Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Proses Bisnis Tracer Study Di Sekolah Menengah Kejuruan (smk) Telkom Bandung Menggunakan Metode Process Design Business Process Management Carissa Serina Saraswati; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMK Telkom Bandung merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang terletak di Jl. Radio Palasari Dayeuhkolot, Bandung. SMK Telkom Bandung telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dengan suplemen ISO 9004:2000, ISO 14000 dan ISO 16000 secara konsisten. SMK Telkom Bandung berdiri sejak tahun 2013 dan sudah meluluskan sekitar 398 siswa. Dengan semakin banyaknya siswa yang lulus dari SMK Telkom Bandung, tracer study atau penelusuran alumni diperlukan untuk dapat mengetahui sebaran para alumninya sehingga dapat menjadi dasar evaluasi maupun kebijakan. Karena SMK Telkom Bandung belum memiliki proses tracer study yang terstandar dan terdokumentasi, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan proses usulan tracer study dengan memperhatikan tujuan dari institusi tersebut. Perancangan dimulai dengan melakukan analisis gap berdasarkan kondisi aktual serta requirement ISO 9001:2015 klausul 8.2.1 tentang komunikasi pelanggan dan PCF pada APQC poin 5.0 tentang Mengembangkan dan Mengelola Hubungan dan Layanan Stakeholder. Setelah analisis gap, dilakukan Perancangan proses dilakukan dengan membuat struktur proses terlebih dahulu agar mengetahui aktivitas apa saja yang terjadi sehingga menghasilkan usulan proses yang efisien. perancangan proses tracer study dengan metode process design business process management. Penelitian ini menghasilkan SOP yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak SMK Telkom Bandung. Untuk mempermudah pelaksanannya, maka dibuat aplikasi berbasis web yang terintegrasi mulai dari pendataan alumni, memperbarui data, serta mendokumentasikan hasil proses tracer study yang dilaksanakan. Kata kunci: SMK, ISO 9001:2015, Tracer study, Process Design, Business Process Management Abstract SMK Telkom Bandung is one of the vocational high schools located on Jl. Radio Palasari Dayeuhkolot, Bandung. SMK Telkom Bandung also implements ISO 9001: 2008 quality management system with ISO 9004: 2000, ISO 14000 and ISO 16000 supplement consistently. SMK Telkom Bandung established since 2013 and has graduated about 398 students. With the increasing number of students who graduated from SMK Telkom Bandung, tracer study or alumni tracking is needed to be able to know the distribution of its alumni can be implemented. Because SMK Telkom Bandung has not been able to perform a standardized and documented tracer study process, this study aims to know. The design begins with a gap analysis based on the actual conditions and requirements of ISO 9001: 2015 clause 8.2.1 which is customer communication and PCF on APQC 5.0 points on Developing and managing and serving Stakeholders. After the gap analysis is done, the process of making structures to find out what happens that produces an efficient process. Tracer study design process with process design process of business process management. This research produces SOP that can be used for the SMK Telkom Bandung. To facilitate the implementation, then created an integrated webbased applications ranging from data collection alumni, security data, and also improve the process of tracking traces are implemented. Keywords: SMK, ISO 9001:2015, Tracer study, Process Design, Business Process Management
Perancangan Sop Pengendalian Informasi Terdokumentasi Berdasarkan Integrasi Iso 9001:2015 Klausul 7.5 Dan Iso 14001:2015 Klausul 7.5 Dengan Mempertimbangkan Risiko Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Cv. Xyz Risya Yuthika; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. XYZ merupakan salah satu industri manufaktur khususnya bidang otomotif yang menghasilkan produk berupa spare part, mould, press tool, jig & fixture, repair, dll. Khususnya untuk sepeda motor. Pada saat ini CV. XYZ sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) berbasis ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) berbasis ISO 14001:2004 memiliki manual mutu, SOP, kebijakan lainnya untuk memenuhi requirement ISO 9001:2008 ISO 14001:2015. Pada penelitian ini akan dilakukan integrasi requirement versi terbaru yaitu ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 dengan mempertimbangkan risiko, dan akan menghasilkan dokumentasi sistem manajemen terintegrasi. Perancangan Strandrd Operating Procedure (SOP) integrasi ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 dilakukan dengan mengidentifikasi requirement ISO 9001:2015 dan requirement ISO 14001:2015. Setelah mendapatkan requirement integrasi kedua standar, kemudian dilakukan perbandingan dengan proses bisnis existing sehingga menghasilkan gap dan aktivitas baru berdasarkan requirement integrasi. Kemudian dilakukan risk assessment yaitu identifikasi, analisis, evaluasi risiko serta penerapan treatment risiko. Risk assessment dilakukan untuk memperhatikan risk based thingking yang akan menghasilkan risk register. Hasil gap dan risk register tersebut akan menjadi inputan dalam perancangan SOP. Perancangan SOP dibuat menggunakan metode Business Process Improvement. Penelitian ini difokuskan pada perancangan SOP berdasarkan klausul 7.5 yaitu proses pengendalian informasi terdokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh untuk memenuhi integrasi requirement ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 di CV. XYZ meliputi rancangan SOP pengendalian informasi terdokumentasi. Kata Kunci: SOP, ISO 9001:2015, ISO14001:2015, Pengendalian Informasi Terdokumentasi, BPI.
