Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penerapan Pendekatan Kooperatif Jigsaw Memorizer untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SD Negeri 38 Rejang Lebong Rasuna, Rasuna
AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jpd.v1i2.318

Abstract

This study aims to increase student activity with the implementation of Cooperative Approaches Jigsaw Memorizer on Civics Lesson in the class IV Elementary School 38 Rejang Lebong. And to improve student achievement in learning civics with the implementation school 38 Rejang Lebong. The problems of this study are: Does the implementation of Cooperative Approaches Jigsaw Memorizer can enhance students’ active learning in civics class IV Elementary school 38 Rejang Lebong? And is Jigsaw Cooperative Learning Approach Memorizer can improve student learning outcomes civics class IV elementary school 38 Rejang Lebong?. Kind of research is a class action research (classroom action research) couduceted in two cycles using two variabels, namely the independent variabel is a Cooperative Approach Jigsaw Memorizer while thw dependent variabel is the student’s activity and student achievement. The instruments in this study is the observation sheet and test sheet. The subjects were students/ student and 14 female students .. Observation data were analyzed descriptively by looking at average scores, the criteria scores, the range of values each criteria, the difference in scores, te highest score, the lowest score. The test data were analyzed qualitatively using the formula avarage value of students and the percentage of students in the classical absorption. Thus obtained result of a study of the activity of students and teachers that the student activity than the average score of 22.75 with the criteria both the firts cycle to 29.25 with really good criteria in the second cycle, while the activity of the teacher than the average score of 35.25 neither the criteria in the firts cycle increased to 41.25 with the criteria neither the criteria in the first cycle students average score of 6.82 with the percentage of students absorption of 64%, while in the second cycle students average score 8.56 with the percantage of students 92% absorption. Based on these studies, the implementation of cooverative aproaches to learning civicis igsaw memorizer can enchance the activity and student achievement in fourth grade rejang state 38 lebong.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Melalui Nilai Kearifan Lokal Waja Sampai Kaputing Rahmi, Agustina; Redjeki , Dwi Sogi Sri; Eshariyani, Eshariyani; Rasuna, Rasuna; Husnusyaziah, Husnusyaziah; Mardani, Mardani
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v15i1.326

Abstract

The aim of this research is to explore the principal's leadership strategies in improving student academic achievement at SMAN 3 Banjarbaru, as well as identifying inhibiting factors and the solutions offered. This research uses qualitative methods with data collection techniques including observation, interviews and documentation. The results of the research show that the strategy used by the Principal of SMAN 3 Banjarbaru is by conducting a SWOT analysis, establishing a vision, mission and making a strategic plan by carrying out effective communication through the waja to kaputing philosophy and creating a supportive environment and approaching students both internally and external. Meanwhile, the implementation carried out by the school principal is by listening to opinions, accommodating needs and ensuring the commitment of all school members. Meanwhile, the solution taken by the school principal if there are challenges and obstacles is to carry out analysis, provide solutions and provide guidance and follow-up.
Model Pembinaan Kepala Sekolah Melalui Pendekatan Nilai Kearifan Lokal Kakaluargaan Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Rahmi, Agustina; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Eshariyani, Eshariyani; Rasuna, Rasuna; Pariyani, Riska Varna; Latifah, Antung
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v15i2.330

Abstract

The aim of this research is to explore the model for coaching school principals through the application of local wisdom values ​​of Kakaluargaan to improve the professional competence of teachers at SMKN 3 Banjarbaru, implementation, and identify inhibiting factors and the solutions offered. This research uses qualitative methods with data collection techniques including observation, interviews and documentation. The results of the research show that the coaching model used by the Principal of SMKN 3 Banjarbaru is by: conducting assessments, analyzing, providing suggestions, evaluating and following up, involving senior teachers and motivating and providing guidance to teachers. Meanwhile, the implementation of the coaching model carried out by the school principal is by: a) carrying out supervision: carrying out pre-observation, observation, evaluation and follow-up; b) coaching outside supervision: sharing experience and knowledge in an effort to increase teacher professional competence. Meanwhile, the solution taken by the school principal if there are challenges and obstacles is to embrace, involve teachers in teacher professional development training, provide access to teacher professional development, teachers learn from colleagues and carry out evaluations and feedback.
STRATEGI PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK GURU HEBAT UNTUK PENDIDIKAN UNGGUL MENUJU INDONESIA KUAT Rahmi, Agustina; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Rasuna, Rasuna; Amalia, Rizky; Sholikah, Anis
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v5i1.18210

