Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Sistem Payroll Berbasis Openerp Pada Cv. Huda Jaya Dengan Metode Rapid Application Development Fadhil Muhammad; Soni Fajar Surya Gumilang; R. Wahjoe Witjaksono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. HUDA JAYA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi sparepart untuk mesin tekstile. Pada CV. HUDA JAYA terdapat beberapa kendala penggajian diantaranya adalah, pengelolaan gaji yang diberikan kepada karyawan tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, sulit untuk membuat laporan serta prediksi pengadaan dana penggajian dan pemberian gaji kepada pegawai yang sering terlambat. Solusinya adalah dengan menerapkan Enterprise Resource Planning (ERP). Dalam penerapan sistem ERP memerlukan sebuah software yaitu OpenERP. OpenERP merupakan sebuah perangkat lunak yang bersifat open source yang dapat dikembangkan setiap orang tanpa membeli lisensi. Hal tersebut yang menjadi landasan penelitian untuk melakukan penyesuaian OpenERP. Penelitian ini menggunakan fungsi payroll dalam OpenERP untuk mengatur sistem penggajian pada CV. HUDA JAYA. Penerapan sistem payroll berbasis OpenERP pada CV. HUDA JAYA menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), karena metode pengembangan sistem RAD dapat menghemat waktu dan biaya pengembangan, serta relatif lebih sesuai dengan rencana pengembangan aplikasi yang tidak memiliki ruang lingkup yang besar dan akan dikembangkan oleh tim yang kecil. Setelah menerapkan ERP dengan aplikasi OpenERP maka dapat dilakukan perhitungan gaji karyawan secara cepat dan akurat, tersedianya informasi dana yang dibutuhkan untuk penggajian dan mudahnya proses pencetakan laporan dan slip gaji sehingga tidak adanya keterlambatan pemberian gaji karyawan. Kata kunci: ERP, Open Source, OpenERP, Gaji, Payroll, Rapid Application Development.
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Pt. Industri Telekomunikasi Indonesia (inti) Menggunakan Framework Cobit 5 Pada Domain Deliver, Service, And Support Ida Bagus Krisna Wedanta Prasada; Murahartawaty Murahartawaty; Soni Fajar Surya Gumilang
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk mengoptimalkan dukungan teknologi informasi terhadap proses bisnis dan tujuan perusahaan, PT.Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) sebagai salah satu perusahaan besar yang bergerak dibidang penyedia solusi kesisteman, khususnya dibidang infokom dan integrasi teknologi memerlukan adanya tata kelola teknologi informasi. Disamping itu pengelolaan tata kelola yang telah ada sebelumnya belum berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari tidak dijalankannnya seluruh prosedur yang ada. Hal tersebut juga terlihat dari ketidaktersediaan beberapa dokumen yang berkaitan dengan proses tata kelola teknologi informasi berdasarkan COBIT 5. Maka dari itu diperlukan perancangan tata kelola teknologi informasi di PT.INTI untuk melengkapi dokumen tata kelola teknologi informasi sekaligus untuk meningkatkan tingkat kapalbilitas perusahaan dalam menjalankan tata kelola teknologi informasi. Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengumpulan data dan observasi lapangan dengan cara wawancara dan memeriksa dokumen terkait tata kelola teknologi informasi di PT.INTI. Selanjutnya dilakukan penilaian dan analisis terhadap tingkat kapabilitas PT.INTI saat ini berdassarkan COBIT 5. Hasil penilaian dan analisis kemudian dituangkan kedalam perancangan prosedur tata kelola teknologi informasi dan perancangan dokumen untuk melengkapi hasil penilaian kapabilitas yang kurang berdasarkan COBIT 5. Dokumen yang dibuat kemudian diverifikasi untuk mendapatkan persetujuan dari pihak PT.INTI. Kata kunci : Teknologi Informasi, Tata Kelola, COBIT 5
Pengembangan Application Programming Interfaces Aplikasi Geo Social Commerce Dengan Metode Iterative Dan Incremental Ainu Faisal Pambudy; Soni Fajar Surya Gumilang; Muhammad Azani Hasibuan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Era perkembangan dunia digital dan Internet memberikan dampak yang besar untuk masyarakat. Internet merupakan sarana untuk menyediakan pencarian barang dan jasa sesuai kebutuhan. Berdasarkan survey yang telah dilakukan terhadap 395 koresponden yang aktif pada forum jual beli online di Indonesia, 71% koresponden mengalami kesulitan mencari barang atau jasa yang dibutuhkan. Di sisi lain 62% penjual mengaku pernah mengalami kesulitan mempromosikan produk atau jasa. Marketspot merupakan sebuah solusi Geo Social Commerce yang eklusif di mobile phone untuk membantu penjual bertemu dengan customer di sekelilingnya. Hal tersebut dilakukan dengan cara menampilkan customer yang membutuhkan yang ditampilkan pada sebuah peta, sehingga penjual dan pembeli dapat langsung berinteraksi. Solusi ini menggabungkan unsur social dan e-commerce yang berbasis Geographic Information System (GIS). Pengembangan aplikasi social commerce berbasis GIS dilakukan dengan metode iterative dan incremental. Pengembangan aplikasi dengan metode ini dilakukan dengan menggunakan beberapa iterasi dalam mengembangkan fiturnya. Tujuan dari iterasi ini adalah untuk memberikan perbaikan terhadap fitur yang sudah ada atau untuk menambah fitur baru. Hasil akhir dari penelitian ini adalah Application Programming Interfaces (API) dan versi website. API dan website dibuat berbasis PHP dengan framework Laravel 5. API yang dibuat di sini menghasilkan data dalam bentuk JSON. Kata Kunci : API, penjual, website, social commerce, iterative, incremental.