Pengembangan Sistem Pengelolaan Risiko Sesuai Requirement As 9100 Di Pt. Dirgantara Indonesia Dengan Pendekatan System Development Life Cycle Reigi Ahmad Fadilah; Heriyono Lalu; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan kedigantaraan yang berfokus pada desain dan pengembangan pesawat terbang. Untuk menjaga kualitas dan pelayanan PT. Dirgantara Indoensaia tentunya memiliki system untuk mengelola risiko. Sebagai standar kualitas PT. Dirgantara Indonesia menggunakan AS 9100 revisi D. permasalahan yang terjadi pada PT. Dirgantara Indonesia adalah pengelolaan risiko yang analisis risikonya tidak terdokumentasikan sehingga menyebabkan ketidak terukurnya capaian penanganan risiko. Pada penilitian ini akan dilakukan pengembangan system penelolaan risiko berbasis web sesuai dengan requirement AS 9100 revisi D. pada peneitian ini menggunakan metode SDLC (system development life cycle) dengan menentukan streamlining pada proses bisnis eksisting, dan analisis gap antara requirement AS 9100 revisi D klausul 6.1 tentang tindakan mengatasi risiko dan peluang dengan kondisi aktual pengelolaan risiko PT. Dirgantara Indonesia, setelah menemukan masalahnya maka dirancang sebuah system pengelolaan risiko berbasis web yang berisi aplikasi dan standard operational procedure penggunaan aplikasi. Dilakukan blackbox testing untuk rancangan aplikasi dan verifikasi untuk rancangan SOP. Setelah dilakukan blackbox testing dan verifikasi maka dibuat pengembangan system pengelolaan risiko berbasis web PT. Dirgantara Indonesia. Kata kunci : System Development Life Cycle, Pengelolaan Risiko, AS 9100 revisi D, ISO 31000:2009 Abstract To maintain the quality of PT. Dirgantara Indonesia certainly has a system to manage any risks that will occur in each department and also has a international standard for aerospace is AS 9100 revision D to maintain the quality of the company. Risk management system at PT. Dirgantara Indonesia is currently not well documented or no place to keep the assestment risk file that causes the risk handling can not be measured during the implementation of risk mitigation. According to AS 9100 revision D of class 6.1 there needs to be an evaluation of the effectiveness of risktaking measures and opportunities. Therefore, this research focuses on the development of web based risk management system to simplify the process of documentation of risk management with life cycle system development approach. To perform system development there are requirements that are AS 9100 revised requirements D, ISO 31000: 2009. Next step is data processing which analyzes the actual condition with AS 9100 revision requirement D to produce the gap, and also streamlining or simplifying the process on the actual business process of risk management based on gap analysis which has been analyzed previously. The results of the design that has been obtained then made improvements so as to get business process proposals web-based risk management, with web design using data flow diagrams, entities relationship diagram, and user interfaces to facilitate the appearance of risk management web. This research resulted in a new risk management system that incorporates proposed business processes and risk management web applications. Then from the design of the risk management system will be documented in the form of SOP. Kata kunci : System Development Life Cycle, Risk Management, AS 9100 revision D, ISO 31000:2009