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas tentang strategi pembinaan kepala sekolah, keterlibatan guru dan dampak strategi pembinaan kepala sekolah dalam membentuk guru hebat untuk pendidikan unggul menuju indonesia kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2, yaitu: a) supervisi kelas, limkimgam kelas, b) meminta guru untuk mengikuti pelatihan, seminar, diklat dan workshop , c) membentuk tim kalaborasi guru, d) memberikan support/ dorongan, dan e) memberikan fasilitas dan sarana prasaran yang dibutuhkan secara maksimal. Sedangkan keterlibatan guru di SDN Semangat Dalam 2, yaitu dengan: a) kepala sekolah mengikutsertakan guru untuk mengikuti kegiatan, dan b) Kepala sekolah membuka ruang diskusi untuk membuat rencana tindak lanjut. Terakhir, dampak strategi pembinaan kepala sekolah, yaitu: a) guru dapat mengembangkan kompetensinya, b) guru memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk dapat mengembangkan diri dan saling berbagi, dan c) meningkatkan mutu sekolah 
KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH MELALUI NILAI KEARIFAN LOKAL BATATULUNGAN Rahmi, Agustina; Madihah, Husnul; Hariyanti, Mawar; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Rasuna, Rasuna; Hariyadi, Hariyadi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v4i2.15274

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi keterampilan komunikasi interpersonal kepala sekolah SMKN 1 Binuang dalam membangun iklim organisasi sekolah melalui nilai kearifan lokal batatulungan, implementasi dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat serta solusi yang ditawarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal kepala sekolah SMKN 1 Binuang yaitu dengan: membuka ruang diskusi, bersikap empati dan membentuk budaya tim. Sedangkan, implementasi keterampilan komuniasi interpersonal yang dilakukan oleh kepala sekolah  yaitu dengan: menciptakan komunikasi yang bersifat terbuka, melakukan identifikasi terhadap permasalahan, mengklasifikasian pendekatan, melakukan pendampinagan, mentoring dan memberikan umpan balik, memberikan nilai-nilai dan memberikan motivasi serta membuat kebijakan yang dapat menciptakan iklim organisasi yang mendukung Adapun, solusi yang dilakukan kepala sekolah apabila terdapat tantangan dan hambatan yaitu dengan berusaha memahami/ mendengarkan, melakukan penanganan secara sistematis/ bertahap, berupaya mencari solusi yang bersifat konstruktif, adil dan bijaksana, serta membuat iklim sekolah yang penuh dukungan dan penghargaan sebagai upaya preventif.
KAJIAN FUNGSI PANTUN BAANTARAN ETNIK BANJAR MENGGUNAKAN TEORI HERMENEUTIKA Rasuna, Rasuna; Ngalimun, Ngalimun; Fitriana, Arina
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v7i1.18345