Design And Development Of Programminglearning Platform Based On Heuristicapproach In Gamification Module Withiterative And Incremental Method(case Study : Information System Major Telkomuniversity) Adelia Chitra Sazkia; Soni Fajar Surya Gumilang; Muhammad Azani Hasibuan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - e-learning usually managed with administrator. They cannot easily to edit e-learning with their perspective. The research aims to develop a platform learning based on heuristic approach focussed on gamification especially in programming algorithm course. For this platform development, it will use iterative and incremental methodology. By using the learning platform, lecturer and student can joy experience learn programming algorithm with attractive course. Keyword : Gamification, Heuristic Learning, Iterative and Incremental, Programming Algorithm
Perancangan Aplikasi E-commerce Berbasis Mobile Platform Android Pada Startup Hardcraft Menggunakan Metode Kanban Hansa Mustada; Soni Fajar Surya Gumilang; Muhammad Azani Hasibuan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EKRAF merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi nasional di masa mendatang, karena EKRAF sendiri menjadi salah satu faktor meningkatnya groos domestic product (GDP). EKRAF di Indonesia sendiri didominasi oleh 3 subsektor industri besar yaitu industri kuliner, industri fashion serta industri kerajinan. Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses perkembangan SDM, salah satunya adalah teknologi dan internet. Efektifitas dan persaingan global harus dihadapi dengan sebuah sistem jaringan kerja yang tepat dan efisien. Sementara itu kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi masih rendah. Hal ini menyebabkan para pengrajin tersebut tidak mampu bersaing dengan pasar yang lebih baik. Penelitan ini bertujuan menyelesaikan masalah EKRAF Indonesia khususnya pada subsektor kriya. Salah satu masalah subsektor kriya di Indonesia adalah kesulitan pada penetrasi pasar modern yang dikarenakan minimnya pengetahuan pemasaran dan belum menerapkan teknologi informasi. HARDCRAFT sebagai jembatan atau penghubung para pengrajin kriya Indonesia dengan pasar yang lebih menjanjikan. E-Commerce HARDCRAFT diharapkan dapat membantu pengrajin lokal di desa yang berpotensi untuk dapat menjual hasil karyanya ke para peminat EKRAF seluruh Indonesia bersama HARDCRAFT. Kata kunci: EKRAF, website, e-commerce, mobile application, pengrajin
Perancangan Line Bot Layanan Pesan Antar Warung Makan “dikampus” Menggunakan Metode User Centered Design (studi Kasus Layanan Pesan Antar Makanan Untuk Wilayah Kampus Universitas Telkom) Aprianil Sesti Rangga; Soni Fajar Surya Gumilang; Alvi Syahrina
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan jumlah mahasiswa Universitas Telkom dari tahun ketahun mendorong pertumbuhan warung yang berada di lingkungan Universitas Telkom. Peningkatan jumlah warung dan mahasiswa mendorong pengusaha warung untuk berinovasi dengan menyediakan layanan pesan antar makanan di sekitar wilayah Universitas Telkom yang bisa dipesan melalui social messanger seperti whatsapp, LINE, ataupun SMS. Media Pemasaran warung yang masih konvensional dengan cara menyebarkan brosur kepada mahasiswa menjadi latar belakang startup Dikampus hadir sebagai alternatif solusi yang menghubungkan pengusaha warung dengan mahasiswa dalam melakukan transaksi pesan antar makanan dalam bentuk layanan chatbot. Untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan pemesanan makanan melalui LINE Bot startup Dikampus, dilakukan perbandingan terhadap desain chatbot yang memiliki skor usability yang baik. Metode yang digunakan yaitu user-centered design dengan pemanfaatan LINE Front-end framework sebagai media perancangannya dan system usability scale (SUS) sebagai standar usability pada rancangan LINE Bot startup Dikampus. Melalui pendekatan tersebut dihasilkan dua skor usability dari desain yang dijadikan sebagai rekomendasi desain utama. Desain yang menggunakan LINE Front-end Framework (LIFF) memiliki skor yang lebih besar dengan jumlah skor SUS 84 yang tergolong kategori excellent dengan grade desain B yang berarti dapat diterima oleh user. Kata Kunci : chatbot, user centered design, system