Design Measurement System For Customer Satisfaction Considering Iso 9001:2015 Clause 9.1.2 In Soes Merdeka Bandung Azka Sakinah Ramdhani; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem pengukuran di Soes Merdeka yang dapat diukur oleh perusahaan, karena pada saat yang sama perusahaan tidak memiliki sistem dan juga instrumen untuk menghitung tingkat kepuasan pelanggan. Dalam penelitian menggunakan atribut kepuasan pelanggan yang menyajikan seluruh pengalaman saat berbelanja seperti kualitas produk, harga, kualitas layanan, loyalitas konsumen, dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan memberikan kuesioner sebagai instrumen dan juga melakukan wawancara mendalam untuk mendapatkan persepsi pelanggan Soes Merdeka. Kuesioner disesuaikan dengan Skala Likert, di mana pertanyaan ditanyakan tentang kepuasan kinerja yang diberikan pilihan jawaban dari sangat puas sampai tidak puas. Instrumen dibuat dua variasi, untuk mencari instrumen yang paling efisien dan efektif, harus lulus uji validitas menggunakan SPSS dan validitas logis dan untuk uji reliabilitas menggunakan metode tes ulang. Keywords: Customer satisfaction attributes, ISO 9001:2015, logical validity, test retest reliability, In-Depth interview. Abstract: The purpose of this study was to design measurement system in Soes Merdeka that can be measured by the company, because at the same time company do not have a system and also an instrument to calculate customer satisfaction level. In research using customer satisfaction attributes that presenting the whole experience while shopping such as product quality, price, service quality, consumer loyalty, and customer satisfaction overall. Type of data used are primary data by giving the questionnaire as instrument and also conducting in-depth interview to obtain customers perception of Soes Merdeka. The questionnaire tailored to the Likert Scale, where questions are asked about the satisfaction of performance given a choice answers from very satisfied until not satisfied. The instruments were made two variety, in order to find the most efficient and effective, instruments should passed validity test using SPSS and logical validity and for reliability test using test retest method. Keywords: Customer satisfaction attributes, ISO 9001:2015, logical validity, test retest reliability, In-Depth interview.
Perbaikan Proses Pelaporan Quality Objective Setiap Divisi Di Direktorat Produksi Berdasarkan As9100 Revisi D Klausul 9.1.1 Menggunakan Metode Business Process Improovement Di Pt. Dirgantara Indonesia Dwi Meiswara; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dirgantara sudah menerapkan sistem manajemen mutu AS9100 yang dikhususkan untuk penerbangan. Dalam pengimplementasian AS9100 masih ada kendala yang terjadi salah satunya pada proses pelaporan pencapaian quality objective. PT. Dirgantara Indonesia sudah melakukan kegiatan proses pelaporan pencapaian quality objective akan tetapi kegiatan tersebut belum efektif dan efisien, dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk proses pelaporan dimulai dari pengumpulan hingga laporan disetujui oleh atasan memakan waktu yang cukup lama dan penjelasan mengenai pelaporan pencapaian quality objective kurang dijelaskan secara rinci pada prosedur. Masalah-masalah tersebut membuat tujuan dari pelaporan pencapaian quality objective Direktorat Produksi belum terpenuhi. Fokus utama dari penelitian ini adalah dilakukannya perbaikan proses pelaporan pencapaian quality objective Direktorat Produksi, dikarenakan kondisi aktual dari proses tersebut tidak berjalan secara efektif dan efisien. Untuk membuat rancangan perbaikan dibutuhkan data kondisi aktual, requirement AS9100 Revisi D dengan menggunakan klausul 9.9.1 untuk analisis gap. Setelah mendapatkan gap dilakukan perbaikan proses bisnis dengan menggunakan Metode Business Process Improvement menggunakan tahapan Apply Improvement Techniques. Output dari perancangan perbaikan ini berupa SOP dan rancangan aplikasi pelaporan pencapaian quality objective berbasis web menggunakan aplikasi Joget Workflow untuk memudahkan pembuatan laporan, pemantauan dan evaluasi pencapaian quality objective Direktorat Produksi PT. Dirgantara Indonesia. Kata Kunci: AS 9100, Business Process Improvement, Apply Improvement Techniques, Pelaporan pencapaian quality objective, SOP.
