Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Proses Menetapkan Risiko Dan Peluang Berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 6.1 Dengan Pendekatan ISO 31000:2009 Menggunakan Metode Business Process Improvement Di CV.XYZ Tri Imam Wicaksono; Agus Alex Yanuar; Heriyono Lalu
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 3 No 04 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Oktober 2016
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v3i04.193

Abstract

CV.XYZ merupakan industri kecil bergerak dalam bidang manufaktur. Perusahaan tersebut memproduksi berbagai macam spare part untuk sepeda motor, mould, jig & fixture, dan press tool. Kondisi saat ini perusahaan dituntut oleh customer untuk mengimplementasikan ISO 9001:2015 karena ISO 9001:2008 akan habis masa waktunnya. Sehingga perusahaan perlu menyesuaikan persyaratan dengan ISO 9001:2015. Salah satu hal yang perlu diperhatikan yaitu perusahaan harus mempertimbangkan risiko pada setiap prosesnya, maka diperlukan proses menetapkan risiko dan peluang. Untuk merancang proses menetapkan risiko dan peluang, maka perusahaan perlu memenuhi persyaratan pada ISO 9001:2015 klausul 6.1, ISO 31000:2009, dan teori manajemen risiko.Perancangan proses menetapkan risiko dan peluang dibuat dengan mempertimbangkan analisis kondisi aktual dan analisis gap dengan persyaratan. Selain itu perancangan proses menetapkan risiko dan peluang dibuat berdasarkan ISO 9001:2015 klausul 4.4.1 dimana harus menentukan input dan output, urutan proses, penanggung jawab, sumber daya, dan improvement. Setelah itu dilakukan perbaikan proses tindakan untuk menangani risiko dan peluang dengan melakukan analisis value added dan apply improvement technique, sehingga proses tersebut menjadi lebih efisien. Kemudian proses yang telah diperbaiki didokumentasikan dalam bentuk SOP.Melalui SOP ini diharapkan agar perusahaan dapat menguruangi dampak risiko yang akan terjadi pada perusahaan sehingga sasaran atau tujuan pada setiap proses perusahaan tidak terganggu. Selain itu untuk memudahkan perusahaan dalam melakukan pendokumentasian, maka dibuat form berbasis web aplikasi dengan software Joget Workflow agar data yang diinput dapat tersimpan secara terstruktur.
PERANCANGAN SOP AUDIT INTERNAL BERDASARKAN INTEGRASI ISO 9001:2015 (KLAUSUL 9.2) DAN ISO 14001:2015 (KLAUSUL 9.2) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE BENCHMARK DI CV XYZ Shifa Khairunnisa; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 3 No 02 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - April 2016
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v3i02.30

Abstract

CV XYZ adalah perusahaaan yang bergerak di bidang manufaktur yang menerapkan ISO 9001:2008 dan akan menerapkan ISO 9001:2015 dan 14001:2015 karena perubahan standar ISO serta dalam upaya perbaikan berkelanjutan di CV XYZ. Perbaikan berkelanjutan dapat didukung oleh keberhasilan proses audit internal. Pada penelitian terdahulu dihasilkan SOP audit internal berdasarkan integrasi standar ISO 9001:2008 dan 14001:2004 sehingga perlu diperbaharui karena perubahan standar ISO dan agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan saat ini. Hal ini mendasari perancangan SOP audit internal berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 9.2 dan ISO 14001:2015 Klausul 9.2 yang telah mempertimbangkan risiko melalui metode benchmarking terhadap perusahaan yang telah mengimplementasikan proses audit internal secara continue. Perancangan SOP diawali dengan mengintegrasikan ISO 9001:2015 Klausul 9.2 dengan ISO 14001:2015 Klausul 9.2 sehingga didapatkan requirement audit internal terintegrasi sebagai acuan perancangan proses bisnis audit internal hasil benchmarking menjadi proses bisnis audit internal sesuai requirement integrasi. Selanjutnya dilakukan risk assessment pada proses bisnis tersebut sehingga menghasilkan risk register yang menjadi input pada proses perancangan SOP sehingga dihasilkan SOP audit internal berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 9.2 dan 14001:2015 Klausul 9.2 dengan mempertimbangkan risiko. Hasil penelitian ini telah terverifikasi memenuhi requirement ISO 9001:2015 dan 14001:2015, sesuai kebutuhan CV XYZ serta telah mengantisipasi risiko kegagalan proses audit internal di CV XYZ. Manfaat penelitian ini adalah CV XYZ memiliki SOP audit internal yang dapat menjamin proses audit internal dilaksanakan secara efektif.
PERANCANGAN SOP MANAGEMENT REVIEW BERDASARKAN INTEGRASI ISO 9001:2015 (KLAUSUL 9.3) DAN ISO 14001:2015 (KLAUSUL 9.3) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE BENCHMARK DI CV XYZ Naila Farhana; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 3 No 03 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2016
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v3i03.21

