Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Pengembangan Kebijakan Perawatan Pada Mesin Manugraph Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Ii (rcm Ii) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Abc Shintya Asih Angelita Tampubolon; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri percetakan di Indonesia. Pada tahun 2014, PT ABC mengalami penurunan jumlah produksi yang cukup besar dikarenakan banyaknya permintaan yang ditolak akibat beberapa mesin yang rusak sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan. Berdasarkan data produktivitas, mesin Manugraph memiliki produktivitas yang paling besar sehingga dengan kata lain mesin Manugraph memiliki peranan yang paling penting dalam proses produksi. Apabila mesin mengalami kerusakan akan menyebabkan terhambatnya proses produksi. Oleh karena itu, mesin Manugraph harus memiliki preventive maintenance yang tepat. Dari hasil penentuan subsistem kritis, subsistem printing terpilih sebagai sistem kritis. Kemudian ditentukan kebijakan perawatan dengan karakteristik kerusakan dengan menggunakan metode Reliability- Centered Maintenance II dan risiko yang ditimbulkan dengan menggunakan metode Risk Based Maintenance. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RCM, diperoleh sepuluh scheduled on- condition task, sebelas scheduled discard task, dan empat scheduled restoration task. Interval waktu perawatan masing-masing komponen berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Dan berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan RBM diperoleh system performance loss sebesar Rp 6.486.742.077 dan risiko sebesar Rp 5.643.765.482. Total biaya perawatan usulan didapatkan berdasarkan interval waktu yang optimal yaitu sebesar Rp 6.478.302.684. Kata Kunci – Preventive Maintenance, Reliability-Centered Maintenance, Risk Based Maintenance. Abstract
Penentuan Optimasi Sistem Perawatan Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (oee) Dan Life Cycle Cost (lcc) Pada Mesin Cincinnati Milacron F Di Pt Dirgantara Indonesia Citra Andriyadi; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara di Indonesia. Aktivitas produksi yang ada di PT Dirgantara Indonesia menuntut mesin untuk selalu beroperasi dengan baik. Mesin Cincinnati Milacron F sering mengalami kerusakan dan memiliki downtime yang tinggi di Departemen Machining. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat availabilitas mesin pada Departemen Machining. Diperlukan metode Overall Equipment Effectiveness untuk mengukur kinerja dan tingkat efektifitas mesin. Dalam metode Overall Equipment Effectiveness dilakukan perhitungan untuk mengetahui nilai availability, performance rate, dan rate of quality product dari sebuah mesin. Hal lain yang dilakukan dalam metode Overall Equipment Effectiveness adalah penelitian terhadap faktor six big losses untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan nilai Overall Equipment Effectiveness rendah. Metode lain yang digunakan adalah menggunakan metode Life Cycle Cost. Life Cycle Cost digunakan untuk mengetahui jumlah maintenance crew dan retirement age yang optimal dari sebuah mesin. Untuk mendapatkan total Life Cycle Cost yang optimal, dibutuhkan pengolahan biaya-biaya dengan metode Life Cycle Cost , yaitu sustaining cost dan acquisition cost. Berdasarkan metode Life Cycle Cost diperoleh nilai Life Cycle Cost terendah sebesar Rp 22.874.067.246 dengan umur optimal mesin dua belas tahun dan jumlah maintenance crew sebanyak lima orang. Berdasarkan perhitungan metode Overall Equipment Effectiveness, nilai Overall Equipment Effectiveness mesin Cincinnati Milacron F sebesar 67,25%. Hasil tersebut masih jauh dari standar yang telah ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance, yaitu sebesar 85%. Dari six big losses diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektifitas mesin Cincinnati Milacron F adalah faktor idling and minor stoppages, yaitu dengan persentase sebesar 42%. Kata Kunci – Life Cycle Cost, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses
