Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perencanaan Kebijakan Persediaan Kategori Floor Tile Dengan Model P Dan Joint Replenishment Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Pada Central Warehouse PT.XYZ Karawang Amrina Rosyada; Muhammad Iqbal; Murni Dwi Astuti
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 4 No 02 (2017): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Desember 2017
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v4i01.207

Abstract

PT.XYZ Karawang merupakan distributor tunggal untuk produk-produk dari PT. ABC. Lokasi penyimpanan yang terletak di Karawang ini mendistribusikan banyak jenis keramik. Sebagai distributor tunggal, PT.XYZ harus mendistribusikan keramik baik ke 19 cabang di seluruh Indonesia maupun langsung ke end customer. Terdapat dua jenis keramik, yaitu floor tile dan wall tile. Dalam menentukan kebijakan persediaan, PT.XYZ belum menggunakan perhitungan baku. Hal ini membuat PT.XYZ melakukan pembelian keramik berlebih sehingga menyebabkan overstock pada persediaan keramik. Kondisi ini membuat PT.XYZ harus menanggung tingginya biaya total persediaan di gudang. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan usulan kebijakan persediaan keramik jenis floor tile 40x40 agar total biaya persediaan dapat diminimasi. Kebijakan persediaan yang diusulkan merupakan hasil perhitungan menggunakan metode joint replenishment dan Model P, dimana pemesanan keramik dilakukan secara bersamaan selama interval waktu tertentu. Hasil dari kebijakan ini berupan interval review, reorder point, maksimum inventori level maupun safety stock. Hasil perhitungan kebijakan persediaan untuk floor tile 40x40 memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar 45.80% . atau sebesar Rp473.495.683. Dari hasil tersebut diperlukan pnerapan kebijakan keramik di PT.XYZ Karawang agar dapat menurunkan total biaya persediaan
Perancangan Kebijakan Persediaan Produk Fast Moving Consumer Good Dengan Metode Probabilistik Continuous Review (S,S) Dan Continuous Review (S,Q) Untuk Minimasi Biaya Total Inventori Di Distribution Center PT. MMM Bandung Rega Kusuma Putra; Muhammad Iqbal; Murni Dwi Astuti
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 3 No 04 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Oktober 2016
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v3i04.206

Abstract

Pengendalian persediaan terhadap barang di gudang sangat penting bagi perusahaan, khususnya PT MMM untuk memenuhi permintaan pasar. Apabila persediaan kurang maka akan menyebabkan terjadinya lost sale. Namun apabila persediaan berlebih dapat menyebabkan penumpukan persediaan (overstock) yang berakibat pada tingginya biaya total persediaan. Tingginya persediaan kategori produk food di gudang PT MMM dikarenakan pemesanan barang dalam jumlah besar dalam setiap pemesanan tanpa didasari oleh perhitungan yang baik. Pengelolaan persediaan yang efektif akan menurunkan biaya persediaan produk food. Penelitian ini merancang kebijakan persediaan dengan klasifikasi ABC untuk produk food yang dibagi atas kelas A, kelas B, dan Kelas C. Kelas A menggunakan metode Probabilistik Continuous Review (s,S), sedangkan kelas B dan C menggunakan metode Probabilistik Continuous Review (s,Q). Dengan kebijakan ini mampu mengasilkan penghematan total biaya inventori dengan Continuous Review (s,S) sebesar 63% dan penghematan total biaya inventori dengan Continuous Review (s,Q) sebesar 57%. Kedua total biaya inventori kondisi usulan tersebut lebih rendah dari total biaya inventori pada kondisi existing.
USULAN PERBAIKAN ALOKASI PENYIMPANAN BARANG DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE PADA GUDANG BAHAN BAKU 1 PT SMA Andika Prayoga Sujana; Dida Diah Damayanti; Murni Dwi Astuti
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 1 No 02 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Oktober 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT SMA Pegangsaan adalah objek penelitian yang mana memproduksi lima jenis sepeda motor. Gudang bahan baku 1 mengimplementasikan aturan class based dedicated storage, di mana barang dikelompokkan menurut transporter ID dan jenis barang di gudang menempati satu lokasi, dan lokasi tidak dapat digunakan oleh barang lain meskipun lokasi kosong. Karena kelebihan persediaan, kebijakan ini tidak dapat diterapkan disebabkan banyaknya barang yang disimpan di luar blok penyimpanan, sehingga akan berpengaruh terhadap aktivitas gudang, terutama aktivitas mengambil yang memiliki waktu yang lebih lama, yaitu 537 detik dari total waktu 1.071 detik. Namun, durasi aktivitas mengambil tidak hanya disebabkan oleh kelebihan kapasitas, tetapi juga karena operator sulit untuk menemukan barang-barang dengan tidak adanya label yang menunjukkan lokasi barang di gudang dan adanya kesulitan ketika operator memilih barang dari area penyimpanan. Oleh karena itu, perlu dilakuakn perbaikan alokasi penyimpanan barang di gudang. Alokasi barang dimulai dengan klasifikasi barang di gudang dengan menggunakan FSN Analisis berdasarkan transporter ID, dan kemudian dirancang slot sesuai dengan media penyimpanan yang digunakan untuk setiap SKU (Stock Keeping Unit). Item dengan kategori Transporter ID Fast Moving memiliki prioritas yang lebih tinggi untuk menjadi mendapatkan tempat lebih dekat pintu masuk dan keluar jalur, sehingga perlu dilakukan perhitungan jarak di setiap tempat penyimpanan dengan menggunakan rectilinear distance. Setelah menghitung, dapatkan persentase pengurangan jarak 25,33% untuk area floor stack lantai 1 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 71,90%, pengurangan jarak 16,28% untuk area rak lantai 1 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 70,53%, pengurangan jarak 8,17% untuk area floor stack lantai 2 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 67,61%, dan pengurangan jarak 58,83 untuk daerah rak lantai 2 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 100 %.
USULAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN PRODUK KATEGORI SUPLEMEN DAN KEBUTUHAN HARIAN DI BM PT XYZ UNTUK MENGURANGI TOTAL BIAYA PERSEDIAAN MENGGUNAKAN METODE PERIODIC REVIEW (R,s,S) Dhaifansyah Caesarramzy; Luciana Andrawina; Murni Dwi Astuti
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 4, No 2 (2017): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.4.2.107-118