usability scale, user experience, user interface, layanan pesan antar. Abstract The growth of Telkom University students increased from year to year and it was followed by the growth of stalls around Telkom University. The growth of stalls and students encourage stall entrepreneurs to innovate by providing message services between food around the Telkom University campus area that can be ordered through social messengers such as WhatsApp, LINE, or SMS. The conventional marketing that used by stall owner which are distributing brochures to students every year becoming the background of Dikampus to present the alternative solution that connects food stall entrepreneurs with students through a new way to promote their businesses using automated chat to handle the transaction in a form of chatbot services. To facilitate students in ordering food through the LINE bot Dikampus startup, a chatbot design comparison that has a good usability score is compared. The method used is user-centered design and LINE Front-end framework as a medium of design and the system usability scale (SUS) as the usability standard in the design of LINE Bot Dikampus startup. Through these results, two usability scores from the design are made as to the main design assessment. Designs that used LINE Frontend Framework (LIFF) have a larger score with a total score of SUS was 84 which is classified as an excellent category. It means that design B can be accepted by the user. Key Word : chatbot, user centered design, system usability scale, user experience, user interface, delivery service.
Integrasi Line Bot Layanan Pesan Antar Makanan “dikampus” Menggunakan Line Front-end Framework (liff) Dengan Metode Iterative Incremental Arya Wirasandi; Soni Fajar Surya Gumilang; Muhammad Azani Hasibuan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan jumlah mahasiswa Universitas Telkom pada tahun 2018 adalah 24.602, jumlah ini jauh lebih meningkat dibandingkan pada tahun 2017 dengan jumlah mahasiswa 23.051. Hal ini diikuti dengan pertumbuhan jumlah warung yang mencapai 703 pada tahun 2018. Peningkatan jumlah warung dan mahasiswa mendorong pengusaha warung untuk berinovasi dengan memberikan layanan pesan antar makanan atau delivery makanan, sayangnya penyebaran informasi makanan dan minuman masih mengunakan media konvensional seperti brosur, sehingga ketika warung memiliki menu baru ataupun perubahan harga maka warung harus melakukan cetak dan memberikan ulang brosur kepada mahasiswa sedangkan masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, yaitu sulitnya mahasiswa mengetahui status warung ataupun harga menu terkini. startup Dikampus lahir untuk menjawab permasalahan tersebut, yaitu dengan cara menghubungkan mitra startup Dikampus atau pemilik warung dengan mahasiswa melalui line bot. line bot sendiri pada dasarnya merupakan sebuah akun line official dengan fitur reply text yang lebih banyak dan yang tidak dapat dilakukan akun line official biasa. Serta web yang terintegrasi didalamnya dengan bantuan line front-end framework (LIFF). Pengembangan line bot sendiri menggunakan metode iterative incremental dengan pengumpulan requirement wawancara secara kualitatf sehingga menghasilkan line bot dengan fitur seperti pemesanan makanan, registrasi hingga manajemen konfirmasi yang terdiri dari 2 iterasi, untuk hasil pengujian ketersediaan aplikasi, mengunakan tiga tahapan seperti unit testing, integration testing dan stress testing dengan total keberhasilan pada stress mencapai 99.3%. Kata Kunci : Delivery makanan, chatbot, messaging API, Dikampus, web, web service, iterative incremental Abstract The growth in the number of Telkom University students in 2018 was 24,602, this number is far more than in 2017 with 23,051 students. This was followed by the growth in the number of stalls reaching 703 in 2018. Increasing the number of stalls and students encouraged stall entrepreneurs to innovate by providing food delivery services or food delivery, unfortunately the dissemination of food and beverage information was still using conventional media such as brochures, so that when stalls having a new menu or changing prices, the stalls must print and give back the brochure to students while the problem faced by students, namely