Performance Assessment Berbasis Reliability Menggunakan Metode Reliability, Availability, Maintainability (ram) Dan Cost Of Unreliability (cour) Pada Mesin Cincinnati Milacron Di Direktorat Aerostructure Pt Dirgantara Indonesia Evan Suryatyasto Sujatman; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia mendirikan PT Dirgantara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pesawat dalam negeri. Perkembangan pengguna jasa transportasi udara menuntut PT Dirgantara Indonesia untuk memenuhi pesanan proyek dengan tepat waktu. Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability dari sistem produksi itu sendiri dan Cost of Unreliability untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah Reliability, Availability & Maintainability. Data-data berupa Mean Time To Failure, Mean Time To Repair dan Mean Downtime berguna untuk menilai kinerja sistem yang bekerja. Dari hasil pengolahan data Reliability, Availability & Maintainability Analysis menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram berdasarkan pada analytical approach, pada waktu 336 jam, sistem memiliki nilai Reliability (31%). Rata-rata nilai Maintainability sistem pada t = 12 jam adalah 99.60%. Nilai Inherent Availability sebesar 99.998% dan nilai Operational Availability sebesar 99.997%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Hasil perhitungan Cost of Unreliability didapatkan biaya yang disebabkan oleh ketidakhandalan sistem adalah $11.526.92 berdasarkan active repair time dan $19.301,95 berdasarkan pada downtime. Kata Kunci : Availability, Cost of Unreliability, Key Performance Indicator, Maintainability, Reliability, Reliability Block Diagram
Usulan Interval Waktu Perawatan Dan Penilaian Biaya Ketidakandalan Excavator Kobelco Sk200 Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Cost Of Unreliability (cour) Di Po Rajawali Project Syahda Bintarum; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari SUPRATMAN
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PO Rajawali Project merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan alat berat. Kobelco SK200 merupakan excavator yang paling banyak disewa karena merupakan tipe excavator yang terbaru. Frekuensi kerusakan Kobelco SK200 lebih tinggi dibanding excavator lain karena jumlah jam operasi yang lebih besar. Frekuensi kerusakan yang tinggi memengaruhi risiko dan biaya yang ditanggung perusahaan. Perlu adanya kegiatan perawatan yang optimal untuk menurunkan risiko dan biaya akibat ketidakandalan. Excavator memiliki enam subsistem, yaitu bucket, arm, boom, cabin, under carriage dan upper structure. Dari keenam subsistem tersebut kemudian dipilih subsistem yang paling kritis dengan menggunakan risk matrix. Berdasarkan risk matrix terpilih tiga subsistem kritis yaitu bucket, arm dan upperstructure. Setelah diperoleh subsistem kritis, selanjutnya menentukan usulan interval perawatan dengan menggunakan metode Risk Based Maintenance (RBM) dan menghitung biaya yang ditanggung perusahaan karena ketidakandalan mesin menggunakan metode Cost of Unreliability (COUR). Hasil perhitungan metode RBM didapatkan nilai risiko sebesar Rp16.532.685 dengan persentase risiko 3,73% dan kriteria penerimaan 2%. Persentase risiko hasil perhitungan melebihi batas kriteria penerimaan, sehingga dibuat usulan interval perawatan. Usulan interval perawatan mampu menurunkan risiko menjadi 1,98% sehingga dibawah kriteria penerimaan. Untuk hasil perhitungan COUR, biaya akibat ketidakandalan yaitu sebesar Rp52.685.611 dari corrective COUR dan Rp115.453.015 dari downtime COUR. Kata Kunci – risk matrix, risk based maintenance, cost of unreliability Abstract PO Rajawali Project is company in rental of heavy equipment. Kobelco SK200 is most hired excavators because the newest excavator type so that it is always be choice of tenants. Number of operating hours is greater than the other, so excavator frequency breakage of Kobelco SK200 is also higher than the other. Need an optimal interval time maintenance to lower risk and cost of unreliability. Excavators have six subsystems, namely boom, arm, bucket, cabin, under carriage and the upper structure. Then