Abstract

BM PT. XYZ merupakan pemasok tetap 27 apotek XYZ di kota Bandung. Produk yang dikelola terbagi atas kategori Obat Keras, Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas, Suplemen, Kebutuhan Harian, dan Alat Kesehatan. Pada kondisi aktual, BM PT XYZ memiliki kebijakan persediaan dengan menerapkan interval pemesanan yang tetap. Namun titik pemesanan ulang dan tingkat persediaan maksimal belum memiliki standar yang baku. Akibatnya proses pengisian ulang persediaan menjadi tidak efisien dan mengakibatkan terjadinya overstock pada produk kategori suplemen dan kebutuhan harian yang menimbulkan ongkos total persediaan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan usulan kebijakan persediaan terhadap produk kategori suplemen dan kebutuhan harian. Penelitian dimulai dengan melakukan uji distribusi pada data permintaan. Sebanyak 78 % produk berdistribusi normal dan 22 % berdistribusi poisson. Kemudian akan dilakukan analisis ADI-CV untuk melihat pola permintaan dan didapat sebanyak 72% pola lumpy, 24% pola erratic, dan 4% pola slow moving. Hasil distribusi dan pola permintaan yang dimiliki menjadi bahan pertimbangan dilakukannya peramalan permintaan. Untuk melakukan peramalan permintaan menggunakan simulasi monte carlo yang hasil perhitungannya akan dijadikan masukkan untuk melakukan perhitungan metode Periodic Review (R,s,S). Hasil perhitungan menunjukkan kondisi usulan mampu menurunkan ongkos total biaya persediaan sebesar 46% lebih rendah dibandingkan biaya aktual dengan nilai penghematan sebesar Rp42,828,689.47.
FAKTOR-FAKTOR SUKSES PEMILIHAN LOKASI PEMBANGUNAN DRY PORT DI INDONESIA Femi Yulianti; Murni Dwi Astuti; Ayudita Oktafiani
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.452 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol6.iss1.2019.323

