Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Customer Relationship Management (CRM) Pada Aplikasi Manawa Isye S. Adhiwinaya; Rachmadita Andreswari; Soni Fajar Surya Gumilang
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada era sekarang ini teknologi sudah semakin maju dan canggih dalam bidang apapun, termasuk dalam bidang bisnis. Para pemilik perusahaan hendaknya memanfaatkan momen tersebut agar dapat memiliki nilai tambah untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satu nilai tambah yang ditawarkan yaitu dalam aspek hubungan terhadap pelanggan yang dimana perusahaan berfokus pada kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan akan muncul jika perusahaan atau pelaku bisnis menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan (CRM), jika pelanggan sudah merasa puas terhadap produk atau jasa dari perusahaan maka pelanggan tersebut bisa loyal terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Aplikasi Manawa merupakan aplikasi yang dirancang untuk membantu masyarakat bisa berinvestasi hewan ternak dengan mudah, murah, dan cepat tanpa harus meluangkan waktu untuk merawat hewan ternak tersebut. Karena pada dasarnya investasi hewan ternak merupakan investasi yang sangat menguntungkan tetapi perlu waktu dan knowledge untuk merawat hewan ternak tersebut. Manawa menawarkan investasi yang dimana investor cukup membeli hewan ternak dan menunggu peternak untuk merawat hewan ternak sampai mendapatkan pembagian hasil dari penjualan. Permasalahan yang dihadapi adalah aplikasi yang masih belum terdapat fitur dengan pengembangan CRM, bisa diketahui CRM berfungsi sebagai strategi bisnis untuk mengoptimalkan profitabilitas perusahaan dengan mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka peneliti akan menambahkan fitur dengan pengembangan Customer Relationship Management. Pada penelitian ini metode untuk pengembangan aplikasi menggunakan Waterfall. Alasan menggunakan waterfall yaitu kelebihannya yang hasil dari metode waterfall lebih baik karena metodenya yang bertahap dan lebih detail dan meminimalisir kesalahan. Serta pada waterfall, metode ini dilakukan secara individu atau tidak terlibat dengan pihak lain. Hasil yang diharapkan setelah adanya fitur dengan pengembangan CRM pada aplikasi Manawa adalah para calon pengguna bisa lebih tertarik untuk berinvestasi di aplikasi Manawa dan merasa puas dengan service yang disediakan. Kata kunci : Telkom University, CRM, startup, investasi, hewan ternak, waterfall Abstract In this era, technology has become more advanced and sophisticated in various field including business.Owner of companies should take advantage of this moment in order to have value to develop their business.one of the value offered is aspect of customer relations where company focuses on customer satisfaction.Customer satisfaction will arise if the company or business has a good relationship with the customer,if the customer is satisfied with the product or service fromt the company, the customer can be loyal to the productor service offered.Manawa is an application that is designed to help the community to be able to invest livestock easily, cheaply and quickly without having to worry about caring those livestock. Basically livestock investment is very profitable investment but it takes time and knowledge to care for the livestock. Manawa offers investment where investor simply buy livestock and wait for farmers to take care for it until they get a share of the proceeds from the sale. the problem faced is that application that still do not have features with CRM development can be seen CRM functions as a business strategy to optimize company profitability by maintaining and increasing the number of customers. To solve those problems, researches will add features to the development of customer relationship management.The developmemt method of this study use is Waterfall. The reason for using those method is that advantages from waterfall method are better because its is gradual and more detailed and minimizes errors. As for the waterfall, this method is carried out individually or not involved with other peoples. The expected result after features with CRM development in Manawa is that potential users can be more interested in investing in Manawa and more satisfied with the service provided. Keywords : Telkom University, CRM, startup, investation, livestock, waterfall
Perancangan User Interface Dan User Experience Mobile Application Sibengkel Untuk Memenuhi Kebutuhan Pengguna Dengan Metode User-centered Design (ucd) Muhammad Trisna Firmansyah; Rahmat Fauzi; Soni Fajar Surya Gumilang
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SiBengkel adalah aplikasi yang dirancang untuk memudahkan pengguna motor untuk melakukan pemesanan antrian atau service motor secara online di bengkel yang terdaftar dalam aplikasi dan terdekat dengan pengguna aplikasi. Pembuatan startup SiBengkel bertujuan untuk memecahkan permasalahan dalam service kendaraan yang banyak dan juga mempermudah pihak bengkel dalam mengelola antrean service yang melonjak, Terdapat fitur booking service online, dan juga terdapat fitur penjualan parts online. Pentingnya UI/UX dalam pengembangan aplikasi untuk mempermudah pengguna menggunakan aplikasi, mendapat respon dari interaksi dan mengetahui kebutuhanan pengguna. Pada perancangan penelitian ini menggunakan metode user-centered design (UCD), metode ini berfokus kepada kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian adalah sebuah solusi desain pada Aplikasi SiBengkel yang dapat diterima oleh pengguna dengan hasil skor SUS sebesar 74. Kata kunci : Service motor online, System Usability Scale, User-Centered Design, UI/UX. Abstract SiBengkel is an application designed to make it easy for motorcycle users to make a queue or online motorbike booking at a workshop registered in the application and closest to the application user. The making of SiB Bengkel startup aims to solve the problems in many vehicle services and also makes it easier for the workshop to manage the soaring service queues, There are online booking service features, and there are also features for online parts sales. The importance of UI / UX in application development to make it easier for users to use applications, get responses from interactions and find out user needs. In the design of this study using the user-centered design (UCD) method, this method focuses on user needs. The results of the study are a design solution in the SiBengkel Application that can be accepted by users with an SUS score of 74. Keywords: Service motor online, System Usability Scale, User-Centered Design, UI/UX.
PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK PADA URUSAN SOSIAL DI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BERBASIS KONSEP ENTERPRISE ARCHITECTURE MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA TOGAF ADM Kinanti Tiara Ningtyas; Soni Fajar Surya Gumilang; Ridha Hanafi
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v8i2.3454