selected the most critical subsystems using Risk Matrix. Based on Risk Matrix, selected three critical subsystems namely bucket, arm and upperstructure. Further define the proposed maintenance intervals using Risk Based Maintenance (RBM) method and calculate the costs because of unreliability of the excavator using Cost of Unreliability (COUR) method. The results of the calculation method of the RBM obtained value risks amounting to Rp 16.532.685 with percentage risk of 3.73% and 2% of acceptance criteria. Percentage calculation result exceeds the limits of acceptance criteria, so that the created interval maintenance. Proposed maintenance intervals, able to lower risk becoming 1.98% and below the acceptance criteria. Costs from unreliability is Rp52.685.611 from corrective COUR Rp115.453.015 and Rp from downtime COUR. Keywords – risk matrix, risk based maintenance, cost of unreliability
Penilaian Kinerja Pada Mesin Mori Seiki Nh4000 Dcg Dengan Menggunakan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) Di Pt Pudak Scientific Muhamad Rafif Arrahman; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pudak Scientific merupakan perusahaan di bidang manufaktur yaitu memproduksi komponen pesawat. PT Pudak Scientific memiliki demand yang tinggi dari perusahaan subkontrak. Perusahaan sering mengalami loss revenue karena adanya kerusakan pada mesin sehingga proses produksi yang berlangsung menjadi terhenti. Kondisi seperti ini memperkuat perusahaan untuk menilai dan mengevaluasi kinerja dari mesin Mori Seiki NH4000 DCG. Cara yang dilakukan adalah menilai kinerja mesin dengan metode Reliability Availability Maintainability (RAM) Analysis dan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Data yang digunakan berupa MTTR dan MTBF dari seluruh subsistem penyusun dari mesin. Berdasarkan perhitungan dengan metode RAM Analysis, dibuatlah model reliability block diagram (RBD) sehingga sistem diperoleh nilai reliability sebesar 47% pada waktu 672 jam berdasarkan analytical approach. Selanjutnya perhitungan maintainability dengan metode RAM analysis, didapatkan bahwa sistem memiliki peluang diperbaiki dalam interval satu sampai 27 jam untuk kembali ke kondisi semula dengan peluang sebesar 100%. Nilai inherent availability dari sistem adalah 99,274% berdasarkan pada analytical approach dan operational availability dari sistem adalah 97,145%. Nilai Overall Equipment Effectiveness yang diperoleh dari tiga parameter yaitu availability, performance, dan quality sebesar 71,76%. Dari pehitungan six big losses, faktor utama yang paling mempengaruhi kinerja mesin menjadi kurang baik khususnya pada performance adalah idling and minor stoppages. Kata kunci : Reliability, Availability, Maintainability, RBD, OEE, Six Big Losses
Optimalisasi Kebijakan Pengelolaan Suku Cadang Pada Alat Berat Excavator Sk200 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory (studi Kasus : Po Rajawali Project) Shabrina Fauzani; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PO Rajawali Project merupakan salah satu perusahaan jasa perseorangan yang bergerak di bidang sewa alat berat konstruksi. PO Rajawali Project memiliki beberapa alat berat untuk disewakan, diantaranya forclift, buldozer, tandem roller, excavator, dump truck, dan crane. Diantara alat berat tersebut, excavator merupakan alat berat yang paling sering disewa. Untuk mencapai kepuasan konsumen atas jasa yang ditawarkan, maka perusahaan harus menunjang alat excavator dengan performansi kinerja mesin yang baik. Terdapat enam subsistem penyusun excavator yaitu bucket, arm, boom, cabin, upper structure, dan under carriage. Masing-masing subsistem terdiri lagi dari beberapa komponen penyusun. Suku cadang komponen memiliki peran penting dalam peningkatan kinerja sebuah mesin. Saat ini perusahaan belum memiliki sparepart management, sehingga diperlukan manajemen spareparts yang optimal agar kegiatan pemeliharaan dan operasional alat berat tidak terhambat. Yang perlu dilakukan dalam pengelolaan suku cadang yaitu pemilihan subsistem kritis menggunakan risk matrix. Berdasarkan hasil perhitungan risk