Abstract

Dry port merupakan salah satu simpul transportasi yang cukup penting dan dapat juga berupa ekstensi dari pelabuhan laut. Dry port menjadi salah satu fasilitas transportasi yang diberikan perhatian khusus oleh Pemerintah sebagaimana tercantum dalam Cetak Biru Sistem Logistik Nasional. Namun demikian, dry port yang ada di Indonesia berada dalam kondisi yang kurang produktif atau bahkan gagal. Sebagai contoh, Dry port Cikarang yang merupakan dry port yang cukup berkembang dibandingkan dry port lainnya di Indonesia, baru berkontribusi sebesar 18% terhadap throughput Pelabuhan Tanjung hingga tahun 2017. Kondisi ini masih jauh dari target awal pembangunan Dry port Cikarang yaitu dapat berkontribusi sebesar 62% dari throughput Pelabuhan Tanjung Priok. Di satu sisi keberadaan dry port sangat dibutuhkan sehingga terus dibangun dan dikembangkan namun di sisi lainnya keberadaan dry port belum optimal bahkan ada yang gagal. Dengan demikian dibutuhkan pengidentifikasian faktor-faktor yang menunjang kesuksesan pemilihan lokasi pembangunan dry port. Dengan menggunakan pendekatan analisis dan sintesis dalam melakukan kajian literatur didapatkan empat jenis kelompok kriteria dalam pemilihan lokasi pembangunan dryport yaitu pemerintah, penyedia jasa layanan dry port, pengguna layanan dry port, dan komunitas. Adapun keterbatasan dari penelitian ini adalah belum mempertimbangkan pembuatan model konseptual dan alat ukur berupa instrumen sehingga dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan.
AN OPTIMAL ORDER QUANTITY OF SPARE PARTS TO MINIMIZE TOTAL INVENTORY COST USING PERIODIC REVIEW APPROACH (R,s,S) METHOD IN PT XYZ BANDUNG Feviana Betsi Purba; Luciana Andrawina; Murni Dwi Astuti
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 2 No 01 (2018): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v2i01.18

Abstract

The availability of spare parts is very crucial thing for manufacturing company in order to support the continuity of production activities. PT XYZ is a manufacturing company which produces thread into fabric. In this case, inventory control of spare part is not properly managed. Inventory position of spare parts in warehouse is always more than inventory policy of the company itself or called overstock which causes total inventory cost is always high. Company only consider on the order fulfillment of spare parts to prevent downtime on the machine that increase performance of production. Hence, order quantity of spare parts is always excessive or not optimal. In this research, global inventory policy conducted in order to minimize total inventory cost is periodic review approach (R, s, S) method. This inventory policy will be calculated using power approximation and obtained total saving cost of holding cost by 31 % while total saving cost of order cost decreased by 7 %. Overall, total inventory cost minimized by 7 % or equal to Rp138.902.742. Keywords—Inventory, Overstock, Spare Parts, Periodic Review, Power Approximation
Identical Parallel Machine Scheduling to Minimize Makespan Using Suggested Algorithm Method at XYZ Company Naura Maisazahra; Murni Dwi Astuti; Murman Dwi Prasetio
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 6 No 01 (2022): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v6i01.146

Abstract

XYZ company produce the various shape of motor spare parts product. The company has three identical parallel spot welding machines that use a random method of production scheduling, based on machine capacity without any sequence of jobs, and only use daily production targets given to operators. Based on the data, the actual scheduling of the machines has a very large completion time difference between each machine, or the machine loading is uneven. As a result, the makespan becomes longer with a value of 440000 seconds (26 days). This research aims to minimize the existing makespan by giving proposed scheduling, using the suggested algorithm method, which has a small number of iterations and has an optimal result. The method begins with the longest processing time sequence rule which is used as the upper bound for the first iteration, then continued to calculate the lower bound and machine workload. The calculation stops at the 15th iteration because the completion time value exceeds the lower and upper bound so that the optimal scheduling taken is scheduled in the 14th iteration with a makespan value of 914412 seconds (16 days). The proposed scheduling can minimize the makespan from the actual schedule by 38%.
Perbaikan Penjadwalan Aktivasi Starter Pack Untuk Meminimasi Keterlambatan Dengan Menggunakan Metode Earliest Due Date Pada PT XYZ Riska Retno Widyaningsih; Budi Sulistyo; Murni Dwi Astuti
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 1, No 2 (2018): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.838 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v1i2.113

