali Project which has the highest failure rate compared to the other heavy equipment. To overcome this, two methods are needed. They are Life Cycle Cost (LCC) and Overall Equipment Effectiveness (OEE). Based on the LCC method, the lowest LCC total amount is Rp.250.877.275 with the optimal retirement age life for 17 years and the optimum maintenance crew of two people. Based on the OEE method, the OEE value is 85.05%, and the biggest losses factor was defect losses and reduced speed factor from six big losses, which is 27.3% each from the total losses. Keywords – Life Cycle Cost, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses
Perancangan Usulan Preventive Maintenance Pada Mesin Komori Ls440 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm Ii) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Abc Destina Surya Dhamayanti; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan cetak dalam skala nasional. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan buku ajar, majalah, surat kabar, dan lain sebagainya. Kegiatan maintenance yang ada PT ABC terbagi menajadi dua yaitu preventive maintenance setiap senin dan kamis serta kegiatan corrective maintenance yang dilakukan jika mesin mengalami kegagalan fungsi. Kegagalan fungsi pada mesin Komori masih cukup tinggi. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pecegahaan untuk meningkatkan reliabilitas mesin. Metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Reliability Centered Maintenance yaitu dengan menganalisis failure yang terjadi dengan menggunakan ananlisis Failure Mode and Effect Analysis dan Decision Worksheet. Hasil dari analisis ini merupakan preventive task masing-masing komponen. Sedangkan untuk menganalisis risiko yang diakibatkan jika mesin mengalami gagal fungsi, yaitu dengan metode Risk Based Maintenance. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode diperoleh nilai risiko yang ditanggung perusahaan ketika mesin mengalami failure, yaitu sebesar Rp 965.904.899,36. Berdasarkan hasil pengolahan data pada subistem kritis maka diperoleh kesimpulan bahwa enam komponen dilakukan dengan task scheduled on condition, tiga komponen dengan task scheduled restoration, dan enam komponen dengan task scheduled discard. Sedangkan untuk interval waktu dalam pengerjaan preventive maintenance pada komponen tersebut disesuaikan dengan task yang diperoleh. Setelah mendapatkan interval waktu perawatan, kemudian ditentukan biaya perawatan usulan yang dikeluarkan perusahaan, yaitu sebesar Rp 971.567.519,69. Kata kunci: Reliability Cencetered Maintenance, Risk Based Maintenance, Preventive Maintenance, Corrective Maintenance
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Cetak Goss Universal Dengan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) Muhammad Tamami Dwi Saputra; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berkembang saat ini semakin pesat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi itu sendiri. Dengan memproduksi koran setiap harinya maka keadaan tersebut memaksa PT Pikiran Rakyat untuk lebih meningkatkan kelancaran, efektivitas dan efisiensi kegiatan percetakannya. Salah satu cara untuk mengukur kinerja mesin secara umum yaitu dengan menggunakan metode OEE dan untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability (RAM). Dengan menggunakan data-data berupa MTTF dan MTTR dari setiap subsistem dari mesin cetak. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, dengan melakukan perhitungan berdasarkan tiga parameter utama yaitu nilai Availability sebesar 75%, nilai Performance sebesar 97%, dan nilai Quality sebesar 98%, maka sistem memiliki nilai OEE sebesar 71.60% dengan penelitian selama delapan bulan atau 5760 jam. Sistem memiliki nilai reliability sebesar 10.59% pada waktu 70 jam berdasarkan pada analytical approach. Perhitungan maintainability dengan menggunakan pemodelan reliability block diagram, didapatkan bahwa seluruh unit dalam sistem memiliki peluang untuk diperbaiki minimal 12 jam untuk dapat berfungsi kembali dengan probabilitas 100% untuk mencapai kondisi semula. Selama delapan bulan penelitian, Inherent Availability dari sistem adalah 99.52% berdasarkan pada analytical approach dan Operational Availability dari sistem adalah 73.91%. Kata Kunci : Reliability, Availability, Maintainability, KPI, RBD, OEE
Pengembangan Kebijakan Preventive Maintenance Mesin Cincinnati Milacron Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Risk Matrix Di Pt Dirgantara Indonesia Shabrina Zatalini Kuswardani; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT DI (Indonesian Aerospace Inc.) adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Saat ini, selain memproduksi untuk kebutuhan pesawat dalam negeri, PT. DI juga melayani pesanan kebutuhan part untuk Airbus. Pemenuhan produk pesanan PT. DI mengikuti prosedur dan tenggat waktu yang ketat dari pemesan, sehingga produk pesanan harus dipenuhi sesuai spesifikasi pemesan dan dikirimkan tepat waktu. Tetapi untuk mencapai pengiriman tepat waktu tersebut, PT. DI dihadapkan dengan kendala operasional, yaitu banyak nya downtime yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability centered maintenance