matrix, terpilih tiga subsistem kritis yaitu bucket, arm, dan upper structure. Selanjutnya ditentukan pula komponen kritisnya menggunakan reliability centered spares worksheet (RCS worksheet). Hasil yang didapat berdasarkan perhitungan RCS worksheet yaitu terpilih 3 komponen kritis diantaranya komponen tooth bucket, seal arm, dan v-belt. Setelah itu, dihitung kebutuhan komponennya selama satu tahun menggunakan poisson process. Dari setiap komponen selanjutnya dilakukan perhitungan kebijakan inventory yang optimal sehingga didapat total biaya inventory yang dikeluarkan selama satu tahun sebesar Rp 16.752.771. Kata kunci : Inventory, Risk Matrix, Reliability Centered Spares Abstract PO Rajawali project is one of the individual service companies engaged in the sale of construction equipment. The Rajawali PO project has several heavy equipment for rent, for forklifts, bulldozers, tandem rollers, excavators, dump trucks, and cranes. Among these heavy equipment, excavators are the most commonly hired heavy equipment. To achieve customer satisfaction on the services offered, the company must support the excavator with a good engine performance. There are six subsystem of the excavator that is bucket, arm, boom, cabin, top structure, and under carriage. Each subsystem consists of several constituent components. Spare parts have an important role in the machine. Currently the company does not have sparepart management, so the optimal spare part management is required in order that activities and equipment are not hampered. The initial stage that needs to be done in the management of spare parts is the selection of critical subsystems using risk matrix. Based on the calculation of risk matrix, three critical subsystems are bucket, arm, and upper structure. Also apply critically by using spares-centered worksheets (RCS worksheets). The results obtained from the calculation of the RCS worksheet include 3 crtitical components are tooth bucket, a seal arm, and a vbelt. After that, the calculation of component requirement for one year using poisson process. From each component then done the calculation of optimal inventory policy. Total inventories incurred during one year amounted to Rp 16,752,771. Keywords: Inventory, Risk Matrix, Reliability Centered Spares ISSN
Perancangan Maintenance Pada Mesin Rotorvane Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Cost Of Unreliability (cour) Di Perkebunan Nusantara Viii Ciater Achmad Rizaldi Utomo; Nurdinintya Athari; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Perkebunan Nusantara VIII Ciater merupakan salah satu perusahaan industri produksi teh di Indonesia yang terletak di daerah Ciater, Subang, Jawa Barat. Aktivitas produksi pada perusahaan berlangsung selama 24 jam, artinya mesin pada perusahaan tersebut selalu bekerja. PTPN berdiri sejak tahun 1957 hingga sekarang dan mesin-mesin yang digunakan sudah tergolong tua. Mesin Rotorvane merupakan mesin yang tergolong tua dengan kondisi 45% dan diperlukan kebijakan maintenance yang sesuai untuk mesin tersebut. Untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan perusahaan pada mesin Rotorvane maka digunakan metode Life Cycle Cost (LCC), dengan menggunakan metode LCC dapat diketahui maintenance crew optimal dan retirement age pada mesin tersebut. Untuk mengetahui total biaya yang dikeluarkan dibutuhkan pengolahan biaya sustaining cost dan acquisition cost. Metode lain yang digunakan yaitu metode Cost of unreliability (COUR) untuk mengidentifikasi biaya kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan atas kerusakan komponen kritis pada mesin Rotorvane. Berdasarkan metode LCC, total LCC pada mesin Rotorvane adalah sebesar Rp 452,811,014,- dan memiliki jumlah maintenance crew optimal sebanyak M = 1, yaitu terdapat tiga engineer dalam satu tim, serta memiliki retirement age selama delapan tahun. Berdasarkan metode COUR, kerugian perusahaan dalam proses maintenance yaitu sebesar Rp 589,395,123,-. Kata Kunci – Mesin Rotorvane, Life Cycle Cost, Sustaining cost, Acquisition cost, Maintenance Set Crew, Retirement age, Cost of unreliability.