Abstract

Seiring berjalannya waktu dan semakin majunya zaman, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pun akan terus berkembang demi mempermudah jalannya kehidupan manusia. Perkembangan TIK ini memberikan kesempatan pemerintah dalam melakukan pembaruan pembangunan serta perbaikan aparatur negara melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Berdasarkan Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, disebutkan bahwa terdapat tujuh jenis layanan publik berbasis elektronik yang akan mendukung pelaksanaan pelayanan publik baik di instansi pusat maupun pemerintah daerah. Dinas Sosial merupakan salah satu Perangkat Daerah di Provinsi Jawa Barat yang termasuk ke dalam bidang sosial, dan memiliki tugas pokok yang berfokus untuk merumuskan serta mengurus kebijakan operasional di bidang kesejahteraan sosial. Tetapi, terdapat penurunan terhadap salah satu indikator Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, yaitu Persentase PMKS (Penyandang Masa-lah Kesejahteraan Sosial) yang Terlayani Kesejahteraan Sosialnya’. Oleh karena itu untuk menjawab permasalahan ter-sebut, Enterprise Architecture (EA) menjawab kebutuhan ini untuk mendefinisikan keadaan organisasi saat ini serta rancangan arsitektur Teknologi Informasi yang diinginkan. Kerangka kerja yang digunakan dalam penyusunan EA pada penelitian ini adalah TOGAF ADM karena TOGAF ADM memastikan standar, komunikasi, dan metode yang konsisten. Penelitian ini menghasilkan cetak biru Enterprise Architecture berupa kerangka model yang memuat arsitektur bisnis, data, aplikasi dan teknologi yang saling memiliki keterkaitan satu sama lain.
ARSITEKTUR SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK PADA URUSAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA TOGAF Shafira Naftania; Soni Fajar Surya Gumilang; Ridha Hanafi
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v8i2.3452