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) sesuai dengan ISO 9001:2008. CV XYZ memiliki beberapa SOP hasil penelitian sebelumnya, salah satunya adalah SOP management review yang telah sesuai dengan integrasi ISO 9001:2008 dan ISO 14001:2004. Perubahan standar pada ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 menuntut perbaikan SOP sehingga dapat memenuhi requirement baru dan sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi perusahaan. Berdasarkan hal tersebut dilakukan perbaikan terhadap SOP hasil penelitian sebelumnya sehingga didapatkan SOP yang memenuhi requirement standar baru. Perancangan SOP dilakukan dengan mengintegrasikan requirement ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 serta menyusun proses bisnis dengan melakukan benchmark. Proses bisnis yang didapat dibandingkan dengan hasil requirement integrasi sehingga didapatkan proses bisnis sesuai dengan requirement. Berdasarkan ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 mengenai penerapan risk based thinking, disusun risk register dengan menggunakan risk assessment sebagai bentuk pertimbangan risiko dalam memenuhi requirement tersebut. Penanganan risiko pada risk register menjadi masukan dalam penyusunan SOP management review. Hasil dari penelitian ini adalah SOP management review sesuai dengan requirement integrasi ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 yang sudah mempertimbangkan risiko. Manfaat dari SOP hasil penelitian ini yaitu CV XYZ dapat menjamin pelaksanaan proses management review karena penyusunan prosesnya berdasarkan hasil benchmark dengan perusahaan yang telah menerapkan proses tersebut secara berkelanjutan. Berdasarkan penerapan risiko dari hasil risk register, SOP tersebut memiliki ketentuan maupun aktivitas yang dapat mengantisipasi munculnya risiko sehingga tujuan proses management review dapat tercapai.
PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN MESIN BERDASARKAN ISO 9001:2015 KLAUSUL 7.1.3 DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONSEP RISK BASED THINKING DI CV. XYZ Cut Rima Asyifa; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3180

Abstract

CV.XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang berperan sebagai supplier dari PT. Showa Indonesia Mfg. dimana ISO 9001 sebagai salah satu requirement untuk menjadi supplier-nya. Sistem manajemen mutu yang telah diterapkan oleh CV. XYZ adalah ISO 9001:2008, namun perlu diperbaharui ke ISO 9001: 2015 yang menuntut CV. XYZ untuk melakukan review ulang terhadap requirement pada standar terbaru. Proses produksi adalah proses utama di CV. XYZ dimana untuk mendukung tercapainya target produksi diperlukan proses pemeliharaan yang baik terhadap mesin yang akan berproduksi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berfokus pada ISO 9001:2015 klausul 7.1.3 tentang proses perbaikan dan pemeliharaan mesin untuk memenuhi salah satu requirement standar terbaru. Perancangan dimulai dengan melakukan analisis gap berdasarkan proses bisnis aktualnya dengan requirement ISO 9001:2015 klausul 7.1.3, PCF pada APQC 9.2 rencana kerja pemeliharaan dan teori manajemen pemeliharaan. Pertimbangan risiko yang mungkin terjadi juga dibutuhkan dalam perancangan, dengan melakukan risk assessment untuk mendapatkan risk register. Selanjutnya dilakukan perancangan proses perbaikan dan pemeliharaan mesin berdasarkan ISO 9001:2015 klausul 4.4.1 dengan input sesuai hasil gap, risk register, dan objektif proses. Penelitian ini menghasilkan usulan proses perbaikan dan pemeliharaan mesin dalam bentuk SOP yang diharapkan dapat bermanfaat untuk pihak perusahaan sebagai panduan dalam menjalankan proses perbaikan dan pemeliharaan mesin di CV. XYZ
PERANCANGAN SOP MONITORING DAN EVALUASI PERKULIAHAN SESUAI ISO 9001:2015 (KLAUSUL 9.1.1 DAN 9.1.3) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKO DI UNIVERSITAS TELKOM Anggun Kertadela Puspitasari; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3186

