Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

SINERGI PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERTAHANAN MILITER DAN NIRMILITER DALAM MENGHADAPI KEDARURATAN NUKLIR Lilik Mugiharto; Asdini Pratama Putra; Intan Fibriansah Wirastama; Dadan Kurnia; Masduki Masduki
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6406

Abstract

Indonesia berpotensi terjadi kedaruratan nuklir sehingga perlu disiapkan sumber daya dari militer dan nirmiliter. Permasalahan penelitian tentang strategi pemanfaatan sumber daya Kizinubika, Bapeten, dan DPFK Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam menghadapi kedaruratan nuklir. Tujuan penelitian menganalisis strategi pemanfaatan sumber daya Kizinubika dengan Bapeten dan DPFK BRIN dalam menghadapi kedaruratan nuklir. Penelitian menggunakan metode kuasi kualitatif. Data dianalisis secara kualitatif didukung data kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh nilai skor Internal Strategic Factor Analisis Summary 3,22 dari faktor kekuatan 2,26 dan kelemahan 0,96. Nilai skor External Strategic Factor Analysis Summary 2,89 dari faktor peluang 1,82 dan ancaman 1,07. Hasil analisis Strengths Weakness Opportunities and Threats (SWOT) diperoleh strategi berupa Strenghts - Oppurtunities berupa: Menggunakan fasilitas dan peralatan Kizinubika dalam latihan bersama guna menyiapkan sumber daya meningkatkan dukungan prioritas Bapeten dan DPFK BRIN; Meningkatkan peran Kizinubika dengan menyiapkan SDM dan peralatan melalui kegiatan latihan guna mempertahankan dan meningkatkan dukungan dari Bapeten dan DPFK BRIN sebagai first responder; Mengoptimalkan latihan terprogram dengan melibatkan SDM dan peralatan guna memelihara dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia; dan Mengoptimalkan lokasi strategis Kizinubika melalu kegiatan pelatihan dengan memanfaatkan dukungan anggaran pelatihan sehingga Kizinubika cepat dan tepat guna meningkatkan dukungan dari Bapeten dan DPFK BRIN.
STRATEGI PENINGKATAN LATIHAN BERSAMA DI ANTARA TNI-AD DAN TENTARA SINGAPURA DALAM RANGKA MENGHADAPI OPERASI MULTI-DOMAIN Tan Yiwen; Arvie Prima Kusuma Sumedi; Immanuel Roy P. Simbolon; Dadan Kurnia; Masduki Masduki
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6472

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi untuk meningkatkan Latihan Bersama antara TNI-AD dan Tentara Singapura guna memperkuat interoperabilitas dan kemampuan operasional dalam menghadapi operasi multi-domain (MDO). Dalam peperangan modern yang bersifat multi-domain, multi-nasional, dan multi-geografi, kolaborasi yang efektif di berbagai ranah sangat penting. Studi ini menyoroti pentingnya peLatihan Bersama dan pendidikan strategis untuk menghadapi tantangan ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data diperoleh melalui wawancara dan sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Latihan Bersama seperti Latma GARUDA SHIELD dan SAFKAR INDOPURA telah dilakukan, fokusnya belum mencakup elemen-elemen penting dari operasi multi-domain. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan pelatihan bertahap “Crawl-Walk-Run” yang memungkinkan peningkatan kompleksitas secara bertahap guna mencapai tingkat interoperabilitas yang lebih tinggi. Integrasi teknologi canggih seperti AI, Big Data, dan simulasi Live-Virtual-Constructive (LVC) juga dinilai penting untuk memperkuat evaluasi dan pengambilan keputusan operasional secara real-time. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kemitraan internasional, inovasi teknologi, dan latihan eksperimental untuk mengembangkan taktik baru dalam peperangan modern. Meskipun terdapat tantangan dalam hal perbedaan doktrin dan logistik, perencanaan jangka panjang dan Latihan Bersama yang sistematis dapat mengatasi hambatan ini. Kesimpulannya, kolaborasi yang berkelanjutan dan adopsi teknologi mutakhir dalam pelatihan akan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan operasional kedua angkatan dalam menghadapi operasi multi-domain.