dengan menggabungkan analisis kualitatif yang meliputi Failure Mode and Effect Analysis dan RCM Decision Worksheet. Metode lain yang digunakan yaitu dengan tools Risk Matrix untuk menentukan critical system. Dari hasil penilaian Risk Matrix terpilihlah Axis sebagai critical system yang akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RCM yang dilakukan pada equipment Axis, diperoleh dua puluh sembilan scheduled on-condition dan tujuh belas scheduled restoration. Sementara interval waktu perawatan masing-masing equipment berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Selisih biaya perawatan apabila perusahaan menggunakan kebijakan maintenance usulan dibandingkan dengan kebijakan maintenance eksisting adalah Rp 320,150,400.00. Kata Kunci : RCM, Reliability centered maintenance, Decision Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Risk Matrix
Perancangan Proses Bisnis Penilaian Kinerja Dosen Menggunakan Metode Knowledge Conversion 5C-4C Dan Seci Di Program Studi Teknik Industri Universitas Telkom Desy Hafriyani; Amelia Kurniawati; Nurdinintya Athari Supratman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban Kerja Dosen (BKD) merupakan representasi kegiatan dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang didukung oleh penunjang. Untuk menjamin pelaksanaan tugas dosen berjalan, maka Universitas Telkom membuat kontrak manajemen yang berisi target untuk setiap dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang didukung oleh penunjang. Perhitungan BKD dimulai dengan mengidentifikasi data dosen di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan penunjang. Data tersebut dikonversi menjadi informasi menggunakan metode knowledge conversion 5C. Hasil informasi tersebut dikonversi menjadi knowledge menggunakan metode knowledge conversion 4C. Aktivitas penilaian kinerja dosen belum didokumentasikan ke suatu proses bisnis dan masih menjadi tacit knowledge dapat dikonversi menggunakan knowledge conversion SECI. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan informasi berupa nilai BKD di semester genap berada di rentang nilai antara 3.3 SKS sampai dengan 54.8 SKS dan rentang nilai di semester ganjil antara 0.5 SKS sampai dengan 37.2 SKS. Konversi informasi menjadi knowledge menghasilkan knowledge berupa komposisi beban kerja bidang pendidikan yang paling besar mempengaruhi nilai akhir BKD dan tidak ada pengaruh antara semakin besar atau semakin kecil beban kerja dosen di bidang pendidikan dengan jumlah publikasi penelitian dosen dan pelaksanaan pengabdian masyarakat. Perbedaan nilai BKD tiap dosen sesuai dengan performansi kinerja dosen di tiap semester. Aktivitas penilaian kinerja dosen yang dikonversi menggunakan metode knowledge conversion SECI menghasilkan proses bisnis penilaian kinerja dosen dengan sub proses bisnis penilaian kinerja dosen sebanyak sembilan sub proses. Keywords- Knowledge Conversion, 5C, 4C, SECI, Kontrak Manajemen, Beban Kerja Dosen, Proses Bisnis.
Usulan Kebijakan Preventive Maintenance Pada Mesin Waldrich Siegen Dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Life Cycle Cost (lcc) Di Pt Xyz (persero) Noviyanti Permata Sari; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari SUPRATMAN
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan alat utama sistem senjata, produk industri, serta beberapa produk komersial. Produk-produk unggulan yang dihasilkan seperti produk konstruksi, pertanian, perkapalan, pertambangan dan kelistrikan. Produk unggulan dengan ukuran yang mayoritas besar diproduksi oleh bagian divisi alat berat. Mesin Waldrich Siegen merupakan mesin produksi yang memiliki downtime tertinggi sehingga mesin tidak dapat bekerja optimal dan memerlukan kebijakan perawatan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Risk Based Maintenance (RBM) dan Life Cycle Cost (LCC). Metode Risk Based Maintenance digunakan untuk mengetahui seberapa besar konsekuensi dan nilai risiko yang dihasilkan akibat kerusakan mesin Waldrich Siegen. Metode Life Cycle Cost (LCC) digunakan untuk menentukan retirement age, maintenance set crew, dan mengetahui total life cycle cost optimal pada mesin Waldrich Siegen. Berdasarkan metode RBM, didapatkan nilai konsekuensi dan risiko sebesar Rp 284.817.600,00 dengan persentase 0,90%. Risiko ini melewati batas kriteria penerimaan risiko yaitu 0,40% pada mesin Waldrich Siegen. Berdasarkan metode LCC, didapatkan retirement age mesin Waldrich Siegen selama tiga tahun dengan jumlah maintenance set crew yang terdiri dari satu orang, dan total life cycle cost yang minimum sebesar Rp 413.882.541,00. Kata Kunci: Risk Matrix, Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew Abstract PT XYZ (Persero) is a company engaged in the production and sales of main tool weapon systems, industrial products, and some commercial products. Excellent products are produced such as construction products, agriculture, shipping, mining and electricity. Excellent products with a large sizes produced by heavy equipment division. Waldrich Siegen engine is the production machine that has the highest downtime so that the machine can not work optimally and require maintenance policy. The method used in