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai lembaga yang melakukan kegiatan pendidikan dituntut untuk mencetak lulusan berkualitas agar mampu bersaing secara nasional maupun internasional. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menetapkan standar mutu untuk menjaga konsistensi kualitas pendidikannya. Universitas Telkom memiliki kebutuhan untuk menetapkan standar mutunya dengan standar mutu internasional, yaitu ISO 9001:2015. Namun, ISO 9001:2015 memiliki persyaratan yang berbeda dari ISO 9001:2008, yaitu adanya penerapan risk-based thinking dalam perancangan standarnya. Pada penelitian ini diam     bil kasus penentuan dan penanganan risiko pada proses monitoring dan evaluasi perkuliahan dengan menggunakan metode risk assessment. Tujuan melakukan risk-based thinking agar organisasi menangani risiko dan peluang isu atau pengaruh yang tidak diinginkan pada proses monitoring dan evaluasi perkuliahan serta meningkatkan pengaruh yang diinginkan agar dapat menentukan tindakan yang tepat untuk mencegah serta menanganinya. Maka untuk memenuhi standar ISO 9001:2015, Universitas Telkom perlu melakukan pertimbangan risiko agar adanya peningkatan pada kualitas sistem yang berjalan dan terciptanya konsistensi mutu pendidikan. Output akhir penelitian ini adalah sebuah risk register dan SOP usulan yang memenuhi ISO 9001:2015 klausul 9.1.1 dan 9.1.3 dengan mempertimbangkan risiko
PERANCANGAN PROSES ORDER KALIBRASI ALAT UKUR DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKO UNTUK MEMENUHI ISO 9001:2015 KLAUSUL 7.1.5 MENGGUNAKAN METODE BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT DI CV. XYZ Tira Sefriana; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3184

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 114.209.266. Salah satu dampak dari banyaknya penjualan kendaraan bermotor yaitu terjadi peningkatan penjualan spare parts. Jumlah permintaan spare parts yang tinggi mendorong CV.XYZ sebagai perusahaan spareparts bersaing untuk meningkatkan kualitas produknya dalam hal memenuhi kepuasan pelanggan. Kalibrasi merupakan salah satu proses untuk mempertahankan fungsi alat ukur sebagaimana mestinya agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. ISO 9001:2015 merupakan standar yang dapat membantu perusahaan mencapai kepuasan pelanggan. Perancangan proses order kalibrasi alat ukur dibuat untuk memenuhi ISO 9001:2015 klausul 7.1.5. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa profil, struktur organisasi, job description, data potensi risiko, proses bisnis aktual, dan objektif proses perusahaan. Requirement yang dikumpulkan merupakan requirement ISO 9001:2015 klausul 7.1.5, ISO/IEC 17025:2008 klausul 4.7.1.a mengenai pelayanan laboratorium kalibrasi kepada pelanggan, dan teori persyaratan kalibrasi. Data proses bisnis aktual dan requirement diolah sehingga didapatkan gap, sedangkan dari data potensi risiko didapatkan output berupa risk register. Selanjutnya dilakukan perancangan proses dan hasil rancangan proses kemudian diperbaiki menggunakan metode business process improvement pada tahap apply improvement technique. Usulan proses order kalibrasi alat ukur CV.XYZ dibuat dalam bentuk SOP. Penelitian ini juga menghasilkan key performance indicators dan form sebagai rekaman.
Improvement Design for The Effectiveness of Tracer Studies Process in Bandung’s Private University Mochamad Fabian Redhatama; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2020): The 1st International Conference on Business and Engineering Management (IConBEM)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2020i1.8457