Perancangan Instrumen Penilaian Kinerja Tenaga Kerja Alih Daya Pada Petugas Satuan Pengamanan Di Pt. Trengginas Jaya Natasya Shahnaz Novadeanti; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Trengginas Jaya adalah perusahaan subsidiary dari Yayasan Pendidikan Telkom atau Telkom Foundation yang berdiri sejak tahun 2012 yang bergerak salah satunya yakni dibidang outsourcing, khususnya jasa keamanan (security). Untuk meningkatkan layanan jasa keamanan yang dimilikinya maka perusahaan harus dapat mengelola karyawannya, salah satunya yakni melalui penilaian kinerja. PT. Trengginas Jaya sendiri pada penyedia jasa keamanan hanya mengandalkan absensi sebagai tolak ukur penilaian karyawannya. Perusahaan menganggap dengan tingkat absensi yang baik, karyawan tersebut dinyatakan berkinerja baik dan sebaliknya apabila dalam satu bulan karyawan tersebut tidak memenuhi target absensi maka karyawan tersebut dinyatakan berkinerja kurang baik. Hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip penilaian kinerja yang relevan, tidak bias, signifikan dan praktis. Untuk itu dirancanglah sebuah penilaian berupa instrument penilaian kinerja tenaga kerja alih daya yang ditujukan untuk karyawan outsourcing tersebut. Penilaian dibuat didasarkan pada teori kompetensi yang mendefinisikan kompetensi sebagai motivasi internal, sifat atau watak, konsep diri, pengetahuan dan skill atau keterampilan. Sejalan dengan requirement perusahaan dan teori yang ada, yang dikaitkan dengan ISO 9001:2015 klausul 7.1.5.1 mengenai pemantauan dan pengukuran sumber daya, maka penilaian kinerja petugas satuan pengamanan terdiri dari 4 komponen penilaian, yaitu : tes fisik, tes pengetahuan, perilaku kerja, dan customer satisfaction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode perancangan proses dari disiplin ilmu BPM. Dimana tahap yang dilakukan sesuai dengan tahap penyelesaian masalah dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan terhadap pemegang proses, hasilnya dapat disimpulkan bahwa rancangan instrument dapat digunakan dengan mudah dan sejalan dengan tujuan dilakukannya penilaian kinerja sendiri, namun masih terdapat beberapa perbaikan untuk dapat diterapkan didalam perusahaan. Kata kunci: Outsourcing, Penilaian Kinerja, Metode Perancangan Proses, ISO 9001:2015, Kompetensi Abstract PT. Trengginas Jaya is a subsidiary company of the Telkom Education Foundation or Telkom Foundation, which was established in 2012, one of which is engaged in outsourcing, especially security services. To improve its security services, the company must be able to manage its employees, one of which is through performance appraisal. PT. Trengginas Jaya itself to security service providers only relies on absenteeism as a benchmark for assessing their employees. The company considers that with a good absentee level, the employee is declared to perform well and vice versa if within one month the employee does not meet the attendance target then the employee is declared to perform poorly. This is not in line with the principles of relevant, unbiased, significant and practical performance appraisal. For this purpose an assessment was designed in the form of an outsourcing workforce performance assessment instrument intended for outsourcing employees. Assessment is based on competency theory that defines competency as internal motivation, character or character, selfconcept, knowledge and skills or skills. In line with company requirements and existing theories, which are associated with ISO 9001: 2015 clause 7.1.5.1 concerning monitoring and measurement of resources, the performance assessment of security guards officers consists of 4 assessment components, namely: physical tests, knowledge tests, work behavior, and customer satisfaction. The method used in this study is the process design method of the BPM discipline. Where the stage is carried out in accordance with the stage of problem solving in this study. Based on the results of the validation carried out on the process holder, the results can be concluded that the design of the instrument can be used easily and in line with the purpose of the performance appraisal itself, but there are still some improvements to be implemented within the company. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 6790Keyword: Outsourcing, Performance Assessment, Process Design Method, ISO 9001: 2015, Competence
Evaluasi Tingkat Kematangan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (ppdb) Menggunakan Business Process Maturity Model (bpmm) Di Smk Telkom Bandung Nurul Jihad Fathurrahma; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMK Telkom Bandung melaksanakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ajaran baru yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Proses penerimaan peserta didik baru harus diolah sedemikian rupa sehingga pelaksanaanya benar-benar dapat menjaring siswa yang berpotensi agar siswa memiliki keberhasilan yang tinggi dalam mengikuti program-program pendidikan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kematangan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Telkom Bandung. Dalam penelitian ini digunakan Business Process Maturity Model (BPMM) pada tingkat kematangan level 3 dan menggunakan process area Organizational Process Management (OPM). Tahap pengukuran dimulai dari merancang instrumen pertanyaan evaluasi berdasarkann specific goals dan specific practice. Instrumen diterjemahkan menjadi 13 pertanyaan. Kemudian diajukan kepada narasumber. Wawancara menghasilkan nilai attained yang terdiri dari skor 0-5 yaitu nilai yang diperoleh oleh SMK berdasarkan seberapa jauh pelaksanaan proses. Dari attained tersebut maka diperoleh gap untuk setiap pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur tingkat pemenuhan kematangan Level 3 OPM dan mengetahui usulan perbaikan yang tepat. Berdasarkan perhitungan, hasil tingkat pemenuhan kematangan pada specific goals 1 adalah sebesar 84% yang terpenuhi dari 5 pertanyaan yang diajukan, specific goals 2 adalah 48% yang terpenuhi dari 5 