Usulan Kebijakan Preventive Maintenance Mesin Mori Seiki Nh4000 Dcg Dengan Metode Reliability Center Maintenance (rcm) Dan Risk Based Maintenance (rbm) (studi Kasus Pt Pudak Scientific) Fachri Husaini; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pudak Scientific merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan part pesawat terbang. Namun target produksi yang sering tidak tercapai menyebabkan loss revenue pada perusahaan. Penyebabnya yaitu breakdown mesin yang berakibat pada product reject, target produksi tidak tercapai, sehingga loss revenue pada perusahaan. Salah satu mesin yang sering mengalami breakdown yaitu Mori Seiki NH4000 DCG. Mori Seiki NH4000 DCG merupakan mesin bagian finishing untuk produk Blank fork End. Breakdown mesin yang cukup tinggi menyebabkan target produksi setiap bulannya sering tidak terpenuhi. Kegiatan perawat an yang tidak efektif dan efesien juga mengakibatkan biaya maintenance cukup besar. Berdasarkan hasil analisis risiko, system performance loss yang ditimbulkan cukup besar yaitu Rp 286.891.212 atau 3,773% dari kapasitas produksi mesin setahun. Angka ini melebihi kriteria penerimaan risiko oleh perusahaan yaitu sebesar 2% . Oleh karena itu perlu dilakukan kebijakan perawatan tepat untuk mesin Mori Seiki NH4000 DCG. Pendekatan yang dilakukan yaitu menggunakan Reliability Centered Maintenance dan Risk Based Maintenance. Berdasarkan dua pendekatan diatas didapatkan kebijakan interval waktu perawatan yang tepat sehingga kegiatan perawatan lebih efektif serta dapat meningkatkan efesiensi perawatan dengan menekan biaya perawatan yang sebelumnya Rp167.506.286 per tahun, menjadi Rp139.994.493 per tahun. Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi breakdown mesin dan performance loss yang ditimbulkan. Kata kunci : Preventive Maintenance, Reliability centered maintenance, risk based maintenance, Performance loss
Perancangan Kebijakan Maintenance Mesin Vibro Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Life Cycle Cost (lcc) Di Pt Perkebunan Nusantara Viii Ilham Meiriza; Nurdinintya Athari Supratman; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Perkebunan Nusantara VIII merupakan perusahaan yang memproduksi teh yang telah beroperasi selama 59 tahun. PT perkebunan Nusantara VIII merupakan produsen teh terbesar di Jawa Barat. Produk yang dihasilkan berupa teh ortodoks yang harus berkualitas tinggi sehingga dapat memenuhi kepuasan konsumen. Proses pengolahan teh hitam ortodoks di PT Perkebunan Nusantara VIII pada tiap prosesnya menggunakan mesin yang berbeda-beda. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah keandalan dari tiap mesinnya. Ruang Sortasi merupakan ruang pengolahan teh ortodoks yang berguna untuk memperoleh partikel teh yang seragam dalam ukuran, densitas dan kebersihan dari kandungan sarat dan tulang sesuai standar yang telah ditetapkan dan yang akan membagi jenis teh ke kualitas satu, kualitas dua, dan kualitas tiga. Pada ruang sortasi, frekuensi kerusakan yang paling tinggi dialami mesin vibro. Mesin vibro merupakan mesin yang berfungsi sebagai pemisah serat pada teh. Namun, mesin vibro merupakan mesin yang memiliki frekuensi kerusakan tertinggi dibanding mesin lainnya di ruang sortasi, maka diperlukan kebijakan perawatan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Risk Based Maintenance (RBM) dan Life Cycle Cost (LCC). Metode Risk Based Maintenance digunakan untuk mengetahui seberapa besar konsekuensi dan risiko yang dihasilkan dari kerusakan mesin vibro. Metode Life Cycle Cost (LCC) digunakan