this research is Risk Based Maintenance (RBM) and Life Cycle Cost (LCC). Risk Based Maintenance method is used to find out how big the consequences and the value of risk resulting from damage to engine Waldrich Siegen. Life Cycle Cost (LCC) method is used to determine retirement age, maintenance set crew, and know the total life cycle cost optimal on Waldrich Siegen machine. Based on RBM method, we get the value of consequence and risk of Rp 284.817.600,00 with percentage 0,90%. This risk exceeds the risk acceptance criteria of 0.40% on the Waldrich Siegen engine. Based on the LCC method, there was a retirement age of Waldrich Siegen engine for four years, with maintenance crew consisting of one person, and a minimum life cycle cost of Rp 413.882.541,00. Keyword : Risk Matrix, Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Murata 310a Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Ii Dan Risk Matrix Di Pt Xyz Kensya Fadli Agustiant Putra; Endang Budiasih; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Bandung yang memproduksi berbagai macam produk tekstil seperti kain dan benang. Sekitar 70% hasil produksi perusahaan ini di ekspor ke luar negeri. Di tahun 2013 dan 2014, persentase tiap jenis cacat rata-rata di atas target yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 0,14%. Hal ini menjadi masalah bagi perusahaan karena produk cacat yang dihasilkan akan mengakibatkan kerugian material, mengurangi jumlah produksi, menghasilkan limbah produksi, dan menambah biaya untuk mengerjakan ulang. Walaupun kerugian akibat pengerjaan ulang sedikit akan tetapi kondisi seperti ini apabila dibiarkan secara terus mene rus dapat menimbulkan masalah yang semakin besar. Menurut kepala bagian maintenance, produk cacat yang dihasilkan disebabkan oleh kerusakan mesin. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kebijakan perawatan beserta interval waktu perawatan berbasiskan keandalan untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh mesin Murata 310A. Tahap awal penelitian ini menggunakan metode Risk Matrix untuk menentukan komponen kritis mesin. Dari hasil pengolahan data menggunakan Risk Matrix, komponen kritis yang terpilih adalah komponen yang termasuk kategori medium dan high yaitu, Cradle, GE Box, Gear End Box, Motor end box, Spindle dan Traverse. Berdasarkan hasil Risk Matrix, ditentukan kebijakan perawatan yang efektif dan efisien dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance II. Pengolahan data menggunakan RCM II dihasilkan kebijakan perawatan Schedule On Condition untuk subkomponen Spring, Bobbin Holder dan Traverse Bar. Schedule Restoration untuk subkomponen Worm Shaft, Worm Wheel, Collar, Holder dan Bobbin Sheet. Schedule Discard untuk subkomponen Bearing 6007, Gear Bush, Angular Bearing, Motor Pulley, Flat Belt, Guide Roller dan Bearing. Schedule Failure Finding untuk subkomponen Oli Seal dan O-Ring. Dalam penelitian ini juga ditentukan interval waktu perawatan yang optimal untuk tiap subkomponen kritis mesin Murata 310A. Kata kunci : Reliability Centered Maintenance II, Risk Matrix, produk cacat
Analisis Kelayakan Pembukaan Toko Disneck Merchandise Dilihat Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Aspek Keuangan, Dan Aspek Manajemen Fauzan Fauzan; Budi Praptono; Nurdinintya Athari Supratman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT At the present time the need for individual people increasingly diverse, starting from basic needs, needs support to non-basic needs. Clothing is one of the basic needs that are essential in human survival. Large consumption rate becomes positive in the clothing industry, especially industrial development. The human need for clothing is growing into its own business opportunities for industry players. Merchandise Disneck is one of the local brand that sells items related to the world of fashion. At first, Diseneck Merchandise making sales through online media such as social media Twiiter, Faceebook, blackberry massager and buy-sell website. By looking at the number of sales of Disneck Merchandise which continues to grow from year 2010 - 2013 about 11.1% - 15.2% and to increase consumer trust to the brand of Diseneck Merchandise, Diseneck Merchandise planning to open its first store in Bandung city. Before making Disneck Merchandise Toko, feasibility analysis whether Disneck Merchandise Toko will make decent views of aspects of the market, aspects technical, financial aspects and management aspects. From the distribution of questionnaires, researchers get the percentage of the potential market is 96%, 92% and available market target market of 1.67%. for the financial aspects of investment expenditure and revenue estimates obtained by using the results of the analysis of the calculations have been done before. The period set for the financial projections is 5 years with MARR = 12%. Results of calculation of the value of the investment is NPV = Rp. 238 928 917, IRR = 64.48% and PBP = 2,050 years. Development of Toko DisneckMerchandise declared eligible for IRR value is greater than the value of MARR and the NPV is positive. Keywords: Feasibility Analysis, NPV, IRR, PBP, Disneck Merchandise store.