the difficulty of students knowing the status of the stall or the current menu price. Dikampus startups were born to answer these problems, namely by connecting Dikampus startup partners or stall owners with students through a bot line. The line bot itself is basically an official line account with more reply text features and which cannot be done with a regular official line account. As well as the integrated web therein with the help of line front-end framework (LIFF). The development of line bot itself uses an iterative incremental method by collecting qualified interview requirements so as to produce a line bot with features such as food ordering, registration and confirmation management consisting of 2 iterations, for the results of testing application availability, using three stages such as unit testing, integration testing and stress testing with total success at stress reaches 99.3%. Key Word : Food delivery, chatbot, messaging API, Dikampus, web, web service, iterative
Perancangan Website Marketplace Pada Startup Borongajayuk Menggunakan Metode Iterative Dan Incremental Adila Chusnul Fatiyah; Soni Fajar Surya Gumilang; Deden Witarsyah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegagalan dalam melakukan pengujian sebuah software dapat menyebabkan produk yang dihasilkan tidak berjalan sesuai dengan requirement dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Untuk itu maka perlu dilakukan pengujian yang tepat pada aplikasi dengan tujuan untuk menemukan suatu kesalahan pada aplikasi. Suatu test telah berhasil, apabila test tersebut dapat membongkar suatu kesalahan yang awalnya tidak ditemukan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian perangkat lunak dengan menggunakan metode Black Box Testing. Teknik Black Box testing ini terbagi menjadi dua pengujian yaitu pengujian fungsional dan pengujian non fungsional. Pada pengujian fungsional peneliti menggunakan pengujian unit testing, stress testing, integration testing, dan environment testing. Sedangkan pada pengujian non fungsional peneliti menggunakan stress testing. Pengujian dengan menggunakan teknik Black Box Testing ini dilakukan pada aplikasi website jual beli online BorongAjaYuk. Pada pengujian terhadap website tersebut, dihasilkan nilai kualitas website dari pengujian user acceptance sebesar 75.87%, nilai ini didapat dari perhitungan skala likert terhadap 30 responden, dengan dimensi pengukuran kualitas website menggunakan webqual 4.0. Sedangkan pada pengujian stress testing disimpulkan bahwa server website BorongAjaYuk dapat menangani request sebesar 615.50 /detik dengan jumlah request access sebanyak 50 access dan jumlah koneksi ke server sebanyak 100 koneksi. Kata kunci: BorongAjaYuk, website, marketplace, functional and non-functional testing. Abstract Failure to test a software can cause the resulting product not to run according to requirements and can cause large economic losses. For this reason, it is necessary to carry out proper testing on the application with the aim of finding an error in the application. A test has been successful, if the test can uncover an error that was not initially found. In this study software testing was carried out using the Black Box Testing method. The Black Box testing technique is divided into two tests, namely functional testing and non-functional testing. In functional testing researchers use unit testing, stress testing, integration testing, and environment testing. Whereas in non-functional testing researchers use stress testing. Testing using the Black Box Testing technique is carried out on online buying and selling website applications BorongAjaYuk. In testing the website, the quality value of the website from user acceptance testing was generated at 75.87%, this value was obtained from the calculation of the Likert scale on 30 respondents, with dimensions of website quality measurement using webqual 4.0. Whereas in stress testing it can be concluded that the BorongAjaYuk website server can handle requests of 615.50 / second with the number of access requests as many as 50 accesses and the number of connections to the server as many as 100 connections. Keyword: BorongAjaYuk, website, marketplace, functional and non-functional testing.