Abstract

Teknologi informasi terus mengalami perkembangan di berbagai sektor, tidak terkecuali pada sektor pemerintahan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, kegiatan pemerintahan dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Penerapan teknologi informasi akan membantu pemerintahan dalam mengolah informasi yang kemudian disediakan sebagai layanan baik layanan administrasi pemerintahan maupun layanan publik. Pemanfaatan TI pada sektor pemerintahan mulai menjadi perhatian di Indonesia dengan adanya pedoman Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan adanya SPBE, pencapaian visi dan misi serta target pencapaian setiap provinsi di Indonesia menjadi lebih cepat dan mudah. Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang harus memenuhi ketentuan SPBE. Disperkim Provinsi Jawa Barat memiliki 4 (empat) bidang yang beroperasi yaitu bidang perumahan, bidang kawasan permukiman, bidang infrastruktur permukiman, dan bidang pertanahan. Keempat bidang tersebut menjalankan tugas dan fungsinya dengan tujuan untuk memenuhi target pencapaian kualitas pelayanan pada urusan perumahan permukiman yang tertuang pada indikator kinerja utama Disperkim Jawa Barat. Namun belakangan ini terdapat indikator kinerja utama yang tidak memenuhi target yaitu pada tingkat kualitas kawasan permukiman yang disebabkan oleh kurang efektifnya penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada urusan kawasan permukiman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian guna memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan metode design science recearch. Dengan menerapkan perancangan arsitektur SPBE berbasis TOGAF ADM yang meliputi domain arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, dan arsitektur teknologi, penelitian ini akan menghasilkan blueprint arsitektur SPBE sebagai solusi dalam pemecahan permasalahan tersebut sekaligus sebagai perencanaan improvement kegiatan operasional Disperkim Jawa Barat. Pada penelitian ini akan memanfaatkan aplikasi target satu pintu untuk layanan publik Provinsi Jawa Barat, yaitu aplikasi mobile Sapawarga.
Perancangan arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik pada urusan Pemerintahan bidang Transportasi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat berbasis pada konsep enterprise architecture menggunakan kerangka kerja TOGAF ADM Anggita Khaerunisa; Soni Fajar Surya Gumilang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13485

Abstract

Memasuki era perubahan teknologi yang serba cepat, memberikan peluang bagi pemerintah di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan transparan melalui transformasi digital. Pemerintah Indonesia mewujudkan pemberian layanan digital melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Berbagai penerapan SPBE telah dilaksanakan pada Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah dengan merujuk pada Peraturan Presiden No.95 Tahun 2018. Namun, hasil pengembangan SPBE pada tiap-tiap daerah di Indonesia menunjukkan tingkat maturitas yang berbeda-beda. Meski Provinsi Jawa Barat telah memiliki predikat “Baik” untuk penerapan SPBE eksisting, predikat maturitas tersebut masih perlu ditingkatkan guna tercapainya visi dari Provinsi Jawa Barat secara menyeluruh. Untuk itu, optimalisasi SPBE dengan menerapkan konsep enterprise architecture (EA) yang memanfaatkan framework TOGAF ADM merupakan solusi yang tepat untuk diimplmentasikan guna Perancangan SPBE untuk digital memastikan bahwa layanan bisnis dan teknologi informasi eksisting dengan target terintegrasi. Nantinya, perancangan ini menghasilkan keluaran berupa rancangan cetak biru EA yang memuat solusi perbaikan proses bisnis, integrasi data, usulan dan/atau pengembangan aplikasi, juga pemenuhan kebutuhan teknologi pendukung berjalannya fungsi pada Dinas Perhubungan Provinsi.
Arsitektur Enterprise Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village Pada Dimensi Governance (Administration Service) Alam Adhiyatama; Fitriyana Dewi; Soni Fajar Surya Gumilang
Kesatria : Jurnal Penerapan Sistem Informasi (Komputer dan Manajemen) Vol 4, No 4 (2023): Edisi Oktober
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/kesatria.v4i4.255

Abstract

Village development has become an important topic of discussion in Indonesia, especially with the enactment of regulations and policies that support autonomous villages. This research reviews regulations such as Presidential Regulation number 95 of 2018 concerning Electronic-Based Government Systems (SPBE) and number 6 of 2014 concerning villages that contribute to village development. Based on a survey by the Ministry of Villages of PDTT, only 4% of the total villages in Indonesia have attained the status of an Independent Village. This research identifies the need to advance information technology in villages, supports the smart village concept, and analyzes the concept of Sustainable Development Goals (SDGs) in the context of village development. One of the focuses of this research is in Rancamanyar Village, where aspects of village governance and Administration Service are the main concerns. The suggested solution is the creation of an enterprise architecture design which is expected to help the operational gaps that exist in every process in the village. This research is expected to be a guide in planning and implementing technology that supports independent and sustainable villages, as well as providing a comprehensive picture of the status of village development in Indonesia in accordance with the goals of the SDGs.
ARSITEKTUR ENTERPRISE SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK (SPBE) SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN SMART VILLAGE PADA DIMENSI VILLAGE SERVICE (ENTERPRENEURSHIP) Alim, Febrian Fahmi; Dewi, Fitriyana; Gumilang, Soni Fajar Surya
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i2.4730