Abstract

AbstrakMetode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang artinya penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus. Peneliti menentukan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan tertentu, yaitu observasi secara deskriptif pada prosesi lamaran masyarakat etnik Banjar dengan melihat adat dan budaya yang menyertainya. Disamping itu penelitian ini juga mengunakan teori hermeneutika yang merupakan kegiatan penafsiran pada umumnya melibatkan beberapa unsur, yaitu teks, mediator, dan pembaca. Hasil penelitian ini mengetahui fungsi pantun baantaran serta menambah khasanah nilai kearifan lokal dalam hal berbalas pantun pada prosesi lamaran masyarakat Banjar. Penelitian ini menggali tentang prosesi adat dan budaya lamaran di daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berupa penggunaan pantun sebagai tradisi lisan yang sering dilakukan dalam sebuah lamaran perkawinan. Berbalas pantun sebagai budaya lokal yang menggunakan sastra lisan untuk melamar dan menerima mempelai.  Pantun baantaran mempunyai beberapa fungsi diantaranya: 1. Sebagai sarana beramah tamah keluarga dari kedua belah mempelai.  2. Pendahuluan dalam kegiatan lamaran. 3. Isi dari pantun biasanya berisi nasihat. 4. Ungkapan terima kasih dari pihak perempuan maupun pihak laki-laki. 5. Pantun baantaran sebagai ciri khas tradisi lisan masyarakat Banjar atau etnik Banjar.Kata kunci: pantun baantaran, teori hermeneutika, etnik banjar. AbstractThis research method uses descriptive qualitative, which means research using a case study method or approach. The researcher determined the research subjects using a purposive sampling technique with certain considerations, namely descriptive observation of the application procession of the Banjar ethnic community by looking at the customs and culture that accompanied it. Apart from that, this research also uses hermeneutic theory, which is an interpretive activity that generally involves several elements, namely text, mediator, and reader. The results of this research determine the function of pantun baantaran and add to the repertoire of local wisdom values in terms of responding to rhymes in the application procession of the Banjar community. This research explores the traditional and cultural procession of proposals in the Hulu Sungai Selatan Regency area in the form of the use of rhymes as an oral tradition that is often carried out in marriage proposals. Reciprocating pantun is a local culture that uses oral literature to propose and receive a bride.  Baantaran pantun has several functions, including: 1. As a means of hospitality between the families of the bride and groom.  2. Introduction to application activities. 3. The content of the pantun usually contains advice. 4. Expressions of gratitude from women and men. 5. Pantun baantaran is a characteristic of the oral traditions of the Banjar people or Banjar ethnic group.Key words: pantun baantaran, hermeneutical theory, banjar ethnicity.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPIT ROBBANI BANJARBARU Nur Safitri, Siska Ananda; Susanto, Didi; Rasuna, Rasuna
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v7i1.18597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu Pendidikan di SMPIT Robbani Banjarbaru2024. Fokus penelitian ini mencakup empat aspek utama: (1) peran dan tanggung jawab kepala sekolah dalam peningkatan mutu Pendidikan, (2) Gaya kepemimpinan seperti apa yang paling efektif dalam konteks Pendidikan, (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan di sekolah, dan (4) keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dan mutu pendidikan di SMPIT Robbani Bajarbaru Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, ketua komite, anggota komite sekolah, guru, dan tata usaha. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah SMPIT Robbani Bajarbaru memiliki peran dalam mendukung peningkatan kualitas mutu Pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah kontribusi signifikan dalam penguatan kualitas mutu pendidikan, namun diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas perencanaan, implementasi, dan evaluasi program. Rekomendasi penelitian ini adalah penguatan komunikasi antara kepala sekolah dan guru.
MANAJEMEN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGUATAN KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN DI MIN 1 BARITO TIMUR TAHUN 2024 Kasroni, Imam; Susanto, Didi; Rasuna, Rasuna
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v7i1.18643

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the role of school committee management in strengthening the quality of educational services at MIN 1 Barito Timur in 2024. The research focuses on three main aspects: (1) the implementation of school committee management, (2) supporting and inhibiting factors in educational services, and (3) efforts by the school committee to enhance the quality of educational services. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The research informants include the school principal, the head of the school committee, committee members, teachers, and administrative staff. The collected data were analyzed descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study concludes that the management of the school committee at MIN 1 Barito Timur plays a significant role in improving the quality of educational services through teacher competency enhancement, community involvement in facility provision, and the optimization of committee functions as stipulated in Ministry of Education and Culture Regulation No. 75 of 2016. Supporting factors include effective communication, commitment to educational quality, and the committee's dedication to resolving educational issues. However, challenges arise from limited time, budget, facilities, and the availability of professional teachers. Improvement efforts are carried out by providing input in planning, supporting school programs, supervising activities, and mediating between the school, parents, and the community. This study recommends enhancing collaboration between the school and the committee, allocating funds for human resource development, and strengthening the committee's role in supporting educational programs. Keywords: school committee management, educational services, education quality, MIN 1 Barito Timur. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen komite sekolah dalam penguatan kualitas layanan pendidikan di MIN 1 Barito Timur tahun 2024. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama: (1) penerapan manajemen komite sekolah, (2) faktor pendukung dan penghambat dalam layanan pendidikan, dan (3) upaya komite sekolah dalam penguatan kualitas layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, ketua komite, anggota komite sekolah, guru, dan tata usaha. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen komite sekolah di MIN 1 Barito Timur berperan penting dalam penguatan kualitas layanan pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, keterlibatan masyarakat dalam pengadaan fasilitas, dan optimalisasi fungsi komite sesuai Permendikbud No. 75 Tahun 2016. Faktor pendukung meliputi komunikasi yang baik, komitmen terhadap mutu pendidikan, dan keseriusan komite dalam menyelesaikan masalah, sementara kendala mencakup keterbatasan waktu, anggaran, fasilitas, dan jumlah guru profesional. Upaya perbaikan dilakukan dengan pemberian pertimbangan dalam perencanaan, dukungan terhadap program sekolah, pengawasan kegiatan, dan mediasi antara sekolah, orang tua, serta masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara pihak sekolah dan komite, pengalokasian dana untuk pengembangan SDM, serta penguatan peran komite dalam mendukung program pendidikan. Kata Kunci: manajemen komite sekolah, layanan pendidikan, kualitas pendidikan, MIN 1 Barito Timur
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS) Rasuna, Rasuna
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.21469