untuk menentukan retirement age, maintenance set crew, dan mengetahui total life cycle cost pada mesin vibro. Berdasarkan metode RBM, didapatkan nilai konsekuensi dan risiko sebesar Rp. 619,118,784.43 dengan persentase 1,31%. Risiko ini melewati batas kriteria penerimaan risiko yaitu 1% pada mesin vibro. Berdasarkan metode LCC, didapatkan retirement age mesin vibro selama 7 tahun, dengan jumlah satu maintenance set crew yang terdiri dari 3 orang, dan total life cycle cost yang minimum sebesar Rp. 495,281,609. Kata Kunci : Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew, Preventive Maintenance
Analisis Penentuan Kebijakan Maintenance Pada Mesin Tenun 251 Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus : Pt Buana Intan Gemilang) Vanita Zahra Zahirah; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Buana Intan Gemilang (BIG) merupakan sebuah perusahaan industri tekstil di Indonesia yang terletak di Jalan Tarajusari, Banjaran, Bandung Produk utama yang dihasilkan kain bermotif dan sajadah. Mesin tenun 251 adalah salah satu mesin tenun yang digunakan untuk memproduksi kain bermotif. Mesin tenun 251 memiliki downtime tertinggi pada tahun 2014 sehingga mesin tidak bekerja secara optimal dalam memproduksi kain bermotif. Untuk mengatasi hal tersebut, metode yang digunakan adalah LCC dan OEE. Berdasarkan metode LCC, total nilai LCC paling minimal sebesar Rp 967.826.380,00 dengan umur mesin optimal adalah tiga tahun dan jumlah maintenance crew optimal sebanyak satu orang untuk setiap shift. Berdasarkan metode OEE, didapatkan nilai OEE sebesar 81,20% dan faktor equipment failures dari six big losses sebesar 77,08% dari total losses. Kata Kunci : LCC, OEE, six big losses
Co-Authors Achmad Rizaldi Utomo Adriyantomo, Pramudya Afrin Fauzya Rizana Ahmad F Abdillah Albi Fitransyah Amelia Kurniawati Amelia, Mia Andiani, Ilsha Arsy, Ahmad Rasyid Ibrahim Augustina Asih Rumanti Bambang Indra Ismaya Bambang Indra Ismaya, Bambang Indra Bewana, Zanuar Galang Bima Dwica Ananto Budi Praptono Chairun Nisa Christanto Triwibisono Citra Andriyadi Denny Karnelus Sinaga Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti, Destina Surya Desy Hafriyani Devi Julietta Nainggolan Dhifa, Muhammad Fachri Edo Rantau Wijaya Edo Rantau Wijaya, Edo Rantau El Hadi , Rosad Ma'ali Endang Budiasih Evan Suryatyasto Sujatman Fachri Husaini Fachri Husaini Fadhal Nafi Pratama Faishal Mufied Al Anshary Fauzan Fauzan Febriansyah, Naufal Taufiq Febriyani, Widia Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hasiholan, Jacob Giando Ilham Meiriza Isnaeni Yuli Arini Jonathan, Fernaldi Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Kensya Fadli Agustiant Putra Litasari Widyastuti, Litasari Luciana Andrawina Muhamad Rafif Arrahman Muhammad Tamami Dwi Saputra Muhammad Tamami Dwi Saputra Mutia Al Masri Nainggolan, Devi Julietta Ningrum, Annisa Julia Nirwana, Faturochman Noviyanti Permata Sari Nuha, Hilyatun Nurhidayat, Fachry Putra, Rakan Furqan Adi Putu Eka Dewi Karunia Wati R. Wahjoe Witjaksono Rahmat Mulyana Rayinda Pramuditya Soesanto Reh Ulina Reh Ulina, Reh Rizaldi, Artamevia Salsabila Saputra, Muhammad Tamami Dwi Sari Wulandari Shabrina Fauzani Shabrina Zatalini Kuswardani Shintya Asih Angelita Tampubolon Simbolon, Yudika Aldi Briyan Sinatrya , Hanifah Widyarani Siska Febriyanti Siska Febriyanti Siska Febriyanti Sugiarto, Avin Christian Syahda Bintarum Tien Fabrianti Kusumasari Vanita Zahra Zahirah Wardhana, Adhika Aryasatya Wefi Ridha Maryami Wibisana , Fattah Yuli Adam Prasetyo Zahra , Adzhani Aliya