Perancangan Mobile App Marketplace Pada Startup Borongajayuk Menggunakan Metode Iterative Dan Incremental Robby Dwi Hartanto; Soni Fajar Surya Gumilang; Deden Witarsyah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dampak dari sebuah produk aplikasi yang gagal, dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi perusahaan tersebut, tidak hanya kegagalan sebagai salah satu suatu produk, melainkan dapat berdampak secara financial bagi perusahaan tersebut. Maka untuk mengurangi jumlah aplikasi yang gagal perlu dilakukan pengujian sebelum aplikasi tersebut dipasarkan, selain itu pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah aplikasi sudah sesuai dengan requirement yang sudah ditentukan. Pada penelitian ini, peneliti melakukan pengujian terhadap aplikasi mobile BorongAjaYuk dengan menggunakan metode Black Box, dimana metode ini terbagi menjadi dua pengujian, yaitu functional testing dan non-functional testing. Pada pengujian fungsionalitas, pengujian yang digunakan adalah unit testing, integration testing, environment testing, dan user acceptance testing. Sedangkan pada pengujian non-functional peneliti menggunakan stress testing. Pada pengujian user acceptance, peneliti menggunakan ISO 9126 sebagai dimensi penilaian kualitas aplikasi, dan menggunakan skala likert untuk mengetahui penilaian tiap dimensi pada ISO 9126, sehingga didapatkan hasil pengujian dengan nilai 71.26%. Sedangkan pada pengujian non-functional dilakukan test menggunakan apache benchmark untuk mengukur stabilitas sistem, dan dapat disimpulkan bahwa aplikasi dapat menerima traffic sampai 1000 access. Kata kunci: BorongAjaYuk, Mobile application, marketplace, functional and non functional testing. Abstract The impact of an application product that fails, can cause a large loss for the company, not only failure as one product, but can have a financial impact on the company. So to reduce the number of failed applications need to be tested before the application is marketed, besides this testing is done to find out whether the application is in accordance with the requirements that have been determined. In this study, researchers conducted a test of the BorongAjaYuk mobile application using the Black Box method, where this method is divided into two tests, namely functional testing and nonfunctional testing. In testing functionality, the tests used are unit testing, integration testing, environment testing, and user acceptance testing. Whereas in non-functional testing researchers use stress testing. In user acceptance testing, researchers used ISO 9126 as the dimension of application quality assessment, and used a Likert scale to determine the assessment of each dimension at ISO 9126, so that the test results were obtained with a value of 71.26%. Whereas in non-functional tests a test is used using the Apache benchmark to measure system stability, and it can be concluded that the application can receive traffic up to 1000 accesses. Keyword: BorongAjaYuk, Mobile Application, marketplace, functional and non functional testing.
Pengembangan Aplikasi Android “dikampus” Untuk Manajemen Warung Dan Pesanan Menggunakan Metode Iterative Incremental (studi Kasus Layanan Pesan Antar Makanan Untuk Wilayah Kampus Universitas Telkom) Ahmad Taufiq Hidayat; Soni Fajar Surya Gumilang; Muhammad Azani Hasibuan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan jumlah mahasiswa Universitas Telkom setiap tahun terus bertambah. Hal ini diikuti dengan pertumbuhan jumlah warung yang ada di sekitar Universitas Telkom. Peningkatan jumlah warung dan mahasiswa mendorong pemilik warung untuk berinovasi dengan memberikan beragam menu makanan dan layanan pesan antar makanan di sekitar wilayah kampus Universitas Telkom yang bisa dipesan melalui sosial messanger seperti whatsapp, LINE, ataupun SMS. Semakin beragamnya menu makanan tentunya membuat pemiliki warung bingung manajemen pesanan yang masuk dan apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan harga pemilik warung membutuhkan usaha lebih untuk memberitahukan kepada konsumen yaitu mahasiswa Universitas Telkom dan masyarakat sekitar. Dengan menggunakan metode Iterative Incremental dalam proses pengembangan aplikasi android pada startup Dikampus untuk manajemen pesanan dan informasi tentang warung. Hasil penelitian ini adalah aplikasi android pada startup Dikampus untuk membantu pemilik warung dalam memasarkan makanannya dan mempermudah manajemen pesanan yang masuk yang dipesan melalu Line Bot Dikampus. Selain itu, peneliti melakukan pengujian menggunakan metode black box testing yang bertujuan untuk menilai tingkat ketersediaan aplikasi yang mendapatkan hasil, bahwa aplikasi dapat dijalankan pada sistem operasi android dengan minimal versi Jelly Bean. Kata Kunci: Layanan Pesan Antar, Aplikasi Android, Iterative Incremental, Black Box Testing Abstract The growth of Telkom University students increased every year. This was followed by the growth in the number of stalls around Telkom University. Increasing the number of stalls and students encourages stall owners to innovate by providing a variety of food menus and food delivery services around the Telkom University that can be ordered through social messanger such as WhatsApp, LINE, or SMS. The more variety of food menus certainly makes the stall owner confused by the management of incoming orders and if at any time there is a change in the price of the stall owner requires more effort to notify consumers namely Telkom University students and surrounding communities. By using the Iterative Incremental method in the process of developing android applications on startup Campus for order management and information about stalls. The results of this study are android applications on startup campus to help shop owners in marketing their food and simplify the management of incoming orders ordered through the Bot Bot Line. In addition, researchers conducted testing using the black box testing method which aims to assess the level of application availability that gets results, that the application can be run on the Android operating system with a minimum version of Jelly Bean. Keywords: Order Delivery, Android application, Iterative Incremental, Black Box Testing