Abstract

A concrete step to obtain information is to have a good management information system. For universities, one of the most important information is about alumni or graduate’s feedback. However, the actual management information system in several Bandung’s private university cannot provide the information desired by the department and the tracer studies response rate is far from good. Which means the tracer study process needs to be re-engineered. Thus, this research aims to redesign the business processes by analyzing the “As-Is”. This research found that a good tracer study system needs to build a good relationship with the alumni. So that, this research proposes the key success factor for the effectiveness of tracer studies in Bandung’s private universities. Since the response rate is one of the key indicators of tracer studies, supposed that in order to increasing the response rate. The universities should create good relationships with the alumni since they were in sophomore year with their guardian lecturer and thesis’ promotor. Thus, this reengineered process should be useful in order to increase the tracer studies process productivity that measured by response rate to supports national data collection and comparisons for better education curriculum evaluations.
PERANCANGAN PROSEDUR PELATIHAN PEGAWAI SESUAI REQUIREMENT ISO 9001:2015 KLAUSUL 7.2 DENGAN RISK BASED THINKING MENGGUNAKAN METODE BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT (STUDI KASUS: UNIVERSITAS XYZ) Radea Kartika Putri; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 5, No 1 (2018): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.5.1.21-30

Abstract

Dengan adanya penyempurnaan versi terbaru ISO 9001 yaitu ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015, mengharuskan setiap organisasi memperbaharui dokumen mutunya. Salah satu bentuk dokumen mutu yang diterapkan oleh salah satu organisasi di bidang pendidikan yaitu Standard Operating Procedure (SOP). Beberapa perubahan yang juga terjadi di organisasi tersebut menyebabkan fungsi bisnis di dalamnya juga mengalami perubahan, salah satunya pada proses pelatihan untuk pegawai tenaga penunjang akademik (TPA). Proses pelatihan telah didokumentasikan dalam bentuk SOP berdasarkan ISO 9001:2008 serta perlunya dilakukan perbaikan proses dengan menggunakan metode Business Process Improvement (BPI). Pada penelitian ini dilakukan analisis gap antara requirement ISO 9001:2015 klausul 7.2 dan tahapan pelatihan, membuat risk register sebagai risk based thinking, serta analisis perbaikan proses menggunakan salah satu tahapan dalam metode BPI yaitu Apply Improvement Technique. Tersedia enam tools teknik perbaikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi aktivitas dari proses pelatihan aktual. Hasil dari penelitian ini yaitu rancangan SOP Pelatihan usulan yang terdiri dari 4 prosedur yaitu prosedur analisis kebutuhan pelatihan, prosedur perancangan pelatihan, prosedur pelaksanaan pelatihan dan prosedur evaluasi pelatihan. Rancangan usulan tersebut telah mempertimbangkan requirement ISO 9001:2015 dalam merancang proses, tentang kompetensi, dan pertimbangan risiko, telah mempertimbangkan tahapan pelatihan serta telah dilakukan improvement proses.
Design of Business Process Improvement Survey of Business Activities With Business Process Improvement Approach Amalia Nur Azizah; Heriyono Lalu; Sheila Amalia Salma

Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v8i2.2618

Abstract

Bank Indonesia Representative Office West Java is one of the companies that makes data and information a very important asset. One of the main ways to obtain data or information is by conducting a survey, namely the Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). In actual conditions, the SKDU process has not been implemented properly, causing a low level of validity and delays in processing time. so this study aims to design a proposed business process to increase the level of validity and reduce processing time. This research method uses Business Process Improvement which is carried out in 4 stages, namely identifying business needs and processes, then modeling and analyzing to find out the cause of the problem, and redesigning the process. The result of this research is the business process improvement by applying value added and automation techniques results in a reduced number of activities in business processes, reduced process actors.
Designing Business Process For User Persona Determination and Client Ordering Using Business Process Reengineering Method Munalys Nafisa; Heriyono Lalu; Sheila Amalia Salma

Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v8i3.2688

Abstract

Kliktrip is an online-based travel agent that was founded in 2018 with products being marketed, namely trips & activities. The OTA (Online Travel Agent) business always increasingly growing year by year, but because tourism conditions have begun to change since the Covid-19 pandemic, Kliktrip sales have decreased from 2020 to the present. This degradation in sales is due to changes in the behavior of Kliktrip consumers, gonverment regulation and other external factors that changes the need of using OTA which originally required OTA for weekend trip with family, turned into requiring OTA for office or business purposes. However, Kliktrip has not made changes to new products and business processes to meet consumer needs after the Covid-19 pandemic. This research uses Business Process Reengineering to carried out the form of a new business process that is relevant to Kliktrip conditions, so that Kliktrip can adapt quickly in the face of changes in environmental conditions during the Covid-19 pandemic.