Abstract

PT XYZ is one of the company that move in telecommunications services, starter pack products, and vouchers. The problems in PT XYZ is lateness of starter pack activation in regional warehouse that cause waiting time of starter pack’s pick up by retailer. Lateness problem happened because there is no fixed scheduling policy yet, so there is no determination of job’s priority. In this research will be developed scheduling policies including job allocation each machine per day and sequencing of job. The method used is the earliest due date. In this method, job sequence will be determined based on the smallest due that influence the Completion time of a job. Scheduling do for one machine that doing six jobs in one week. The data used is the starter pack activation data in October 2014. Based on the existing calculations condition, there is a delay of 7.8 hours on job Site  s in Jakarta and 15.3 hours on job Site  s Surabaya. Processing time and due date of each job are the input in the methods used. The results of calculation of the proposed conditions in PT XYZ by using a method capable of lowering the earliest due date delay activation up to 38% compared to the existing condition. Completion time of 6 job in a week with the existing condition is 30.3 hours to 18.3 hours on the proposed conditions.PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi, produk starter pack, dan voucher pulsa. Permasalahan yang terjadi pada PT XYZ yaitu keterlambatan aktivasi starter pack digudang regional yang menyebabkan terjadinya waktu tunggu pengambilan starter pack oleh retailer. Permasalahan keterlambatan terjadi karena belum adanya kebijakan penjadwalan pasti, sehingga belum adanya penentuan prioritas job. Pada penelitian ini, akan dikembangkan kebijakan penjadwalan termasuk pembagian job setiap mesin per hari dan pengurutan pengerjaan job. Metode yang digunakan adalah earliest due date. Pada metode ini akan ditentukan urutan pengerjaan job berdasarkan due date terkecil yang berpengaruh terhadap waktu penyelesaian suatu job. Penjadwalan dilakukan terhadap satu mesin yang mengerjakan enam job dalam satu minggu. Data yang digunakan adalah data aktivasi starter pack periode Oktober 2014. Berdasarkan perhitungan kondisi eksisting, terdapat keterlambatan 7.8 jam pada job site Jakarta dan 15.3 jam pada job site Surabaya. Waktu proses dan due date setiap job akan menjadi input-an dalam metode yang digunakan. Hasil dari perhitungan kondisi usulan di PT XYZ dengan menggunakan metode earliest due date mampu menurunkan keterlambatan aktivasi starter pack hingga 38% dibanding kondisi eksisting. Waktu penyelesaian 6 job dalam satu minggu pada kondisi eksisting 30.3 jam menjadi 18.3 jam pada kondisi usulan. 
Pelatihan Google Classroom pada Guru SDITQ Imam Malik Bandung untuk Mendukung Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 Ayudita Oktafiani; Murni Dwi Astuti; Denny Sukma Eka Atmaja
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2a (2022): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v5i2a.5109

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, pelaksanaan pembelajaran daring di SDITQ Imam Malik memanfaatkan aplikasi Whatsapp dan Google Form. Pemanfaatan teknologi tersebut belum mampu mengoptimalkan interaksi siswa dengan guru. Terdapat sebuah platform pembelajaran daring yang memberikan solusi untuk kondisi tersebut yaitu Google Classroom. Akan tetapi, pengetahuan dan pemahaman terkait platform pembelajaran tersebut belum merata pada seluruh guru di sekolah tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan platform Google Classroom kepada guru di SDITQ Imam Malik agar dapat mengembangkan metode pembelajaran daring yang lebih interaktif. Selain itu, guru dapat menyimpan konten pembelajaran digital pada platform tersebut serta adanya kemudahan bagi siswa dan guru dalam bertukar pesan, yang menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif.
Layout Design Based on Capacity Planning at Mika MSMEs Using BOL Approach and BLOCPLAN Algorithm Tantya Dega Wahyu Maharani; Dida Diah Damajanti; Murni Dwi Astuti
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 5 No 1 (2023): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : Indonesian Mechanical Electrical and Industrial Research Society (IMEIRS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.062 KB) | DOI: 10.46574/motivection.v5i1.178

Abstract

Based on historical data in 2020, Mika MSMEs could not meet the demand for gamis cloth production. It is proven that there is a capacity shortage that occurs in the third process, namely the sewing process as much, as 0.5%. The RCCP method with the BOL methodology was used to perform the capacity calculation, and the results suggested the necessity for an alternate addition of three workers to the sewing process. With an alternative usage fee of IDR 7,700,000/month and a profit of IDR 262,300,000/month. PAM tools help analyze the problem that there is transportation waste, with the largest percentage of 39.68% in Mika MSMEs. Layout improvements were made using the BLOCPLAN algorithm by considering the largest R-Score value. The proposed layout design provides for a displacement of 2080 meters/day, a transfer time of 1934 seconds/day, and the use of one production floor. Berdasarkan data historis pada tahun 2020, UMKM Mika tidak dapat memenuhi permintaan produksi baju gamis. Hal ini dibuktikan bahwa adanya kekurangan kapasitas yang terjadi pada proses ketiga yaitu proses sewing sebanyak 0.5%. Dilakukan perhitungan kapasitas menggunakan metode RCCP dengan pendekatan BOL, dan diperoleh usulan berupa perlunya alternative penambahan tiga tenaga kerja pada proses sewing. Dengan biaya penggunaan alternatif Rp7,700,000/bulan dan keuntungan sebesar Rp262,300,000/bulan. Tools PAM membantu melakukan analisis permasalahan bahwa terdapat pemborosan transportasi dengan persentase terbesar 39.68% di UMKM Mika. Dilakukan perbaikan tata letak menggunakan algoritma BLOCPLAN dengan memperhatikan nilai R-Score terbesar. Didapatkan usulan perancangan tata letak berupa perpindahan sebanyak 2080 meter/hari, waktu transportasi sebanyak 1934 detik/hari, dan dengan penggunaan satu lantai produksi.