Abstract

AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic and hermeneutic reading of the poem on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi. The method used in this research is a qualitative method with a Riffaterre semiotic approach. The data for this research is a collection of poems on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi, namely those entitled 1) Ya Syaikhuna Ya Zaini; 2) Manaqib for Sekumpul Teachers; 3) Teachers, a group of beloved teachers; 4) Haul Guru Sekumpul; 5) Perfect Lover Soulmate Teacher. This research instrument is a human instrument. The poetry on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Akhmad Syairazi was analyzed descriptively qualitatively using Riffaterre's semiotic approach. The results of this research show that the heuristic reading of poetry written by Guru Abdul Hakim and Guru Abdul Akhmad Syairazi is read based on its linguistic structure. This means that certain lines of poetry are given by inserting affixes, synonyms, adding words, removing clitics, and changing the word order to clarify the meaning. Based on heuristic reading, overall, the five poems consisting of poems written by Guru Abdul Hakim and Guru Abdul Akhmad Syairazi contain praise, hopes and prayers for Guru Sekumpul. Based on the results of hermeneutic reading, the meaning of cultural symbols contained in these poems includes: (1) language; (2) objects;  and (3) action. Hermeneutic reading of the poetry shows the community's respect and love for Guru Sekumpul.of reading techniques.Keywords: poetry, heuristics, hermeneuticsAbstrakAnalisis Syair Bertema Guru Sekumpul Karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi: Heuristik dan Hermeneutik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pembacaan heuristik dan hermeneutik pada syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Riffaterre. Data penelitian ini ialah kumpulan syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi, yakni yang berjudul 1) Ya Syaikhuna Ya Zaini; 2) Manaqib untuk Guru Sekumpul; 3) Guru Sekumpul Guru Tercinta; 4) Haul Guru Sekumpul; 5) Guru Belahan Jiwa Kekasih yang Sempurna. Instrumen penelitian ini adalah human instrument. Syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Akhmad Syairazi dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotik Riffaterre. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan heuristik pada syair karangan Guru Abdul Hakim dan Guru Abdul Akhmad Syairazi dibaca berdasarkan struktur kebahasaannya. Artinya, pada baris syair tertentu diberikan sisipan imbuhan, sinonim, penambahan kata, penghilangan klitik, dan pengubahan susunan kata untuk dapat memperjelas arti. Berdasarkan pembacaan heuristik, secara keseluruhan, lima buah syair yang terdiri dari syair karangan Guru Abdul Hakim dan Guru Abdul Akhmad Syairazi berisikan tentang pujian, harapan, dan doa terhadap Guru Sekumpul. Berdasarkan hasil pembacaan hermeneutik, makna simbol budaya yang terdapat dalam syair-syair tersebut meliputi: (1) bahasa; (2) benda;  dan (3) tindakan. Pembacaan hermeneutik pada syair menunjukkan rasa hormat dan cinta masyarakat kepada Guru Sekumpul.Kata-kata kunci: syair, heuristik, hermeneutik