Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : El-Rusyd

TIPOLOGI PRILAKU KEAGAMAAN SISWA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTS. BATANG KABUNG KOTA PADANG Jurna Petri Roszi
El-Rusyd Vol. 3 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.423 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan tipologi perilaku keagamaan siswa dan melihat hubungan tipologi perilaku tersebut dengan kemampaun kognitif anak dalam memahami dan mengamalkan pembelajaran agama islam membentuk perilaku akhlakul karimah di MTs. Batang Kabung Kota Padang. Metode penelitian ini adalah quantitative research, dengan meneliti siswa MTs Kelas VIIIA Batang Kabung sebanyak 21 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembaran observasi, angket dan skala pengukuran perilaku keberagamaan, open-ended interview dan dokumentasi. Analisa data menggunakan persentase yang dihitung secara manual dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan typologi prilaku keagamaan siswa MTs Batang Kabung Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (aqidah akhlak, Qur’an hadist dan fiqih) di MTs Batang Kabung Kota Padang menyatakan bahwa dari 21 siswa kelas VIIIA sebanyak (61,9%) memiliki hasil belajar pada kategori tinggi, dan sebanyak 38,1%) memiliki nilai hasil belajar pada kategori rendah. Pada prilaku keagamaan siswa pada pembelajaran pendidikan agama Islam sebanyak 17 orang (81,0 %) yang memiliki prilaku sosial, dan sebanyak 4 orang (19,0 %) yang memiliki prilaku tidak sosial. Sedangkan tipologi kemampuan kognitif dan prilaku Keagamaan sebanyak 11 orang (52,4%) yang tergolong kategori Recesonable Cooperative (dibentuk berdasarkan ilmu), sebanyak 6 orang responden 28,6%) yang tergolong kategori toresenable cooperative (dibentuk oleh lingkungan yang baik), sebanyak 2 orang (9,5%) yang tergolong kategori untoresecenable cooperative (dibentuk oleh lingkungan tidak baik), dan sebanyak 2 orang (9,5%) yang tergolong extreme uncooperative (lingkungan dan kemampuan tidak mendukung).
Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Penetapan Hukum Islam: Peluang dan Tantangan Aryanti, Yosi; Fitrah, Mustannir; Ridha, Arif; Hendrisab, Hendrisab; Roszi, Jurna Petri; Yusrial, Yusrial
El-Rusyd Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v10i1.291

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (Artificial Intelligence/AI) The Industrial Revolution 4.0 has become a vital part of various sectors of life and has transformed many aspects, including the legal field. In this digital age, the use of AI in enforcing Islamic law is an exciting advancement. This study analyzes the potential application of artificial intelligence in the process of establishing Islamic law (istinbath al-ahkam), an area that typically uses traditional methods. The aim of this research is to explore the opportunities offered by AI technology in improving the efficiency and accuracy of the Islamic law-making process, as well as to evaluate the potential challenges arising from the integration of these technologies. This research involved a comprehensive literature analysis and a qualitative approach. It also compared traditional Islamic law-making methods with the potential application of AI to the process. Research reveals that AI holds significant potential in various aspects of Islamic law enforcement, such as analyzing large volumes of religious texts, identifying patterns and trends in historical fatwas, and supporting the decision-making of Islamic scholars. However, the research also highlights significant challenges, such as the complexity of contextual interpretation, ethical issues related to religious authority, and the need to integrate AI with traditional methods without compromising the fundamental principles of Islamic law. This research highlights the importance of a balanced and ethical approach to the application of AI technology within the framework of Islamic law.