Perancangan Proses Bisnis Dan Indikator Keberhasilan Pada Kegiatan Pemasaran Di Admisi Nasional Universitas Telkom Dengan Metode Seci Denny Karnelus Sinaga; Luciana Andrawina; Nurdinintya Athari Supratman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan pemasaran pada Admisi Nasional Tel-U belum memiliki dokumen proses bisnis yang standar. Kegiatan pemasaran dilakukan berdasarkan instruksi manajer dan kebiasaan sehingga pengalaman tentang pelaksanaan kegiatan pemasaran tidak merata dimiliki oleh seluruh pegawai. Oleh karena itu, diperlukan dokumentasi proses bisnis dan indikator keberhasilan untuk menjadi standar kegiatan pemasaran ke depannya. Penelitian ini menggunakan metode SECI yang terdiri dari empat tahapan konversi pengetahuan, yaitu Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization. Pada tahap Socialization dilakukan konversi tacit knowledge berupa pengalaman pegawai menjadi tacit knowledge milik pewawancara tentang kegiatan pemasaran. Pada tahap Externalization dilakukan konversi tacit knowledge pewawancara menjadi explicit knowledge berupa proses bisnis awal. Pada tahap Combination dilakukan konversi explicit knowledge proses bisnis awal menjadi explicit knowledge baru berupa proses bisnis best practice yang dilengkapi indikator keberhasilan kegiatan pemasaran dalam bentuk SOP. Pada tahap Internalization dilakukan konversi explicit knowledge menjadi tacit knowledge yang dimiliki pegawai tentang best practice kegiatan pemasaran. Hasil penelitian adalah rancangan proses bisnis best practice berupa SOP roadshow, kunjungan kampus, sosialisasi, dan edufair dengan indikator keberhasilan yang diukur menggunakan waktu. Kata kunci: proses bisnis, indikator keberhasilan, best practice, Standard Operation Procedure (SOP), Admisi Nasional
Co-Authors Achmad Rizaldi Utomo Adriyantomo, Pramudya Afrin Fauzya Rizana Ahmad F Abdillah Albi Fitransyah Amelia Kurniawati Amelia, Mia Andiani, Ilsha Arsy, Ahmad Rasyid Ibrahim Augustina Asih Rumanti Bambang Indra Ismaya Bambang Indra Ismaya, Bambang Indra Bewana, Zanuar Galang Bima Dwica Ananto Budi Praptono Chairun Nisa Christanto Triwibisono Citra Andriyadi Denny Karnelus Sinaga Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti, Destina Surya Desy Hafriyani Devi Julietta Nainggolan Dhifa, Muhammad Fachri Edo Rantau Wijaya Edo Rantau Wijaya, Edo Rantau El Hadi , Rosad Ma'ali Endang Budiasih Evan Suryatyasto Sujatman Fachri Husaini Fachri Husaini Fadhal Nafi Pratama Faishal Mufied Al Anshary Fauzan Fauzan Febriansyah, Naufal Taufiq Febriyani, Widia Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hasiholan, Jacob Giando Ilham Meiriza Isnaeni Yuli Arini Jonathan, Fernaldi Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Kensya Fadli Agustiant Putra Litasari Widyastuti, Litasari Luciana Andrawina Muhamad Rafif Arrahman Muhammad Tamami Dwi Saputra Muhammad Tamami Dwi Saputra Mutia Al Masri Nainggolan, Devi Julietta Ningrum, Annisa Julia Nirwana, Faturochman Noviyanti Permata Sari Nuha, Hilyatun Nurhidayat, Fachry Putra, Rakan Furqan Adi Putu Eka Dewi Karunia Wati R. Wahjoe Witjaksono Rahmat Mulyana Rayinda Pramuditya Soesanto Reh Ulina Reh Ulina, Reh Rizaldi, Artamevia Salsabila Saputra, Muhammad Tamami Dwi Sari Wulandari Shabrina Fauzani Shabrina Zatalini Kuswardani Shintya Asih Angelita Tampubolon Simbolon, Yudika Aldi Briyan Sinatrya , Hanifah Widyarani Siska Febriyanti Siska Febriyanti Siska Febriyanti Sugiarto, Avin Christian Syahda Bintarum Tien Fabrianti Kusumasari Vanita Zahra Zahirah Wardhana, Adhika Aryasatya Wefi Ridha Maryami Wibisana , Fattah Yuli Adam Prasetyo Zahra , Adzhani Aliya