pertanyaan, dan specific goals 3 yang mencapai 87% dari 3 pertanyaan dengan rata-rata adalah sebesar 73%. Secara keseluruhan proses PPDB belum memenuhi tingkat kematangan Level 3 OPM karena masih terdapat praktis yang belum terlaksana atau belum mencapai tahap perbaikan berkelanjutan, sehingga saran perbaikan yang dapat diajukan adalah perlunya penetapan dan pengimplementasian proses secara konsisten untuk menuju perbaikan berkelanjutan. Selain itu, diajukan penerapan knowledge management diantara para pegawai dan penyediaan sharing session untuk meningkatkan motivasi kerja. Kata kunci: Penerimaan Peserta Didik Baru, Business Process Maturity Model, Maturity Level 3, Organizational Process Management Abstract SMK Telkom Bandung have routine activities every year and that is Student Admission. Student Admission process should be managed properly so the implementation can really capture potential students and in the future, every students have a high probability of success in following educational programs at school. Based on the statement, it necessary to evaluate Student Admission process. This research is using Business Process Maturity Model (BPMM) at maturity level 3 and Organizational Process Management (OPM) as process area. The evaluation step starts with designing an evaluation instrument based on specific goals and specific practice. The instrument translates into 13 questions according to the number of specific practices and then questions will be interviewed to sources. Interview result obtain an attained value that consist of score from 0-5. Attained value obtained by SMK Telkom based on how far the process implementation. From the attained, gap for each question can be known. A gap is analyzed to find out the improvements that can be proposed. The results of the analysis are also intended to measure the level of maturity completion in Level 3 – OPM. Based on the calculation, the results of the level of maturity completion in specific goals 1 is 84% from 5 interview questions, specific goals 2 is 48% from 5 questions, and specific goals 3 which reached 87% of 3 questions with average is 73%. Overall, Student Admission process cannot complete maturity level 3 - OPM because there are still practice that has not been implemented or has not reached the score 5 which means practice reach the stage of continuous improvement. So, my suggestion that can be proposed is the need of consistently establishment and implement process to get continuous improvement. In addition, we can suggest the application of knowledge management among personnel so their workload is evenly distributed. Moreover, the team should provide sharing session to improve work motivation. Keywords: New Student Admission, Business Process Maturity Model, Maturity Level 3, Organizational Process Management
Perancangan Sistem Penggajian Berbasis Teknologi Informasi Pada Pt. Trengginas Jaya Sejalan Dengan Klausul 7.1.3 Iso 9001:2015 Farhan Naufal Prayoga; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sesuai dengan visi yang dimiliki oleh PT.Trengginas Jaya yaitu “Menjadi perusahaan penyedia jasa outsourcing, trading dan properti yang profesional dan unggul dalam kualitas produk dan layanan, guna meningkatkan kepuasan pelanggan.” maka perusahaan harus terus berkembang untuk dapat menjadi perusahaan yang profesional dan terus mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, salah satunya dengan menerapkan ISO 9001:2015. Saat ini PT. Trengginas Jaya masih melakukan proses penggajian secara manual. Dimulai dari proses menentukan gaji karyawannya dengan melakukan input secara manual dan menghitung gaji karyawan menggunakan excel. Proses ini membutuhkan ketelitian dan memakan waktu yang banyak. Untuk mengefisiensikan proses penggajian yang ada, maka penelitian ini berfokus pada perancangan sistem penggajian berbasis teknologi informasi yang sejalan dengan ISO 9001:2015 klausul 7.1.3. Perancangan sistem penggajian ini dibuat dengan perbaikan proses bisnis penggajian dengan menggunakan metode business process improvement. Dimana pada metode ini menggunakan streamlining atau penyederhanaan proses untuk menentukan aktivitas didalam proses bisnis penggajian yang harus disederhanakan. Setelah melakukan proses streamlining, dilakukan proses merancang sistem penggajian dengan menggunakan metode system development life cycle (SDLC). Pada penelitian ini menghasilkan sistem penggajian baru yang terdapat proses bisnis usulan dan aplikasi pengelolaan gaji. Kata kunci: ISO 9001:2015, Sistem Penggajian, Business Process Improvement, Streamlining, System Development Life Cycle Abstract In accordance with the vision of PT.Trengginas Jaya is "Being a professional outsourcing, trading and property service provider and superior in quality of products and services, in order to increase customer satisfaction", the company must continue to grow to become a professional and gain trust from customers, one of them by implementing ISO 9001: 2015. Currently PT. Trengginas Jaya still performs the payroll process manually. Starting from the process of determining the salaries of employees by inputting manually and calculate employee salaries using excel. This process requires considerable and time consuming. To streamline existing payroll processes, this study focuses on designing an information technology-based payroll system in line with ISO 9001: 2015 clause 7.1.3. The design of this payroll system is made by improving the payroll business process using the business process improvement method. Where in this method using streamlining or simplification process to determine the activities within the payroll business process that should be simplified. After doing the process of streamlining, the process of designing the payroll system using system life cycle (SDLC) method. In this study produced a new payroll system that contained a proposed business process and salary management application. Keywords: ISO 9001:2015, Payroll System, Business Process Improvement, Streamlining, System Development Life Cycle.