Abstract

Dalam mendukung pembangunan desa di Indonesia, SDGs atau Sustainable Development Goals merupakan suatu hal yang penting sebagai acuan dalam pembangunan berkelanjutan. Namun, berdasarkan nilai hasil SDGs Desa pada tahun 2023, nilai SDGs Desa Rancamanyar pada tujuan Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata masih berada di angka 22,27, dimana menunjukkan nilai pertumbuhan ekonomi yang masih cukup rendah. Dalam upaya penyelesaian permasalahan tersebut, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dapat dimanfaatkan untuk merancang enterprise architecture dalam pembentukan desa menjadi smart village yang dapat mendukung upaya desa dalam mempertahankan nilai IDM dan meningkatkan nilai SDGs yang berada di lingkungan Kecamatan Baleendah. Penelitian ini diselesaikan dengan tiga tahapan, yaitu tahap inisiasi, tahap analisis dan perancangan, dan tahap penyelesaian. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara secara langsung kepada stakeholder terkait serta analisis dokumen jurnal dan modul yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Kemudian, data dianalisis dianalisis sebagai sumber dan acuan dalam pengerjaan penelitian ini. Dari kesenjangan yang teridentifikasi, dilakukan perancangan enterprise architecture pada delapan fase, yakni preliminary phase, architecture vision, arsitektur proses bisnis, arsitektur data dan informasi, arsitektur aplikasi, arsitektur infrastruktur, arsitektur layanan, dan arsitektur keamanan. Penelitian ini menghasilkan output berupa blueprint enterprise architecture SPBE yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan dapat dijadikan sebagai pedoman untuk pengembangan desa menjadi smart village oleh Desa Rancamanyar.
Arsitektur Enterprise Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Spbe) Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village Pada Dimensi Tourism (Culture And Tradition) (Case Study: Rancamanyar Village) Febriansyah, Ari; Dewi, Fitriyana; Gumilang , Soni Fajar Surya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik(SPBE) adalah penerapan Teknologi Informasi danKomunikasi (TIK) dalam administrasi pemerintahan untukmeningkatkan layanan kepada masyarakat. Penggunaanteknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkanpotensi desa diwujudkan melalui kebijakan SPBE, khususnyadalam Sistem Pemerintahan Desa (SID). SID merupakankomponen integral dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor6 tahun 2014 Tentang Desa. Saat ini, dalam kontekspengembangan "smart village," fokus utama adalahmengadopsi teknologi sebagai sarana pelayanan publik yangefisien, transparan, dan akuntabel. Namun, dalam poin 18Indeks Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu"Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif," DesaRancamanyar masih memiliki penilaian yang rendah. Untukmengatasi tantangan yang dihadapi oleh Desa Rancamanyar,konsep "smart village" menjadi solusi potensial. Implementasikonsep ini membutuhkan perancangan arsitektur SPBE yangmendukungnya, sehingga pelayanan publik dapat berjalansecara efektif, efisien, akuntabel, dan transparan di lingkunganPemerintahan Desa Rancamanyar. Hasil dari penelitian inimencakup gambaran Arsitektur SPBE yang dapat dijadikanpedoman dalam menerapkan sistem informasi untukmendukung pelayanan keagamaan dan kebudayaan di DesaRancamanyar. Kata kunci— Enterprise Architecture, SPBE, Smart Village, Konsep Smart Village, Culture and Traditions
Pelatihan Desain Produk dan Pemasaran buat Kaligrafi Geometris Soni Fajar Surya Gumilang; R. Apip Miptahudin; Mega Fitri Yani
NJCOM: Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15803420

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Universitas Telkom di Desa Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil meningkatkan kapasitas pelaku UMKM kaligrafi geometris di sekitar kawasan wisata ziarah KH. Abdul Majid. Program ini berlangsung selama empat bulan dengan pendekatan pelatihan desain produk, strategi pemasaran digital, dan pemanfaatan media sosial. Melalui partisipasi aktif pengrajin kaligrafi, pelaku UMKM, dan pengelola wisata, terjadi peningkatan kualitas desain produk serta kemampuan pemasaran digital. Evaluasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri peserta dan kemampuan menyusun model bisnis sederhana. Dukungan dari BUMDes, pemerintah desa, dan komunitas seni menjadi faktor kunci keberhasilan program. Luaran program meliputi modul pelatihan, video dokumentasi, dan artikel ilmiah. Program ini memberikan kontribusi pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya lokal serta menjadi model replikasi untuk daerah lain.