Perancangan Pengukuran Kinerja Pada Proses Layanan Pengembangan Karir Di Career Development Center Universitas Telkom Dengan Menggunakan Framework Balanced Scorecard Pada Perspektif Customer Medianti Arifia Dewi; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran kinerja layanan merupakan tingkat tercapainya tujuan layanan yang terkait dimana tujuan tersebut dirumuskan dari requirements dari pengguna layanan. Pada saat ini Career Development Center (CDC) telah menerapkan sistem pengukuran kinerja baik pada tingkat institusi, unit kerja, proses, maupun individu. Namun ukuran kinerja yang telah ada belum memenuhi kriteria indicator kinerja yang baik, maka dari itu penelitian ini akan dirancang kembali indikator kinerja sesuai dengan kriterianya dengan menggunakan Balanced Scorecard berfokus pada perspektif customer Perancangan ulang Key Performance Indicator ini dimulai dengan identifikasi masing-masing layanan dan kebutuhan customer serta perumusan tujuan tiap layanan. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan perumusan indicator dan formulanya dan yang terakhir menganalisis akseptabilitas oleh pihak CDC. Hasil dari penelitian ini adalah berupa rancangan Key Performance Indicator yang telah mencakup formula ukuran kinerja dan telah memenuhi tingkat acceptability yang tinggi dan akan diusulkan kepada pihak CDC Universitas XYZ untuk diterapkan dalam operasionalnya sehingga dapat meningkatkan kinerja di setiap layanan agar dapat memenuhi tujuan awal dari layanan itu sendiri. Kata kunci: Acceptability, Balanced Scorecard, Career Development Center, Key Performance Indicator, Ukuran Kinerja
Perancangan Treatment Resiko Pada Proses Pengembangan Produk Indoor Cabinet Berdasarkan Iso 31000:2018 Untuk Memenuhi Klausul 6.1 Iso 9001:2015 Di Pt. Telehouse Engineering Shafira Amanda Umar; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Telehouse Engineering is a national private company engaged in mechanical, electrical and infrastructure manufacturing. PT. Telehouse Engineering has one product line called sheet metal. Sheet metal is produced by the Sheet Metal Strategic Business Unit (SBU). One of the products included in the sheet metal product line is the indoor cabinet. Indoor cabinet is a product that is used as a storage device for a company's electrical device. There are two main processes in the production process of indoor cabinets, namely design (or called engineering) & production planning and fabrication. At present, in the process of developing indoor cabinet products there are several actual conditions that have the potential to be a risk. SBU Sheet Metal PT. Telehouse Engineering has not implemented risk management. This research departs from these conditions, with the intention of designing a risk treatment proposal. This research is carried out by conducting a risk assessment that begins with determining risk criteria, risk identification, risk analysis, and risk evaluation. Based on the results of the risk assessment, there were 9 risks which were divided into low, medium and high categories. The risk that will be given a treatment is high category risk, which is an error in tracing the work process at a work station. Research is continued with risk treatment planning and risk treatment design in the form of a standard operating procedure (SOP). Risk treatment consists of mitigation treatment in the form of work environment arrangement, calculation of cycle time and minimum number of work stations, determination of machine operation, and contingency treatment in the form of staff training and job rolling. Keywords: risk assessment, risk treatment, SOP, fabrication, engineering